Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.
Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.
Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.
Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Aku Bayar
Pagi yang cerah ini, Saga telah siap berangkat ke kantor. Pria itu memakai pakaian yang rapi dan terlihat begitu tampan. Siapapun yang melihatnya pasti akan selalu terkesima dengan wajah tampan itu.
Sayangnya Saga tidak pernah tertarik dengan wanita manapun. Dia hanya tertarik pada seorang wanita yang saat ini masih berada dalam genggaman orang lain.
Tapi tak apa, Selagi masih bisa digapai. Saga akan gapai sampai dapat, Tapi kalau tidak. Saga yang akan mengalah.
Usai berpakaian dengan sangat rapi, Saga langsung keluar dari kamarnya. Pria itu menuruni anak tangga satu persatu lalu menuju keruang makan. Disana sudah ada keluarganya yang telah menunggu..
"Selamat pagi..
"Pagi, Sayang.. Ayo sarapan dulu. Mama udah masakin menu kesukaan kamu hari ini.." Kata Grace, Mama Saga. Wanita itu terkenal dengan keramahannya serta wanita yang baik hati.
Terlebih pada tetangga sekitar yang tak jarang wanita itu bantu. Karena baginya, Mau sekaya apapun kita, Kita masih butuh seorang tetangga. Kalau bukan mereka yang bantu lalu siapa lagi.
Semenjak orangtuanya kembali bersama. Saga banyak berubah, Pria itu lebih betah berada dirumah. Tidak seperti dulu yang lebih betah berada diluar bermain dan jarang pulang.
Kebiasaannya yang suka main-main dengan perempuan pun Saga Hentikan. Berkaca pada Papanya yang meski katanya cerai karena kesalahpahaman, Tapi Beliau tak pernah berpikir untuk mencari pengganti Mamanya.
Kebiasaan Saga yang masih tetap melekat yaitu bermain ke club malam, Dan itupun sudah jarang.. Kebiasaan negatif yang ada dalam dirinya perlahan Saga hilangkan.
Benar kata Kakaknya, Kalau dia ingin mendekati Amara. Ubah dulu kebiasaan itu, Setiap orang memang punya masa lalu. Karena masa lalu itu bisa diubah,,Tapi tak bisa dihapus. Tak apa masa lalunya yang negatif tetap melekat yang penting semua itu telah diubah.
"Ada acara apa kamu hari ini?" Tanya Tuan Andriano pada sang putra.
"Ada meeting pagi ini, Tapi setelah itu. Saga punya janji sama seseorang. Mobil Saga yang rusak udah selesai.. " Ucap Saga, Pria itu memang ada rencana meeting pagi ini. Sebelum nanti pria itu akan datang ke bengkel langganannya untuk mengambil mobil.
"Memang rusaknya parah?
"Gak terlalu para kok Mam.. Cuma lecet aja. " Citra yang mendengarnya hanya bisa mencebikkan bibirnya saja.
"Lecet apaan? Orang parah gitu rusaknya.. Giliran pujaan hatinya yang rusakin, Dibilang cuma lecet. Coba kalau kakak yang bikin lecet tuh mobil, Pasti udah dibilang rusak parah.." Saga menatap kakaknya yang seakan tengah menyindirnya kali ini.
"Saga udah selesai.."
Pria itu langsung bangkit dan berangkat kekantor. Ya, Seperti inilah Saga.. Walaupun terkenal dengan nada datar dan dingin,Tapi pria itu punya perhatian yang sangat lebih.
...****************...
Saga segera turun dari kendaraan roda empatnya. Meeting kali ini diadakan disalah satu cafe ternama. Cafe tersebut memang sering dijadikan tempat penting seperti ini..
Dengan penampilannya yang selalu rapi, Saga langsung menuju keruangan privat. Pria itu mengangkat salah satu sudut bibirnya begitu melihat seorang pria yang dibuat malu kemarin ada disana.
Siapa lagi kalau bukan Fadli, Sepertinya pria itu tengah mencari rekan kerja baru. Karena kemarin sempat mengalami kerugian yang besar akibat banyak yang membatalkan kerja sama.
Fadli yang telah menunggu pun juga kaget, Kalau direktur yang ia tunggu itu adalah pria yang kemarin membelikan banyak barang untuk istrinya.
"Tuan Saga sudah datang, Bisa kita mulai sekarang meetingnya.."
Meeting pun dimulai, Sejak awal hanya Fadli yang banyak bicara. Sementara Lidya hanya diam saja, Saga terus menatap wanita itu. Lidya yang ditatap menjadi salah tingkah mengira kalau Saga juga tertarik padanya.
"Kenapa Tuan muda Saga menatapku terus? Jangan-jangan dia juga tertarik padaku.. Bisa jadi kemarin dia kasih barang mewah untuk Amara hanya ingin membuatku cemburu..." Batin Lidya dengan rasa percaya dirinya. Namun semua itu langsung dipatahkan oleh Saga sendiri...
"Kenapa Anda tersenyum terus sekretaris Lidya?" Lidya tersenyum manis..
"Sejak tadi Tuan Sagara menatap saya terus.. Jadi saya pikir, Kalau...
"Kalau saya tertarik padamu?" Lidya menunduk malu. Sagara terkekeh..
"Tuan Fadli, Sekretaris anda ini ternyata punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi, Ya?" Senyum Lidya langsung pudar perlahan.
"Hanya karena saya menatapnya, Sudah dikira tertarik.. Tapi maaf, Saya tidak tertarik dengan wanita tua.." Lidya langsung mengepalkan kedua tangannya. Pria ini berani menghinanya..
"Saya menatap Sekretaris Lidya sejak tadi itu karena saya ingin dia yang berdiri dan berpresentasi. Jadi dia ada gunanya ikut meeting disini.." Fadli tak menjawab. Pria itu melirik Lidya agar wanita itu bangkit..
"Tapi.." Fadli langsung angkat bicara membela Lidya.
"Tuan Sagara, Sekretaris saya sedang kurang enak badan. Jadi untuk saat ini, Biar saya yang..
"Kurang enak badan atau memang tidak bisa? Atau jangan-jangan, Sekretaris anda ini hanya lulusan SMP saja, Makanya tidak bisa apa-apa.." Fadli dan Lidya terkejut. Kenapa Tuan Sagara tiba-tiba menebak begitu?
"Ayo...
"Jelaskan.." Titah Fadli. Lidya menatap tak percaya pria itu. Bagaimana mau jelaskan kalau Lidya sendiri tak pernah berpresentasi. Kemana-mana selalu Fadli..
"Ayo, Jelaskan..." Lidya pun berdiri. Ia menelan salivanya dengan susah payah. Dihadapannya begitu banyak para petinggi..
"Dalam proyek ini.. Perusahaan kami, Akan.. Akan.." Belum apa-apa Lidya sudah gemetar, Dia tidak bisa...
Fadli, Fadli.. Ini kamu yang bo-doh atau bagaimana? Sekretaris mana yang tidak pandai presentasi?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Disaat Lidya tengah menahan malu. Amara datang kebengkel bersama Mayla. Amara sudah diberitahu kalau mobilnya sudah selesai dan sekarang kembali seperti semula..
"Wah.. Ini kan bengkel yang terkenal mahal itu ya?" Ucap Mayla, Bengkel itu memang mahal, Tapi banyak orang yang cocok karena memang sebagus itu hasilnya.
"Udah gapapa.. Yang penting hasilnya memuaskan.." Kata Amara, Wanita itu masuk lalu melapor pada pegawainya.
Seorang kepala kerja yang ada disana mendekat. Amara mengatakan kalau dia mau ambil mobilnya yang diantar Tuan Saga beberapa hari yang lalu.
"Ini mobilnya Nona.." Amara menelisik kendaraan roda empatnya yang rusak parah itu, Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan.
"Semua yang rusak telah kami ganti.." Amara mengangguk-anggukan kepalanya..
"Berapa semua totalnya?
"Untuk biaya mobil anda dan mobil Tuan Saga sudah lunas.. Jadi anda tidak perlu membayarnya..." Mata Amara langsung melotot begitu saja, Apa katanya tadi? Sudah lunas?
"Lunas?
"Ya, Tuan Sagara yang telah membayarnya.. Anda tinggal membawa mobil ini.." Amara menoleh pada Mayla. Sahabatnya itu juga tak kalah terkejutnya..
"Ning, Sepertinya Tuan muda yang satu itu memang hobi sekali bayari orang.. " Bisik Mayla, Amara terkekeh. Sepertinya memang iya..
"Bukan seperti itu, Masalahnya kan siapa yang rusakin siapa yang tanggung jawab..
"Sekarang tanggung jawab sama mobilnya.. Bisa jadi besok tanggung jawab sama yang punya.. " Celetuk Mayla sambil cekikikan.
"Ngawur kamu...
•
•
•
TBC
hayo tamatlah riwayatmu Lidya
dan kamu Fadli siap siap datang kepengadilan untuk pembatalan pernikahan. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 senangnya hatiku melihat mereka berdua terpojok