Zaira Montes tumbuh di lingkungan kumuh dengan satu tekad: keluar dari kemiskinan lewat kuliah dan pekerjaan yang menguras habis tenaganya. Tapi malam ketika sahabatnya sendiri "menjualnya" ke sebuah klub eksklusif, hidup gadis itu berubah selamanya—karena di balik pintu ruang VIP, seorang lelaki menunggunya.
Leonardo Santos. Taipan berusia lima puluh tahun, dingin, berkuasa, dan menyimpan luka yang tak pernah sembuh. Dunia mengenalnya sebagai hartawan tak tersentuh; hanya sedikit yang tahu kerajaannya berdiri di atas bisnis-bisnis kelam dan rahasia berdarah. Ia tak mencari cinta. Ia hanya ingin memiliki Zaira—dan lelaki seperti dia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.
Zaira bersumpah dirinya bukan barang yang bisa dibeli. Namun antara penolakan dan gairah yang tak sanggup ia bendung, garis itu perlahan kabur. Dari kesepakatan penuh nafsu, tumbuh sesuatu yang jauh lebih berbahaya: perasaan yang bisa menghancurkan mereka berdua.
Sebab di dunia Leonardo, mencintai berarti menjadi kelemahan. Dan seseorang dari masa lalunya telah lama menunggu—menanti Sang Mafia jatuh cinta, agar akhirnya ia punya sesuatu untuk direnggut.
Ketika peluru mulai berbicara dan pengkhianatan menampakkan wajahnya, Zaira harus memilih: lari dari pria paling berbahaya yang pernah ia kenal, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta yang lahir dari kegelapan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celina González ♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Hidup Zaira Montes selalu menjadi perjuangan tanpa henti melawan kesulitan.
Ia tumbuh di lingkungan kumuh, tempat mimpi biasanya mati muda—dihancurkan kemiskinan, kekerasan, atau ketidakpedulian. Namun dengan kekeraskepalaan orang yang tak mengenal jalan lain selain bertahan, Zaira menggenggam erat harapannya.
Setiap pagi, di antara jalanan kelabu yang sesak oleh pedagang kaki lima, ia berjalan ke kampus sambil memanggul buku-buku pinjaman, harapan yang ditambal seadanya, dan hati yang lapar akan masa depan yang berbeda. Ia bermimpi menjadi seseorang. Bukan seorang putri atau bintang film, melainkan perempuan yang mampu membangun takdirnya sendiri, jauh dari kekurangan yang menandai masa kecilnya.
Dengan hari-hari belajar yang tak berujung, pekerjaan bergaji kecil, dan keluarga yang nyaris tak bisa menopang diri, Zaira percaya ia hanya butuh satu kesempatan. Satu percikan yang menyalakan perubahan.
Di sisinya selalu ada Tatiana, sahabat terbaiknya—gadis yang terlalu dini belajar bahwa kecantikan bisa menjadi senjata. Kalau Zaira mempertaruhkan segalanya pada kecerdasan, Tatiana memilih memikat siapa pun yang bisa membukakan pintu kemewahan dan kekuasaan.
Mereka berbagi tawa, rahasia, dan ketakutan—tapi juga menempuh jalan yang berlawanan. Bagi Tatiana, dunia adalah permainan siasat tempat hanya yang paling ambisius bertahan, tempat perasaan adalah kemewahan yang tak sanggup ia beli.
Berkilo-kilometer jauhnya—di dunia yang terbuat dari kaca, baja, dan uang—Leonardo Santos hidup terperangkap dalam nerakanya sendiri yang berlapis emas.
Seorang taipan, pemilik imperium yang menjulang di atas semua orang. Namanya membangkitkan hormat, ketakutan... dan kebungkaman. Tak semua bisnisnya bisa disebut bersih; di balik bayang-bayang, Leonardo telah membangun jaringan yang sekuat sekaligus seberbahaya dirinya.
Tapi seluruh kekayaan di dunia pun tak mampu menyelamatkan istri dan putra kecilnya. Kecelakaan yang merenggut keduanya meninggalkan lubang yang mustahil terisi. Sejak itu, hatinya menjadi puing, jiwanya seorang prajurit yang tumbang dalam perang tanpa akhir. Yang tersisa hanya pekerjaan, negosiasi yang kejam, kendali mutlak. Yang tersisa hanya luka, disamarkan di balik setelan jas rapi dan senyum penuh perhitungan. Perempuan-perempuan yang meredakan serigala dalam dirinya, lalu tak pernah ia temui lagi.
Dari kegelapan yang mengelilingi imperiumnya, seorang lelaki lain mengamati, menanti saatnya. Licik, tanpa ampun, dan haus kuasa—dulu ia pernah menjadi sekutu sekaligus musuh Leonardo, tapi kini ambisinya telah mengubahnya menjadi ancaman yang membisu. Sementara Leonardo tenggelam dalam dukanya, sang musuh menyusun rencana: menghancurkannya, merebut imperiumnya, dan mengambil segala yang masih Leonardo lindungi.
Zaira ingin mengubah hidupnya dan memberi ibunya kehidupan yang lebih baik. Tatiana ingin menaklukkan dunia, hidup tanpa harus belajar atau bekerja. Leonardo, jauh di lubuk hatinya, ingin menyelamatkan hidupnya sendiri. Namun sang musuh hanya ingin melihat mereka semua jatuh.
Semuanya berjalan sempurna. Dan ketika jalan mereka bersilangan, tak seorang pun menyangka bahwa bahaya yang sesungguhnya bukan berada di dunia sekeliling mereka... melainkan pada segala hal yang mulai mereka rasakan.
Kadang, takdir tidak menyatukan mereka yang mencari cinta, melainkan mereka yang paling menakutinya. Sebab di dunia tempat kekuasaan bisa dibeli dan kesetiaan bisa dijual, musuh yang sesungguhnya selalu adalah hati sendiri.