NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Langkah Noah terlihat berat saat menapakkan kaki di rumah yang sudah hampir dua bulan tidak pernah ia injak lagi.

Dadanya perlahan sesak.

Kenangan lama yang sangat ingin dia lupakan kembali datang lagi.

Bahkan, jeritan amarah sang Ibu saat tahu dirinya diduakan oleh sang Ayah juga masih terdengar di rungu Noah.

"Noah, kau tidak apa-apa?"

Tepukan pelan dipundaknya membuat Noah tertarik kembali dari kenangan menyakitkan itu. Ia mengusap ujung matanya. Tersenyum, memberi kepastian bahwa dirinya baik-baik saja.

"Masuklah! Jangan lemah! Angkat dagumu tinggi-tinggi dan buat si pak tua itu jadi terkena darah tinggi."

Marco mencoba untuk menghibur. Dibanding Noah yang mendadak pendiam, Marco lebih suka jika Noah marah-marah dan mengamuk.

"Kau tidak mau ikut masuk?" tanya Noah.

"Tidak usah," jawab Marco. "Aku malas mendengarkan intrik keluarga kaya. Lebih baik, aku menunggu di sini saja."

"Kau juga bisa menunggu didalam."

"Didalam tidak bisa merokok."

Marco memamerkan sebungkus rokok yang baru saja dia ambil dari saku celananya.

"Baiklah. Terserah kau saja. Tapi, kalau kau lapar, jangan lupa cari pelayan untuk membawakan mu makanan."

"Siap, Bos!"

Noah akhirnya melangkah lebar melewati pintu. Di rumah ini, dia menghabiskan masa kecilnya. Namun, di rumah ini pula, dia menyaksikan bagaimana depresinya sang Ibu gara-gara kelakukan Ayahnya.

Rumah ini menyimpan kenangan manis sekaligus kenangan paling menyakitkan bagi Noah.

"Dimana semua orang?" tanya Noah kepada salah satu pelayan.

"Semuanya sudah menunggu di meja makan, Tuan Muda," jawab sang pelayan dengan wajah yang cukup terkejut.

Tak biasanya Noah akan datang untuk memenuhi undangan makan malam dari Ayahnya. Biasanya Noah selalu menolak mentah-mentah.

"Baiklah. Lanjutkan pekerjaan mu!"

Noah melanjutkan langkahnya menuju ke ruang makan. Semakin dekat, suara tawa keakraban yang terdengar begitu hangat mulai menyambut Noah.

Dan, saat sosok Noah terlihat oleh sekumpulan orang-orang itu, meja makan mendadak hening. Suara melengking seorang wanita paruh baya langsung terhenti. Pun, dengan suara sumbang seorang lelaki muda yang hampir seumuran dengan Noah.

"Kau terlambat lima belas menit, Noah!"

Suara datar sang Ayah terdengar. Tak ada sambutan manis. Hanya tatapan sinis. Menghakimi.

"Maaf. Aku memang paling tidak suka datang tepat waktu," jawab Noah.

Dia masih berdiri karena tak ada yang mempersilahkan dia untuk duduk.

"Apa kau tahu jika Jenny sudah menunggumu sejak tadi?"

Wanita muda yang duduk disamping Ibu tirinya tersenyum malu-malu.

"Siapa yang suruh dia untuk menungguku? Kenapa Daddy malah terkesan menyalahkan aku? Memangnya, aku dan dia saling kenal?"

Wanita muda itu langsung cemberut.

Dia tahu jika Noah bukanlah pria yang mudah ditaklukkan. Tapi, Jenny tak masalah. Kalaupun tak dapat cintanya, tapi Jenny pasti akan mendapatkan status dan kekayaan keluarga Alexander. Itu saja sudah lebih dari cukup untuk hidupnya.

"Kau..." Adrian menuding wajah putranya. "Apa kau tidak bisa bersikap lebih sopan jika datang ke sini? Dasar anak tak tahu aturan!"

"Pelankan suaramu, Adrian!"

Lelaki paruh baya yang masih menjadi pemimpin di keluarga Wiliam, akhirnya angkat suara. Dia menengahi pertengkaran antara anak dan cucunya.

"Jarang-jarang Noah ada waktu untuk makan malam bersama kita," lanjut pria berusia 80 tahun itu. "Apa kau mau mengusirnya lagi?"

Adrian menundukkan kepala.

Dihadapan sang Ayah, dia masih tidak ada apa-apanya.

Meski sudah berhasil mengambil alih perusahaan keluarga, tapi dirinya masih membutuhkan bimbingan dari sang Ayah untuk beberapa hal penting.

"Noah, kemari! Duduk disamping Kakek!" titah pria tua itu.

Noah mengangguk. Dia menunggu sang Ayah bergeser dari kursinya kemudian duduk di kursi yang tadi ditempati sang Ayah.

"Pelayan! Ambilkan piring untuk cucu kesayanganku!" titah Jake Wiliam.

Seorang pelayan mendekat. Dia menambahkan piring didepan Noah kemudian menuang air minum ke dalam gelas.

"Kau mau makan apa?" lanjut Jake bertanya pada sang cucu. "Biar Kakek yang ambilkan untukmu."

Cih!

Seseorang berdecih cemburu di ujung meja, tepatnya disamping Ayah Noah. Dia adalah Levi, anak bawaan Ibu tiri Noah.

Sejak kedatangannya di rumah ini, dia selalu berusaha mencari perhatian Jake Wiliam. Namun, Kakek tua itu tak pernah menganggapnya ada. Di matanya hanya ada Noah, si cucu kandung yang tak berbakti itu.

Noah mendengar decihan itu. Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. Tersenyum.

"Aku bisa ambil sendiri, Kek," timpal Noah.

Sang Kakek mengangguk. Noah mengambil makanan seadanya. Tidak banyak. Mungkin, hanya sekadar formalitas untuk menghormati kakeknya saja.

"Noah..."

"Biar aku yang bicara," potong Jake saat Adrian hendak angkat suara.

Adrian pun diam. Tak ada yang berani membantah saat sang Ayah bicara, termasuk dirinya.

"Noah,"panggil Jake lembut. "Kenapa lama sekali baru datang menemui Kakek, hm?"

Pria tua itu memulai pembicaraan dengan hal-hal yang lebih lembut dan dekat.

"Aku sedang sibuk akhir-akhir ini, Kek. Banyak proyek yang harus aku pantau sendiri di SB Group."

"Apa SB Group untung besar lagi tahun ini?"

"Tentu."

Jake tertawa kecil. Kedua telapak tangannya saling menyatu kemudian saling menggosok.

Waktunya masuk ke pokok utama pembahasan.

"Noah, Kakek sudah dengar soal beberapa skandalmu akhir-akhir ini."

"Yang mana?" sahut Noah. Dia menyuap makanan ke dalam mulutnya meski sebenarnya dia sudah sangat kenyang hanya dengan menatap wajah memuakkan Ayah, Ibu tiri, serta anak tak jelas yang dibawa oleh sang Ibu tiri ke rumahnya.

"Semuanya. Tentang peristiwa di hotel dan juga di restoran."

Noah tersenyum kecil. "Lalu?"

"Kakek tahu semua hanya salah paham. Kamu bukan orang seperti itu."

"Terima kasih jika Kakek sudah percaya. Jangan seperti sebagian orang yang cuma bisa langsung menghakimi tanpa mencari tahu kebenarannya."

Jleb.

Tangan Adrian mengepal erat. Jelas, sindiran Noah ditujukan untuk dirinya.

"Tapi, Noah... semua kejadian itu tetap saja bisa memperburuk citramu di depan publik."

"Lalu, Kakek mau aku bagaimana?" tanya Noah.

Jake menghela napas panjang. "Kakek ingin kamu segera menikah. Dan, Kakek rasa, Jenny..."

"Kebetulan sekali Kakek membahas soal ini," potong Noah cepat sambil menjentikkan jarinya.

Ucapan sang Kakek pun langsung terhenti.

"Sebenarnya, kedatangan ku kemari karena ingin memberi sebuah kabar yang sangat menyenangkan untuk Kakek," lanjut Noah.

"Apa itu?" tanya Jake penasaran.

"Aku akan menikah," jawab Noah yang langsung membuat meja makan jadi hening.

"Menikah? Jadi, kau menyetujui perjodohan ini?" sahut sang Ayah setelah beberapa detik berlalu. "Noah, ini benar-benar kabar baik. Daddy akan langsung menghubungi Ayah Jenny untuk menyampaikan kabar baik ini."

Adrian langsung mengambil ponsel yang dia letakkan di dekat piringnya. Saat hendak menekan ikon memanggil pada nomor Ayah Jenny, Noah langsung mencegah tangannya.

"Siapa bilang kalau aku akan menikah dengan LC karaoke itu?" tanya Noah. Tatapannya sinis. Menilai rendah penampilan perempuan dengan gaun malam yang seksi itu.

"Apa maksudmu?" tanya Adrian. "Apa kau sedang mempermainkan kami, Noah?"

"Aku tidak sedang mempermainkan siapa-siapa."

Ponsel sang Ayah ia ambil alih. Perangkat pintar itu sengaja di non-aktifkan oleh Noah lalu digeser kembali ke depan sang Ayah.

"Aku memang akan menikah. Tapi, dengan wanita pilihan ku sendiri."

"Wanita pilihan mu sendiri?" Mata Adrian menyipit tajam. "Heh, wanita dari keluarga mana dia? Apa dia setara dengan kita? Apa pendidikannya tinggi?"

"Yang jelas, dia bukan perempuan spek LC karaoke seperti perempuan yang Daddy undang itu. Cih, selera Daddy memang tidak pernah beres. Dulu rendah, sekarang masih sama."

Brak!

Adrian menggebrak meja. Tersinggung.

1
echa purin
👍👍
bibuk Hannan & Afnan
ceritanya seru komplit ada sedih bahagia kocak juga hikmah dlm cerita ini ada pelajaran tentang kehidupan juga
bibuk Hannan & Afnan
kok ada nama Liam
bibuk Hannan & Afnan
kemdiaymenyambar = kemudian menyambar
typo nih thor
maya ros
akhirnya Sera ingat😇😇
maya ros
apa Sera ga ingat sama sekali wajahnya Noah?
My Sweetyy
thooor meleyot bangt sieh pengn donk dapetin kaya Noah 🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
sa ae modusmu si bayi T-rex 🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!