NovelToon NovelToon
Sistem: Keberkahan

Sistem: Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vyy Sky

Shevi (20 tahun) adalah pemuda miskin di Jakarta yang menyambung hidup sebagai buruh cuci motor panggilan. Sudahlah dihina dan dicampakkan oleh pacarnya karena dianggap tidak punya masa depan, emaknya pun terancam diusir dari kontrakan petak karena menunggak tiga bulan.

Di titik terendah hidupnya, sebuah mukjizat datang lewat "Sistem Poin Keberkahan".

Setiap kali Shevi bersabar dari hinaan, bekerja jujur, dan ikhlas menolong sesama di kerasnya ibu kota, dia akan mendapatkan Poin Keberkahan yang bisa ditukar dengan uang tunai atau kemampuan ajaib. Berbekal jalur langit ini, Shevi merangkak naik membalikkan takdir dari buruh jalanan menjadi miliarder nomor satu di Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyy Sky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Nadir

Tuntutan permintaan maaf yang keluar dari mulut Shevi membuat suasana di depan kontrakan petak nomor tiga seketika hening. Bu Ratmi melotot tak percaya, mukanya memerah menahan malu dan amarah. Bagi wanita setamak dirinya, meminta maaf kepada keluarga miskin yang selama ini dia anggap benalu adalah sebuah kehinaan besar di depan para tetangga.

"L-lu... lu berani nyuruh gua minta maaf?!" bentak Bu Ratmi dengan suara gemetar, mencoba menutupi kegugupannya. Dia menoleh ke dua preman di belakangnya. "Lihat nih! Orang miskin lagaknya udah kayak raja! Woi, usir dia dari sini!"

Kedua preman itu saling pandang, lalu melangkah maju hendak mencengkeram bahu Shevi. Namun sebelum tangan kasar mereka menyentuh pakaian Shevi, sebuah batuk berat yang berwibawa memotong dari ujung gang.

"Ada apa ini malam-malam ribut begini? Bu Ratmi, bawa-bawa preman segala ke lingkungan saya?"

Seorang pria paruh baya mengenakan peci hitam dan sarung melangkah mendekat. Dialah Pak RT Hambali, sosok yang disegani di kawasan Tambora karena keadilannya. Warga yang sejak tadi mengintip dari balik jendela langsung berbisik-bisik lega melihat kehadiran Pak RT.

"Eh, Pak RT..." wajah beringas Bu Ratmi mendadak menciut. "Ini Pak, si Shevi malam-malam bawa duit tiga juta cash! Saya curiga ini duit haram hasil nyopet atau nyuri! Mana mungkin buruh cuci keliling punya duit segini banyak dalam waktu setengah jam?!"

Pak RT Hambali memiringkan kepala, lalu menatap Shevi dengan tenang. "Benar begitu, Shev?"

Shevi tidak panik. Dia merogoh dompetnya, lalu menunjukkan kartu nama tebal milik Pak Teguh serta lembaran uang kertas merah di tangannya kepada Pak RT Hambali.

"Pak RT, uang tiga juta rupiah ini adalah pembayaran resmi atas jasa perbaikan sistem rem mobil di jalan raya yang saya kerjakan malam ini untuk pemilik jaringan bengkel otomotif," jelas Shevi dengan nada suara yang mantap. "Ada bukti kartu nama dan identitas resminya. Kalau Bu Ratmi masih ragu, kita bisa ke kantor polsek untuk membuktikannya. Tapi tadi sebelum saya pergi, Bu Ratmi berjanji di depan Emak dan warga, kalau saya bisa bayar tiga juta tunai dalam waktu tiga puluh menit, beliau harus minta maaf karena sudah membentak dan mengancam mengusir Emak saya."

Pak RT Hambali memperhatikan kartu nama emas tersebut, lalu menatap Bu Ratmi lurus-lurus. "Kartu nama ini resmi, Bu Ratmi. Sebagai pemilik kontrakan, Ibu berhak menerima uang sewa, tapi tidak berhak memfitnah warga saya tanpa bukti. Apalagi Ibu sudah berjanji sendiri."

Warga sekitar yang menonton mulai berseru lirih menyudutkan Bu Ratmi. "Iya tuh, Bu Ratmi! Kalau janji ya harus ditepati!", "Jangan milih-milih orang kalau mau sopan!".

Muka Bu Ratmi makin merah padam. Terjepit oleh bukti, ketegasan Pak RT, dan sorot mata belasan tetangga, egonya akhirnya hancur berkeping-keping. Dengan bibir gemetar dan mata yang enggan menatap Shevi, Bu Ratmi mendesis pelan ke arah Emak Aminah.

"Y-ya udah... gua minta maaf kalau tadi teriak-teriak. Uang sewanya gua terima," ucap Bu Ratmi cepat-cepat, lalu berbalik dan berlari pergi membawa uang tiga jutanya tanpa berani menoleh lagi. Kedua premannya pun buru-buru menyusul pergi meninggalkan lokasi.

Pak RT Hambali menepuk bahu Shevi dengan bangga. "Kamu pemuda yang sabar dan punya pendirian teguh, Shev. Jaga Emakmu baik-baik."

"Terima kasih banyak, Pak RT," sahut Shevi penuh hormat.

Keesokan paginya, langit Jakarta kembali membiru cerah setelah semalaman diguyur hujan deras. Udara di sepanjang Gang Tambora masih menyisakan aroma tanah basah, tetapi bagi Shevi, hari ini terasa begitu berbeda. Untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir, dia terbangun tanpa perlu mendengar suara batuk emaknya yang menyayat hati.

Saat Shevi melangkah keluar dari kamar, Emak Aminah sudah rapi mengenakan daster batik bersih. Wanita paruh baya itu sedang mengayunkan sapu lidi di atas lantai semen dengan gerakan yang lincah. Garis-garis lelah di wajahnya terangkat, senyumnya terkembang lebar.

"Eh, Shevi, sudah bangun, Le? Itu Emak sudah buatkan teh hangat sama rebus pisang buat sarapanmu," sapa Emak Aminah renyah.

Shevi mendekat, lalu mencium punggung tangan emaknya dengan penuh rasa syukur. "Iya, Mak. Terima kasih. Tapi Emak jangan terlalu memaksakan diri dulu, baru juga terasa agak mendingan."

"Aneh tapi nyata, Shev. Badan Emak rasanya jauh lebih segar," tutur emaknya gembira. "Enteng sekali, ngga ada rasa linu atau sesak lagi di dada."

Setelah menghabiskan sarapan, Shevi segera bersiap-siap. Dia mengambil ember hitamnya, merapikan botol racikan sabun cuci, lap kain bersih, serta sikat ban kusam. Meski saat ini dia masih memiliki sisa uang tunai dua juta rupiah simpanan dari pembayaran Pak Teguh, Shevi paham betul bahwa kemudahan tidak boleh membuatnya menjadi pemuda yang malas.

Keberkahan hadir dari ketulusan dan kerja keras.

Dia berjalan sekitar sepuluh menit menuju area pangkalan ojek di dekat gerbang Stasiun Kereta Api. Di sana, puluhan sepeda motor milik pekerja kantoran tampak berderet di parkiran terbuka, tertutup kerak lumpur cokelat kental sisa banjir semalam.

Shevi memasang papan kardus bekas bertuliskan: "Jasa Cuci Motor Keliling - Rp20.000" di dekat tiang listrik, lalu duduk menanti pelanggan pertama.

"Melangkah dengan kejujuran, berikan harga adil, dan jangan pernah memanfaatkan kesusahan orang lain," bisik Shevi dalam hati, memegang teguh niat mulianya.

Tidak butuh waktu lama, seorang pria paruh baya mengenakan kemeja kantoran turun dari motor matic-nya dengan raut wajah gusar. Pria itu mengelap keringat di lehernya sambil melihat jam tangan. Matanya tertambat pada papan milik Shevi.

"Mas! Kamu tukang cuci motor?" panggil pria itu. "Ini kotornya parah sekali gara-gara menerobos banjir semalam. Berapa tarifnya? Jangan main getok harga ya!"

Di tengah situasi darurat pasca-banjir seperti ini, penyedia jasa cuci lain pasti menaikkan harga menjadi tiga puluh hingga lima puluh ribu rupiah.

Namun Shevi menggeleng pelan. "Tetap dua puluh ribu rupiah saja, Pak. Sesuai yang tertulis di papan. Saya bersihkan luar dalam sampai sela-sela mesinnya," jawab Shevi tulus.

Pria kantoran itu tertegun. Sorot mata Shevi yang jujur membuat rasa curiga di dadanya menguap seketika. "Walah... ya sudah, Mas. Ini kunci motornya saya titip. Nanti sore jam lima saya balik. Ini uang lima puluh ribu, sekalian saya bayar di depan dan sisanya buat uang lelah Mas karena jujur."

Shevi segera bekerja. Dengan ketelitian luar biasa, dia menyiram bodi motor, menyikat sela-sela mesin yang tertutup kerak lumpur tanpa menggores cat. Keringatnya mengucur deras membahasi kaus lusuhnya, tetapi tangannya tak berhenti menggosok.

Sikap kerja Shevi yang rapi dan tidak asal-asalan menarik perhatian para pengemudi ojek online di sekitarnya. Satu per satu pelanggan mulai berdatangan memadati tempat Shevi. Tanpa terasa, dia berhasil menyelesaikan lima motor berturut-turut melalui kerja keras tangannya sendiri.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul lima sore, pria kantoran pemilik motor pertama keluar dari pintu gerbang stasiun. Pria itu tidak berjalan sendirian. Di sampingnya, berjalan seorang wanita muda berambut pendek dengan pakaian kerja yang sangat modis dan elegan. Wanita itu menggenggam map dokumen tebal di dadanya, memiliki paras tegas dan berwibawa.

Saat pria kantoran itu melihat motor matic miliknya yang terparkir rapi dan mengilat seperti baru keluar dari dealer, matanya membelalak takjub. "Wah, luar biasa! Mas, ini benar-benar motor saya? Bersih sekali!" seru pria itu sangat puas.

"Sudah selesai sepenuhnya, Pak. Sesuai janji saya pagi tadi," jawab Shevi sopan sambil menyerahkan kunci kendaraan.

Wanita muda berambut pendek di sampingnya menghentikan langkah. Pandangannya yang tajam tidak tertuju pada motor yang mengilat itu, melainkan tertambat lurus pada sosok Shevi. Dia mengamati jemari Shevi yang pecah-pecah terkena sabun, pakaiannya yang basah, serta pembawaannya yang tetap tenang dan bermartabat meski bekerja sebagai buruh jalanan.

Ada kilatan ketertarikan profesional yang mendalam dari dalam matanya.

Pada saat yang sama, sebuah getaran hangat kembali berdenyut lembut di dalam dada Shevi, membisikkan sebuah pertanda baru: sebutir benih takdir baru telah tertanam sore ini.

1
Was pray
Intel amatiran ya gitulah
Was pray
ya paling dikit lima bab per hari thor....
Was pray
tindakan pemotongan selang rem hidrolik dan penggantian baut oli kejadiannya dimana Thor? kok tau2 udah kejadian aja?
Was pray
bukankah tenaga mekanik di bengkel berkah ada tiga ya Thor? kok tinggal dua Dika dan Yudi doang? jangan2 mengundurkan diri gara2 nggak kuat nahan tekanan suara shevi ...
Ig:@vyysky.id: Bagian itu memang sempat disesuaikan pas revisi biar alurnya lebih pas. Ditunggu terus keaktifan dan kejeliannya di bab-bab berikutnya ya.💪
total 1 replies
Was pray
tambah lagi beratnya kapasitas suara shevi? ntar hp nya rusak Ndak tuh? apa bibir shevi udah diganti bemper tronton? jadi udah berani nambah berat lagi?
Ig:@vyysky.id: Haha, untung layarnya anti-gores, jadi masih aman dari getaran suara berat Shevi. Ditunggu terus tebakan-tebakan kocaknya di bab-bab berikutnya ya, kak.😭
total 1 replies
Was pray
kenapa keamanan kendaraan pasca perawatan kendaraan jadi tanggung jawab bengkel? ntar bengkel jadi alih profesi jadi tim keamanan dong...
Ig:@vyysky.id: Haha, kedengarannya malah kayak mau jadi agensi keamanan swasta, ya. Tenang, ini bagian dari strategi layanan buat pelanggan. Ditunggu terus keaktifan dan komentar kocaknya di bab-bab berikutnya ya kak.🤣
total 1 replies
kayla
baik sekali alur ceritanya bagus teruslah berkarya 💪
Ig:@vyysky.id: Halo Kak! Makasih banyak ya atas dukungan dan apresiasinya! Komentar kayak gini nih yang bikin author semangat nulis terus. Ditunggu kelanjutan bab-bab berikutnya ya kak.
total 1 replies
kayla
wait, jadi shevi ini punya motor? tapi di awal bab kok dia naik angkot?
Ig:@vyysky.id: Halo Kak, jeli banget bacanya! Di awal bab motornya ditinggal karena urusan mendesak, makanya terpaksa naik angkot dulu biar cepat sampai. Makasih banyak koreksi dan kejeliannya ya kak.
total 1 replies
kayla
mantap shevi, bikin dia berjodoh sama Gita thor🤭
Ig:@vyysky.id: Wah, dukungannya langsung ke ranah percintaan nih! Tenang kak, dinamika hubungan mereka bakal terus kita kembangkan pelan-pelan. Pantengin terus bab-bab berikutnya ya buat lihat kelanjutannya.
total 1 replies
kayla
untuk maksud ada ketertarikan gmna Thor?
Ig:@vyysky.id: Haha, rahasia operasional lapangan malah dibongkar. Yang jelas suplai airnya di-load langsung dari pangkalan sebelum unitnya jalan. Ditunggu terus keaktifan dan pertanyaan serunya ya.
total 4 replies
kayla
/Hey/
Ig:@vyysky.id: Makasih banyak ya kak udah selalu setia mantengin dan meramaikan kolom komentar.
total 1 replies
Was pray
amazing nih shevi beratnya nambah lagi.... dinginnya juga nambah.... bisa buat ganti kulkas nih.... 🤣
Ig:@vyysky.id: Wkwk, ide bagus tuh. Nanti nggak usah pakai kulkas buat nyimpen minuman dingin di bengkel, tinggal dekatkan aja ke Shevi. Makasih banyak ya, udah konsisten banget meramaikan kolom komentar.
total 1 replies
Was pray
aduh.... beratnya nambah lagi..... kira2 gigimu rontok gah tuh sev....? jangan2 bibirnya juga nambah memble gara2 sering nahan bakar beratnya suaramu... 🤣🤣.... ntar kalau udah gak kuat bibirmu ganti aja dengan bemper tronton.... 🤭🤭
Ig:@vyysky.id: Haha, auto langsung ganti genre. Tapi boleh juga tuh buat judul alternatif. Ditunggu terus keaktifan dan ide-ide kreatifnya ya!
total 3 replies
Was pray
ini si kasir baru dari awal masuk kerja hobinya cemas melulu.... apa gak ada hobi lain selain agak cemas?
Ig:@vyysky.id: Waduh, kalau pada kabur nanti Shevi malah harus jaga kasir sendiri sambil muter lagu bernadya. Pantengin terus bab-bab berikutnya ya.
total 3 replies
Was pray
emang sekarang motor metic udah pakai streng bel kah? sehingga dipasang rantai ?
Ig:@vyysky.id: Namanya juga modifikasi tanpa batas, kak. Biar tarikannya makin liar! Mantap banget kejeliannya, lanjut terus pantengin bab-bab berikutnya ya!
total 1 replies
Was pray
lebih enak sorot mata dingin atau sorot mata tenang Thor? lama2 shevi jadi pedagang es balok bukan teknisi bengkel karena terlalu sering bermata dingin... 🤣🤣
Ig:@vyysky.id: Haha, ide bagus tuh buat bisnis sampingan! Biar selain ngurusin mesin, bisa sambil jualan es balok buat pelanggan yang kepanasan. Makasih komennya yang selalu menghibur, bro!
total 1 replies
Was pray
suara berat seberat truck tronton gak ngaruh .. shev... kalau perlu suaramu ditambah berat lagi shev.. seberat kapal pesiar... sampai otakmu gak kuat nahan beratnya suaramu, akhirnya konslet otakmu ak hasil melakukan kesalahan ber ulang
Ig:@vyysky.id: Haha, ide bagus tuh! Nanti suaranya kita setting kayak mesin v8 kapal pesiar biar greget. Makasih banyak kritik dan candaannya yang bikin ngakak, ikuti terus alurnya ya.
total 1 replies
Was pray
kesalahan berulang itu jebodohan fatal ,semakin lama penanganan shevi bukan semakin baik malah memburuk.
Ig:@vyysky.id: Setuju, di dunia nyata pun kesalahan berulang itu fatal. Makanya dinamika karakternya dibikin nggak selalu mulus supaya ada ruang buat bangkit. Makasih banyak masukan tajamnya, kak! Ditunggu terus kelanjutannya ya.
total 1 replies
Was pray
masih merasa jadi manusia biasa to shev? kirain dah merasa jadi mekanik tanpa kesalahan.... terlalu percaya diri sering menimbulkan hilang kewaspadaan dan perhitungan yg berdampak kecerobohan sehingga menimbulkan kegagalan
Ig:@vyysky.id: Waduh, bawa-bawa hukum nih kak! Kalau hukum Pascal kan tekanan yang diberikan di zat cair diteruskan ke segala arah, nah kalau Shevi tekanannya diteruskan jadi tekanan batin wkwk. Tenang kak, justru benturan logika dan mental itu yang bakal dibikin makin seru di bab-bab berikutnya. Makasih udah ikut menganalisis sedalam itu!"
total 3 replies
Was pray
kalau ini sesuai... pandangan dingin ditujukan pada orang yg meremehkan dibalas dengan pandangan dingin
Ig:@vyysky.id: Makasih apresiasinya, bro, ikuti terus ya kelanjutannya!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!