NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Kultivasi Lin Hu yang berada di tahap Pembentukan Dasar tingkat pertama sama sekali tidak berguna di hadapannya.

"Tolong... Tuan Muda Xiao, aku bisa menjadi budakmu..." rintih Lin Hu dengan wajah membiru karena kehabisan napas.

"Aku punya pesan yang harus kau sampaikan pada majikanmu yang pengecut itu." ucap Lin Xiao menatap tajam mata Lin Hu.

Lin Hu mengangguk dengan cepat, berharap pesan itu bisa menyelamatkan nyawanya dari cengkeraman sang pemuda.

"Apa pesan yang harus saya sampaikan, Tuan Muda?" tanya Lin Hu dengan suara tercekik.

"Katakan padanya, Lin Xiao akan segera datang menjemput nyawanya." jawab Lin Xiao.

Dia tiba-tiba mengaktifkan sedikit kekuatan dari Inti Racun Surgawi yang baru saja dia serap.

Asap tipis berwarna hijau mengalir dari telapak tangan Lin Xiao meresap masuk ke dalam kulit leher Lin Hu secara paksa.

Sss.

Lin Hu merasakan sensasi terbakar yang luar biasa di lehernya, namun Lin Xiao segera melepaskan cengkeramannya.

Bruk.

Lin Hu jatuh terduduk di lantai sambil memegangi lehernya dan terbatuk-batuk dengan keras.

"Pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran dan memotong kepalamu juga." perintah Lin Xiao tanpa emosi.

Lin Hu tidak membuang waktu sedetik pun, dia merangkak bangkit dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari kedai.

Pria itu berlari terbirit-birit menuju Kota Jade River tanpa berani menoleh ke belakang sama sekali.

Lin Xiao menatap kepergian Lin Hu dengan senyum yang sangat kejam dan licik.

'Kau melepaskannya begitu saja?' tanya Kaisar Pedang Haus Darah merasa tidak puas dengan keputusan Lin Xiao.

'Seharusnya kau memenggal kepalanya dan mengirimkannya pada bocah Lin Jian itu.'

"Tidak perlu mengotori tanganku lebih banyak lagi." jawab Lin Xiao di dalam hati.

"Racun korosif yang aku tanam di lehernya akan bekerja dalam waktu satu jam ke depan."

Lin Xiao berjalan menuju meja tempat Lin Hu dan kawan-kawannya minum arak tadi.

"Dia akan mati membusuk tepat saat dia berlutut melapor di depan Lin Jian." lanjut Lin Xiao dengan nada mutlak.

'Hahaha, ternyata kau mewarisi kekejamanku dengan sangat sempurna!' tawa Kaisar Racun Tanpa Wujud ikut bergema.

'Kematian yang perlahan dan disaksikan oleh majikannya sendiri adalah teror yang sangat mematikan.'

Lin Xiao mengambil kotak kayu kosong yang tadi dibawa oleh Lin Hu dari atas meja.

Dia menendang salah satu kepala pelayan yang dia penggal tadi ke udara dan menangkapnya dengan tangan kirinya.

Pluk.

Lin Xiao memasukkan kepala berlumuran darah itu ke dalam kotak kayu tersebut dan menutupnya rapat-rapat.

"Lin Jian menginginkan hadiah kejutan di dalam kotak ini." ucap Lin Xiao sambil mengangkat kotak kayu basah itu.

"Aku akan memastikan paket ini sampai di depan pintu halamannya malam ini juga."

Dia kemudian menjarah kantong uang dari kedua mayat pelayan yang tergeletak di lantai kedai.

Setelah memastikan tidak ada barang berharga yang tertinggal, Lin Xiao melangkah keluar menuju malam yang mulai menyelimuti kota.

Wush.

Angin malam berhembus dingin saat Lin Xiao melompati tembok tinggi di bagian barat kediaman Klan Lin satu jam kemudian.

Penjagaan di area ini sangat longgar karena penjaga lebih sering berjudi daripada berpatroli secara rutin.

Tubuh Lin Xiao menyatu sempurna dengan bayangan bangunan berkat sisa teknik penyembunyian Kaisar Racun.

Dia bergerak lincah melintasi atap-atap bangunan menuju halaman milik Lin Jian yang terletak di pusat kediaman klan.

Dari atas atap, Lin Xiao bisa mendengar suara langkah kaki tergesa-gesa masuk ke dalam halaman mewah tersebut.

Itu adalah Lin Hu yang terlihat sangat berantakan dan pucat pasi akibat berlari sejauh belasan kilometer.

"Tuan Muda! Tuan Muda Jian, gawat!" teriak Lin Hu sambil tersandung jatuh di depan pintu kamar Lin Jian.

Kriet.

Pintu kamar terbuka dengan kasar, menampilkan sosok Lin Jian yang masih mengenakan jubah tidur sutra.

"Ada apa kau berteriak di tengah malam begini, dasar anjing bodoh?" bentak Lin Jian dengan wajah kesal.

"Di mana kepala sampah itu, apakah kau berhasil membawanya?"

Lin Hu bersujud di lantai batu dengan seluruh tubuh bergetar hebat.

"T-tidak, Tuan Muda. Kelompok Serigala Hitam sudah gagal, sepertinya mereka semua mati dibantai!" lapor Lin Hu dengan napas terputus-putus.

"Apa kau bilang?" mata Lin Jian membelalak lebar tidak percaya.

"Sepertinya Lin Xiao yang membunuh mereka semua, Tuan Muda. Dia bukan lagi orang cacat, dia adalah monster!"

Lin Jian menendang bahu Lin Hu dengan keras hingga pelayan itu terguling ke belakang.

"Beraninya kau membohongiku! Sampah itu tidak mungkin bisa membunuh tentara bayaran tingkat tiga!" teriak Lin Jian murka.

"Itu benar, Tuan Muda... dia juga membunuh dua saudaraku dengan sangat kejam..." rintih Lin Hu mulai memegangi lehernya.

Sensasi terbakar di leher Lin Hu tiba-tiba memuncak, urat-urat hijau menjalar ke wajahnya dengan sangat cepat.

"T-tolong aku, Tuan Muda... panas... leherku panas sekali!" jerit Lin Hu sambil menggaruk lehernya sendiri dengan brutal.

"Arghhh."

Srak. Srak.

Kulit leher Lin Hu melepuh dan terkelupas akibat garukannya sendiri, mengeluarkan asap hijau berbau busuk.

Lin Jian melangkah mundur dengan wajah pucat pasi melihat pemandangan menjijikkan di depannya.

"Apa yang terjadi padamu? Racun apa ini?" seru Lin Jian dengan panik memanggil para penjaga halaman.

Dalam hitungan detik, Lin Hu muntah darah berwarna hitam dan ambruk tidak bernyawa di lantai batu yang dingin.

Seluruh wajah dan lehernya membusuk hingga tulang tengkoraknya terlihat sebagian.

Para penjaga halaman berlarian mendekat dan menahan napas melihat kondisi mayat Lin Hu.

Tepat pada saat kekacauan itu terjadi, sebuah benda meluncur deras dari atas langit malam.

Tuk.

Benda itu mendarat tepat di kaki Lin Jian dengan suara kayu berbenturan.

Itu adalah kotak kayu yang seharusnya digunakan untuk membawa kepala Lin Xiao dari kedai perbatasan.

Lin Jian mundur selangkah dan menatap ke arah atap gelap tempat kotak itu berasal, namun tidak ada siapa pun di sana.

"Buka kotak itu sekarang!" perintah Lin Jian dengan suara bergetar kepada salah satu penjaganya.

Penjaga itu maju dengan ragu-ragu dan perlahan membuka penutup kayu tersebut.

Bau amis darah segar langsung menyengat hidung semua orang yang ada di sana.

Di dalam kotak itu, terdapat kepala bawahan Lin Hu dengan mata melotot ngeri seolah melihat hantu.

Di dahi kepala terpenggal itu, terdapat sebuah goresan berdarah yang membentuk sebuah kata peringatan.

'GILIRANMU'

Kaki Lin Jian lemas seketika dan dia jatuh terduduk di lantai teras kamarnya.

Ketakutan yang selama ini tidak pernah dia rasakan tiba-tiba merayap naik menyelimuti seluruh relung hatinya.

Jauh di seberang tembok halaman, Lin Xiao berjalan santai kembali menuju kamarnya di area kumuh belakang klan.

Satu hutang darah telah dibayar dengan bunga teror yang sangat pantas.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!