NovelToon NovelToon
Grandmaster Yang Terlupakan

Grandmaster Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Lin Qian adalah sosok misterius yang menyembunyikan kekuatan dahsyatnya di balik kehidupan sederhana sebagai pemilik Pusat Seni Bela Diri di Kota Yunzhou. Di matanya, kehidupan fana adalah pelarian dari dunia persilatan yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Namun ketenangan itu terusik ketika murid kesayangannya, Han Yu, hampir tewas akibat konspirasi licik Han Bojin dari Kamar Dagang Yunzhou. Kejadian itu memaksa Lin Qian keluar dari bayang-bayang ketenangan dan menunjukkan secuil kekuatan sesungguhnya—kekuatan yang bahkan membuat seorang Kaisar Bela Diri sekelas Ye Bei berlutut ketakutan hanya dalam hitungan detik.
Kini, berbagai pihak mulai melirik keberadaan Lin Qian. Ada yang ingin berlindung di bawah naungannya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang—karena ketidaktahuan—berani mengusiknya.
Semuanya akan segera menyadari satu kebenaran yang sama:
Ada langit di atas langit. Dan langit itu bernama Lin Qian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Penjaga Pintu Baru

"Masakan senior 'Lin sungguh luar biasa lezatnya!"Patriark Tianhe berseru dengan wajah memerah karena puas. Ia tak pernah membayangkan nasib seindah ini — bukan hanya diizinkan masuk ke dapur, tetapi juga duduk semeja menikmati hidangan yang dimasak langsung oleh tangan sang Senior. Hati Patriark dipenuhi rasa bangga yang meluap. Berada seakrab ini dengan sosok sekaliber Lin Qian adalah kehormatan yang bisa dibanggakan sampai tujuh turunan.

Ia berdiri tegak, menuangkan anggur dengan hormat, lalu mengangkat cangkirnya tinggi dan meminum isinya sampai tetes terakhir.

Mei Lian pun berdiri dengan gerakan anggun namun penuh ketulusan, menangkupkan kedua tangan sambil memegang cangkir. "Kesalahan di masa lalu sepenuhnya adalah kelancangan saya. Terima kasih atas kemurahan hati Tuan Lin. Anggur ini saya persembahkan sebagai tanda bakti dan rasa hormat."

"Haha, kalian berdua ini terlalu sopan. Santai saja, anggap rumah sendiri," jawab Lin Qian sambil menerima penghormatan itu dengan tenang.

Di balik tirai ruang samping, Xue Yan ....sang Serigala Iblis Pemakan Surga yang kini berwujud anjing besar — mengintip dengan napas tertahan. Tanda berbentuk matahari di dahinya berkedip samar, mata iblisnya meneliti segalanya dengan ketajaman indra klannya.

Orang tua itu… batin Xue Yan bergumam penuh keterkejutan. Meski pandai menyembunyikan aura, ia takkan bisa menipu indra klan kami. Kekuatannya… dia berada di ranah Raja Bela Diri! Tingkatan itu setara dengan Raja Yao di bangsa kami!

Pandangannya beralih ke Mei Lian. Dan gadis itu… bakatnya mengerikan. Waktu saja yang ia butuhkan untuk tumbuh menjadi kekuatan besar.

Xue Yan semakin bingung, kepalanya bergeleng tak mengerti. Dua tokoh penting macam ini — satu penguasa wilayah, satu lagi jenius luar biasa — mengapa bersikap begitu tunduk kepada seorang manusia biasa?

Saat lamunannya masih kalang kabut, pandangannya kembali jatuh pada sosok Lin Qian.

Desss...,...

Semuanya menjadi jelas bagaikan kilat menyambar di benaknya.

Manusia fana mana yang bisa membuat Raja Bela Diri bersujud hormat? Manusia fana mana yang punya senjata tingkat Roh berserakan seperti sampah di gudang belakang? Manusia fana mana yang punya lukisan bela diri berisi niat membunuh dewa di ruang tamunya?!

Pasti begini ceritanya, batin Xue Yan meyakinkan diri. Ayahanda Kaisar pernah bercerita — banyak ahli manusia punya kebiasaan aneh. Punya kekuatan dahsyat, tapi suka berpura-pura lemah, hidup menyamar di dunia biasa. Berperan seperti babi untuk menelan harimau. Dia pasti salah satu dari mereka!

Kakinya terasa lemas seketika. Berdasarkan semua yang ia lihat — barang cacat pun sudah berperingkat Roh, lukisan biasa mengandung Dao — ia yakin kekuatan sosok ini setara, bahkan mungkin melampaui ayahnya sendiri.

Pantas saja saat aku menabraknya, dia sama sekali tidak bergeming. Ternyata aku sedang menabrak gunung es yang tak kasat mata! Bodoh sekali aku, tadi malah berniat membalas dendam… itu sama saja telur menghantam batu karang!

Namun kebingungan lain muncul. Kenapa dia menangkap ku?, Ditangkap tapi tidak dibunuh, tidak disiksa… tapi juga tidak dilepas. Hal yang tak bisa dimengerti inilah yang paling menakutkan.

Saat lamunannya sedang kacau, suara Lin Qian terdengar jelas.

"Kalian berdua datang terburu-buru hari ini. Kalau ada waktu luang, silakan datang lagi kapan saja. Nanti kita sembelih anjing liar ini, masak sup daging yang enak buat teman minum anggur."

"Ah… tentu saja! Suatu kehormatan besar!" jawab Patriark Tianhe antusias, meski hatinya berdebar. Ia paham betul siapa anjing liar yang dimaksud. Tapi rasa takutnya hilang seketika. Kalau sampai klan Serigala Iblis mencari masalah, mereka harus pikir dua kali karena daging itu kita makan bareng Senior.

Xue Yan yang mendengar semuanya dari balik pintu hampir jatuh terguling.

Jadi… aku ditangkap, ditendang, diseret, dikurung… cuma buat dijadikan sup?! 😭😭 Dasar manusia kejam!

Keputusasaan menyelimuti seluruh jiwanya. Ia meringkuk di sudut, tubuhnya gemetar.

Apa yang harus aku lakukan? Melawan? Tidak mampu. Lari? Tidak bisa. Aku Putra Mahkota Klan Serigala Iblis… kalau mati jadi sup tanpa ada yang tahu, aku malu seumur hidup!

Tiba-tiba matanya berbinar.

Tidak! Aku tidak boleh mati! Aku keluar dari klan demi membuktikan diri, demi membuat Ayah mengakui ku. Masa depanku masih panjang!

Tekad bulat mengisi dadanya. Keputusan sudah diambil.

Aku akan minta ampun. Bersikap baik dan patuh. Asalkan bisa bertahan hidup, pasti ada jalan keluar nanti.

Setelah makan dan minum, suasana berangsur tenang. Patriark Tianhe dan Mei Lian bangkit berdiri untuk berpamitan.

"Terima kasih atas jamuan hari ini, Tuan Lin. Kami mohon diri," kata Patriark dengan nada hormat yang mendalam.

"Baiklah. Han Yu, antar tamu sampai depan ya," perintah Lin Qian santai sambil bersandar malas.

"Siap, Guru." Han Yu mengantar keduanya sampai ke gerbang depan dengan sopan.

Setelah sosok Han Yu kembali masuk, Patriark Tianhe berdiri di pinggir jalan menatap langit. Baru beberapa langkah menjauh, ia menyadari perubahan besar dalam dirinya. Alam kultivasinya yang tadinya tidak stabil setelah menerobos ke ranah Raja Bela Diri, kini menjadi kokoh, padat, dan tenang — setara dengan Raja Bela Diri yang sudah berpuluh tahun duduk di posisinya.

"Perjalanan ini… benar-benar tak sia-sia," desahnya haru.

Di sampingnya, Mei Lian terlihat sangat lega. Beban berat rasa bersalah yang menindihnya selama beberapa hari akhirnya hilang lenyap.

"Hanya satu hal yang masih mengganjal…" gumam Patriark sambil menatap pintu kios. "Muridnya, Han Yu… aku masih tidak melihat keistimewaan apa pun. Meridiannya tertutup, tak ada energi, bakat nol. Tapi kalau dia benar-benar biasa saja, bagaimana mungkin diterima oleh Pakar sehebat itu?"

Ia menggelengkan kepala penuh tanda tanya. "Xue'er, begitu kita kembali ke Sekte, cari di perpustakaan sejarah dan ensiklopedia kuno. Pasti ada sesuatu yang kita lewatkan dari anak itu."

"iya. , Guru."

Keduanya berubah menjadi dua garis cahaya yang melesat menuju Gunung Baiyun, hati mereka penuh kepuasan dan wawasan baru.

Di halaman belakang kios, setelah Han Yu membereskan meja, Lin Qian berjalan santai menuju kursi malas kesayangannya.

Namun saat melewati sudut dinding, ia tertegun.

Di kakinya, Xue Yan duduk bersimpuh, menatapnya lekat-lekat dengan pandangan penuh harap dan permohonan.

"Eh?" Lin Qian mengerutkan kening. "Bukankah ini anjing liar yang kutangkap kemarin? Badannya cukup kuat juga ya, ditendang sekeras itu masih hidup." Ia menggaruk kepala.

Xue Yan tahu ini saatnya. Dengan hati berdebar dan rasa malu yang ditelannya bulat-bulat, ia perlahan menekuk keempat kakinya, lalu menjatuhkan tubuhnya bersujud ke tanah — kepala menempel rata di lantai di depan kaki Lin Qian.

Bagi Xue Yan, Putra Mahkota Klan Serigala Iblis, bersujud di depan manusia adalah penghinaan terbesar dalam hidupnya.

Tapi hidup lebih penting dari gengsi. Nanti kalau sudah kuat, lihat saja!

Bagi Lin Qian tingkah laku anjing liar terlihat lucu di bawah kaki nya

Xue Yan mengangguk-anggukkan kepalanya cepat, ekornya bergoyang-goyang pura-pura manja.

Lin Qian tersenyum. Ia teringat peliharaannya di kehidupan yang lalu. "Dasar anjing liar. Ya sudah, pergi bermain di sana."

Hati Xue Yan meloncat gembira. Dia orang baik! Pakar Agung ini berhati lembut!

Lin Qian menggunakan ujung kakinya untuk mengangkat dagu Xue Yan agar menengadah. "Lucu juga anjing ini. Baguslah."

Xue Yan menahan amarah yang meluap deras. Dasar manusia sombong! Aku ini pangeran! Berani menyentuh wajahku dengan kakimu?! Ia menelan semuanya, memaksakan diri terlihat manis dan patuh.

"Kebetulan aku butuh penjaga di sini. Kurang satu orang jaga pintu," kata Lin Qian sambil berpikir sejenak. "Ya sudah, kamu tetaplah di sini. Jadilah penjaga pintu kios ini."

Mata Xue Yan terbelalak. Apa?! Tidak dibunuh, tapi jadi budak penjaga pintu?!.tentu saja Lin Qian tidak mendengar nya ,jika tidak.....

"Tidak mau?" batin Lin Qian, matanya menyipit sedikit.

mata itu terdengar biasa saja — tapi bagi Xue Yan, itu sama saja ancaman kematian.

guukkk....guukkk,! Daripada jadi sup, mending jaga pintu dulu!

Ia menggonggong keras,sambil mengangguk kan kepala berkali-kali.

"Baguslah." Lin Qian tersenyum puas, lalu berpikir sejenak. "Kalau begitu harus ada nama. Keuangan kita agak pas-pasan nih sekarang ada murid. Biar bawa hoki dan rezeki… namamu Wangcai saja. Tugasmu bawa banyak tamu dan pelanggan ke sini biar dapat uang lebih."

Wang… Wangcai?!

Xue Yan rasanya ingin pingsan di tempat. Nama apa itu?! Nama anjing kampung! Aku Serigala Iblis Pemakan Surga, Putra Kaisar! Nama keren apa saja lebih bagus dari ini!

Tapi ia tak berani bersuara. Bertahan hidup dengan nama jelek masih jauh lebih baik dari mati dalam sup.

Lin Qian sama sekali tidak tahu isi hati makhluk peliharaannya itu. Ia hanya mengira ini anjing liar biasa yang cukup unik. Melihat Wangcai terlihat kurus, ia berseru ke arah dalam kios.

"Han Yu! Jangan dibuang sisa makanan tadi! Bawa ke sini, kasih makan teman barumu ini!"

-----Bersambung Bab 7 -------

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kenapa sang ahli alkemis sampe belepotan kotoran🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣musim kawin
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣dirampok sampe telanjang
Hadi Hadi
up to pdf 😍😍
Hadi Hadi
semangat 👍👍
Hadi Hadi
😍😍😍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣jurus pamungkas pura2 mati🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣cuma lewat saja🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
wahahahahaha...mantap Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣senjata makan tuan 🤣🤣
Doanta Charo
astaga baru ini baca novel kultivasi ngakak abisss🤣🤣🤣🤣p
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
penyesalan memang datang dibelakang 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha... kejutan demi kejutan
Hadi Hadi
up up up 💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha terimakasih Thor selalu update.. sehat2 selalu 👍😀
Hadi Hadi
lanjut 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!