NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kegagalan yang Menyelamatkan

Setelah berpikir cukup lama, Peri Cangle akhirnya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah sebuah batu datar yang terletak tidak jauh dari mereka.

"Duduklah di sana, cepat."

Su Yu menoleh ke arah yang ditunjuk, lalu kembali menatap wanita itu dengan alis yang sedikit berkerut.

"Untuk apa, Nona?"

"Untuk kebaikanmu sendiri."

Mendengar jawaban itu, banyak pertanyaan muncul di dalam benak Su Yu. Namun, ia memilih untuk tidak membantah. Ia menghela napas, lalu berjalan menuju batu datar tersebut dan duduk bersila di atasnya.

Peri Cangle menyusul dari belakang, kemudian ikut duduk di hadapan Su Yu dengan jarak yang begitu dekat.

"Apa pun yang terjadi nanti, jangan melawan. Jika kau mencoba memberontak, kau bisa kehilangan nyawamu."

Su Yu menelan ludah dengan susah payah, kemudian mengangguk pelan.

"Baik, Nona."

"Sekarang pejamkan matamu dan fokuslah," perintah Cangle.

Su Yu segera menutup kedua matanya tanpa mengajukan pertanyaan lagi. Peri Cangle memandangnya sejenak, lalu sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis.

'Maaf, bocah... sungguh disayangkan jika esensi Kunpeng yang begitu berharga justru bersemayam dalam tubuh seseorang yang tidak memiliki kultivasi. Itu sama saja dengan membiarkan harta tertinggi terkubur di dalam tanah. Daripada membiarkannya sia-sia... lebih baik saya mengambilnya.'

Pikiran itu melintas cepat sebelum kedua tangannya mulai bergerak.

Jari-jarinya membentuk rangkaian segel yang rumit. Setiap perubahan gerakan membuat aliran energi di dalam goa bergerak, lalu ketika segel terakhir terbentuk, Peri Cangle mengangkat telapak tangannya tepat di atas kepala Su Yu.

Cahaya putih muncul di udara.

Dalam beberapa tarikan napas, cahaya itu membentuk sebuah lingkaran besar yang berisi karakter-karakter kuno. Lingkaran formasi tersebut melayang tepat di atas kepala Su Yu dan berputar perlahan, sementara setiap karakter memancarkan tekanan yang semakin kuat.

Su Yu yang masih memejamkan mata merasakan tekanan itu menyentuh tubuhnya.

"Nona... apakah ini bagian dari proses yang Anda maksud?"

"Jangan membuka mata."

Su Yu segera diam.

Tanpa membuang waktu, Peri Cangle segera mengeluarkan esensi darahnya yang kini telah berubah menjadi esensi Naga Phoenix meskipun belum sempurna.

Setetes cahaya merah keemasan itu melayang dari dadanya, kemudian bergerak menuju formasi putih di atas kepala Su Yu.

'Dengan kekuatan ini... esensi Kunpeng yang bersembunyi di dalam tubuh bocah itu pasti akan terpicu. Selama ia muncul, aku hanya perlu menariknya keluar.'

Wanita itu melayangkan esensi tersebut ke dalam formasi. Begitu keduanya menyatu, formasi yang semula putih berubah menjadi merah keemasan.

Karakter-karakter kuno di sekeliling lingkaran berputar semakin cepat, dan tekanan yang keluar dari formasi langsung meningkat beberapa kali lipat.

Cahaya merah keemasan menyebar dari formasi di atas kepala Su Yu, kemudian membungkus seluruh tubuh pemuda itu.

Peri Cangle tidak memberi kesempatan bagi kekuatan tersebut untuk melemah. Kedua tangannya kembali bergerak dan membentuk segel terakhir.

'Makhluk agung yang telah kehilangan jalannya... kembalilah kepada jalan asalmu.'

Begitu suara batinnya selesai, kekuatan tarikan yang sangat besar keluar dari dalam formasi.

Tubuh Su Yu langsung terguncang keras. Punggungnya melengkung, kedua tangannya mencengkeram pahanya, dan wajahnya berubah pucat.

"ARGGHH!"

Teriakan kesakitan menggema ke seluruh goa.

Peri Cangle menggigit bibir bawahnya hingga darah tipis mengalir, tetapi kedua tangannya tetap mempertahankan segel. Ia tidak menghentikan formasi tersebut meskipun tubuh Su Yu terus bergetar.

"Jangan melawan... tahan sedikit lagi. Jika Anda menyerah sekarang, akibatnya akan jauh lebih buruk."

Sementara itu, di dalam kesadaran Su Yu, esensi Kunpeng telah diselimuti oleh aura merah dan ditarik paksa untuk keluar dari tempatnya. Namun sayangnya, esensi Kunpeng seperti memiliki kehendaknya sendiri. Ia melakukan perlawanan sengit terhadap tarikan tersebut.

Terlihat jelas esensi itu bergeser maju mundur, terjebak di antara tarikan paksa dan kehendak untuk bertahan.

Akibat dari pertarungan kedua esensi tertinggi tersebut, kesadaran Su Yu mulai retak di sekelilingnya. Retakan-retakan halus muncul seperti benang-benang cahaya yang menyebar ke segala arah.

Di luar, Su Yu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Bahkan dari kedua matanya, darah mulai mengalir perlahan.

"Saya tidak kuat, Nona..." ucapnya lirih sembari menahan tekanan yang luar biasa. "Tolong berhenti..."

"Tahanlah sebentar lagi," jawab Peri Cangle tanpa membuka matanya.

"Saya benar-benar tidak kuat lagi..."

"Kalau begitu gunakan sisa kekuatanmu untuk bertahan. Jangan biarkan kesadaranmu runtuh."

Su Yu menggertakkan gigi. Kedua tangannya mencengkeram pahanya semakin kuat, tetapi tekanan yang menghantam tubuhnya terus meningkat.

Peri Cangle menambahkan satu lapis segel, guna memperkuat ke batas maksimal.

Cahaya formasi semakin terang dan berputar semakin cepat.

Di dalam kesadaran Su Yu, esensi Kunpeng kembali tertarik dengan paksa. Kali ini perlawanan yang diberikan tidak lagi mampu menghentikan tarikan tersebut.

Sebagian esensi kebiruan perlahan keluar dari tempat persembunyiannya.

Setengah dari gumpalan esensi itu telah muncul di sekitar bagian dalam kesadaran yang berhubungan dengan dahi Su Yu. Namun pada saat itulah perubahan mendadak terjadi.

Cahaya biru muncul dari dalam esensi Kunpeng, mengandung niat membunuh yang begitu murni.

Peri Cangle terkejut dan langsung membuka matanya.

"Apa...?"

Tidak ada waktu baginya untuk melakukan apa pun.

Satu tarikan napas kemudian... kekuatan biru itu meledak dari dalam kesadaran Su Yu.

BRRRZZT!

Cahaya biru memenuhi seluruh goa dalam sekejap, membutakan pandangan. Batu-batu kristal yang tertanam di dinding bergetar keras, sementara tubuh Peri Cangle terdorong mundur oleh gelombang energi yang menyebar tanpa arah.

Tidak berselang lama, terdengar suara benturan keras.

BRAK!

Setelah suara itu, suasana menjadi hening tanpa suara.

Satu tarikan napas... Sepuluh tarikan napas... Dua puluh delapan tarikan napas...

Cahaya biru perlahan terserap ke satu titik, dan begitu sinar itu mulai memudar, terlihat Su Yu berdiri tegak di tengah ruangan.

Tidak ada luka baru yang terlihat pada tubuhnya. Wajahnya juga tidak lagi menunjukkan rasa sakit seperti sebelumnya. Kedua matanya terbuka, tetapi pupilnya diselimuti cahaya putih yang membuat tatapannya tampak berbeda.

Peri Cangle sendiri terlihat tidak sadarkan diri, tubuhnya bersandar lemah di dinding goa. Di atas kepalanya, terlihat bekas benturan keras yang meninggalkan retakan pada batu.

Tidak berselang lama, saat cahaya biru itu terserap sepenuhnya, Su Yu seperti tersadar dari mimpi panjang. Ia berkedip beberapa kali, dan Cahaya putih di matanya langsung meredup hingga kembali seperti semula.

Kemudian ia mengangkat tangan dan menyentuh dahinya.

"Apa yang baru saja terjadi...?"

Pemuda itu menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia mencoba mengingat kejadian sebelumnya, tetapi pikirannya hanya menyisakan rasa sakit yang sangat kuat sebelum ledakan tersebut terjadi.

"Tadi tubuhku terasa seperti akan hancur... kemudian ada cahaya yang sangat kuat. Setelah itu... aku tidak mengingat apa pun."

Su Yu menggaruk kepalanya, lalu pandangannya berhenti pada Peri Cangle yang bersandar diam di dinding.

"Nona?"

Tidak ada reaksi.,

Pemuda itu segera melangkah mendekat.

Kakinya bergerak melewati lantai batu yang dipenuhi serpihan kristal. Setelah berada di hadapan wanita itu, ia berjongkok, lalu menurunkan tubuh hingga satu lutut menyentuh lantai.

"Nona, anda kenapa?"

Peri Cangle tetap tidak bergerak.

Su Yu mengulurkan tangan dan mengguncang bahunya dengan hati-hati.

"Nona... bangunlah. Kenapa anda terluka?"

Tubuh wanita itu bergerak akibat guncangan tersebut.

Beberapa saat kemudian, kelopak mata Peri Cangle terbuka. Ia menarik napas panjang, lalu mengangkat tubuhnya sedikit dari dinding, sementara wajahnya terlihat pucat.

Su Yu segera mendekatkan wajahnya.

"Nona?"

Peri Cangle menoleh. Tatapannya langsung tertuju pada Su Yu. Namun hanya dalam satu pandangan, wajahnya berubah.

Ia mendapati Aura Kunpeng kini mengalir deras di dalam tubuh pemuda itu, seolah-olah esensi tersebut telah sepenuhnya menyatu dengan daging dan darahnya, hanya karena kecelakaan yang tidak disengaja.

Peri Cangle tersenyum pahit, lalu menyandarkan kepalanya kembali ke dinding goa.

"Sepertinya aku gagal..." katanya lirih. "Alih-alih berhasil, aku justru terkena serangan balik. Dan sialnya, Esensi Kunpeng jatuh ke tangan orang lain."

Ia memejamkan matanya, napasnya masih terdengar berat.

"Mungkin seharusnya aku tidak terlalu serakah..."

...*****...

...Beginilah Kunpeng. Versi Novel Ini. ...

1
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!