NovelToon NovelToon
Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Menikahi tentara
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

Cuma niat periksa batu ginjal, si komandan dingin malah "salah dibuka celananya" oleh dokter magang sok berani.
Satu kalimat "saya tanggung jawab", dan Keisha resmi jadi istri kontrak Sang Komandan Meriam—pewaris konglomerat Prawira yang paling ditakuti.

Perjanjiannya: tidak boleh saling sentuh.
Kenyataannya: komandan berhati es itu **tak pernah tahan semalam pun**.

"Katanya kontrak, Pak?"
"Kontraknya," bisiknya sambil menariknya mendekat, "mulai malam ini kita tulis ulang."

Yang mereka kira dokter miskin, ternyata putri konglomerat Wijaya yang hilang.
Yang dikira pernikahan palsu, ternyata jerat paling manis.
**Nyonya Meriam sudah pulang—dan sang serigala tak akan melepasnya lagi.**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Bab 29

Rumah Dinas dan Tetangga

"Mas Arya, itu belanjaan, bukan perlengkapan operasi."

Keisha mengejar Arya yang membawa empat kantong sekaligus dari pasar kecil dekat kompleks rumah dinas. Bahu kirinya baru lepas dari balutan dua hari lalu, tetapi lelaki itu tetap menolak membagi beban.

"Ringan," jawab Arya.

"Satu kantong berisi beras lima kilogram."

"Tangan kananku sehat."

Keisha menarik kantong sayur dari jarinya. "Kalau lukamu terbuka lagi, saya tidak mau dengar kata ringan."

Arya membiarkannya mengambil satu kantong. "Baik, Dokter."

Mereka datang ke kawasan rumah dinas RS Kartika untuk orientasi keluarga dan arisan akhir pekan. Arya pernah memakai satu unit kecil ketika jadwalnya padat dan pulang ke Dago tidak praktis. Unit itu kini lebih sering menjadi tempat singgah saat dinas, bukan rumah keluarga mereka.

Keisha baru memahami perbedaannya setelah melihat deretan rumah sederhana yang berdempetan, anak-anak bersepeda di jalan sempit, seragam dijemur di belakang rumah, dan tetangga yang mengetahui siapa pulang larut hanya dari suara mesin.

"Di sini tidak ada rahasia," gumamnya.

"Ada. Hanya umurnya pendek."

Keisha melirik Arya. "Pantas gosip tentang Tata cepat sekali menyebar."

Wajah Arya menegang. "Reza sudah meluruskan."

"Gosip tidak selalu mau diluruskan."

Arya hendak menjawab, tetapi stetoskop di tas Keisha jatuh. Salah satu sisi earpiece-nya longgar. Arya mengambilnya, memeriksa sambungan, lalu mengeluarkan alat kecil dari mobil.

"Kamu bisa memperbaiki stetoskop?"

"Ini hanya baut."

Lima menit kemudian, bautnya memang kencang. Namun earpiece terpasang terbalik.

Keisha mencoba memakainya, lalu menatap Arya. "Pasiennya nanti harus berdiri di belakang kepala saya?"

Arya mengambil kembali stetoskop itu. "Desainnya tidak efisien."

"Kamu yang salah pasang."

"Produsennya membuat arah yang mudah tertukar."

Keisha tertawa untuk pertama kalinya sejak insiden Tata. Arya memperbaiki posisi earpiece dengan wajah serius, seolah sedang menyelesaikan masalah pertahanan negara.

Di halaman bersama, beberapa meja sudah dipenuhi kotak makanan dan gelas teh. Bu Darto, istri Letkol Darto, menyambut Keisha dengan pelukan singkat.

"Akhirnya Bu Komandan datang juga. Masuk grup WhatsApp keluarga, ya. Biar tahu jadwal arisan, posyandu, dan kalau ada yang butuh bantuan."

Keisha dipersilakan duduk di antara para istri prajurit. Sebagian bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, pedagang daring, atau mengurus rumah. Pembicaraan berpindah dari harga cabai, sekolah anak, jadwal dinas yang berubah, sampai siapa yang punya pompa air rusak.

Kehangatan itu terasa nyata. Begitu pula rasa ingin tahu mereka.

"Bu Keisha memang dokter bedah?"

"Pak Arya kalau di rumah masih galak?"

"Benarkah Nyonya Meriam yang membuat Si Meriam mau minum obat?"

Keisha menjawab seperlunya. "Di rumah dia lebih sering mengatur letak bantal."

Tawa meledak di sekeliling meja.

Seorang perempuan di ujung meja berkata, "Untung Pak Arya akhirnya menikah. Dulu kami pikir dia akan kembali dengan Vanya."

Suasana langsung berubah.

Bu Darto meletakkan sendok sedikit keras. "Masa lalu tidak perlu dibawa ke meja istri sahnya."

"Saya cuma bilang apa yang dulu orang pikirkan."

"Sekarang faktanya jelas," jawab Bu Darto. "Keisha istrinya."

Keisha tersenyum berterima kasih, tetapi namanya Vanya sudah terlanjur berada di antara piring-piring.

Perempuan lebih tua di sebelahnya menepuk tangan Keisha. "Jangan dengarkan omongan. Lagipula keluarga Arya itu bukan keluarga biasa. Kamu menikah dengan..."

"Bu, kuenya habis!" seru seseorang dari meja lain.

Kalimat itu terputus. Ketika Keisha hendak bertanya, perempuan tersebut sudah dipanggil untuk membantu membagi makanan.

Arya datang mengantar kantong belanja dan menaruhnya di dekat Keisha. Ia tidak ikut duduk, tetapi membungkuk sebentar.

"Aku dipanggil ke kantor satu jam. Kalau selesai duluan, tunggu di unit."

"Baik. Jangan mengangkat beban lagi."

Beberapa istri tersenyum melihat Si Meriam menerima larangan tanpa protes.

Setelah Arya pergi, notifikasi grup WhatsApp mulai masuk bertubi-tubi. Seseorang mengunggah foto meja arisan. Nama Keisha ditandai dengan tulisan Selamat datang, Nyonya Meriam.

Bu Darto menjelaskan bahwa iuran arisan dicatat terbuka dan pemenang undian bulan ini akan menjadi tuan rumah berikutnya. Ada dana terpisah untuk makanan dan bantuan darurat. Tidak semua istri wajib ikut undian, tetapi grup dipakai untuk mengatur bantuan saat pasangan bertugas, anak sakit, atau keluarga baru pindah.

"Kalau ada informasi dinas, jangan diteruskan keluar grup," pesan Bu Darto. "Dan jangan unggah foto personel tanpa izin. Kita saling membantu, bukan saling mengawasi."

Keisha menyukai aturan itu. Ia memilih ikut dana sosial lebih dulu dan menunda undian sampai memahami ritmenya. Namanya dimasukkan ke daftar kontak medis hanya untuk keadaan darurat, bukan konsultasi gratis sepanjang hari.

"Dokter juga butuh waktu istirahat," kata Bu Darto ketika seseorang bercanda ingin bertanya soal sakit pinggang lewat tengah malam.

"Kalau benar-benar darurat, hubungi layanan medis," tambah Keisha. "Saya bisa membantu arah pertama, tetapi diagnosis tetap perlu pemeriksaan."

Beberapa perempuan mengangguk. Untuk pertama kalinya, Keisha merasa keahliannya diterima tanpa langsung dijadikan kewajiban.

Ada rasa aneh ketika melihat dirinya menjadi bagian dari lingkaran tersebut. Bukan hanya istri kontrak di rumah Dago, tetapi seseorang yang kini diingat tetangga, dimasukkan ke grup, dan ditanya apakah suaminya sudah minum obat.

Arisan hampir selesai ketika sebuah suara lembut terdengar dari jalan.

"Ramai sekali."

Vanya berjalan melewati halaman sambil membawa ransel anak model yang sama dengan milik beberapa keluarga di sana. Ia berhenti tepat di dekat meja dan tersenyum seolah datang tanpa rencana.

"Aku dan Arya teman lama," katanya kepada para istri. "Tata juga dulu sering bermain di dekat rumah dinasnya."

Seluruh tatapan di meja beralih kepada Keisha.

1
paijo londo
Yee si mantan datang ngeclaim kalo Arya punyanya g malu tuh muka badak padahal udah ditolak ma Arya juga🤦🤦
paijo londo
asyiiik Keisha masuk ke sangkar emasnya Arya 😍😍😍moga2;g ada perceraian
paijo londo
ya ampun pertemuan pertama yg menggelikan bikin jantung bedebar🤭🤭🤭salah diagnosis lagi🤦🤦
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!