NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Status yang SAH

Di kediaman keluarga Baskoro, suasana sore itu terasa begitu kelam dan mencekik. Bu Dewi Ambarwati melangkah masuk ke dalam rumah dengan tubuh gemetar dan wajah pucat pasi bagaikan mayat. Langkah kakinya gontai, bahkan tas branded-nya hampir terlepas dari genggamannya.

Tuan Baskoro yang sedang duduk gelisah di ruang tamu langsung bangkit berdiri tatkala melihat kepulangan istrinya.

"Ma! Bagaimana?!" cecar Tuan Baskoro bersemangat, melangkah cepat menghampiri Bu Dewi. "Bagaimana pertemuannya dengan Nayla?! Apa kamu sudah berhasil membujuk dia agar suaminya yang kaya itu untuk memberikan kita bantuan modal?!"

Bu Dewi melempar tasnya ke atas sofa, lalu mendaratkan bokongnya seraya memegangi kepalanya yang terasa mau pecah.

"Ma! Dijawab dong! Kok malah diam saja?!" bentak Tuan Baskoro mulai panik.

"Papa... Papa jangan banyak tanya dulu! Mama pusing!" histeris Bu Dewi dengan suara bergetar. "Jangankan minta uang... membicarakan soal bantuan modal saja Mama tidak sanggup!"

"Lho?! Kenapa tidak sanggup?! Bukankah dia anak kandungmu?!"

"Karena suaminya Nayla... suaminya Nayla itu..." Bu Dewi menyapu air mata paniknya, menatap suaminya dengan mata membelalak horor. "...suaminya Nayla itu adalah Pak Adrian Dewangga! CEO Dewangga Group!"

Deg!

Tuan Baskoro membatu seketika. Lidahnya kelu, dadanya bagaikan dihantam badai petir. "A-apa?! Adrian Dewangga?!"

Tepat saat itu, Anita melangkah masuk ke ruang tamu, baru pulang pemotretan. Ia yang tak sengaja mendengar jeritan ibunya langsung tertawa sinis seraya mengibaskan rambutnya.

"Halah! Mama ini ngomong apa sih?!" cibir Anita penuh nada tidak percaya. "Mana mungkin si gendut itu istrinya Pak Adrian Dewangga?! Nggak usah mengada-ada deh, Ma! Itu hal yang paling tidak masuk akal di dunia!"

"Mama tidak bohong, Anita!" jerit Bu Dewi terisak panik. "Ibu mertua Nayla sendiri yang bilang di depan Mama! Bahkan Pak Adrian datang sendiri ke kafe... dia merangkul dan mencium Nayla di depan umum, lalu memanggil Nayla dengan sebutan istrinya!"

Jleb!

Tawa sinis di bibir Anita seketika lenyap. Wajah cantiknya berubah menjadi kaku dan pucat. Rasa iri dengki yang luar biasa pekat mendadak membakar seluruh rongga dadanya.

'Kenapa?! Kenapa harus wanita tidak menarik seperti Nayla yang mendapatkan pria sesempurna dan sekaya Adrian Dewangga?! Sementara aku harus menjual mobil demi menutup utang keluarga?! Ini tidak adil!' batin Anita menggeram penuh kebencian.

****

Keesokan harinya di kantor Dewangga Group...

Suasana di area divisi keuangan tampak sibuk seperti biasa. Nayla melangkah masuk ke ruangan tersebut dengan membawa beberapa berkas yang membutuhkan data laporan realisasi anggaran.

Nayla bermaksud meminta dokumen laporan itu pada salah satu staf keuangan. Namun, tatkala ia sedang menunggu staf senior menyiapkan berkas, telinga Nayla menangkap suara isak tangis samar-samar yang ditahan dari arah sudut ruangan.

Nayla mengedarkan pandangan, mencari sumber suara. Di sudut paling belakang, tampak seorang gadis muda yang masih berstatus anak magang sedang mengetik di depan komputer seraya menghapus air matanya yang menetes ke pipi secara sembunyi-sembunyi.

Nayla menoleh pada staf wanita yang sedang melayaninya. "Mbak... itu staf baru di sana kenapa kok menangis?" bisik Nayla prihatin.

Staf itu menghela napas pelan, berbisik sangat samar. "Tadi habis dimarahi dan diamuk habis-habisan sama Bu Desi, Bu Nayla... Kasihan sebenarnya, saya juga nggak tega melihatnya, tapi saya tidak berani membela."

Nayla mengerutkan dahi. Ia memutuskan untuk berjalan mendekati meja gadis magang tersebut. Merekam usia gadis itu yang tampaknya masih jauh di bawahnya, hati nurani Nayla tersentuh.

Melihat kehadiran sekretaris CEO mendekati mejanya, gadis magang itu terperanjat kaget. Ia buru-buru menyapu air matanya dengan tisu. "B-Bu Nayla... Ada yang bisa saya bantu, Bu?"

"Kamu kenapa menangis, Mbak?" tanya Nayla lembut.

Belum sempat gadis magang itu menjawab, pintu ruangan kepala divisi mendadak terbuka dengan kasar. Sosok Bu Desi, seorang wanita paruh baya melangkah keluar dengan tangan bersedekap di dada.

Selama ini, Bu Desi memang kerap bentrok dan bersikap dingin pada Nayla. Namun, Nayla selalu bersabar mengingat Bu Desi jauh lebih tua dan merupakan salah satu karyawan setia yang sudah belasan tahun mengabdi di Dewangga Group.

"Nayla! Kamu jangan ikut campur ya!" tegur Bu Desi dengan nada tinggi dan angkuh. "Tugasmu itu sekretaris CEO, jadi urus saja urusannya Pak Adrian! Tidak usah sok pahlawan di divisi saya!"

Nayla memutar tubuhnya, menatap Bu Desi dengan tenang namun tegas. "Tidak, Bu Desi... Saya hanya ingin meluruskan, ada apa sebenarnya? Jangan sampai Dewangga Group tercoreng citranya hanya karena ada tindakan bullying atau penindasan di lingkungan kerja."

Bu Desi tertawa kecil penuh ejekan. "Penindasan?! Tidak ada yang menindas di sini, Nayla! Saya ini cuma sedang melatih mentalnya! Masa mengurus data laporan sederhana seperti itu saja lelet banget?! Udah wajahnya nggak cantik, kerjanya lelet lagi!"

Nayla melirik kertas-kertas laporan yang menumpuk tinggi di meja gadis magang itu. Matanya membelalak kaget tatkala melihat jenis analisis data rumit di sana, itu adalah beban kerja berat yang seharusnya dikerjakan oleh staf senior bertahun-tahun, bukan tugas anak magang!

Nayla memegang pundak gadis magang itu yang bergetar. "Tenanglah, kamu tidak bersalah," bisik Nayla menenangkan.

Nayla lalu menegakkan tubuhnya, menatap Bu Desi lurus-lurus tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Bu Desi... dia ini anak baru, statusnya masih magang. Harusnya dibimbing dan diajari dengan baik, bukan malah dikerjai dan dilimpahi beban kerja senior seperti ini!" tegas Nayla dengan suara berwibawa. "HRD menerimanya bekerja di sini, itu artinya dia mampu! Dan tolong, Bu Desi... jangan pernah membawa-bawa atau menghina fisik seseorang di tempat kerja! Mana keprofesionalan Bu Desi sebagai karyawan senior Dewangga Group?!"

Disindir soal keprofesionalan di depan seluruh staf divisi keuangan, wajah Bu Desi seketika memerah padam menanggung marah dan malu. Ia melangkah maju, menunjuk wajah Nayla dengan telunjuknya.

"Berani kamu ceramahi saya, hah?!" bentak Bu Desi melengking. "Jangan mentang-mentang kamu sekretaris kesayangan CEO, saya takut sama kamu ya! Kamu itu cuma sekretaris biasa di sini! Saya bisa adakan laporan ke manajemen dan buat kamu dipecat dari kantor ini!"

"Siapa yang berani memecatnya?!"

BOOM!

Sebuah suara berat, dingin, dan begitu menggelegar mendadak menggelegar dari arah pintu masuk divisi keuangan!

Seluruh staf di ruangan itu seketika menahan napas. Suasana ruangan yang tadinya bising mendadak senyap bagaikan pemakaman.

Adrian Dewangga melangkah masuk dengan aura intimidatif yang amat dominan dan menakutkan. Di belakangnya, Rio dan Mira berjalan mengekor. Mira yang tahu keributan ini terjadi langsung mengirim pesan pada Rio untuk memberitahukan pada Adrian. Wajah Adrian begitu kelam, matanya memancarkan kilatan amarah yang sanggup membekukan siapa saja.

Bu Desi yang melihat kedatangan CEO tertinggi itu seketika menelan ludah dengan tenggorokan kering. "P-Pak Adrian... B-Bukan begitu, Pak... Nayla ini sudah mencampuri..."

"Tutup mulutmu, Desi!" potong Adrian dengan suara rendah yang begitu menusuk tajam.

Adrian melangkah mendekati Nayla, lalu tanpa ragu sedikit pun di depan puluhan pasang mata staf keuangan, pria tampan itu melingkarkan lengan tegapnya di pinggang Nayla, menarik tubuh istrinya rapat ke dalam dekapannya.

"Siapa yang berani membentak dan mengancam memecat pemilik 25 persen saham sah Dewangga Group, hah?!" bentak Adrian menatap tajam ke arah Bu Desi.

Deg!

Seluruh ruangan gempar! Bu Desi membelalakkan matanya bagaikan mau melompat keluar, dadanya sesak. "D-Dua puluh lima persen saham?!"

"Kalian semua yang ada di ruangan ini harus tahu!" lanjut Adrian menggelegar, mendeklarasikan kebenaran yang selama ini tersembunyi. "Nayla Safira bukan sekadar sekretaris biasa! Dia adalah Nyonya Muda Dewangga! Dia adalah istri sah saya! Pemegang porsi saham terbesar kedua di kerajaan bisnis ini!"

JLEB!

Bu Desi seketika terkulai lemas, lututnya berguncang hebat hingga ia terpaksa berpegangan pada tepi meja agar tidak ambruk ke lantai. Seluruh staf keuangan membatu penuh kejutan luar biasa, tak menyangka wanita berbadan berisi yang selama ini bersikap ramah dan rendah hati itu adalah ratu pemilik perusahaan mereka!

"Membentak dan mengancam istri saya... sama saja dengan menentang saya dan menantang seluruh kekuasaan Dewangga Group!" tegas Adrian dingin. "Rio! Urus surat pemecatan Desi hari ini juga! Saya tidak butuh karyawan senior yang menyalahgunakan wewenang dan menindas bawahan!"

"B-Baik, Pak Adrian!" sahut Rio sigap.

Bu Desi hanya bisa meratapi nasibnya dengan wajah pucat pasi dan penyesalan mendalam yang tak berguna lagi.

Sementara itu, di belakang Adrian, Mira berdiri dengan wajah berbinar-binar gembira tiada tara. Rasanya sangat puas melihat kebenaran terbongkar dan sahabatnya diratukan di depan semua orang.

Mira melirik ke arah Rio yang berdiri di sampingnya, lalu menaikkan kedua alisnya seraya memberikan kode gerakan tangan berupa simbol kemenangan.

'Lihat kan?! Pak Bos sendiri yang bongkar rahasianya karena tidak tahan lihat istrinya dibentak! Tiket liburan gratis ke Paris fix jadi milikku!' isyarat Mira lewat tatapan matanya seraya tersenyum puas.

Rio yang memahami kode itu hanya bisa mengelus dadanya yang sesak, meratapi nasib isi dompetnya yang bakal jebol sambil meringis pasrah.

1
mheldaaa
kenapa ga up thor🥹🥹🥹
Novaa: maap kaka, hari ini double up kok🫰
total 1 replies
sryharty
dasar uget2
Agus Tina
Nah gitu Nayla, semangat untuk hidup sehatny
Yunie Silvia Putri
ha..ha..ha.. untug gak lepas tuh jantung bu dewi 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
kalau udah urusan duit..duit...duit..., segala cara d halalkan 😕😕
Ariany Sudjana
terus kenapa kamu harus sewot Anita, kalau Nayla jadi istri Adrian? atau kamu mau coba peruntungan kerja di grup dewangga? siapa tahu jadi istri kedua Adrian?
sryharty: Adrian nya ora Sudi ka beristrikan Anita 🤭🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Desi, jangan mentang-mentang kamu karyawan senior, menindas karyawan magang seenaknya 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
kenapa kamu ga ngomong terus terang Dewi, kalau Anita lebih cocok dengan Adrian? kan katanya tinggi, langsing, model papan atas, tapi sayangnya Anita itu pelacur murahan 😂😂🤣🤣 dan kelasnya jauh dibawah Nayla, yang perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, jadi jangan harap yah Anita bisa jadi istri konglomerat
Ariany Sudjana
dasar keluarga yang bodoh, mana mau Adrian membantu kalian, sudah nikmati saja kebangkrutan kalian 😂😂🤣🤣
Agus Tina
Mira turunkan berat badanmu bukan untuk membungkam mulit mereka tapi demi kesehatanmu juga nanti.
Novaa: Terimakasih sudah mampir kaka semoga terhibur🫰 tapi si mbak gemoy itu Nayla kak 😁
total 1 replies
Yunie Silvia Putri
bagusss Nayla, kamu harus tegas sama orang kayak gitu yg sudah meremehkanmu, semangat....💪💪
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!