NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:302.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Julio membuka koper tersebut perlahan. Bunyi pengait logam yang terbuka terdengar jelas di tengah ruangan yang mendadak sunyi. Di dalamnya tersusun puluhan dokumen, laporan transaksi, salinan rekening, dan beberapa foto yang sudah dikelompokkan dengan rapi.

Mateo yang berdiri di samping meja langsung mengernyit. "Banyak sekali."

Julio mengangguk pelan. "Aku mengikuti Lucas hampir satu bulan penuh."

Astrid yang sejak tadi duduk dengan kedua tangan saling menggenggam merasakan jantungnya mulai berdebar lebih cepat.

"Apa saja yang kamu dapat?" tanyanya pelan.

Julio menarik napas sebelum mengeluarkan beberapa lembar laporan dari dalam koper. "Apartemen itu hanya sebuah permulaan dari rahasia yang Lucas sembunyikan."

Mateo menatap Julio. "Maksudmu apa?"

Tanpa menjawab, Julio meletakkan beberapa salinan rekening bank di atas meja. "Lihat ini!"

Astrid mengambil salah satu dokumen. Semakin lama ia membaca, semakin pucat wajahnya.

"Lucas punya rekening lain. Rekening di bank yang berbeda."

Astrid langsung mengangkat kepala. Dia tidak menyangka Lucas begitu rapat menyimpan kebusukannya.

Julio menunjuk salah satu lembar laporan. "Dan rekening ini tidak pernah muncul dalam dokumen keuangan yang pernah kamu lihat."

Astrid menunduk lagi. Matanya bergerak cepat membaca deretan angka yang tercetak di sana. Lalu napasnya tertahan. Saldo rekening itu mencapai belasan miliaran rupiah. Jumlah yang bahkan membuat kepalanya terasa ringan.

"Mana mungkin Lucas punya uang sebanyak ini." Suara Astrid nyaris tidak terdengar.

"Aku juga berpikir begitu saat pertama kali melihatnya," jawab Julio.

Mateo mengambil salah satu dokumen dan membacanya beberapa saat. Rahangnya perlahan mengeras.

"Astaga. Lucas menyembunyikan uang yang banyak darimu, Astrid."

Julio kembali mengeluarkan berkas lain. "Awalnya aku mengira uang itu berasal dari investasi atau klinik."

"Lalu?" tanya Mateo.

"Ternyata tidak sesederhana itu."

Julio menunjuk beberapa transaksi yang sudah diberi tanda. "Aku menemukan transfer rutin dari beberapa perusahaan farmasi."

Astrid mengernyit. "Transfer untuk apa?"

Julio tidak langsung menjawab. Ekspresinya berubah lebih serius.

"Diduga sebagai imbalan karena menggunakan produk mereka di rumah sakit."

Astrid membeku beberapa detik, lalu membuka mulut tanpa suara. "Dana gelap."

"Transaksi ilegal," ucap Mateo perlahan.

Julio menatapnya. Lalu, mengangguk pelan. "Iya. Lucas diduga menerima suap."

Kalimat itu terasa seperti pukulan yang menghantam tepat di dada Astrid. Wanita itu langsung kehilangan kata-kata.

Selama ini Astrid tahu Lucas egois. Ia baru tahu Lucas tukang pembohong. Ia bahkan sudah menerima kenyataan bahwa suaminya berselingkuh. Tetapi menerima suap? Melakukan pelanggaran hukum?

Astrid tidak pernah membayangkannya. Belum sempat ia mencerna semuanya, Julio kembali membuka map lain.

"Ini belum selesai."

Mateo mengusap wajahnya kasar. "Masih ada lagi?"

Julio mengangguk. "Banyak."

Detektif itu mengeluarkan beberapa dokumen baru. "Kali ini dari perusahaan alat kesehatan."

Astrid langsung teringat proposal-proposal pembelian alat medis yang pernah ditemukan di ruang kerja Lucas. Proposal yang nilainya jauh lebih rendah dibanding angka yang selama ini ditunjukkan Lucas kepadanya.

"Mereka juga?" tanya Astrid pelan.

"Iya." Julio menunjuk beberapa transaksi. "Ada indikasi Lucas menerima komisi pribadi dari beberapa vendor."

Astrid menutup matanya sesaat. Kepalanya mulai terasa berdenyut. Satu kebohongan belum selesai, kebohongan lain kembali muncul.

"Astaga. Ini sungguh gila!" Suara itu keluar begitu saja dari bibir Astrid.

Julio menatap Astrid dengan hati-hati. Seolah sedang memilih kata-kata yang paling tidak menyakitkan. Namun pada akhirnya, tidak ada cara yang tidak menyakitkan untuk menyampaikan kebenaran seperti ini.

"Ada satu hal lagi." Julio mendorong beberapa dokumen ke arahnya.

Astrid perlahan mengangkat kepala.

"Aku membandingkan laporan investasi yang diberikan Lucas kepadamu dengan transaksi asli yang berhasil aku dapatkan."

Jemari Astrid mulai terasa dingin. "Lalu?"

Julio terdiam beberapa detik. Kemudian berkata pelan, "Sebagian uang yang kamu berikan tidak pernah digunakan sesuai laporan yang diberikan kepadamu, Lucas gunakan uang itu untuk bayar keluarga korban malpraktek, tiga tahun lalu."

Ruangan mendadak sunyi. Bahkan suara pendingin ruangan terdengar jelas.

Astrid menatap Julio tanpa berkedip. Bibirnya bergetar dan matanya mulai memanas.

Julio mengangguk perlahan. "Sejak awal Lucas memang merencanakan penipuan itu kepada kamu agar bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat."

Kalimat itu akhirnya menghancurkan benteng yang selama ini berusaha dipertahankan Astrid. Air mata mulai memenuhi matanya. Pria yang selama ini ia percayai sepenuh hati ternyata menipu dirinya habis-habisan. Dengan dalih membangun masa depan mereka bersama.

Mateo bergeser mendekat lalu duduk di sampingnya. "Astrid, kamu tidak sendiri."

Kalimat sederhana itu justru membuat dada Astrid semakin sesak. Ia menundukkan kepala, sebelum air mata akhirnya jatuh, dia langsung menghapusnya.

Julio membiarkannya beberapa saat. Memberi Astrid waktu. Memberinya ruang untuk menerima kenyataan yang baru saja menghantam hidupnya.

Kemudian pria itu kembali berbicara. "Astrid. Kamu harus mulai mempersiapkan langkah berikutnya."

Wanita itu perlahan mengangkat kepala. "Apa maksudmu?"

Julio menatap Mateo sesaat sebelum kembali menoleh kepadanya. "Kamu membutuhkan pengacara."

Mateo langsung mengangguk setuju. "Bukan pengacara biasa. Kamu membutuhkan pengacara yang bisa menangani perceraian sekaligus kasus keuangan."

Ruangan kembali hening. Astrid menatap seluruh dokumen yang memenuhi meja. Satu per satu bukti kebohongan, pengkhianatan, dan penggelapan dana keuangan.

Lucas bukan hanya suami yang berselingkuh. Dia juga seorang penipu yang selama bertahun-tahun hidup di balik topeng kesempurnaan.

Perlahan Astrid mengangkat dagunya. Tatapannya berubah, ada sesuatu yang jauh lebih kuat, yaitu tekad.

"Apa pun yang akan terjadi nanti, aku akan selalu bersama kamu. Jadi, kamu jangan takut atau lemah, Astrid," ucap Mateo tegas.

"Terima kasih. Kamu memang sahabat terbaikku, Mateo," balas Astrid.

Tekad Astrid sudah bulat. Sekarang ia tidak lagi mencari alasan untuk memaafkan Lucas. Ia sedang mempersiapkan cara untuk menjatuhkan pria itu dengan seluruh kebenaran yang berhasil mereka temukan.

***

Restoran itu dipenuhi percakapan hangat para tamu yang sedang menikmati makan siang. Di dekat jendela, Astrid duduk berhadapan dengan sepasang suami istri yang menjadi calon kliennya. Di atas meja terbentang beberapa lembar gambar desain rumah dan katalog material interior.

"Konsep yang ini saya suka sekali," ujar sang istri sambil menunjuk salah satu gambar. "Rumahnya terasa hangat, tapi tetap elegan."

Astrid tersenyum ramah. "Terima kasih, Nyonya. Kalau Tuan dan Nyonya menginginkan suasana yang nyaman untuk keluarga, saya memang lebih menyarankan konsep seperti itu. Pencahayaan alami juga akan lebih maksimal."

Pria di samping istrinya mengangguk puas. "Saya rasa kita nggak perlu cari desainer lain lagi."

Belum sempat Astrid menjawab, terdengar suara tawa beberapa perempuan dari arah pintu masuk restoran.

"Hahaha ... benar sekali!"

Suara sepatu hak tinggi beradu dengan lantai marmer. Beberapa wanita berpakaian mewah berjalan masuk sambil membawa tas-tas bermerek. Di tengah rombongan itu, Marta melangkah dengan dagu terangkat tinggi. Awalnya ia tidak menyadari keberadaan Astrid. Namun, begitu pandangannya bertemu dengan menantunya, langkahnya langsung terhenti.

"Oh ...." Senyumnya berubah tipis. "Ternyata kamu."

Astrid menoleh. Senyum sopan tetap menghiasi wajahnya. "Selamat siang, Bu."

Bukannya membalas sapaan, Marta justru mendekati meja Astrid bersama teman-teman sosialitanya.

"Sedang apa kamu di sini?" tanya Marta sambil melirik gambar-gambar di atas meja.

"Saya sedang bertemu klien."

"Klien?" Marta tertawa mengejek. Ia menoleh kepada teman-temannya seolah baru mendengar lelucon yang lucu. "Kalian dengar? Menantu saya sekarang katanya punya klien."

Beberapa perempuan ikut terkekeh. "Astaga, Marta. Menantu kamu hebat juga, ya."

"Iya, padahal dulu saya kira dia cuma sibuk rebahan dan makan, seperti yang sering kamu ceritakan.."

Tawa mereka semakin terdengar jelas.

Astrid tetap duduk tenang. Ia tidak menyela sedikit pun.

Marta justru semakin percaya diri. "Saya ini sebenarnya kasihan sama dia," katanya sambil menggeleng pelan. "Lucas sudah capek-capek bekerja sebagai dokter supaya istrinya hidup enak. Eh, sekarang malah sibuk cari kerja sendiri. Mungkin uang belanja dari suami sudah nggak cukup karena makannya banyak. Lihat saja tubuhnya sampai bengkak begitu."

Ucapan itu membuat beberapa tamu di meja sekitar mulai melirik ke arah mereka. Calon klien Astrid tampak tidak nyaman. Sang istri bahkan terlihat hendak berbicara, tetapi Astrid mengangkat tangan pelan, meminta mereka tetap tenang.

Astrid kemudian berdiri perlahan. Tatapannya mengarah kepada Marta, tetap lembut tanpa sedikit pun menunjukkan kemarahan.

"Bu, terima kasih sudah begitu memperhatikan kehidupan saya," ucap Astrid lembut.

Marta menyilangkan tangan di dada. "Tentu saja. Saya tidak ingin kamu mempermalukan keluarga kami."

Astrid tersenyum tipis. "Kalau memang begitu, saya juga berharap Ibu tidak keberatan kalau saya meluruskan sedikit."

Marta mengernyit. "Maksudmu?"

1
Nar Sih
kayak nya adik bayi ariana udh gk sbr pngen cpt lihat mama papa juga kakak cantik nya
Nar Sih
positip tinking aja astrid ,suami mu gk sama dgn mantan mu yg menilai cuma dri fisik luar
Nar Sih
ternyata bnr ada sabotase proyek ini tpi untung nya pelaku sdh ketemu
Aditya hp/ bunda Lia
anakmu mau brojol tuh Mateoooo ....
Ita rahmawati
mau lahirankah
syh 03
pelakor..penghianat di novel mah lngsung dpt karma..coba di dunia real..boro2 yg ada melenggang santai ga ada malunya 😆😆
syh 03
ga bersyukur udh dpt jabatan bagus eh malah korupsi..emang ada ga sih jabatan yg memang di gunakan dgn jujur dan amanah..tiap hari ada aja berita korupsi di mana2..bhkn jabatan apapun itu 🥹🥹
phi_dvas🌼
👍💪💪
Uba Muhammad Al-varo
Astrid mau lahiran semoga lahirannya diberikan ketabahan, kelancaran dan keselamatan 💪💪💪
sunaryati jarum
Dedek ingin bertemu Kak Ariana,Ayah Theo.
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
ken darsihk
Astrid kontraksi seperti nya debay mau lounching 😍😍
Fa Yun
Uda mau lahiran 😄
Ummee
mulai berasa kontraksi nih kyknya...
Eka Haslinda
mo brojooolll.. semangaattt 💪💪💪
Sri Supriatin
Adik Ariana mo lahir 😍😍👍👍 lanjut thor
Nancy Nurwezia
dedek bayi mau launching🤭🤭
Erni Kusumawati
trauma body Astrid masih membekas ternyata😭😭😭😭
Erni Kusumawati
ada sabotase sepertinya ini
ken darsihk
Jangan insecure begitu Astrid Mateo bukan Lucas
Felycia Fernandez: bener bnget,bahkan Mateo dulu yang bantuin Astrid menjadi kurus seperti sekarang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!