NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

​"Devan... pria bodoh itu... dia benar-benar sudah menikah dengan Bu Clarissa?" gumam Siska dengan suara bergetar.

​Rasa cemburu yang luar biasa besar dan rasa penyesalan yang sangat pahit mulai menggerogoti ulu hatinya tanpa ampun.

​Siska teringat bagaimana Devan selalu memperlakukannya dengan sangat lembut dan penuh perhatian selama dua tahun terakhir ini.

​Bahkan pria itu rela hidup hemat hanya agar bisa mengirimkan uang puluhan juta untuk biaya rumah sakit ibunya pagi ini.

​"Seharusnya posisi Bu Clarissa itu adalah posisiku... Devan itu milikku." batin Siska dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena rakus dan gengsi.

​Siska mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia menolak menerima kenyataan bahwa pria yang baru saja dia buang ternyata bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih segalanya dari dirinya.

​"Aku harus cari tahu kebenarannya, mungkin Devan hanya dipaksa dan dia sebenarnya masih mencintaiku." pikir Siska mencoba menipu dirinya sendiri dengan harapan palsu.

​Sore harinya, mobil sport Clarissa berbelok memasuki kawasan elit perumahan paling mewah di kota.

​Gerbang besi raksasa terbuka secara otomatis saat mobil Clarissa mendekat ke sebuah rumah megah bergaya Eropa klasik.

​Rumah itu lebih cocok disebut sebagai sebuah istana kecil karena halamannya yang sangat luas dan dipenuhi taman bunga yang terawat rapi.

​Devan turun dari mobil dan menatap bangunan mewah di depannya dengan tatapan biasa saja.

​Dia pernah tinggal di markas militer bawah tanah yang jauh lebih besar dan canggih dari rumah ini.

​"Mulai hari ini kamu akan tinggal di sini bersamaku." ucap Clarissa sambil menyerahkan kunci cadangan rumah kepada Devan.

​"Tapi ingat, kamarmu ada di lantai satu di sayap kiri bangunan, sedangkan kamarku ada di lantai dua." jelas Clarissa mulai membuat aturan batas wilayah.

​"Kamu dilarang keras naik ke lantai dua tanpa izinku, apakah kamu mengerti?" ancam Clarissa menatap tajam ke arah mata Devan.

​"Sangat mengerti bos, lagipula naik tangga itu melelahkan." jawab Devan dengan sangat santai sambil berjalan mengekor masuk ke dalam rumah.

​Begitu pintu utama terbuka, beberapa pelayan berseragam rapi langsung menunduk hormat menyambut kedatangan majikan mereka.

​Seorang wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di rumah itu melangkah maju.

​"Selamat datang kembali, Nona Clarissa." sapa wanita paruh baya itu dengan ramah sebelum matanya tertuju pada sosok asing di belakang Clarissa.

​"Nona, siapa pria tampan yang datang bersama Anda ini?" tanya kepala pelayan itu dengan raut wajah kebingungan karena majikannya tidak pernah membawa pria ke rumah.

​Clarissa berdeham pelan mencoba membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering.

​"Bi Inah, tolong siapkan kamar tamu di sayap kiri." perintah Clarissa berusaha menjaga nadanya senormal mungkin.

​"Pria ini bernama Devan, dan mulai hari ini dia... dia adalah suamiku." ucap Clarissa dengan sangat canggung dan terbata-bata.

​Prang!

​Bi Inah tanpa sengaja menjatuhkan nampan kosong yang sedang dipegangnya ke lantai marmer karena terlalu syok.

​"S-suami? Nona Clarissa sudah menikah?" teriak Bi Inah dengan mata melotot nyaris tidak percaya.

​Devan langsung melangkah maju dan tersenyum sangat ramah kepada wanita paruh baya tersebut.

​"Salam kenal Bi Inah, mohon bantuannya mulai dari sekarang ya." sapa Devan dengan sangat sopan.

​Bi Inah masih bengong menatap Devan dari atas ke bawah, dia benar-benar kehabisan kata-kata melihat senyum menawan pria itu.

​Tiba-tiba, suara dering telepon rumah yang sangat keras memecah keheningan di ruang tamu megah tersebut.

​Bi Inah buru-buru berlari kecil untuk mengangkat gagang telepon di meja sudut ruangan.

​"Halo, kediaman Nona Clarissa." sapa Bi Inah sebelum wajahnya berubah menjadi sangat pucat dalam hitungan detik.

​Bi Inah menoleh ke arah Clarissa dengan tangan yang gemetar memegang gagang telepon.

​"Nona... ini dari Tuan Besar Sanjaya." bisik Bi Inah dengan nada ketakutan yang sangat kentara.

​Wajah Clarissa seketika berubah menjadi seputih kertas saat mendengar nama keluarga mafia kotor tersebut.

​Clarissa tahu bahwa kabar pernikahannya pasti sudah sampai ke telinga Keluarga Sanjaya, tapi dia tidak menyangka serangannya akan secepat ini.

​Clarissa menarik napas panjang dan melangkah maju untuk mengambil gagang telepon itu dengan tangan yang sedikit bergetar.

​Namun sebelum tangan Clarissa berhasil menyentuh gagang telepon, sebuah tangan besar yang terasa sangat hangat mendahuluinya.

​Devan merebut gagang telepon itu dari tangan Bi Inah dan langsung mendekatkannya ke telinganya sendiri.

​"Halo, dengan siapa di sana?" sapa Devan dengan nada suara datar namun mengandung tekanan intimidasi yang luar biasa mematikan.

​Clarissa membelalakkan matanya ngeri melihat kelancangan Devan yang berani mengangkat telepon dari mafia paling ditakuti di negara ini.

1
Mamat Stone
tetap semangat Thor /Good/
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor /Ok/
kiyoe: terima kasih kak sudah bersedia meluangkan waktu membaca novel saya dari bab awal sampai akhir saya mohon maaf apa bila ada kesalahan 🙏
total 1 replies
herupratama_
Bikinan Ai
kiyoe: makasih kak udah menilai dan menuduh saya mengunakan ai semoga sehat selalu ya kak
total 1 replies
herupratama_
Ura usah ngarang, megono panganan khase wong Brebes. Kiye jelas tulisane AI
kiyoe: gak sekalian kak soto tauco sama sate keong nyaa di claim juga kak makanan khas orang Brebes 🤣
total 2 replies
herupratama_
Pekalongane nding ndi su
Mrene bae dolan maring Brebes su
kiyoe: emang kalau author suruh main ke Brebes mau di jamu sama apa kak
total 1 replies
Asmara Kacau
sangat keren
Asmara Kacau
ayo up bab selanjutnya thor
kiyoe
alur cerinya sangat bagus
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Romi
apa²an,pendek² bener bab nya,sekalian aja sehuruf sebab su
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
😈👻😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!