NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberikan Pelajaran

"Ini kamar kamu."

Suara seorang pelayan terdengar dingin ketika dia membuka sebuah pintu di lantai dua. Namun, ketika Kirana melihat ke dalam, dia hanya terdiam karena tempat itu lebih pantas disebut gudang daripada kamar.

Ruangan tersebut dipenuhi beberapa kardus lama, perabotan yang sudah tidak digunakan, serta debu yang menempel di sudut-sudut dinding. Bahkan tidak ada ranjang yang layak, hanya sebuah kasur tipis yang diletakkan begitu saja di lantai.

Kirana berdiri di ambang pintu. Tatapannya perlahan menjadi dingin.

Pelayan itu berkacak pinggang. "Kenapa? Mau protes?"

Kirana tidak menjawab.

"Ini sudah cukup bagus untukmu," lanjut pelayan tersebut dengan nada mengejek. "Jangan terlalu banyak menuntut. Di desa, kau mungkin bahkan tidak bisa makan dengan layak. Di sini harusnya kau bersyukur."

Kirana menoleh perlahan. Tatapannya semakin tajam. Bersyukur katanya? Pelayan itu tidak tahu bahkan di desa, ia bisa membeli apa saja bahkan makan makanan yang mewah.

Pelayan itu merasa tidak nyaman ditatap seperti itu, tetapi bukannya mundur, dia justru mendengus.

"Kau dengar tidak?"

Kirana tetap diam.

"Atau selain bisu, kau juga tuli?" Pelayan itu melangkah mendekat. "Kenapa lihat aku seperti itu, hah?"

Kirana masih tidak bergerak.

Pelayan tersebut akhirnya kehilangan kesabaran. "Jangan menantangku!"

Tangannya terangkat, hendak melayangkan tamparan. Namun, sebelum tangannya menyentuh wajah Kirana, gadis itu bergerak lebih cepat.

Kirana menangkap pergelangan tangan pelayan tersebut, lalu dengan satu gerakan menarik rambutnya.

"Bugh!"

Kepala pelayan itu dibenturkan di dinding.

"Akkh!"

Dia langsung memegangi dahinya.

"Lepaskan! Sakit, sialan!"

Kirana tidak menjawab. Dia hanya menatapnya dingin.

Kemudian Kirana menarik pelayan itu masuk ke dalam gudang yang disebut sebagai kamarnya.

"Hei! Apa yang kau lakukan?!"

Kirana mendorongnya masuk, lalu keluar dan mengunci pintu dari luar.

"Hei!"

Pelayan itu menggedor-gedor pintu. "Buka! Tolong! Ada orang gila!"

Kirana bersandar di dinding dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

Wajahnya tetap datar. Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki terdengar dari tangga.

Keluarga Lin yang sebelumnya hendak berkumpul di ruang keluarga langsung naik ke lantai dua setelah mendengar teriakan tersebut.

"Ada apa ini?" tanya Tuan Leo dengan wajah kesal.

Shania yang melihat pintu gudang langsung mengambil kunci.

"Sepertinya pelayan itu terkunci di dalam."

Dia buru-buru membuka pintu.

Begitu pintu terbuka, pelayan tersebut langsung berlari keluar dengan wajah panik dan dahi yang terluka.

"Nona! Tuan! Nyonya! Tolong saya!"

Nyonya Meylan terkejut melihat darah di dahinya. "Apa yang terjadi?"

Pelayan itu langsung menunjuk Kirana. "Dia yang melakukannya!"

Semua mata langsung tertuju kepada Kirana. "Dia menyerang saya tanpa alasan!"

Kirana hanya mengangkat alis.

Sean langsung maju dengan wajah marah. "Kau baru saja datang dan sudah mencelakai orang-orang di mansion ini!"

Kirana menatapnya tanpa ekspresi.

Sean semakin emosi. "Jangan kira karena kau sekarang kembali sebagai putri keluarga Lin, kau bisa bertindak seenaknya!"

Dia mengangkat tangannya. "Kali ini aku akan memberimu pelajaran."

Tapi sebelum tangan Sean sempat menyentuh Kirana, gadis itu bergerak.

Satu tendangan cepat mengenai lutut Sean.

Bugh!

"Akh!"

Sean langsung kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut sambil memegangi kakinya.

"Sean!"

Nyonya Meylan menjerit.

Arthur langsung maju. "Kirana!"

Kirana hanya berdiri tenang.

Tuan Leo menatapnya dengan wajah mengeras. "Cukup! Apa sebenarnya yang kau inginkan?"

Kirana tidak menjawab. Dia justru mengambil kertas kecil yang tergantung di lehernya. Tangannya bergerak cepat menulis.

Setelah selesai, dia mengangkat kertas tersebut. "Pelayan itu menyuruh saya tidur di gudang."

Semua orang terdiam.

Kirana menulis lagi. "Dia mencoba menampar saya terlebih dahulu."

Tatapan keluarga Lin langsung beralih kepada pelayan tersebut.

Pelayan itu pucat. "Tidak, Tuan! Saya tidak—"

Kirana mengangkat kertas berikutnya. "Kalau saya tidak melawan, sekarang mungkin wajah saya yang terluka. Kalau kalian tidak percaya, silahkan cek cctv."

Suasana menjadi hening.

Nyonya Meylan tampak ragu. "Tapi ... kau tidak perlu sampai melakukan kekerasan seperti itu, kau benar-benar gadis liar."

Kirana menatapnya. Kemudian dia kembali menulis.

"Lalu saya harus bagaimana ketika seseorang mencoba memukul saya?"

Tidak ada jawaban.

Kirana melanjutkan tulisannya. "Diam dan membiarkan diri saya dipukul?"

Arthur mengeraskan rahangnya.

Kirana kemudian mengangkat kertas terakhir. "Katanya saya diterima kembali sebagai putri keluarga Lin."

Tatapan semua orang berubah.

"Tapi apakah ini bentuk kebaikan keluarga kalian?"

Tuan Leo terdiam.

Kirana menatap mereka satu per satu. Lalu dia menulis kalimat berikutnya dengan lebih perlahan.

"Jika calon suami saya tahu saya diperlakukan seperti ini, bagaimana kalian akan menjelaskannya kepadanya?"

Ruangan mendadak sunyi. Tidak ada lagi yang berani membantah. Mereka semua tahu alasan utama Kirana dipanggil pulang. Pernikahan dengan keluarga Wu. Dan keluarga Wu bukan keluarga yang bisa diperlakukan sembarangan.

Shania menggigit bibirnya. Dia tidak menyangka Kirana akan menggunakan pernikahan itu sebagai tameng.

Sementara itu, Kirana memasukkan kembali kertasnya ke dalam wadah kecil di leher. Dia menatap pelayan yang tadi menghina dirinya.

Tatapan itu membuat pelayan tersebut tanpa sadar mundur. Kirana kemudian menunjuk gudang di belakangnya.

Setelah itu, dia menunjuk dirinya sendiri dan menggeleng. Jelas sekali maksudnya. Dia tidak akan tidur di tempat itu.

Tuan Leo menghela napas panjang. "Arthur, siapkan kamar lain."

"Tapi, Pa—"

"Siapkan kamar yang layak."

Arthur terdiam. Kirana tidak mengucapkan terima kasih. Dia hanya mengambil kopernya dan berjalan melewati mereka.

Sebelum masuk ke kamar barunya, Kirana berhenti sebentar dan menoleh. Tatapannya menyapu seluruh keluarga Lin. Dua puluh tahun dia dibuang.

Sekarang mereka menginginkannya kembali demi sebuah pernikahan.

Kalau mereka mengira gadis bisu dari desa itu akan tunduk dan menerima semua perlakuan mereka, mereka sudah membuat kesalahan besar. Kirana menutup pintu kamar dengan tenang.

****

Di dalam kamar pribadi Nyonya Meylan, Shania duduk di tepi ranjang sambil memeluk bantal dengan wajah cemas, sementara Meylan duduk di sampingnya dan mencoba menenangkan putrinya.

"Ma, bagaimana kalau Kak Kirana benar-benar melukaiku?" rengek Shania dengan mata berkaca-kaca. "Tadi saja dia berani menyerang kak Sean, bahkan pelayan pun dia perlakukan seperti itu."

Meylan mengusap rambut putrinya. "Tenang, Sayang. Jangan terlalu memikirkannya."

"Tapi aku takut, Ma," balas Shania cepat. "Bagaimana kalau suatu hari dia benar-benar marah kepadaku?"

Meylan menarik napas pelan sebelum tersenyum menenangkan. "Kirana tidak akan lama berada di sini. Sebentar lagi dia akan dikirim ke keluarga Wu setelah pernikahannya."

Shania terdiam. Kemudian, perlahan, kecemasan di wajahnya menghilang.

"Benarkah, Ma?"

"Tentu saja," jawab Meylan. "Pernikahan itu sudah disepakati sejak lama. Kita hanya perlu memastikan semuanya berjalan sesuai rencana."

Shania menundukkan wajahnya, pura-pura lega.

"Kalau begitu aku bisa tenang."

Meylan menepuk bahunya. "Jangan takut kepada kakakmu. Selama kau tidak mencarinya, semuanya akan baik-baik saja."

Shania mengangguk pelan, ketika Meylan mengalihkan pandangan, sudut bibir Shania perlahan terangkat membentuk senyum tipis.

Bagus, semakin cepat Kirana menikah dan pergi ke keluarga Wu, semakin cepat pula dia akan masuk ke neraka itu.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!