NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:290.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Dunia Kemuning seakan berhenti, dalam satu detik yang terasa sangat panjang. Matanya membelalak, menatap kosong ke arah dokter, tetapi seolah tidak benar-benar melihat apa pun. Napasnya tercekat di tenggorokan, berat, seperti ada sesuatu yang menahan dari dalam. Dia tenggelam dalam keheningan yang menyesakkan. Satu kalimat yang terus berputar di kepalanya, berulang-ulang tanpa henti, seperti gema yang menghantam dinding hatinya dengan keras, penyebab Anda belum hamil.

Tangan Kemuning perlahan mencengkeram seprai, jemarinya menegang hingga buku-bukunya memutih. Tubuhnya mulai gemetar, bukan karena dingin, tetapi karena sesuatu yang jauh lebih dalam, rasa yang tidak bisa ia jelaskan. 

“Ti-tidak mungkin,” bisiknya pelan, suaranya nyaris tidak terdengar, pecah di tengah jalan. Air mata mulai menggenang di sudut matanya, menggantung sebelum akhirnya jatuh satu per satu. 

Selama ini semua hinaan yang ia terima, semua tuduhan yang diarahkan padanya, semua rasa bersalah yang ia telan sendirian setiap hari, ternyata bukan karena dirinya? Pikiran itu terasa terlalu berat untuk diterima.

“Lalu, hasil pemeriksaan saya yang dulu itu bagaimana, Dok?” Suara Kemuning bergetar, rapuh, seperti benang yang hampir putus. Dia menatap dokter dengan mata penuh harap sekaligus takut, seolah berharap semua ini hanya kesalahan. Namun, harapan itu runtuh seketika saat dokter membuka berkas lain, wajahnya berubah serius. 

“Kami juga menemukan kejanggalan pada laporan pemeriksaan sebelumnya. Ada indikasi pemalsuan data.”

Deg!

Jantung Kemuning seperti jatuh ke dasar yang dalam. Dadanya terasa kosong sekaligus sesak dalam waktu yang bersamaan. Pikirannya langsung berputar liar, menyusun kepingan-kepingan yang selama ini tidak pernah ia curigai. 

Aditya, nama itu muncul begitu saja di benaknya. Semua laporan hasil pemeriksaan itu selalu dipegang oleh suaminya. Semua hasil selalu dia yang menjelaskan dengan nada meyakinkan.

Tidak pernah sekalipun Kemuning melihat langsung dengan matanya sendiri tanpa perantara. Tangannya mulai gemetar hebat. Air matanya jatuh semakin deras, membasahi pipinya tanpa bisa dia hentikan. 

Siang hari Aditya dan Bu Ratih datang ke rumah sakit setelah tahu Kemuning tertabrak. Aditya masuk dengan wajah yang terlihat cemas. Langkahnya cepat menghampiri tempat tidur.

“Kemuning, kamu sudah sadar?” tanya Aditya dengan nada khawatir.

Kemuning menoleh pelan. Menatap suaminya. Pria yang selama ini dia cintai dengan perasaan yang kini berbeda. Wajahnya tidak lagi menunjukkan apa-apa, justru rasa marah mulai menyusup di dalam hatinya. Namun, dia tidak boleh menunjukkan perasaannnya itu.

“Mas, aku takut. Aku sempat berpikir kalau aku tidak akan selamat,” ucap Kemuning lirih, pura-pura lemah tak berdaya.

Aditya langsung duduk di sampingnya. Tangannya meraih tangan Kemuning. “Sudah, jangan pikirkan macam-macam. Kamu cuma kecelakaan, nanti juga sembuh,” katanya cepat, seolah ingin mengalihkan.

Kemuning menggenggam tangan itu, walau hati kecilnya enggan.

“Kamu itu dasar ceroboh, ya! Nyebrang jalan tidak lihat-lihat,” bentak Bu Ratih dengan muka judes. 

Bukan kecemasan yang terlihat dari ekspresi wajah wanita paruh baya itu, justru malah rasa kesal dan marah. Seharian kemarin dia menunggu kedatangan Kemuning karena ingin makan rujak. Namun, sampai malam sang menantu enggak juga pulang.

“Kenapa sih kamu masuk ke rumah sakit swasta ini? Di sini kan mahal!” celetuk Aditya yang kesal, menutupi sesuatu yang lain.

“Tenang saja, Mas. Biaya pengobatan sudah ditanggung oleh keluarga yang menabrak aku,” balas Kemuning dan Aditya pun memalingkan wajahnya.

Arkatama masuk ke dalam ruang rawat membawa makanan untuk Kemuning. Di waktu yang bersamaan Aditya dan Bu Ratih menoleh. 

“Siapa kamu?” tanya Bu Ratih dengan tatapan sinis.

“Kenalkan, Bu, saya Arkatama,” jawab pria yang berpakaian kemeja berwarna biru itu dengan sopan.

“Apa kamu yang sudah menabrak istriku?” tanya Aditya menatap tajam.

Arkatama terdiam sejenak. “Aku orang yang harus bertanggung jawab atas hal yang menimpa Mbak Kemuning saat ini,” jawabnya.

Aditya melihat jam tangan yang dipakai oleh Arkatama. Dia yakin itu jam yang mahal. 

“Aku harap kamu tidak hanya membayar biaya pengobatan saja, tetapi harus ganti materi lainnya,” ucap Aditya, dari pancaran matanya jelas tersimpan rencana licik.

“Mas ...!” Kemuning menggoyangkan tangan Aditya, tidak setuju dengan ucapan suaminya.

“Benar,“ lanjut Bu Ratih tegas, mendukung putranya. “Kamu juga harus kasih kita uang dua puluh lima juta.”

“Bu—” Kemuning tidak suka suami dan ibu mertuanya memanfaatkan keadaannya saat ini.

“Baiklah,” ucap Arkatama di waktu yang bersamaan. Baginya uang segitu tidak masalah.

Bu Ratih dan Aditya saling melirik. Lalu, keduanya tersenyum tipis.

“Kita tunggu transferannya, ya!” kata Bu Ratih penuh semangat.

Sungguh, Kemuning kesal dan marah akan sikap ibu dan anak yang menurutnya tidak tahu malu.

Malam itu, kamar rawat Kemuning terasa sunyi. Lampu redup menyala di sudut ruangan, menciptakan bayangan panjang di dinding putih yang dingin. Suara detak alat medis terdengar pelan, berulang, seperti mengingatkan bahwa ia masih hidup, meski hatinya terasa mati perlahan.

Kemuning terbaring dengan mata terbuka. Dia tidak tidur dan tidak juga bergerak. Hanya menatap langit-langit tanpa fokus. Air matanya sudah berhenti mengalir sejak beberapa waktu lalu. Bukan karena rasa sakitnya hilang, justru karena sudah terlalu penuh dan sesak, sampai tidak ada lagi yang bisa keluar.

Namun, di balik wajahnya yang terlihat lemah, pikiran Kemuning mulai bekerja.Satu per satu potongan ingatan bermunculan, seperti serpihan kaca yang tajam.

Kemuning mengingat bagaimana Aditya selalu bersikeras ikut setiap kali ia periksa ke dokter. Tidak pernah memberi kesempatan padanya untuk mendengar penjelasan langsung sendirian. Semua hasil selalu ia yang pegang. Semua kesimpulan selalu dia yang sampaikan.

“Dokternya bilang kamu sehat, cuma butuh waktu.”

Kalimat sama itu, selalu diucapkan oleh Aditya dan terdengar meyakinkan.

Kemuning selalu percaya. Ia juga teringat “vitamin” yang harus dia minum setiap hari. Aditya yang selalu mengingatkan dengan nada tegas jika dia lupa. Bahkan terkadang memarahinya jika dia menolak.

“Ini buat kebaikan kamu, agar rahim kamu subur dan siap punya anak.”

Dulu, kalimat itu terasa hangat. Sekarang, terasa seperti racun.

Napas Kemuning tersengal. Dadanya terasa seperti diremas kuat oleh sesuatu yang tidak terlihat, sakit dan perih. Lebih sakit dari luka mana pun yang ada di tubuhnya saat ini. 

“Ja-jadi se-lama ini aku selalu di-bohongi ...,” ucap Kemuning patah-patah, hilang di tengah isak tangis yang mulai tak tertahan. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Kata-kata itu terasa terlalu berat untuk diucapkan, terlalu menyakitkan untuk diakui.

Air matanya mengalir tanpa henti. Dunia di sekitarnya kembali terasa kabur, tetapi kali ini bukan karena benturan, melainkan karena hatinya yang benar-benar hancur. 

Napas Kemuning tertahan sejenak. Tangannya mengepal di atas selimut.

Di tengah semua rasa sakit itu, satu hal perlahan menjadi jelas di dalam dirinya dan tak terbantahkan. Semua ini bukan kebetulan. Kemungkinan selama ini, dia tidak pernah benar-benar sakit. Ia telah dikhianati.

“Aditya ...,” bisiknya lirih, suaranya hampir tak terdengar. Untuk pertama kalinya sejak ia menikah, nama itu tidak lagi terasa hangat di hatinya. “Aku tidak akan membiarkan kamu ...!”

1
Sri Widiyarti
kebiasaan di novel kenapa mantan selalu kembali dengan tidak tahu malunya 🤦🤦🤦
Mundri Astuti
bagus arka jangan biarkan masa lalu kembali merecoki keluarga kamu yg skrg, kemuning mau menerima Arya itu poin pentingnya arka, sehingga bisa harmonis, masa lalumu tdk bisa kehadiran Arya di rmh tanggamu yg dulu
Jetva
keren..
Jetva
SUDAH BENAR ARKA RAK TANGANI KASUS TAMARA...DIPERSIDANGAN BISA SAZA MOMEN ITU DIPAKAI UTK MENGHUJAT BALIK TAMARA N ARKA..SECARA RAMLI DULU SELINGKUH DGN TAMARA..BISA SAZA ADA TUDUHAN TAMARA BALIK LAGI AMA ARKA ATW ARKA PEGANG KASUS TAMARA AGAR BERCERAI DR RAMLI AGAR BS KEMBALI BERSAMA TAMARA..........ARKA OTAKNYA SEHAT...TAMARA KAYAKNYA GA TAU DIRI...
Fyrly
Benar Arka tegas tidak mau menjadi pengacara Tamara biar meminimalkan dampak buruk bagi rumah tangganya, sepertinya Tamara mau memanfaatkan perceraiannya untuk mendekati Arka lagi
Lee Mba Young
Bagus Arka kl bisa teges gk berhub dng masalalu. krn nnti kl sidang a lot mereka bertemu tiap Hari pa gk cinlok lagi 🤣 palagi pernh berhub 😄. inget rasa lah...
gina altira
Sudah bener Arka jgn mau terlibat dengan masa lalu. Ada kemuning dan Ziya yg harus kamu lindungi,
Zhang Wuyang (张五阳)
jadian dong pliss kalau gak jadian ku jodohin sama walid
Zhang Wuyang (张五阳): hehe nonton Walid yoo Thor Walid ada S2 loh 😄
total 2 replies
Eonnie Nurul
laki2 ya gitu harus tegas kalau masih bisa jangan berhubungan dengan mantan dan lebih tepat nya buanglah mantan pada tempatnya 🤪
Sri Supriatin
Semoga tercapai beli HP barunya Thor, sy bc marathon nich 🤭💪💪💪
Vie
sama2 pernah merasakan hati yang hancur dan sekarang sama2 saling menyembuhkan dengan kekuatan cinta mereka berdua.... luka tidak akan pernah bisa hilang sepenuhnya, selalu meninggalkan bekas walau itu hanya samar,, dan itu akan tersimpan sangan jauh dan dalam di hati yang terdalam, tapi tidak sepenuhnya bisa ditutupi......
Sri Supriatin
Sedih bcnya Thor, pengalaman anak itu diurus n dioerhatiiin lebih meresap dan berbakti drpd dicerewetin... Tapj tergantung juga sy g. Bisa bandingin Karena cuma dititipin satu anak laki2... Alhamdullilah putraku sampe skrng buat ibunya bersyukur 🙏🙏🙏
Ma Em
Tamara penyesalanmu sdh terlambat , semoga saja Arkatama tdk akan kembali lagi pada Tamara setelah mendengar bahwa Tamara menyesal .
Ita rahmawati
nah kalo kamu beneran menyadari kesalahanmu Tamara harusnya kamu menjauh dari arkatama yg udh bahagia bknnya malah mendekat mepet LG 🤦
sengaja kamu ya jgn2 ada udang di balik batu 🤣
Retno Harningsih
up
Sugiharti Rusli
karena baik Arka dan Kemuning sama" korban pengkhianatan mantan pasangan nya, semoga mereka bisa saling menguatkan yah dalam mengarungi rumah tangganya,,,
Sugiharti Rusli
yah semua memang berasal dari kebodohan dan sifat egois seseorang yang mencari kesenangan dengan orang lain,,,
Sugiharti Rusli
makanya konsen Arkatama dalam membela seorang istri yang dikhianati dan disakiti karena ibu dan dirinya sendiri jadi korban yah,,,
Sugiharti Rusli
jadi dia tahu persis luka yang abangnya alami, apa lagi secara ga langsung Arka jadi korban tuai yang ayahnya berikan kepada bu Arumi yah ini,,,
Sugiharti Rusli
oh bahkan dahulu si Arya yah yang jadi saksi perselingkuhan kakak iparnya Tamara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!