NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:950
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 01

_____🌺

"Tujuh bulan loh, Nis. Baru tujuh bulan si Rina, anak Pak RW itu nikah, eh kemarin sore Mama dengar dia sudah melahirkan anak laki-laki. Sehat, montok, beratnya tiga koma lima kilo. Lah kamu? Ini sudah tujuh tahun, boro-boro suara bayi, suara cicak di rumah ini saja, lebih sering terdengar dari pada suara tangisan anakmu."

Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring porselen mewah terdengar nyaring di ruang makan pagi itu.

Nisa yang sedang menuangkan air putih ke dalam gelas suaminya, seketika menghentikan gerakannya. Ia menarik napas panjang, berusaha menata hati agar tidak meledak di pagi hari yang cerah ini.

"Itu Rina nikahnya kan bulan Maret, Ma. Kalau sekarang bulan Oktober udah lahiran, berarti ..." Nisa sengaja menggantung kalimatnya. Ia tersenyum tipis sambil menatap mertuanya. "Ya, Mama hitung sendiri saja, itu bikinnya kapan."

Mata bu Ratna melotot sempurna. Wanita paruh baya yang sudah tampil paripurna dengan lipstik merah dan alis badai meskipun baru pukul enam pagi itu, meletakkan rotinya dengan kasar di atas piring.

"Kamu ini kalau dikasih tahu sama orang tua, bukannya introspeksi malah suudzon sama anak orang! Mau dia hamil duluan kek, mau dia apa kek, yang penting dia itu subur, Nis! Subur! Bisa ngasih cucu buat mertuanya. Lah kamu? Tujuh tahun loh, Nis. Tujuh tahun. Kucing aja udah beranak berapa kali itu dalam tujuh tahun."

Nisa duduk di kursinya dengan tenang, mengambil sepotong roti tawar. "Ya beda dong, Ma. Kucing kan nggak perlu mikirin bayar uang sekolah anak. Kucing juga nggak dengerin omongan tetangga kalau lagi stres."

"Eh, kamu mulai berani ya ngejawab omongan Mama sekarang?"

Bu Ratna memajukan tubuhnya. Perhiasan emas di pergelangan tangannya bergemerincing berisik.

"Mama ini ngomong fakta. Teman-teman arisan Mama itu semuanya udah pada punya cucu. Malah ada yang cucunya udah masuk SD. Tiap kumpul arisan, Mama ini cuma bisa gigit jari kalau mereka pamer foto cucu. Mau pamer foto apa Mama? Foto kamu lagi nyiram tanaman di depan?"

"Ya ampun, Ma. Pagi-pagi kok udah absen arisan sih." Dimas, suami Nisa, tiba-tiba muncul dari lantai atas sambil membetulkan dasinya.

Pria itu tampak lelah padahal baru bangun tidur. Wajahnya persis seperti orang yang terjepit di antara dua tebing curam.

"Kamu juga, Dim!" Ibu Ratna langsung memutar target serangannya ke arah anak laki-lakinya. "Dibilangin istri itu diurus yang bener. Disuruh makan yang bener. Jangan dikasih jajan seblak, boba, cilor, makaroni pedes terus-terusan. Gimana mau jadi janin kalau isinya di perut cuma micin semua?"

"Loh, kok Dimas yang salah, Ma?" Dimas menarik kursi dan duduk di sebelah Nisa.

"Nisa makannya sehat kok, Ma. Kita juga udah ke dokter kandungan bulan lalu. Kata dokter kandungan, kita berdua sehat. Nggak ada masalah apa-apa. Sperma Dimas bagus, sel telur Nisa juga bagus. Cuma memang belum dikasih aja sama Tuhan, Ma."

"Dokter, dokter, dokter terus! Dokter zaman sekarang itu mana ada yang jujur seratus persen. Kalau dia bilang kalian mandul, nanti kalian nggak mau balik lagi ke klinik dia. Makanya dibilang sehat-sehat aja biar kalian rajin konsul dan bayar mahal terus ke dia!" omel Ibu Ratna panjang lebar, nada suaranya naik satu oktaf.

"Astaghfirullah, Mama. Kok suudzon sama dokter sih?" Dimas memijat pelipisnya yang mendadak pusing.

"Bukan suudzon, Dimas. Mama ini pakai logika orang tua zaman dulu. Kalau suami istri dua-duanya sehat, ya pasti langsung jadi. Ini pasti ada yang salah. Entah rahim istrimu ini dingin, atau gaya hidup kalian yang berantakan."

Bu Ratna menatap Nisa dengan tatapan menyelidik. "Kamu masih minum jamu dari Mbok Darmi yang Mama pesenin dari Madura itu, kan?"

Nisa menelan ludah. "Masih, Ma. Tadi malam Nisa minum kok." Bohong. Jamu super pahit yang baunya seperti campuran lumpur dan daun busuk itu sudah ia buang ke wastafel tadi malam tanpa sisa.

"Bohong kamu. Mama cek di botol kulkas tadi pagi masih penuh itu." Ibu Ratna melipat tangannya di dada dengan gaya menantang.

Nisa menyenggol lengan Dimas di bawah meja, meminta bantuan suaminya itu.

"Ma, jamu Mbok Darmi itu pahit banget lho. Dimas aja yang nyium baunya mau muntah, apalagi Nisa yang harus minum," bela Dimas cepat.

"Heh! Pahit itu obat! Justru karena pahit itu makanya bisa mancing kesuburan. Kamu pikir bikin anak itu cuma modal manis-manis doang? Perjuangan, Nis! Kamu itu harus usaha. Jangan cuma pasrah nunggu keajaiban turun dari langit. Rina anak Pak RW itu, sebelum nikah dia rajin minum air rebusan kacang hijau sama daun sirih. Makanya baru tujuh bulan nikah langsung brojol bayinya!"

"Ya itu sih bukan karena daun sirih, Ma. Itu karena DP duluan sebelum akad nikah," gumam Dimas pelan sambil mengunyah roti.

"Dimas! Mulut kamu ya!" wanita paruh baya itu memukul lengan anaknya pakai serbet meja.

"Nggak boleh fitnah orang! Pokoknya Mama nggak mau tahu. Mulai hari ini, Nisa, kamu harus minum air rebusan buah zuriat tiap pagi. Terus, kurangi itu main HP. Radiasi HP itu bikin rahim kering tau nggak. Kamu ini tiap hari kerjaannya di depan laptop, pegang HP terus, gimana mau ada dedek bayi?"

"Ma, Nisa kan kerja. Kerjaan Nisa memang buka laptop," jawab Nisa mencoba sabar, suaranya tetap pelan.

"Kerja apa sih kamu itu? Ngetik-ngetik doang kan di kamar? Jadi penulis apalah itu. Gajinya juga nggak seberapa, mending kamu fokus program hamil aja. Toh kebutuhan rumah, makan, bayar listrik, semuanya Dimas yang tanggung kan? Mama juga sering nombokin kan, kalau uang belanja kalian kurang?"

Deg.

Kalimat terakhir Bu Ratna selalu berhasil membuat Nisa merasa seperti orang menumpang hidup yang tidak tahu diri.

Padahal, penghasilan dari menulis novel daring miliknya cukup besar setiap bulannya, namun Nisa memang tidak pernah mau memamerkannya pada sang mertua.

"Nisa kerja juga buat bantu-bantu nabung masa depan, Ma," jawab Nisa pelan.

"Nabung buat apa kalau nggak ada anak yang diwarisin nanti? Harta itu nggak dibawa mati, Nis. Anak yang sholeh dan sholehah itu yang bakal doain kita di alam kubur. Kalau kalian nggak punya anak, siapa yang mau doain Mama sama Dimas nanti kalau udah meninggal? Tetangga?"

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!