NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pertemuan di Malam Berdarah

Hujan deras mengguyur Kota Jakarta malam itu, menyamarkan suara gesekan ban mobil dengan aspal yang basah. Aria Utama memutar kemudi mobil sedan peraknya dengan perlahan. Pandangannya terbatas oleh lebatnya air yang menghantam kaca depan. Malam sudah menunjukkan pukul dua pagi, dan ia baru saja menyelesaikan desain revisi proyek komersial yang melelahkan.

Saat melintasi gang sempit dekat kawasan industri tua, sorot lampu mobilnya menangkap bayangan seseorang yang terhuyung-huyung di samping dinding beton. Pria itu mengenakan kemeja hitam yang tampak basah kuyup, bukan hanya oleh air hujan, tetapi juga oleh darah yang mengalir deras dari perutnya.

Aria menghentikan mobilnya secara mendadak. Jantungnya berdegup kencang. Akal sehatnya menyuruhnya untuk segera menginjak gas dan pergi dari tempat berbahaya itu. Namun, nuraninya menolak melihat seseorang mati tergeletak di jalanan.

Aria membuka pintu mobil, membawa payung dan kotak P3K darurat yang selalu ia simpan di bagasi.

"Pak? Anda bisa mendengar saya?" tanya Aria panik saat mendekati tubuh tinggi tegap yang kini tersandar di dinding.

Pria itu mendongak. Dalam kegelapan malam dan di balik sapuan hujan, Aria bisa melihat rahang tegas, garis wajah yang sangat tampan, serta sepasang mata tajam berwarna abu-abu gelap yang memancarkan aura berbahaya. Bahkan dalam keadaan sekarat, pria itu masih memancarkan dominasi yang mengintimidasi.

"Pergi... jika kau ingin tetap hidup," desis pria itu dengan suara berat dan parau.

"Anda akan mati kehabisan darah jika saya pergi!" tegas Aria. Tanpa memikirkan risiko, Aria merangkul lengan pria yang terasa sangat berat itu dan membantunya masuk ke dalam kursi penumpang depan mobilnya.

Pria itu adalah Dante Vance—pemimpin tertinggi dari sindikat mafia 'Black Viper' yang sangat ditakuti. Malam itu, Dante baru saja lolos dari jebakan penyergapan kelompok musuh. Ia tidak pernah menyangka bahwa seorang wanita asing berani menyentuhnya, apalagi menyelamatkan nyawanya.

Di dalam mobil, Aria dengan cekatan merobek bagian kemeja Dante dan menekan luka tembak di perut pria itu dengan kain bersih. Dante menahan erangan, matanya yang tajam terus mengawasi setiap gerak-gerik Aria. Ada keberanian yang tidak biasa dari jemari halus wanita ini.

"Siapa namamu, wanita nekat?" tanya Dante pendek, napasnya memburu.

"Aria. Cukup diam dan tahan tekanan ini sampai kita tiba di klinik terdekat," jawab Aria tanpa menatapnya, fokus menghentikan pendarahan.

Dante terkekeh tipis, sebuah cengkeraman dingin mampir di pergelangan tangan Aria. "Jangan ke klinik. Bawa aku ke alamat yang kutuliskan di ponsel ini."

Dante menyerahkan sebuah ponsel khusus yang sudah terbuka layarnya. Aria melihat alamat sebuah penthouse pribadi di pusat kota. Tanpa banyak tanya, Aria menginjak pedal gas dalam-dalam.

Satu jam kemudian, beberapa pria berjas hitam dengan senjata terselubung menyambut mobil Aria di basement eksklusif. Mereka dengan sigap memindahkan Dante ke kursi roda medis. Sebelum diseret masuk ke dalam lift khusus, Dante menghentikan anak buahnya. Ia memalingkan wajahnya ke arah Aria yang berdiri gemetar di samping mobilnya.

Dante melepaskan sebuah cincin perak berukir lambang ular naga dari jari kelingkingnya dan melemparkannya ke arah Aria. Aria menangkapnya dengan refleks.

"Kau baru saja menyelamatkan nyawa seorang Iblis, Aria," ujar Dante dengan senyum tipis yang misterius. "Simpan cincin itu. Mulai malam ini, kau ada di bawah perlindungan Dante Vance. Dan aku selalu kembali untuk menagih hutang budi."

Pintu lift tertutup rapat sebelum Aria sempat mengembalikan cincin berat tersebut. Aria berdiri terpaku di basement yang sunyi, memegang cincin dingin itu dengan perasaan cemas yang membakar dada. Ia tidak tahu bahwa keputusan kecilnya malam ini telah menarik garis takdir yang menyatukan hidupnya dengan dua pria paling berpengaruh dan berbahaya di kota ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!