NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:826.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama Paling Haram Diucapkan

"Gila ya, tiga tahun lu menghilang ke London, sekali balik langsung bikin gebrakan yang bikin gempar bursa saham." celetuk Raditya, sahabat Gavin sejak masa kuliah yang kini memimpin salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Radit meneguk minumannya lalu bersandar santai.

Pria di sebelahnya, Erlangga, seorang pengusaha muda di bidang perhotelan, ikut terkekeh.

"Bukan Gavin namanya kalau nggak ambisius. Tapi serius, Vin, bokap lu beneran lepas tangan total mulai besok? Lu langsung pegang takhta tertinggi Abraham Group?" tanya Erlangga.

Gavin hanya menyunggingkan senyum tipis yaitu sejenis tarikan garis bibir yang tidak menyiratkan keramahan sama sekali.

Tatapan mata elangnya tetap tenang namun mematikan. Dia menyesap sedikit whiskey-nya, membiarkan cairan hangat itu membakar tenggorokannya sebelum menjawab.

"Papa sudah cukup lama menahan diri untuk tidak pensiun karena menunggu gue siap. Sekarang waktunya beliau istirahat di rumah bersama Mama. Urusan operasional Asia Tenggara sepenuhnya ada di bawah kendali ku mulai besok." jawab Gavin.

Suaranya yang berat dan datar membuat atmosfer di sekitar meja yang semula santai mendadak terasa sedikit formal.

"Gaya bicara lu beneran berubah, Vin. Dingin banget kayak kulkas dua pintu," sahut bastian, sahabat mereka yang keempat, seorang pengacara korporat papan atas yang terkenal dengan lidahnya yang tajam. Bastian menggeleng-gelengkan kepala.

"Dulu lu yang paling sering ketawa kalau kita nongkrong begini. Sekarang, lu duduk di sini aja udah bikin pelayan bar tadi gemeteran pas nganter botol." lanjutnya.

Erlangga dan Radit tertawa mendengar ucapan Bastian, namun Gavin tidak ikut tertawa. Dia hanya menatap gelasnya, melihat es batu yang perlahan mencair.

Sisi hangat dari seorang Gavin Alvaro memang sudah mati tiga tahun lalu, dikubur dalam-dalam bersama dengan rasa percaya yang dihancurkan oleh kepergian tiba-tiba seorang wanita.

"Bisnis butuh ketegasan, bukan tawa," ucap Gavin pendek, memotong tawa sahabat-sahabatnya.

"Iya, iya, Tuan Predir yang terhormat," Radit mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.

"Eh, ngomong-ngomong soal bisnis, gue denger dari orang tim analis gue, anak perusahaan logistik lu baru aja mencaplok distributor lokal ya? Siapa namanya... Sinar Abadi Mandiri?"

Gavin mengangguk kecil. "Benar. Akuisisi taktis untuk memotong biaya distribusi retail di pinggiran kota. Mereka punya jalur yang matang yang selama ini sulit ditembus oleh armada besar kita karena kendala geografis gang-gang kecil."

Bastian memajukan tubuhnya, menaruh kedua lengannya di atas meja kaca. "Gue sempat megang draf awal legalitasnya sebelum lu balik ke Indonesia, Vin. Perusahaan kecil itu sebenarnya sehat, cuma pemilik saham mayoritasnya butuh dana segar makanya dilepas. Tapi ada satu hal yang menarik yang sempat gue liat di daftar restrukturisasi dan audit SDM mereka." seru Bastian sepertinya ada sesuatu.

"Apa?" tanya Gavin malas, tidak terlalu tertarik dengan detail karyawan kecil.

Bastian mengetuk-ngetuk jarinya di meja, mencoba mengingat-ingat. "Lu tahu sendiri kan, kalau ada akuisisi, tim legal gue pasti bakal screening semua latar belakang karyawan inti buat memastikan nggak ada mata-mata bisnis atau orang bermasalah. Nah, di bagian divisi keuangan dan data perusahaan itu, ada satu nama staf administrasi yang pas gue liat... bikin gue agak mikir." ucapnya terpotong.

Gavin masih diam, kembali menyesap minumannya tanpa minat.

"Nama belakangnya sih biasa, tapi nama lengkapnya... Safira Angela," ucap Bastian dengan nada yang sengaja diperlambat.

Kring.

Suara benturan kecil antara gelas kristal Gavin dengan meja kaca terdengar cukup keras di ruangan yang kedap itu. Gerakan tangan Gavin membeku. Es batu di dalam gelasnya bergoyang, memercikkan sedikit cairan alkohol ke jemari tangannya yang kokoh.

Suasana di dalam ruangan VIP itu mendadak hening seketika. Senyum di wajah Radit dan Erlangga langsung lenyap.

Mereka berdua menatap Bastian dengan tatapan menyalahkan, seolah-olah Bastian baru saja memicu saklar bom waktu yang siap meledak.

Nama Safira adalah nama yang paling diharamkan untuk diucapkan di depan Gavin selama tiga tahun terakhir. Siapa saja yang berani menyebut nama itu biasanya akan langsung menerima amukan atau tatapan mematikan dari Gavin.

Namun, alih-alih mengamuk, Gavin justru menampilkan ekspresi yang sangat tenang yaitu ketenangan yang justru jauh lebih menakutkan daripada kemarahan yang meledak-ledak. Matanya menyipit, menatap Bastian dengan kilatan tajam yang mengintimidasi.

"Lu bilang siapa namanya?" tanya Gavin. Suaranya merendah, hampir berupa bisikan, namun getaran dinginnya terasa merayap di tengkuk semua orang yang ada di sana.

Bastian menelan ludah. Sebagai pengacara yang terbiasa menghadapi penjahat kelas kakap, dia jarang merasa gentar, namun menghadapi tatapan Gavin saat ini membuatnya harus menguatkan mental.

"Safira Angela, Vin." ulang Bastian dengan tegas namun hati-hati.

"Gue tahu nama itu sensitif buat lu. Tapi gue nggak bisa abaikan gitu aja pas baca profilnya di berkas audit SDM. Di berkas itu tertulis dia sudah bekerja di sana selama hampir tiga tahun. jabatannya cuma staf admin data keuangan biasa. Di foto profil berkasnya... meskipun agak buram karena hasil scan, wajahnya mirip banget sama mantan istri lu." ucap Bastian lagi.

Erlangga langsung memotong dengan nada cemas. "Bas, lu jangan ngada-ngada deh. Safira yang kita tahu itu anak orang kaya, lulusan terbaik universitas ternama di Australia. Mana mungkin dia kerja jadi admin data di perusahaan distributor kecil di pinggiran kota? Gajinya paling berapa? Nggak masuk akal."

"Betul, Bas. lagipula tiga tahun lalu dia hilang tanpa jejak setelah ngirim surat cerai lewat pengacara misterius itu kan? Bisa aja itu cuma nama yang sama. Nama Safira Angela kan banyak di Indonesia," tambah Radit, berusaha menenangkan suasana dan mengalihkan pembicaraan agar Gavin tidak semakin tenggelam dalam aura kegelapannya.

Gavin tetap bergeming di posisinya. Tangannya yang memegang gelas kristal perlahan mengencang, hingga buku-buku jarinya memutih. Ingatannya mendadak ditarik paksa mundur ke kejadian tiga tahun lalu.

Malam di mana dia pulang ke rumah dan menemukan lemari pakaian istrinya sudah kosong setengahnya. Tidak ada surat romantis, tidak ada pelukan perpisahan.

Yang ada hanya selembar surat cerai resmi sepihak dengan tanda tangan Safira di atas materai, dan sebuah pesan singkat tertulis yang menyatakan bahwa Safira tidak pernah mencintainya dan hanya memanfaatkannya demi status sosial, lalu pergi bersama pria lain.

Alasan murahan yang kejam, yang awalnya tidak pernah dipercayai Gavin, namun karena Safira menghilang bak ditelan bumi dan tidak pernah bisa dihubungi lagi, perlahan alasan itu berubah menjadi racun yang membakar hati Gavin hingga menjadi abu kebencian.

"Bastian," panggil Gavin, memecah keheningan dengan suara yang begitu berat.

"Lu punya salinan berkasnya di ponsel lu?" tanya Gavin begitu dingin.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Ovha Selvia
Harusnya aira itu panggilannya Nona Muda thor, bukan nyonya muda.. Nyonya hanya diperuntukkan utk org yg sudah menikah 🤭 Ini aira baru 5 bln, tapi udah dipanggil nyonya 🧐🧐🤔🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mantep banget punya bapak sm ibu mertua gini wkwk walopun clarissa temen deket gavin tapi bela mantu nomor satu 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo mau bercanda jangan nyirem kopi mbak, daftar suca atau suci trus stand up sana 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa se PD ini ngelakuin bully di kantor terang2an di muka umum, maksud gua kalo pun emang ada kasus yg sekre nya jd simpenan bos nya ya itu tetep ga dibenarkan lu ngelabrak nya di jam kerja + di kantor lagi, lu pikir etika lu lebih baik? ya enggak sama aja dong jubaedah
Hasanah
masyaAllah cerita yg menarik
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ga cari tau dr 3 taun lalu coba 🙂😮‍💨 orang normal nya kalo tiba2 di cerai psangan sampe di tinggal kabur dia cari tau apalagi kalo punya duit sm kekuasaan jd lebih gampang cari infonya, kok bisa sih ga kepikiran dr dulu 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
justru aneh gasih wkwk kalo dia emang cuma ngincer harta ga akan cerai dong, yg ada nempel kayak parasit 🙏🙂
Lilis Sumiati
Akhirnya tamat juga,baca sampai diulang2 saking suka dan selalu nunggu notifikasi di layar hp kalau ada lanjutannya langsung baca,selamat ya thor😍
Lilis Sumiati: Oke aku tungguin ya cerita barunya,pasti langsung nanti ada notifikasi kalau ada cerita baru dari thor 😍
total 2 replies
hermi ismiyati
bagus
Fera Susanti
keren Gavin
Eliermswati
akhirnya bahagia semuanya q bc dr bab 1 smpe selesai, ksh nya hangus bngt, ad sedih, kecewa, dan pd akhirnya bahgia semuanya trma ksh thor dah bkn cerita sebagus cerita gavin dan Safira
Lala_Syalala: Terima kasih ya kak sudah menemani verita Gavin dan Safira dari awal hingga akhir, semoga selalu suka dan menantikan cerita2 author lainnya yaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍
total 1 replies
Reni Setia
selamat ya thor udah tamat karyanya
Lala_Syalala: akhirnya tamat juga yaaaa, Terima kasih sudah mau baca dari awal hingga akhir dan sampai jumpa di cerita author lainnya🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Fera Susanti
aku baru gabung..sedih
Puspa Ayundari
😭kebayang rasanya jd safira.....sedihhh
Kezia ayumi
berat banget bawa2 meja mahoni terus 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
dilingkari 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
di lingkari
Kezia ayumi
sekarang" dilingkari "
Kezia ayumi
banyak typo bertebaran ya Thor
Kezia ayumi
di tiadakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!