NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:133k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sadar 32

"Dimana Farrah, ma?"

Amar tidak pergi ke perusahaan. Dia memilih untuk langsung kembali ke rumah Farrah.

"Di kamar lah, mau dimana lagi. Sehari-hari cuma itu yang dia kerjakan. Nangiiiis teros. Emang kalau nangis kayak gitu anaknya bisa hidup lagi apa? Dasar nggak jelas. Kamu lho Mar, punya istri nggak ada yang bener sama sekali. Yang satu mandul, yang satu nggak bisa jaga anak."

"Udahlah Ma, nggak usah nambah-nambahin keruwetan pikiranku. Aku ini lagi pusing. Mama bukannya bantu malah nambahin pusing!"

Amar memekik keras. Dia sungguh sedang merasa kesal hari ini. Rencananya untuk mencari investor gagal total. Tak hanya Bhumi yang menolak, beberapa orang yang sudah dihubungi olehnya beberapa hari yang lalu pun serempak memberi jawaban penolakan.

Entah mengapa bisa seperti itu. Padahal jelas sekali kemarin mereka membuat janji temu hari ini. Namun ketika hendak bertemu dan mengonfirmasinya lagi, semua tiba-tiba berkata tidak bisa.

"Maaf, sepertinya kami tidak bisa bekerja sama dengan FAE. Sebaiknya Anda mencari orang lain saja."

"Maaf, kita tidak bisa bertemu. Soalnya aku sedang ada di luar kota. Dan kayaknya aku nggak bisa rekanan sama kamu, Mar."

Semua benar-benar menolak. Bahkan untuk bertemu saja tidak mau. Penolakan mereka dengan berbagai cara tapi pada intinya mereka menolak. Sungguh membuat Amar bingung sekaligus kesal.

Blak!!

Amar melenggang pergi meninggalkan Yani yang tampak terkejut karena ucapannya. Tapi saat ini Amar sama sekali tidak peduli.

Dia juga membuka pintu kamar dengan sangat kencang sehingga suaranya pun menggema. Di dalam kamar, Farrah tampak sedikit terkejut dengan cara Amar masuk ke kamar. Tak hanya itu wajah Amar saat ini juga terlihat sangat kesal.

"Mana sertifikat toko dan juga bengkel jahit itu. Aku harus jual dua gedung itu biar FAE bisa kembali berjalan seperti duli."

"APA? Kenapa tiba-tiba jual toko."

Farrah menatap wajah Amar dengan sangat serius. Wajahnya jelas meminta penjelasan lebih sekarang.

"FAE lagi nggak baik-baik aja. Sekarang FAE milikku sepenuhnya. Tapi aku dan Arimbi pecah kongsi, jadi sebagian modal punya Arimbi udah diambil. Sekarang aku butuh uang buat nambahin modal. Aset yang aku punya yang dulu kuberikan padamu, sekarang jual aja,"ucap Amar tanpa ragu. Memang benar, apa yang diminta oleh Amar adalah miliknya. Dia memberikan itu kepada Farrah untuk usaha yang diinginkannya.

Jadi, tidak salah jika dia memintanya kembali, karena itu juga untuk usaha.

"Kenapa harus toko? Kenapa nggak rumah kamu aja?" Agaknya Farrah tidak bisa melepaskan tokonya semudah itu. Bagaimanapun dia juga sudah berusaha dengan keras soal usaha jilbab yang digelutinya.

"Rumah juga akan aku jual. Tapi bukan rumah utama alias rumahku, tapi rumah ini. Kita akan pindah ke rumah utama. Soal toko, lagian juga nggak ada yang beli sekarang. Yang ada barang-barang malah dibalikin. Itu udah rugi banyak banget. Jadi aku bakalan jual itu semua."

Farrah membeku, dia menatap suaminya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.

Meski matanya masih sembab karena terus-terusan menangis, tapi Farrah terlihat menentang apa yang diinginkan oleh Amar. Dan Amar bisa mengerti makna tatapan tersebut.

Pria itu yang awalanya hanya berdiri di sisi ranjang, kini naik ke atas ranjang dan menggenggam tangan istrinya.

"Far, kita saat ini lagi sulit banget. Aku butuh dana yang lumayan buat bangun usahaku lagi. Kalau enggak, usaha yang udah aku usahakan mati-matian itu akan ambruk. Saat ini aku beneran butuh ngejualin aset yang ku punya dan yang udah aku kasih ke kamu. Begini aja deh, kalau semua udah mulai stabil, aku bakalan bikinin kamu butik seperti yang kamu mau. Kalau kemarin cuma jilbab, next kamu bisa bikin baju, gamis dan yang lainnya. Malah sekalian kamu re-branding usaha kamu."

Amar menjelaskan dengan sangat pelan-pelan. Tujuannya memang sebuah bujukan. Namun ucapannya itu sungguh-sungguh akan dilakukan jika kondisi FAE sudah stabil seperti dulu meski tak tahu kapan waktu itu akan datang.

"Kenapa, kenapa harus aku lagi? Kenapa yang aku punya harus diambil secara paksa kayak gini. Kemarin anak aku, sekarang usaha aku. Itu adalah satu-satunya yang aku miliki sekarang, hiks. Kenapa harus diambil juga, kenapa!!"

Tangis Farrah kembali pecah. Ada rasa kecewa yang sangat dalam tengah dirasakannya sekarang. Kecewa dan juga kehilangan, seolah dirinya adalah orang paling menderita karena kehilangan banyak hal dalam waktu yang begitu dekat.

"Soal Afira, itu sudah jadi takdir Allah, sayang. Soal usaha pun sama. Soal Afira, kita sama sekali tidak bisa mengembalikannya. Berbeda dengan usaha, kamu masih bisa bangkit lagi. Kamu masih bisa berdiri dan melakukan yang kamu inginkan."

Ucapan Amar memang benar, Farrah paham sebenarnya akan hal tersebut. Anaknya tak akan pernah kembali lagi. Dia tak akan pernah bisa mengembalikan Afira yang kini sudah dipangkuan Tuhan. Sedangkan usahanya yang telah jatuh, dia bisa kembali mendirikannya sesuai dengan keinginannya.

Meski demikian, Farrah tetap merasa sangat sedih dan juga marah. Dia marah karena hidupnya seolah runtuh dalam waktu sekejap,

Nama Arimbi kembali terlintas dalam kepalanya. Rasa marah yang muncul pun ia arahkan kepada wanita yang merupakan istri sah suaminya.

"Arimbi, dia pasti dalang dibalik semuanya ini,"ucapnya lirih nyaris tak terdengar. Sorot matanya penuh dengan kebencian.

"Jadi, apa boleh ku jual. Aku mohon, aku sangat butuh itu sayang. Aku mau nglobi calon klien tapi semuanya nolak. Aku beneran butuh itu buat nambahin modal usaha."

"Ya jual aja. Jual biar kita bisa kembali lagi bangkitkan usaha kita. Aku juga akan lakuin hal yang sama. Jilbab-jilbab itu yang kemarin di balikin, aku akan bikin mereka bisa dijual lagi."

Amar tersenyum dengan jawaban Farrah, dia senang karena merasa bahwa Farrah kini kembali bersemangat.

"Bener, ayo kita bangun lagi. Sudah cukup masa buruk itu."

Amar menggenggam tangan Farrah dengan erat lalu kemudian mencium punggung tangannya. Ia sangan senang bisa melihat Farrah seperti ini lagi. Hal itu mengingatkan Amar ketika pertama kali bertemu dengan Farrah.

Farrah adalah gadis sebatang kara yang tanpa sengaja ditemuinya tengah bekerja di sebuah butik. Waktu itu Amar sedang membeli sesuatu untuk Yani sebagai hadian ulang tahun.

Pelayanan Farrah yang ramah serta cara dia memperlakukan customer dengan baik membuat Amar merasa nyaman. Suatu ketika baju yang diinginkan Amar kehabisan stok, Farrah lantas memberikan kontak pribadinya kepada Amar.

Dari situ hubungan mereka dimulai. Awal bertanya tentang ketersediaan baju, lama-lama pembicaraan mereka masuk ke ranah pribadi.

Kekaguman Amar terhadap Farrah yang seorang gadis yatim piatu namun ulet, membuat pria tersebut semakin menaruh simpati.

Dimulai dari pesan dan akhirnya mereka bertemu. Pertemuan yang singkat di luar jam kerja, ternyata meninggalkan kesan. Setelah itu Amar sering menemui Farrah, dan tak hanya sekali dia mengajak Farrah berlibur ke luar kota.

"Kamu keluar aja dari butik itu, aku akan beri modal kamu untuk membuat usaha yang kamu inginkan."

Seperti itulah akhirnya Farrah memiliki toko jilbab. Semua berasal dari Amar. Saking cintanya Amar kepada Farrah, nama perusahaan yang awalanya Familly Express diganti dengan FA Express. Dalih Amar kepada Arimbi adalah biar mudah penyebutannya namun ternyata dia mendedikasikan nama Farrah dalam perusahaan. Dan itu juga baru diketahui oleh Arimbi saat membongkar handphone milik Amar.

TBC

1
dewi rofiqoh
Amar..... Amar... Bukannya introspeksi diri, malah saling menyalahkan. Bukannya memperbaiki rumah tangga yang lagi riskan, malah hancur kan! Karena egomu
Ariany Sudjana
yang satu laki-laki mokondo, yang satu pelacur murahan, tapi cocok sih 🤣🤣😂😂 amar kamu jangan mimpi balik lagi sama Arimbi, urus saja pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
Oma Gavin
udah tau modusnya Farah kamu juga goblok asal nyosor saja sekarang baru sadar setelah semua terlambat percuma ceraikan Farah wong arimbi juga ngga mau balikan sama kamu
Dew666
💜💜💜
Shee_👚
gak tau diri arimbi di peluk pria lain gak terima sementara dirinya mendua😤
Shee_👚
si amar terlalu bebal untuk di kasih tau dengan kata². harus pake tindakan dia baru sadar diri
Dew666
💜💜💜💜
dewi rofiqoh
Nah kan keluar juga kata itu dari bhumi untuk membuat amar menjauh, jadi Bersiap-siaplsh arimbi untuk jadi bagian dari hidup bhumi 🤭🤭!jika memang kamu benar-benar ingin lepas dari amar. Karena sebenarnya bhumi pun sudah jatuh cinta sama kamu mbiii, kamu pun demikian tapi masih trauma dan belum menyadari sepenuhnya bila rasa itu telah hadir
mimief
dasar... Cepu 🫣🤣🤣
mimief
pantesan....karya yg lain kemaren pada jarang amet update .
NT nya yg eror ya
semangat Thor ...
Ariany Sudjana
dasar Amar bodoh, kamu pikir kamu itu siapa? kamu hanya laki-laki mokondo, yang membuang permata berharga demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Utiamy Ningsih
amar gak apa2 gangguin terus sampai mereka sah yah... 😄 habis sah kan kamu ikut jadi tamu undangan trus sadar .. gitu .. gpp tugas mu cuma ngomporin mereka biar cepat halal
Yuningsih Nining
arimbi emang dewasa, tapi klu nghadapin utk soal rasa tetp wae kayk nya Umum ya, Rimbi slrimbi wuoooyy rilek, telaah rasa² itu, Bhumi itu di km udah kayk dikit ada bagian hari2:mu.......
Yuningsih Nining
arimbi blom nyadar sepenuh nya utk rasa dia ke bhumi, dia baru mrsa nyaman tenang adem mungkin baru itu ktnya 🤣🤭
I Love you,
ups🤣😁🤣🤣🤣
nunik rahyuni
aaaaa....mbak mbi dapat brondooong
rejeki nomplok
bibuk Hannan & Afnan
buat kamu Amar ✓
bukan buat kami Amar typo
bibuk Hannan & Afnan
semaki=semakin
bibuk Hannan & Afnan
lebih duli typo thor
lebih dulu ✓
bibuk Hannan & Afnan
kok kami? typo thor harusnya kamu, kan itu Bhumi yg bicara terhadap Ibnu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!