Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Lalu jika Mama tidak mencuri nya, bagai mana sertifikat dan perhiasan itu ada di tangan Mama?" Tanya Raisya dengan tatapan yang penuh dengan ejekan.
Semua orang yang ada di sana terdiam, tidak ada yang berani menyangkal ucapan Raisya. Termasuk Dimas yang terlihat bingung.
"Rumah ini milik ku, rumah ini adalah harta bawaan ku sebelum menikah dengan mu. Jadi silahkan bawa semua keluarga mu pergi dari rumah ini!" Raisya berkata dengan tegas.
"Tidak, kami tidak akan keluar dari rumah ini. Rumah ini sudah menjadi milik ku, karena aku lah yang telah membiayai pernikahan Neta dan Rian!" Dita dengan cepat menjawab ucapan nya Raisya.
"Aku tidak perduli dengan urusan mu, jika kau ingin uang mu kembali, maka silahkan kau minta pada Mas Dimas dan keluarga nya. Tapi rumah ini adalah milik ku, jadi tidak ada hak mu di dalam nya!" Raisya berkata dengan tegas.
"Raisya, berani nya kau menipu kami. Kau sengaja melakukan ini pada kami, dasar istri durhaka!" Umpat Mama Rika.
"Aku kasih waktu satu jam untuk kalian berkemas, segera keluar dari rumah ku. Jika tidak, maka aku akan bawa kasus ini ke jalur hukum!" Raisya mengancam semua orang.
"Raisya, kau tidak bisa melakukan ini pada ku. Aku ini adalah suami mu!" Dimas berkata pada Raisya.
"Kau adalah calon mantan suami, mas. Semenjak kau membawa wanita ini ke dalam rumah tangga kita, aku sudah menganggap rumah tangga kita berakhir!" Raisya berkata dengan nada tegas.
"Raisya, jangan seperti ini. Maafkan mas Raisya, jangan usir kami dari sini!" Dimas memohon pada Raisya.
"Mas, kita tidak akan pergi dari rumah ini. Aku sudah keluar uang banyak untuk pernikahan Neta dan Rian, jadi aku tidak akan keluar dari rumah ini!" Dita berkata pada Raisya.
"Silahkan saja, kau akan berurusan dengan pihak yang berwajib!" Ancam Raisya.
Mama Rika langsung pucat mendengar ucapan Raisya, biar bagai mana pun dia lah yang sudah mencuri perhiasan dan juga sertifikat itu. Tapi bagai mana pun, dia sendiri tidak tahu jika Raisya sudah mengganti nya dengan yang palsu.
"Raisya, maafkan Mama Raisya. Tolong jangan usir kami dari rumah ini, Dias akan meninggal kan Dita!" Mama Rika membujuk Raisya.
"Apa maksud tante? Ingat lah tante, aku sudah keluar uang banyak untuk pernikahan Neta dan Rian. Jadi kalian semua harus mengganti nya selarang, jika mas Dimas ingin meninggalkan aku!" Dita berkata dengan nada yang berapi- api.
"Aku tidak mau melihat drama kalian lagi, cepat kemasi semua barang - barang kalian dan pergi dari rumah ku!" Kembali Raisya mengusir mereka.
"Raisya, kau benar - benar keterlaluan! Berani nya kau mengusir keluarga ku dari rumah nya Dimas!" Alvin ikut meradang mendengar nya.
"Pak, jika dalam satu jam mereka tidak keluar dari rumah ku. Maka silahkan bawa mereka keluar secara paksa!" Raisya berkata pada petugas polisi yang ikut serta dengan nya.
Mendengar ancaman Raisya, nyali mereka semua langsung menciut. Mama Rika tidak percaya bahwa semua nya akan berbalik secepat ini, sertifikat rumah yang dia curi dari kamar Raisya ternyata palsu.
Mereka semua langsung masuk ke dalam kamar nya masing- masing, untuk membereskan barang masing - masing. Impian mereka untuk memiliki rumah ini harus hilang dalam sekejap, Raisya datang bagai kan monster yang menghancurkan mereka.
"Mas, bagai mana ini? Kita akan tinggal di mana?" Tanya Cika dengan cemas pada suami nya.
"Sudah lah, kamu tenang saja. Biarlah semua menjadi urusan Dimas, kita akan ikut kemana dia pergi!" Jawab Alvin menenangkan istri nya.
Alvin tidak merasa pusing memikirkan kehidupan keluarga kecil nya, dia sudah nyaman menggantungkan kehidupan keluarga nya pada Dimas dan Raisya. Tapi saat ini Raisya sudah tidak mau lagi menjadi donatur untuk keluarga ini.
Tidak terasa, waktu satu jam yang di berikan oleh Raisya sudah berlalu. Semua keluarga Dimas sudah berkumpul di ruang tamu, tidak terkecuali Dita.
"Silahkan keluar dari rumah ku, aku akan kirimkan surat perceraian pada mu!" Raisya berkata pada Dimas.
"Raisya,,,!"
"Cukup mas, keluar sekarang atau kalian semua akan di seret secara paksa!" Kembali Raisya menegaskan.
"Awas kau Raisya, aku akan membalas semua perbuatan mu pada ku!" Cika berkata sebelum keluar dari rumah itu.
Mereka semua keluar sambil menyeret koper nya masing - masing, tatapan mata mereka tajam seperti tatapan mata elang yang menatap mangsa nya. Tapi Raisya tidak perduli, dia tidak akan pernah lagi membiarkan para benalu itu tinggal di rumah nya.
Raisya tidak bisa memaafkan mereka, mereka yang tidak pernah bisa menghargai pengorbanan nya. Selama bertahun - tahun menjadi donatur keluarga ini, tapi kini Raisya memilih mundur.
Sementara itu di luar, saat ini mereka tengah berdiri di dekat mobil nya Dimas. Kemarin Dita datang ke rumah ini tidak membawa mobil nya, jadi sekarang mereka pergi dengan menggunakan mobil nya Dimas.
"Dita, sekarang ini kita pergi ke rumah mu!" Mama Rika berkata pada Dita dengab nada lembut.
"Rumah ku kecil tante, tidak bisa menampung kalian semua!" Dita menolak keinginan mereka dengan wajah cemberut.
"Dita, ini hanya sementara nak. Tolong kami, biarkan kami tinggal di rumah mu. Setelah ini Dimas pasti bisa merebut rumah itu kembali, rumah itu milik Dimas!" Mama Rika membujuk Dita agar mau menampung mereka di rumah nya.
Dita tidak menjawab, dia sebenar nya kesal pada Mama Rika. Dita merasa bahwa Mama Rika dan yang lain nya telah menipu nya, sertifikat rumah yang mereka janjikan ternyata palsu.
"Ayo lah Dit, hanya sementara saja!" Bujuk Dimas.
"Baik lah mas, hanya sementara ya!" Dita akhir nya setuju dengan permintaan mereka, walaupun sebenarnya di dalam hati nya dia merasa keberatan.
Dimas melajukan mobil nya meninggal kan halaman rumah mewah yang selama beberapa tahun ini dia tempati bersama keluarga nya. Hari ini dia harus meninggal kan rumah itu, rumah tangga nya dan Raisya terancam hancur.
"Dimas, kamu jangan diam saja. Jika kau dan Raisya berpisah, maka kau harus mendapatkan harta gono- gini. Rumah dan mobil yang di pakai oleh Raisya juga menjadi milik mu!" Mama Rika mulai menghasut putra nya.
"Mas, aku tidak mau tahu. Rumah itu harus menjadi milik ku, aku sudah keluar uang banyak buat pernikahan Dias dan Rian!" Dita berkata dengan wajah kesal.
Semua orang terdiam mendengar ucapan Dita, Mama Rika begitu yakin bahwa rumah itu akan menjadi milik mereka, bagai mana pun cara nya. Sedangkan Alvin, dia tidak perduli sama sekali dengan masalah yang tengah menimpa keluarga mereka. Yang terpenting bagi nya, semua kebutuhan keluarga nya terpenuhi semua tanpa harus dia bekerja keras.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄