NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

“Cabut..”ucap lian singkat.

Lima pria itu akhirnya pergi dari sana menuju kelas mereka saat mendengar bel masuk sudah berbunyi.

__________________________

Bel istirahat berbunyi nyaring..Koridor Cortner International School langsung dipenuhi para siswa yang berbondong-bondong menuju kantin..sedangkan Aruna justru memilih berjalan ke halaman belakang sekolah seperti biasa..dia berjalan mengendap-endap seperti seorang maling.

“Jangan sampai ada orang lain disini..”gumam aruna..dia takut tiba-tiba ada seseorang yang juga istirahat disana seperti liam kemarin yang tak di sangka-sangka.

Kali ini aruna duduk sedikit lebih jauh dan lebih tersembunyi dari tempat kemarin..dia takut tiba-tiba olla and the gang mencari gara-gara padanya lagi..dia sungguh tak sanggup kalau dijambak lagi, bisa benar-benar lepas kulit kepalanya itu.

Dan untungnya istirahat kali ini berjalan dengan aman..setelah menghabiskan bekal dan sedikit bersatai, aruna akhirnya menuju ke toilet wanita di lantai dua..dia ingin membasuh wajahnya sebelum kembali ke kelas.

Baru saja ia selesai mencuci tangan, pintu toilet terbuka cukup keras..dua siswi masuk sambil tertawa kecil..Di belakang mereka berdiri seorang gadis berambut cokelat bergelombang dengan tas bermerek yang harganya bahkan lebih mahal daripada biaya hidup Aruna selama bertahun-tahun.

Dialah Olla Prameswari..Siswi paling populer sekaligus salah satu pengagum fanatik Liam..Olla menyilangkan tangannya di dada..dia berdiri santai sambil memainkan kuku-kuku tangannya yang memakai nail art cantik berharga fantastis.

“Eh... ternyata ada si udik..”ucap olla menatap aruna seolah terkejut..Aruna menundukkan kepala gusar.

“Izin lewat..”ucap aruna pelan ingin segera menjauhi mala petaka di depannya..belum sempat ia melangkah, salah satu siswi menghalangi jalannya.

“Siapa yang nyuruh lo lewat huh?..Olla lagi ngomong..”ucap gadis bernama vina..Aruna kembali menundukkan kepala.

“Aku harus masuk kelas..”ucap aruna pelan..Olla dan kedua temannya tertawa pelan.

“Sok sibuk..”ucap olla.

“Tiap hari belajar terus..Memangnya kalau pintar bisa bikin lo enggak miskin?..”ucap vina.

“Bener tuh..kek bisa kaya aja..”ejek gadis satunya bernama sindy..ketiga orang itu tertawa keras.

Olla berjalan mendekati aruna..dia memegang pundak aruna dan meremasnya pelan.

“Satu lagi udik..”ucap olla pelan dengan menekan intonasi suaranya.

“Jangan pernah gunain muka menyedihkan lo ini untuk menarik simpati pacar gue liam..”

“Kalau sampai gue liat itu, abis lo di tangan gue..”ancam olla.

Aruna mendongak menatap olla..gadis itu tak paham maksud dari perkataan gadis di depannya.

“Aku menganggu siapa?..”batin aruna bertanya-tanya.

Melihat Aruna tak bereaksi, Olla menganggukkan kepala pelan kepada salah satu temannya.

Tanpa peringatan...

Byur!…

Seember air dingin langsung disiramkan ke tubuh Aruna..Seragam putihnya seketika basah kuyup..Air menetes dari rambut hingga ujung sepatunya..Ruangan itu seketika dipenuhi gelak tawa.

“Hahaha... lihat deh…Kasihan banget..”ucap vina tertawa kencang.

“Enggak usah mandi lagi deh hari ini..Syukur-syukur bajunya sekalian bersih..”timpal sindy pula..sedangkan olla tersenyum sinis..dia menatap Aruna dari atas hingga bawah dengan tatapan meremehkan.

“Kalau enggak punya baju ganti, bilang aja..Aku masih punya baju bekas pembantu di rumah..”ucap olla santai seolah tak bersalah..tawa disana kembali pecah.

Aruna menggenggam ujung rok yang basah..Bibirnya bergetar pelan, namun tak ada sepatah kata pun keluar, Ia hanya membungkukkan badan kecilnya.

“Permisi...”ucapnya..lalu berjalan melewati mereka dengan langkah pelan.

Sepanjang jalan menuju kelas, tawa kecil dan ejekan terus mengiringi langkah aruna..mata gadis itu memanas melihat perlakuan semua orang padanya seolah di seonggok sampah yang pantas di tertawakan.

Di persimpangan koridor sebuah tangan menghentikan langkahnya.

“Pakailah..”ucap diana menyodorkan gardigan miliknya..aruna hanya diam menatap tangan gadis itu..melihat aruna hanya diam, diana langsung memberinya ke tangan aruna dan berlau dari sana.

.

.

.

Jam pelajaran berakhir pukul empat sore..Aruna berjalan menuju parkiran belakang, tempat ia selalu meletakkan sepeda tuanya..namun langkahnya tiba-tiba terhenti.

“Sepedaku...”ucap aruna sambil berjalan cepat ketempat sepedanya tadi di parkirkan..tapi tempat parkir itu kosong..sepeda biru tuanya tidak ada..Aruna panik..Matanya mencari ke segala arah..Beberapa menit kemudian, suara tawa terdengar dari arah taman sekolah.

“Heh, cupu!..”panggil seorang siswi.

Aruna menoleh..disana sekelompok siswi berdiri sambil menunjuk ke arah sebuah pohon..aruna menoleh kearah yang mereka tunjuk..dan di sanalah sepeda tuanya berada..tersangkut di cabang pohon yang tidak terlalu tinggi..entah bagaimana caranya mereka mengangkat sepeda tua itu ke sana.

Aruna memandangnya beberapa saat..Lalu perlahan berjalan mendekat..Dengan susah payah ia menarik roda depan, memegang batang pohon, lalu menurunkan sepeda itu seorang diri..Begitu roda menyentuh tanah, Ia kembali terdiam..Ban depan dan ban belakangnya sama-sama kempis..sepertinya seseorang sengaja mengeluarkan seluruh anginnya.

“Hahaha...”

“Ternyata enggak bisa dipakai..”

“Ya ampun, kasihan banget..”

“Naik ojek aja, Nona Beasiswa..”Tawa mereka kembali terdengar.

Aruna mengusap pelan sadel sepedanya yang kotor..Sepeda itu adalah hasil tabungannya selama hampir setahun..Setahun menahan lapar, Setahun bekerja tanpa mengenal hari libur..Ia mengembuskan napas pelan..Tidak marah, Tidak menangis, Tidak pula memaki..Ia hanya menggenggam setang sepeda itu erat-erat..Lalu mulai menuntunnya keluar gerbang sekolah.

Seragamnya masih sedikit lembap karena siraman air siang tadi..sepatunya basah..dan tasnya terasa semakin berat..Dan kini ia harus berjalan kaki berkilometer jauhnya menuju kontrakan.

Di sisi lain jalan...Sebuah mobil sport merah berhenti tak jauh dari gerbang sekolah..Kaca jendelanya perlahan turun..Olla duduk di kursi penumpang sambil memperhatikan Aruna yang berjalan tertatih menuntun sepeda kempisnya.

“Hah...”Sudut bibirnya terangkat puas.

“Rasakan..Perempuan kayak dia enggak pantas dekat-dekat sama Liam..”gumam olla tersenyum puas..Mobil sport itu kemudian melaju meninggalkan sekolah.

Sementara Aruna masih terus berjalan sendirian di bawah terik matahari sore..Tak seorang pun tahu, Bahwa sesampainya di rumah nanti, gadis itu masih harus bekerja hingga larut malam demi bisa membeli makan untuk esok hari.,Dan mungkin, Menabung lagi..Kalau-kalau suatu hari nanti sepeda tua kesayangannya benar-benar tidak bisa digunakan lagi.

.

.

.

TO BE CONTINUE……..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!