NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Pria arogan dan dingin itu menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada pelayan yang lewat.

Merasa aman, Damian mengambil sendok lalu segera menyuapkannya ke dalam mulutnya.

“Bagaimana rasanya, Damian? Enak, kan?”

Uhuk! Uhuk!

Damian langsung tersedak. Ia memutar tubuhnya dan mendapati Zoey sudah berdiri menyandar di ambang pintu dapur, melipat tangan di dada dengan senyum mengejek.

Rupanya wanita itu kembali lagi untuk mengambil segelas air.

Terpergok seperti maling yang sedang mencuri lauk, Damian buru-buru melempar sendoknya.

Sambil terbatuk-batuk menepuk dadanya, Damian segera merapikan piyamanya, mendongakkan dagunya angkuh dan menatap Zoey dengan tatapan tajam andalannya.

“Rasanya terlalu asin!” dusta Damian dengan wajah sedingin es, meski ia harus bersusah payah menahan batuknya.

“Lain kali kurangi garamnya. Aku hanya memastikan kau tidak meracuni orang lain dengan masakanmu,” imbuhnya.

Setelah mengatakan alibi konyolnya itu, Damian melangkah keluar dari dapur dengan gaya angkuh yang masih ia pertahankan mati-matian, meninggalkan Zoey yang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah suaminya yang sangat gengsian itu.

“Dasar sok jual mahal. Lain kali aku akan memasak untukmu. Tapi malam ini targetnya Victor dan Victoria. Jadi, nikmatilah kelaparanmu malam ini, suamiku.”

****

Pintu kamar terbuka. Zoey melangkah masuk dengan santai, membawa nampan berisi dua piring nasi goreng yang asapnya masih mengepul hangat.

Aroma gurih dari bawang putih, mentega, dan kecap manis seketika memenuhi seluruh penjuru kamar, menutupi wangi parfum ruangan.

“Nasi goreng spesial tengah malam sudah siap,” ucap Zoey riang sembari meletakkan nampan itu di atas meja bundar di tengah ruangan.

Victor yang sedang pura-pura sibuk menatap layar ponselnya langsung menelan ludah.

Sementara Victoria, yang bersedekap di atas ranjang, mendengus pelan sambil membuang muka.

“Sudah kami bilang, kami tidak lapar,” ucap Victoria ketus, berusaha mati-matian agar suaranya tidak terdengar bergetar karena menahan lapar.

“Oh, ya? Sayang sekali,” balas Zoey santai. Ia menarik kursi dan duduk, menopang dagunya. “Padahal aku membuatnya dengan resep khusus. Wanginya enak sekali, loh. Yakin tidak mau?”

Victor melirik nasi goreng itu dari sudut matanya. Perutnya bergejolak hebat, tapi gengsinya jauh lebih tinggi.

“Itu pasti pakai bumbu instan murahan, kan? Aku tidak mau memakan makanan yang penuh pengawet dan akan merusak sistem pencernaanku.”

“Bumbu instan?” Zoey tertawa kecil, memutar bola matanya. Sifat tsundere anak-anak ini benar-benar jiplakan sempurna dari ayah mereka.

“Hei, ini kubuat dari bumbu rempah asli. Tapi kalau kalian memang lebih suka memeluk perut lapar sampai besok pagi, ya sudah. Aku bawa turun lagi saja.”

Zoey berdiri, tangannya terulur bersiap mengangkat nampan itu kembali. “Lumayan, nasinya bisa kuberikan pada anjing penjaga di gerbang depan.”

Mata Victoria seketika melotot panik. “T–tunggu!”

Gadis remaja itu berdeham keras, memperbaiki postur duduknya agar kembali terlihat anggun dan angkuh.

“Maksudku, daripada membuang-buang makanan, itu kan dosa. Papa selalu mengajari kami untuk tidak membuang-buang makanan.”

Victor dengan cepat mengangguk setuju, meletakkan ponselnya dan berjalan mendekati meja.

“Ya, benar. Apa yang Victoria bilang itu benar. Kami... kami hanya akan mencicipinya sedikit untuk menghargai usahamu memasak. Jangan berharap lebih!”

“Tentu saja. Aku sangat tersanjung,” sahut Zoey dengan senyum penuh kemenangan yang disembunyikan. “Silakan dicicipi, Tuan dan Nona Muda.”

Keduanya duduk berhadapan. Dengan gerakan yang sengaja dilambat-lambatkan agar tidak terlihat kelaparan, Victor dan Victoria mengambil sendok mereka.

Mereka mengambil satu suapan kecil.

Seketika, mata kedua remaja itu melebar. Rasa yang berpadu sempurna meledak di dalam mulut mereka.

Sialan, ini jauh lebih enak dari masakan koki bintang lima langganan keluarga Alfred!

Namun, gengsi tetaplah gengsi.

“Rasanya biasa saja,” komentar Victor datar, padahal tangannya langsung menyendok porsi yang jauh lebih besar dan memasukkannya ke dalam mulut dengan rakus.

“Iya, tekstur nasinya sedikit terlalu kering. Dan warnanya kurang menarik,” timpal Victoria mengkritik layaknya juri kompetisi memasak, padahal pipinya sudah menggembung penuh dengan nasi goreng.

Zoey hanya tersenyum simpul, bersandar di dinding sambil melipat tangan di dada. Ia sama sekali tidak tersinggung.

Melihat kedua anak sambungnya makan dengan sangat lahap hingga nyaris tersedak, Zoey merasa usahanya malam ini sudah lebih dari cukup.

Setidaknya, Zoey berhasil membuktikan bahwa ia bukan sekadar wanita pajangan.

Hanya butuh waktu kurang dari lima menit, kedua piring itu sudah bersih tak bersisa.

Zoey melangkah maju dan mengambil piring-piring kosong tersebut.

”Untuk ukuran makanan yang katanya biasa saja dan terlalu kering, kalian menjilatnya sampai bersih tanpa sisa sedikit pun,” godanya.

Wajah Victor dan Victoria seketika merona merah menahan malu.

“I–itu karena kami sangat kelaparan. Kalau perut sedang kosong, batu kerikil pun akan terasa enak!” bantah Victor cepat.

“Lagipula, kau hanya beruntung rasanya lumayan. Jangan besar kepala dulu,” tambah Victoria sambil memalingkan wajah, menyembunyikan senyum puas di bibirnya.

“Iya, iya, aku mengerti,” kekeh Zoey maklum. “Nah, karena perut kalian sudah kenyang, sekarang cepat cuci muka, sikat gigi, dan tidur. Jangan ada yang begadang.”

Si kembar hanya terdiam. Baru kali ini mereka diperhatikan sampai sedetail ini.

Zoey melangkah menuju pintu. Sebelum ia benar-benar keluar, wanita itu menoleh kembali ke arah tempat tidur dengan raut wajah santai.

“Oh, satu hal lagi sebelum aku lupa. Siapkan seragam kalian dengan rapi malam ini. Karena besok pagi, aku akan datang ke sekolah kalian untuk menemui kepala sekolah,” ucap Zoey.

Victor yang hendak berbaring seketika membeku. Victoria yang sedang memegang bantal juga ikut mematung.

Hening menyelimuti kamar itu selama tiga detik sebelum akhirnya si kembar berteriak serempak dengan mata melotot.

“What? Ke sekolah kami?”

1
Sri Rahayu
hahaha...kmrn masih pd kaku2 gengsi skrg pd ngeributin Zoey saling cemburu 🤩🤩🤩🤪🤪🤪....lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah....jangan2 Damian cemburu karena Zoey lbh perhatian ke Victor drpd dirinya 🤩🤩🤩🤩🤩
Esther
Damian cemburu sama anak sendiri🤣🤣.
Sabar ya Zoey menghadapi suami dan anak laki2 nya😄
Esther
panas2in terus bapakmu itu Victor😂.
Anak & ibu sambung kompak sekali pagi ini.
Ayo Zoey buat Victoria menyerah juga dgn kamu😁
mimief
Wkwkwkkw
apa rasa berantem Ama duplikat nya sendiri?🫣🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: ya begitulah 🤣
total 1 replies
mery harwati
Damian bentar lagi kau akan saingan dengan Victoria juga, tunggu saat itu tiba Damian 🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bener kak dah habis sudah damian
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣🤣 gelut lah ayah anak
Sastri Dalila
🤭🤭
Sastri Dalila
😅😅
mimief
wkwkwkkw
cemburu sama ank sendiri 🫣
rheisha
kesaing sama anak sendiri ...😁
Mundri Astuti
😂😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂 saingan dah tuh berdua
ryuka
🤣🤣🤣🤣😍😍😍🤭🤭🤭🤭 duuhhh yg cemburu
Lovita BM
tinggal Victoria yg semakin panas sesak brutal nanti 🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm/
total 1 replies
ALT
lagi🌚
MamDeyh
😅😅😅
Endang Sulistiyowati
Sabar ya Zoey, sekarang Godzilla nya berubah jadi bocah balita. Harap kuatkan hati dan telingamu menghadapi rasa cemburu dan keposesifan mereka ke kamu. 🤣
Dede Maesaroh
🤣
Susi Sayadi
nah kan?!?!?!?🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!