NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 16 — Di luar Perkiraan Qin Mu

Trang!

Dentang!

Udara di sekitar arena bergetar hebat saat kedua senjata saling meluncur dan beradu. Di bawah tatapan mata ratusan anggota Keluarga Qin, dua gelombang kekuatan besar meletus seperti badai yang mengamuk.

"Teknik Banteng Penghancur Batu!" raung Qin Zhang. Ia memusatkan seluruh sisa tenaga serta sisa khasiat pil terlarang tersebut hingga ilusi kepala banteng di udara berubah menjadi merah pekat, memancarkan aura panas yang membakar sebuah ilusi banteng merah.

Qin Mu tetap tenang. Ia tidak terpengaruh oleh tekanan udara yang menindas. Dengan presisi yang sempurna, ia melangkah maju menggunakan ritme Teknik 10 Langkah, 3 Tebasan.

Setelah menyelesaikan sepuluh langkah pendek dengan gerakan yang sangat efisien, ia mengalirkan energi spiritualnya menuju ujung pedang, melepaskan serangan pamungkas yang telah ia sempurnakan.

"Teknik 10 Langkah, 3 Tebasan: Penghancur Badai!"

BOOOOM!

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang arena. Benturan kedua energi tersebut menciptakan gelombang kejut yang menyapu debu dan kerikil di bawah kaki mereka.

Para penonton dari barisan murid junior dan praktisi tingkat rendah di tribun penonton hanya bisa menganga lebar, tidak percaya bahwa seorang yang sebelumnya dianggap sampah mampu melepaskan kekuatan destruktif setingkat itu. Sementara itu, para murid senior dan kultivator tingkat lanjut di tribun penonton membelalakkan mata, memuji efisiensi dan kehalusan teknik yang digunakan Qin Mu dan serangan destruktif yang dilancarkan Qin Zhang.

Debu yang mengepul akhirnya berangsur-angsur menghilang, memperlihatkan kondisi arena yang sebenarnya.

Di tengah lapangan, Qin Mu masih berdiri tegak dengan napas yang teratur dan tatapan mata yang tajam. Di hadapannya, Qin Zhang berlutut dengan satu kaki. Darah segar mengalir dari kedua matanya akibat efek samping pil merah yang memaksakan Dantian bekerja di luar kapasitasnya. Meski begitu, dengan sisa-sisa kesadarannya, Qin Zhang masih berusaha mengangkat pedangnya, menolak untuk menyerah sepenuhnya.

Qin Mu menatap pemuda itu, lalu mengangguk kecil. "Untuk ukuran seseorang yang menggunakan pil terlarang, kau cukup hebat dan berani, Qin Zhang. Sayangnya, jalan kultivasi bukanlah sesuatu yang bisa dipalsukan."

Mendengar pujian yang diucapkan dengan tenang itu, kerumunan penonton kembali bersorak, tidak bisa untuk tidak mengakui kemenangan Qin Mu.

Namun, suasana damai itu pecah seketika.

Wajah Tetua Kedua, Qin Chong, berubah pucat pasi saat melihat kondisi putranya. Rasa marah dan malu bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Ia tidak peduli lagi pada aturan keluarga atau etika dewan tetua. Dengan kecepatan yang mengerikan, Qin Chong melompat dari podium penonton dan melesat ke tengah arena, mengarahkan telapak tangannya yang dipenuhi energi pembunuh langsung ke arah kepala Qin Mu.

Serangan itu begitu mendadak dan cepat, membuat banyak orang menjerit kaget karena mengira Qin Mu akan mati seketika.

Swoosh!

Namun, sebelum serangan tersebut mengenai sasaran, sesosok bayangan melesat lebih cepat dari arah belakang Qin Mu. Sebuah penghalang energi biru yang sangat kuat dan dingin terbentuk, menahan hantaman telapak tangan Tetua Kedua dengan sempurna.

Brak!

Qin Chong terdorong mundur beberapa langkah, wajahnya mengeras karena amarahnya tertahan. Ketika ia menatap sosok yang berdiri di hadapannya, matanya membesar. Sosok tersebut adalah Tetua Pertama, Qin Xuanyu.

Qin Mu pun sedikit terkejut dengan suara benturan yang terjadi. Ia menoleh ke belakang dan menyadari bahwa bibinya yang sangat dingin dan hanya peduli pada permata, Qin Xuanyu, telah berpindah posisi secara kilat untuk melindunginya dari serangan mendadak itu.

"Apa maksud tindakanmu ini, Tetua Pertama?!" geram Qin Chong dengan suara bergetar menahan emosi.

Qin Xuanyu tidak langsung menjawab. Ia melirik sekilas ke arah Qin Mu, lalu beralih menatap Patriark Qin Feiyan yang duduk di kursi kehormatan dengan senyum tipis di wajahnya. Dalam hatinya, Qin Xuanyu berpikir, "Apakah Patriark sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi?"

Di tengah atmosfer yang semakin memanas, suara tawa yang keras dan dingin memecah keributan.

"Hahaha... Hahaha..."

Suara itu berasal dari Tetua Keempat, Qin Chukai, yang bangkit berdiri di podium kehormatan dengan ekspresi wajah yang penuh kebencian.

"Sudah cukup drama ini!" teriak Qin Chukai dengan suara yang menggema ke seluruh penjuru lapangan, memancing perhatian seluruh anggota klan untuk segera melirik kearahnya.

"Karena rencana awal kita gagal, tidak ada gunanya lagi menyembunyikannya! Hari ini, di depan seluruh anggota klan, dewan tetua menyatakan kepemimpinan Qin Feiyan telah gagal. Dan sebagai langkah terakhir untuk menyelamatkan Keluarga Qin..."

Qin Chukai mengibaskan jubahnya, dan dalam sekejap, sebuah pilar cahaya kuning kecokelatan melesat ke langit. Langit di atas arena yang tadinya cerah seketika berubah menjadi warna abu-abu gelap. Suara dengungan energi yang sangat kuat menyelimuti seluruh area, membentuk sebuah Formasi Penyegelan Tingkat 5 yang sangat langka: Formasi Segel Bumi.

"Qin Feiyan harus turun dari jabatannya!" lanjut Qin Chukai, berteriak sangat keras yang membuat semua orang bergidik dengan peristiwa saat ini.

Bersamaan dengan aktifnya formasi tersebut, puluhan sosok misterius berjubah hitam melompat dari luar arena dan mengelilingi tribun penonton. Situasi berubah menjadi sangat mengerikan.

Semua orang, mulai dari murid junior dan murid senior, Qin Chen, Qin Lian, hingga Qin Mu, maupun para penonton di tribun terkejut bukan main.

Bagi Qin Mu, drama internal keluarga yang awalnya ia anggap sebagai konflik kecil ternyata adalah rencana kudeta yang terstruktur dengan sangat rapi dan rahasia.

Bahkan Tetua Pertama, Qin Xuanyu, dan Tetua Kelima, Qin Changin, tidak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka. Mereka tidak menyangka bahwa faksi Tetua Keempat telah merencanakan kudeta ini bersama para pihak luar secara tersembunyi.

Patriark Qin Feiyan perlahan bangkit dari kursinya. Meskipun sedikit terkejut, raut wajahnya yang perkasa dan berwibawa tidak sedikit pun memudar. Di matanya, yang terlihat hanyalah kemarahan yang mendalam terhadap kelakuan busuk para tetua di hadapannya.

"Ternyata kalian sudah menyiapkan ini sejak lama, Chukai," ucap Qin Feiyan dengan suara berat yang menekan udara di sekitarnya.

"Kalian berani membawa orang luar ke dalam upacara klan kita sendiri?"

1
TGT
CERITANYA LMBAT TAPI BGUS
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!