NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Pecahnya Segel Mawar

​Ruangan aula utama perkemahan dipenuhi oleh kepulan asap dari peta yang mulai menguning. Raja Ferdinand duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan yang masih memancarkan keraguan besar. Di sampingnya, Jendral Veldora dan beberapa perwira tinggi lainnya berdiri tegak sambil menyilangkan tangan di dada.

​"Kau ingin kami percaya bahwa satu jalur pipa minyak bisa meruntuhkan seluruh pertahanan Scolar yang sudah berdiri ratusan tahun?" tanya Jendral Silas dengan nada suara yang meremehkan.

​Jacob melangkah maju ke tengah meja strategi tanpa rasa ragu sedikit pun. Dia menaruh sebuah batu kecil tepat di titik belakang struktur benteng yang dia gambar ulang berdasarkan ingatannya yang tajam.

​"Benar. Arsitektur mereka terlalu fokus pada ketebalan tembok depan tanpa memikirkan risiko dari sistem uap internal mereka sendiri," jelas Jacob dengan nada bicara yang sangat tenang.

​{Sistem, berikan analisa reaksi para jendral ini. Apakah ada di antara mereka yang berpotensi menghambat rencanaku?}

​[Analisa Panca Indra: Jendral Silas menunjukkan peningkatan detak jantung karena rasa iri. Jendral Veldora menunjukkan ketertarikan taktis. Raja Ferdinand masih dalam kondisi waspada tinggi terhadap risiko kegagalan.]

​"Dan apa peran pembunuh bayaran itu dalam rencana gilamu ini, Jacob?" tanya Raja Ferdinand sambil menggebrak meja dengan pelan.

​"Natali akan menjadi orang yang menyusup untuk menyulut api di titik tersebut. Dia memiliki kemampuan gerak tanpa suara yang jauh melampaui prajurit terbaik kita," jawab Jacob sambil menatap mata ayahnya dengan penuh keyakinan.

​Veldora mengelus janggutnya yang kasar sambil memperhatikan peta buatan Jacob dengan lebih saksama.

​"Jika apa yang dikatakan pangeran benar tentang kebocoran pipa itu, maka kita tidak perlu mengorbankan banyak nyawa di gerbang depan," ucap Veldora dengan suara yang berat dan berwibawa.

​Jacob segera menutup peta tersebut dan membungkuk singkat ke arah ayahnya sebelum berbalik badan untuk pergi.

​"Aku akan menyiapkan alat pemicunya sekarang. Serangan akan kita mulai tepat saat bulan berada di puncak tertinggi malam ini," tegas Jacob tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut.

​||||||||||||||

​Derap langkah kaki Jacob terdengar terburu-buru saat dia memasuki tenda pribadinya yang dijaga oleh dua pengawal elit. Dia langsung menyuruh mereka pergi menjauh agar tidak ada yang mengganggu kegiatannya di dalam.

​Natali masih terbaring di atas ranjang dengan napas yang mulai tidak beraturan. Keringat dingin membasahi dahinya yang mulus, menunjukkan bahwa segel di lehernya mulai bereaksi negatif terhadap keberadaan Jacob yang terus mencoba memanipulasi titik sarafnya.

​Pangeran muda itu mendekati ranjang dan melihat mata Natali yang perlahan terbuka dengan sayu.

​"Kau... apa yang ingin kau lakukan padaku?" bisik Natali dengan suara yang sangat lemah dan penuh kecurigaan.

​Jacob tidak memberikan jawaban secara lisan dengan segera. Dia justru menarik napas panjang dan memegang bahu Natali dengan cengkeraman yang cukup kuat.

​"Aku harus menghancurkan segel itu sekarang sebelum sihirnya merusak jantungmu secara permanen," kata Jacob dengan tatapan mata yang sangat fokus.

​Tanpa peringatan apa pun, Jacob menyambar kerah pakaian hitam ketat milik Natali dan menariknya dengan sangat kasar hingga kain itu robek seketika. Natali terbelalak dan mencoba untuk berontak, namun tenaganya masih terlalu lemah untuk melawan kekuatan Jacob yang didorong oleh sistem.

​Pakaian atas wanita itu terlepas sepenuhnya, menampakkan punggung putihnya yang kini dipenuhi oleh urat-urat merah yang menjalar dari tato mawar di lehernya.

​{Sistem, tunjukkan titik pusat energi segel ini! Aku akan menghancurkannya dalam satu serangan fisik!}

​[Peringatan: Penghancuran segel secara paksa akan menyebabkan kejutan listrik pada saraf pengguna. Titik fokus terdeteksi di tulang belikat ketiga.]

​Jacob mengepalkan tangan kanannya dan menghantamkan telapak tangannya tepat ke arah tato mawar yang sedang berdenyut kencang itu. Sebuah suara retakan yang sangat nyaring terdengar di dalam ruangan, diikuti oleh jeritan tertahan dari mulut Natali.

​Sinar merah redup memercik keluar dari kulit Natali sebelum akhirnya hancur menjadi serpihan cahaya kecil yang menghilang di udara.

​Segel sihir itu akhirnya hancur berkeping-keping karena hantaman energi murni dari gerakan sistem. Namun, tato mawar merah di leher Natali tetap tidak menghilang, warnanya justru semakin merah menyala seolah bara api yang sedang membara di atas salju.

​Natali jatuh tersungkur di pelukan Jacob dengan napas yang terengah-engah, dia merasa sebuah beban berat yang mencekiknya selama ini telah lenyap.

​"Segelnya sudah hilang, tapi kenapa tato ini tetap berwarna merah di kulitku?" tanya Natali sambil menyentuh lehernya yang terasa sangat hangat.

​Jacob menatap tato merah yang berkilau itu dengan ekspresi yang sangat sulit dibaca.

​"Tato itu bukan lagi segel milik mereka, melainkan tanda bahwa kau sekarang berada di bawah perlindunganku sepenuhnya," jawab Jacob dengan nada suara yang sangat dalam.

​Jacob kemudian menyelimuti tubuh Natali dengan jubah kebesarannya tanpa memedulikan rasa malu yang terpancar di wajah wanita tersebut. Dia tahu bahwa waktu mereka sangat terbatas sebelum pertempuran besar dimulai.

​Tiba-tiba, sebuah suara ledakan kecil terdengar dari arah gerbang luar perkemahan, membuat Jacob langsung berdiri tegak dengan pedang yang sudah terhunus.

​{Apakah mereka sudah datang untuk menjemputmu, Natali?}

​||||||||||||||

​Suara teriakan prajurit mulai terdengar bersahut-sahutan dari luar tenda. Jacob melepaskan jubahnya dan memberikan sepasang belati perak milik Natali kembali kepada pemilik aslinya.

​"Sepertinya mantan rekanmu tidak suka melihat salah satu bidak mereka lepas dari kendali," ucap Jacob sambil menatap tajam ke arah pintu tenda yang mulai bergetar.

​[Analisa Selesai: Tiga pembunuh elit dengan pola energi yang sama seperti Natali terdeteksi di radius lima puluh meter. Mereka bergerak melalui bayangan tenda untuk melakukan pembunuhan diam-diam.]

​Natali menggenggam belatinya dengan erat, meskipun tubuhnya masih terasa sedikit lemas setelah proses penghancuran segel tadi. Dia menatap mawar merah di lehernya melalui pantulan logam senjata tersebut dengan tatapan yang sangat benci.

​"Mereka akan membunuh siapa pun yang membantu pelarian anggota. Organisasi mawar merah tidak pernah membiarkan saksi hidup," bisik Natali dengan nada suara yang penuh ketakutan.

​Jacob menarik kerah baju baru yang dia siapkan untuk Natali dan melemparkannya tepat ke wajah wanita itu agar dia segera berpakaian.

​"Aku tidak tertarik mendengar sejarah menyedihkanmu. Jika kau ingin tetap hidup di sisiku, maka kau harus membuktikan bahwa kau bukan lagi budak mereka," tegas Jacob dengan nada bicara yang sangat dingin.

​Pangeran muda itu berjalan menuju pintu tenda dan membukanya sedikit untuk melihat kekacauan yang terjadi di luar. Dia melihat beberapa prajurit Helios terkapar dengan luka sayatan tipis di tenggorokan mereka.

​"Bereskan masalalumu malam ini juga di depan mataku sendiri. Aku perintahkan kau untuk membantai semua anggota organisasi mawar merah yang berani menginjakkan kaki di perkemahan ini," perintah Jacob dengan penuh wibawa.

​Natali tertegun sejenak, namun dia segera berdiri dan memakai pakaiannya dengan gerakan yang sangat cepat seolah dia telah mendapatkan kembali kekuatannya yang hilang. Dia merasakan energi baru yang mengalir dari tato mawar merahnya, sebuah energi yang jauh lebih stabil dan mematikan.

​"Sesuai perintahmu, Pangeran Jacob. Aku akan memastikan tidak ada satu pun mawar yang tersisa di tanah ini," jawab Natali dengan senyuman yang sangat mengerikan.

​Natali melesat keluar dari tenda seperti bayangan merah yang sangat cepat, tepat saat tiga sosok berjubah hitam mendarat di depan tenda Jacob dengan belati yang sudah terhunus. Jacob hanya berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan tangan, membiarkan pembantaian antar sesama pembunuh bayaran itu dimulai.

​{Sistem, pastikan kau merekam setiap gerakan Natali. Aku ingin tahu seberapa besar potensi yang dia miliki sekarang.}

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!