Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Dia ingin memiliki kemampuan meracik pil seperti itu atau memiliki item penyembuh yang bisa digunakan kapan saja.
Bara mengambil sebuah kotak P3K bekas yang dia temukan di lemari apartemen ini saat pertama kali pindah.
Kotak itu berisi perban kotor, obat merah yang sudah kedaluwarsa, dan gunting kecil yang sudah berkarat.
"Sistem, aku harap rongsokan medis ini bisa memberiku sesuatu yang berguna untuk menyelamatkan nyawa orang," harap Bara dalam hati.
Bara langsung melemparkan kotak P3K kotor itu ke dalam lubang tungku yang menyala biru.
Slup.
Kotak obat itu langsung tersedot masuk ke dalam pusaran tanpa sisa sedikit pun.
[Mendeteksi material masuk ke dalam sistem.]
[Material: Kotak peralatan medis primitif beserta obat-obatan kimia yang sudah rusak dan beracun.]
[Memulai proses sinkronisasi saluran dengan Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni.]
[Mencari barang buangan atau residu dari Sekte Harmoni yang memiliki karakteristik penyembuhan medis yang setara.]
[Proses pertukaran antar dimensi sedang berlangsung... 10 persen... 50 persen... 100 persen.]
[Pertukaran berhasil dilakukan tanpa hambatan.]
Cahaya biru di dalam tungku berputar dengan sangat cepat dan memuntahkan sebuah botol kecil ke udara.
Bara menangkap botol kecil yang terbuat dari batu giok putih itu dengan sebelah tangannya.
Botol giok itu terasa sangat dingin dan memancarkan aroma herbal yang luar biasa menyegarkan ke seluruh ruangan.
[Selamat, Tuan berhasil mendaur ulang material medis untuk pertama kalinya.]
[Sistem mendeteksi bahwa kotak obat rusak tersebut telah ditukar dengan botol penyimpan pil milik murid alkimia tingkat menengah di Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: Botol Giok Embun Kehidupan.]
Bara menatap botol kecil di tangannya dengan kening berkerut bingung.
"Botol penyimpan pil? Maksudmu aku cuma dapat botol kosong tanpa ada isinya sama sekali?" protes Bara merasa sedikit tertipu.
[Menjawab Tuan.]
[Botol Giok ini memang tidak berisi pil di dalamnya, melainkan botol ini sendiri adalah artefak penyembuhan.]
[Botol Giok Embun Kehidupan memiliki formasi susunan gaib yang bisa menyerap uap air di udara terbuka setiap malam hari.]
[Uap air itu akan diproses menjadi tiga tetes Embun Kehidupan setiap pagi hari di dalam botol tersebut.]
[Satu tetes Embun Kehidupan mampu menyembuhkan luka luar yang parah, menghentikan pendarahan, dan menetralkan racun tingkat rendah di dimensi manusia biasa.]
Mendengar penjelasan panjang lebar dari sistem, senyum lebar langsung mengembang di wajah Bara.
"Jadi ini seperti pabrik obat otomatis yang memproduksi cairan penyembuh ajaib setiap hari secara gratis?" tanya Bara memastikan.
[Benar Tuan.]
[Tuan bisa mencampurkan satu tetes embun ini ke dalam segelas air minum untuk menyembuhkan penyakit kronis manusia normal.]
"Luar biasa, ini jauh lebih berharga daripada mendapatkan satu atau dua butir pil yang akan habis kalau dimakan," puji Bara sangat puas.
Dengan Botol Giok ini, dia memiliki persediaan obat ajaib yang tidak terbatas selama dia sabar menunggu setiap pagi.
Bara membuka sumbat botol giok itu dan mengintip ke dalamnya.
Benar saja, dasar botol itu benar-benar kosong melompong dan kering tanpa ada cairan sama sekali.
"Berarti aku harus meletakkan botol ini di dekat jendela yang terbuka malam ini agar formasi gaibnya bisa bekerja menyerap uap air," simpul Bara.
Bara meletakkan botol giok putih itu di atas meja dekat jendela kamarnya yang sedikit terbuka.
Dia kemudian menyentuh botol itu dan memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan Tata Surya di jarinya untuk sementara waktu agar aman.
Semua persiapan untuk menghadapi perang pamungkas melawan bos Organisasi Bayangan Hitam sudah lebih dari cukup.
Bara merentangkan kedua tangannya dengan santai dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk.
Hari ini adalah hari yang sangat produktif karena semua rencananya berjalan mulus tanpa ada hambatan yang berarti.
Kekayaan, kekuasaan, dan kekuatan fisik kini sudah sepenuhnya berada di dalam genggaman tangannya.
Tidak akan ada lagi orang yang berani memandang rendah mantan pemulung bernama Bara Pratama ini.
Dan bagi siapa saja yang berani mencoba mengusik kedamaiannya, mereka hanya akan menemukan kematian yang sangat menyakitkan di ujung jalan.