Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Ke datangan Ibu Felicya
Pagi belum berlalu. Burung-burung masih berkicauan di luaran sana. Banyak orang-orang berolahraga di taman. Ada yang menggoes sepeda. Ada pula yang jogging di taman.
Di minggu pagi ini ibu Felicya berkunjung kerumahnya. Setelah hari pernikahan Felicya tidak sempat untuk menginap di rumah ibunya, maka dari itu ibu Felicya berkunjung untuk menengok putri kesayangannya.
Sesampai di rumah Felicya, ibunya terpukau melihat rumah mantunya terlihat sederhana. Namun, modern seperti rumah contoh yang ada di brosur. Tapi tidak begitu sempit dan tidak terlalu luas. Rumahnya masih tersisa halaman untuk taman yang tersedia bangku di sana dan ada begasi motor.
Ibu Felicya mencoba menekan bel rumah dengan jari telunjuk bantetnya itu.
Ting tong...
Belum terbuka juga. Ibu nya menekan lagi sampai 3 kali.
Ting tong...
Ting tong...
Ting tong...
Felicya mendengar bel nya berbunyi berkali-kali. Ia langsung mengambil kerudung dan sweater yang menggantung di bawah anak tangga dan melangkah ke depan pintu.
Saat ia membuka pintunya, wajah felicya terlihat senang dan matanya berbinar. Ternyata pagi-pagi bertamu ke rumah suaminya adalah ibunya sendiri.
Felicya pun menyapa ibunya. "Bunda ya ampun, bunda kenapa gak ngabarin Neng dulu?" ucapnya menyentuh tangan ibunya untuk salim. Felicya terharu ibunya ke rumahnya yang jaraknya jauh dari bandung. Ibunya menjawab.
"Bunda kangen banget sama Neng, makanya bunda buru-buru ke sini aja lupa ngabarin. Hehe...," ibunya Felicya tersenyum dan memeluk putri kesayangannya. Felicya pun membalas memeluk ibu tercinta. Mereka pun berpelukan seperti teletubbies.
Ibu Felicya membawa oleh-oleh khas bandung untuk putrinya dan mantu kesayangannya. Felicya mencoba tengok keluar halaman. Apa ibunya kesini bersama ayahnya. Felicya bertanya.
"Bun, ibun kesini sendirian gak sama ayah?"
"Iya.. Neng, ibun kesini sendirian. Ayah kamu lagi sibuk kerja di luar kota sekarang." Lalu ibunya tersenyum.
"Oh yasudah, bunda masuk ke dalam. Pasti bunda kecapean. " ajaknya ibunya untuk duduk di ruang tamu. Ibunya pun masuk ke dalam beriringan dengan Felicya. Tangan Felicya sebelah kanan memegang tangan ibunya dan sebelah kiri ia menenteng oleh-olehnya. Ibunya pun duduk di sofa dan tubuhnya bersandar di sofa karena merasa lelah di perjalanan. "Neng. Ibun gak apa-apa yah kepalanya sandaran di kepala sofa ini. Ibun capek," izinnya ke anaknya.
"Atuh gak apa-apa bunda, Neng. gak larang bunda bersandar di sofa. Sebentar yah ibun, neng mau buatkan teh manis dan nasi goreng buat ibun. pasti ibun belum sarapan langsung berangkat yah kesini?" tanyanya.
"Iya. Neng, ibun belum sempat sarapan. Ibun langsung berangkat aja pas jam 03.30 dari sana," jawab ibunya.
"Pagi sekali ibun berangkat dari rumah ayah, kalau gitu ibun istirahat dulu, neng sekalian mau buatkan sarapan. Ibun bisa sambil rebahan saja di sofa, anggap saja ini seperti rumah sendiri," ujarnya. Ibunya bertanya. "Iya neng ini ibu rebahan. Suami neng kemana?" Ibu Felicya dari tadi belum melihat mantunya.
"Mas Galang habis sholat subuh Bun, mungkin sekarang dia lagu tidur di kamar."
"Oh yaudah neng, ibu kira Galang pergi keluar gitu lari. kalau kata anak sekarang mah jojing yah neng,"
Felicya yang mendengarnya langsung di peseletkan ke sebuah lagu. "Kayak lagu bun, ajojing ala ala ajojing" jawab Felicya tertawa sambil memperagakan gerakan di tiktok.
"Ihh si neng mah malah bercanda, ikutan ahh ajojing ala ala ajojing" sambar ibunya ikut memperagakannya.
Felicya dan ibunya tertawa riang dan lelucon bersamaan.
Galang yang sedang tertidur, terbangun mendengar suara Felicya tertawa. Galang yang penasaran dengan siapa Felicya tertawa. Ia langsung keluar kamar ingin melihatnya. Ia turun dari tangga melihat ternyata istrinya sedang tertawa bersama ibu mertua. Galang menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah laku mereka yang lucu.
Galang yang terbiasa serius hidupnya dan penuh drama. Ia merasa berbeda dengan kehadiran istrinya yang mempunyai tingkah yang unik menurut Galang. tak ada satu pun yang tahu apakah Galang akan menyesuaikan hidupnya seperti Felicya atau sebaliknya.