NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:445.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Masih di malam yang sama, setelah diompori habis-habisan oleh Vincent, Alessandro akhirnya menurunkan gengsinya setinggi langit.

Dengan langkah berat dan raut wajah kelam, Alessandro mendatangi pintu kamar Lucia yang berada persis di sebelah kamarnya.

“Lucia, buka pintunya,” panggil Alessandro dingin.

Tidak ada jawaban, hanya suara langkah kaki kecil berlari menjauh dari pintu.

“Lucia, jangan membuatku mendobrak pintu ini.”

“Tidak mau buka!” seru Lucia berteriak nyaring dari balik pintu kayu tebal itu. “Paman jahat! Paman tidak menghargai resep herbal dari desa racikanku. Biarkan saja ular Paman bengkak sampai berubah jadi naga raksasa!”

Alessandro memejamkan mata rapat-rapat, memijat pangkal hidungnya yang masih berdenyut nyeri. Bayangan wajah meledek Vincent di lorong tadi mendadak berputar di otaknya.

“Buka pintunya, Lucia,” bujuk Alessandro, mencoba menahan nada suaranya agar tidak membentak. “Baiklah, aku mengalah. Akua akan meminum susunya.”

Pintu itu mendadak terbuka sedikit. Satu mata bulat Lucia menyipit mengintip dari celah pintu.

“Paman tidak bohong, kan? Paman tidak akan membuang racikan susu maduku ke pot bunga?”

“Aku tidak pernah berbohong,”tegas Alessandro seraya mendorong pelan pintu kamar itu hingga terbuka lebar.

Lucia berjalan menuju meja, menyambar cangkir berisi susu hangat campur madu yang sudah mulai mendingin, lalu menyodorkannya dengan wajah penuh kemenangan.

“Minum sampai habis di depanku. Terus Paman harus tiduran telentang di kasur. Aku mau bernyanyi sambil mengelus perut Paman supaya ular di celana Paman cepat tidur lelap.”

Alessandro menatap cangkir di tangannya, lalu menatap Lucia yang berkacak pinggang. Tanpa banyak bicara lagi demi mengakhiri drama konyol ini, sang mafia meneguk habis cairan manis itu dalam beberapa cegukan cepat.

“Sudah habis. Puas?” gumam Alessandro mengusap bibirnya yang basah, lalu merebahkan tubuh tegapnya di atas ranjang.

Lucia tersenyum lebar hingga matanya membentuk bulan sabit. Ia naik ke atas ranjang, berlutut di samping pinggang Alessandro yang terlentang pasrah.

Gadis itu mulai mengelus pelan area perut bawah Alessandro, tepat di atas celana seraya bergumam menyanyikan lagu pengantar tidur desa yang sangat asing di telinga sang mafia.

“Nina bobok, oh nina bobok. Kalau tidak bobokk, digigit semut,” nyanyi Lucia dengan suara merdu nan polos.

Namun, alih-alih tertidur, sentuhan halus jemari mungil Lucia di area sensitif itu justru membakar aliran darah Alessandro.

Telapak tangan Lucia yang hangat dan lembut merambat turun.

Gairah buas yang sedari tadi ditahan Alessandro mendadak meledak. Tanpa sadar, gesekan jemari Lucia membuat sesuatu di balik celana bahan Alessandro makin menegang, mengeras sempurna dan menonjol.

Lucia menghentikan usapannya. Matanya membelalak lebar, bukan karena takut, melainkan karena kagum dan penasaran setengah mati saat merasakan bentuk kokoh di balik kain tebal itu.

“Wah, Paman, ini gawat! Dia bukan ular lagi. Benda di balik celana Paman benar-benar sudah berubah jadi naga!”

“Lu... cia... hentikan sentuhanmu,” desis Alessandro dengan suara serak yang amat dalam. Urat-urat di lehernya menonjol, dadanya naik-turun memburu saat jemari polos Lucia mengusap miliknya.

“Kenapa harus dihentikan? Ini bagus sekali, Paman. Bentuknya panjang dan keras seperti tongkat kayu magic,” celoteh Lucia riang tanpa rasa takut sedikit pun, malah memiringkan kepalanya mengamati tonjolan itu dari dekat.

“Apakah naganya mau keluar dari celana Paman?”

Alessandro mencengkeram sprei ranjang hingga robek di beberapa bagian. Pria yang paling ditakuti itu kini hampir gila dan tersiksa.

“Hmm. Mau melihat dan menyentuhnya langsung?” tanya Alessandro dengan suara serak yang amat dalam, raut wajahnya memerah menahan gairah yang sudah membakar hingga ke ubun-ubun.

Lucia tetaplah Lucia. Gadis desa dengan segala kepolosannya yang tak terduga. Tanpa ragu sedikit pun, mata bulatnya berbinar antusias.

“Mau! Aku mau melihatnya. Aku mau lihat bentuk ular Paman,” jawab Lucia cepat seraya mengangguk-angguk mantap.

Alessandro menelan ludah. Mengabaikan sisa-sisa kewarasannya, sang Capo menurunkan res-leting celananya.

Dalam sekali gerakan, ia mengeluarkan miliknya yang menegang kokoh dan ber-urat tepat di hadapan gadis itu.

Alessandro lalu meraih pergelangan tangan mungil Lucia, mengarahkannya agar jemari lentik itu menyentuh langsung kulit hangatnya.

Lucia membeku seketika. Matanya membelalak sempurna menatap ukuran benda yang terpampang nyata tanpa sekat kain.

Napasnya tertahan di tenggorokan.

Jemarinya baru saja menempel tipis di sana saat tubuh mungilnya mendadak gemetar hebat.

Matanya mendadak berputar ke atas, dan—

Brugh!

Lucia ambruk begitu saja ke atas dada bidang Alessandro, pingsan tak sadarkan diri karena syok berat melihat ukuran peliharaan sang mafia.

“Shit!” umpat Alessandro.

Kejan-tanannya yang masih tegang mendadak menciut seketika karena kaget setengah mati.

Ia buru-buru membetulkan celananya, lalu mengguncang-guncang bahu Lucia yang sudah terkulai lemas.

“Hei! Lucia! Bangun!” bentak Alessandro panik.

“Kenapa kau malah pingsan, hah?! Lucia dengar aku!”

Pintu kamar mendadak didobrak dari luar. Vincent masuk dengan senjata siap tembak karena mendengar teriakan bosnya.

“Tuan, apa ada musuh–”

Vincent membeku di tempat, menatap Alessandro yang panik memangku Lucia yang pingsan dengan kemeja berantakan dan res-leting celana yang baru setengah tertutup.

“Hampir saja mataku ternodai,” batin Vincent menahan tawa sampai matanya berkaca-kaca.

“Tuan, apakah ular anda baru saja mematuknya sampai pingsan?”

”Tutup mulutmu dan panggilkan dokter sekarang, Vin!” teriak Alessandro murka, wajahnya semerah tomat matang.

1
Lia Srimulyani
apakah ada kisah nya Ara dan Marco?
Azalea
bagus Marco ak setuju akan ucapanmu
Azalea
Allesandro knapa jadi begitu ya luciakan cuma mau ktemu keluarganya yg hilang dlu tpi seakan akan salah besar bwt Lucia ak kecewa padamu Ale 😔
Azalea
Ale cemburu🤣🤣
Azalea
ternyata Marco dan Lucia adik kakak
Azalea
Alhamdulillah Marco peduli pada Lucia tlong Lucia marco
Azalea
Lucia pasti gak paham hadiah apa yg d'berikan naga besar ale🤣
Yasinta Niken
wkwkwk wkwkwk wkwkwk
Azalea
Duh penganten baru udah d'tinggal pergi sebulan lg
Azalea
wah gak bakalan rame klau d'skip thor
Anjani Manurung
ini polos ,bego atau bodoh ya.malah ky trbelakang mental.desa mana yg pelosok banget coba.kl bgini gmn mau JD pasangan mafia.
Azalea
Ada apa dgn Marco jadi penasaran lanjut thor
Nurul Hidayah
seru👍
Azalea
Coba it Isabel d'dor aj biar mampus
Azalea
rasain kamu Isabella
Azalea
Jangan salah paham paman ganteng sukanya Lucia karna paman baik hati
Azalea
it Isabella knapa gak sekalian d'bunuh aja
Azalea
penawarnya harus bersentuhan bbir ya
Azalea
Good job lucia👍
Azalea
Lucia knapa gak bisa nyimpen rahasia sie knapa harus bercerita pada otang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!