NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Sentuhan Pengganti

​"Kamu benar-benar sudah gila, Aksa!" sembur Naya tidak percaya. Suaranya menggema keras memantul di dinding ruang terapi yang sepi.

​Dokter Bayu langsung menunduk kaku, membereskan sisa peralatannya dengan tangan bergetar, lalu buru-buru keluar dari ruangan tanpa berani menatap mata bos besarnya. Bunyi bantingan pintu yang tertutup membuat ruangan itu mendadak hening dan mencekam.

​"Dia itu fisioterapis profesional! Ini murni prosedur medis untuk melemaskan otot tendonku yang kaku, bukan adegan kencan picisan!" rutuk Naya kesal. Ia menarik tangannya ke depan dada, menatap Aksa dengan napas naik turun menahan amarah. "Sesi pijat uratnya belum selesai dan kamu malah mengusirnya dengan gaya tiranmu itu! Kamu mau urat sarafku kaku lagi dan operasiku gagal?!"

​Aksa sama sekali tidak terpancing amarah calon istrinya. Pria tegap itu melangkah santai namun penuh dominasi mendekati meja berbahan baja anti karat. Ia mengambil botol minyak esensial beraroma lavender yang baru saja ditinggalkan Bayu. Bunyi tutup botol yang dibuka terdengar sangat jelas di tengah keheningan. Aksa menuangkan cairan hangat itu ke telapak tangannya sendiri, lalu menggosoknya perlahan hingga berbunyi licin.

​"Aku tahu persis itu prosedur medis, Naya," jawab Aksa dengan suara bariton yang dalam, serak, dan mengiris. Ia menarik kursi kayu yang tadi diduduki Bayu, lalu duduk berhadapan sangat dekat dengan Naya. "Tapi aku tidak buta. Cara pria itu menyentuh kulitmu, cara matanya menatap wajahmu saat kamu merintih kesakitan... itu bukan tatapan murni seorang dokter pada pasiennya. Pria itu menyimpan ketertarikan padamu, dan aku benci melihatnya."

​"Itu cuma halusinasimu yang berlebihan! Jangan bawa-bawa sifat diktator CEO kamu ke dalam ruang pemulihanku!" bantah Naya sengit, wajah cantiknya memerah karena kesal dan sisa rasa sakit akibat latihan perenggangan. "Terapis itu hanya menjalankan tugas keahliannya. Lagipula, siapa kamu berani mengatur siapa yang boleh menyentuh tanganku?"

​Aksa mengabaikan protes keras itu. Ia mencondongkan tubuh besarnya ke depan, memangkas jarak di antara mereka hingga lutut mereka saling bersentuhan rapat. Tangan besar Aksa meraih pergelangan tangan Naya dengan sangat lembut, namun memiliki tenaga yang memaksa Naya untuk berhenti meronta dan tunduk padanya.

​"Biar aku yang melanjutkannya," bisik Aksa pelan, menatap tepat ke manik mata Naya yang mulai bergetar panik. "Aku calon suamimu. Tidak ada pria lain yang boleh menyentuhmu seperti tadi selama aku masih bernapas."

​"Kamu bukan ahli saraf, Aksa Dirgantara!" desis Naya, mencoba menarik tangannya mundur dengan sisa tenaga.

​"Tapi aku tahu cara membuatmu merasa jauh lebih baik," balas Aksa mutlak.

​Aksa mulai mengusapkan minyak esensial itu ke telapak tangan Naya yang kaku. Gerakan ibu jari Aksa menekan titik-titik saraf di telapak tangan Naya dengan ritme yang sangat lambat, teratur, dan luar biasa nyaman. Hawa panas dari telapak tangan pria itu seolah menembus pori-pori kulit Naya, mengalir langsung masuk ke dalam aliran darahnya. Otot-otot fleksor Naya yang tadinya menegang kaku perlahan mengendur dan melemas dalam genggaman Aksa.

​"Kamu... kamu tidak tahu titik sarafnya, Aksa. Jangan asal pijat," gumam Naya gugup. Ketajaman suaranya mendadak lenyap terbawa udara dingin alat pendingin ruangan.

​"Aku memperhatikan semua gerakan tangan pria itu sejak sesi terapimu dimulai, Naya," balas Aksa tanpa mengalihkan pandangannya dari tangan sang dokter bedah. "Mulai dari ujung pangkal jari, telapak, sampai ke pergelangan tanganmu. Seperti ini, kan? Jangan remehkan kejeniusanku"

​Aksa menekan bagian tengah telapak tangan Naya agak kuat, memberikan pijatan melingkar yang membuat wanita itu tanpa sadar membuang napas lega. Rasa nyeri tajam dari sesi perenggangan urat tadi benar-benar memudar seketika, digantikan oleh sensasi hangat yang aneh dan membuat bulu kuduk Naya meremang.

​Ruangan terapi itu tiba-tiba terasa sangat menyempit dan luar biasa panas. Aroma lavender bercampur dengan wangi maskulin dari parfum Aksa mendominasi indra penciuman Naya. Tidak ada lagi bising rumah sakit dari luar. Hanya ada suara tarikan napas mereka berdua yang perlahan mulai saling memburu.

​Tangan Aksa yang besar dan kokoh membungkus tangan Naya dengan sangat pas. Sentuhan itu perlahan berubah arah. Tidak lagi terasa seperti prosedur penyembuhan medis biasa. Ada keintiman yang sangat pekat, tebal, dan berbahaya menelusup keluar dari setiap gesekan kulit mereka yang berlapis minyak. Gairah yang sudah mati dan dikubur paksa selama tujuh tahun lamanya akibat kebencian dan kebohongan, mendadak bergejolak liar meronta ingin dilepaskan malam ini juga.

​Naya menelan ludah kasar. Jantungnya berdetak gila-gilaan menabrak tulang rusuk hingga terasa berdenyut nyeri. Ia mencoba menarik tangannya lagi karena tidak tahan dengan hawa panas yang kini mulai membakar perutnya, tapi cengkeraman Aksa justru semakin mengerat posesif.

​"Aksa, sudah cukup. Lepaskan. Sesi terapinya sudah selesai," bisik Naya panik. Pertahanan es yang selalu ia banggakan mulai goyah. Napas wanita itu tidak lagi teratur, dadanya naik turun dengan cepat.

​Aksa mendongak lambat. Mata gelap pria itu kini berkilat redup, dipenuhi kabut gairah dan kerinduan yang sangat lapar dan mendesak. Semua rindu, dendam masa lalu, dan penyesalan panjang melebur menjadi satu tarikan napas yang berat. Ia sama sekali tidak melepaskan tangan Naya, melainkan menarik lengan wanita itu lebih dekat hingga punggung tangan Naya bersentuhan langsung dengan dada bidang Aksa yang bergemuruh hebat di balik kemejanya.

​Ibu jari Aksa berhenti memijat telapak tangan, perlahan beralih mengusap lembut bekas luka sayatan operasi yang memanjang di pergelangan tangan kanan Naya. Kulit pria itu terasa sangat panas, seakan siap membakar kulit Naya yang sensitif.

​Aksa menundukkan kepalanya perlahan, lalu menempelkan bibirnya yang hangat tepat di atas urat nadi Naya yang sedang berdenyut liar ketakutan sekaligus mendamba. Kecupan basah dan sangat dalam itu mengirimkan sengatan listrik dahsyat yang langsung melumpuhkan seluruh fungsi saraf sang dokter bedah seketika. Naya membelalakkan matanya, tubuhnya gemetar parah menerima sentuhan kelewat intens itu.

​Aksa menarik wajahnya, menatap Naya dengan sorot mata predator buas yang tidak bisa lagi menahan insting gilanya.

​Aksa menarik tangan Naya lebih dekat, mencium pergelangan tangannya yang penuh bekas luka dengan tatapan gelap dan lapar. "Apakah terapis muda itu juga memijatmu sampai ke sini, Dokter Naya?"

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Savana Liora: sel mewah apa butut ?🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Savana Liora: nafsu bae digedein yak. yg lain kek.
total 1 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Savana Liora: calon istri harusnya. ketinggalan kata "calon". 🤣🤣🤣😍
total 1 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
Muft Smoker: sabar kakk ,, sabar ,, jgn emosii ,, jgn emosii ,, tarik napas buang pelan pelan ,, naah klo udh tenang ,, silahkan mauu di tendang ke laut si Aksa ,, waktu dann tempat di persilahkan🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!