NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Menjelang malam, suasana mansion milik Emran Richard terlihat jauh lebih sibuk dari biasanya. Beberapa pelayan berlalu-lalang membawa peralatan makan mewah, sementara yang lain sibuk menata hidangan di atas meja makan panjang yang membentang hampir empat meter di ruang utama.

Lampu kristal besar di langit-langit memantulkan cahaya hangat yang membuat seluruh ruangan tampak elegan. Di beberapa sudut ruangan, rangkaian mawar merah dan putih tertata indah.

Harumnya memenuhi udara dengan lembut. Semua terlihat seperti jamuan makan malam keluarga bangsawan.

Di lantai atas, Annisa berdiri cukup lama di depan cermin dengan jemari saling menggenggam gugup. Gaun yang dikenakannya adalah gaun yang tadi sore dibawa pulang Emran untuknya.

Gaun panjang berwarna lembut yang sangat elegan dan pas di tubuh Annisa. Bahkan, membuat kecantikan alami wanita itu terlihat jauh berbeda dibanding biasanya. Namun, justru itu yang membuat Annisa semakin tidak nyaman.

Sudah lama dirinya tidak memakai pakaian sebagus ini.

“Non ... Tuan Emran sudah menunggu di bawah,” ujar salah satu pelayan pelan.

Annisa langsung tersadar lalu mengangguk kecil. Dengan langkah pelan, wanita itu akhirnya turun menyusuri tangga mansion.

Namun, begitu sampai di lantai bawah, langkahnya langsung melambat. Mata Annisa membesar sedikit melihat suasana mansion yang begitu mewah malam itu. Pelayan yang berdiri rapi seperti sedang menyambut acara penting. Jantung Annisa langsung berdegup gugup.

“Kenapa...” gumamnya pelan. Dirinya benar-benar tidak tahu kalau Emran menyiapkan makan malam sebesar ini. Yang paling membuat Annisa semakin gugup adalah saat melihat Emran berdiri tidak jauh dari meja makan sambil menatap ke arahnya diam-diam.

Tatapan Emran Richard sempat berhenti beberapa detik pada Annisa yang berdiri gugup di bawah tangga. Gaun yang dikenakan wanita itu benar-benar cocok untuknya. Tetapi, seperti biasa, Emran tidak menunjukkan banyak ekspresi.

Pria itu hanya berjalan mendekat dengan tenang lalu berkata, “malam ini saya mengundang tamu istimewa ke mansion.”

Annisa langsung sedikit tersentak.

“Tamu?”

Emran mengangguk tipis. “Saya menyiapkan makan malam ini untuk menunggu orang itu.”

Annisa langsung menundukkan pandangan pelan. Entah kenapa dadanya terasa sedikit aneh mendengar ucapan tersebut. Lima tahun sudah berlalu, pria seperti Emran tentu tidak mungkin sendirian sampai sekarang. Dia memang sudah memiliki wanita di sisinya, dan wanita itu pasti jauh lebih cocok untuk Emran dibanding dirinya.

Memikirkan itu, Annisa langsung mengangguk kecil berusaha terlihat biasa saja.

“Oh ... begitu.”

Namun, tanpa Annisa sadari, sorot mata Emran sempat berubah samar melihat reaksi wanita itu. Tepat saat suasana kembali hening, Han datang mendekat lalu sedikit membungkuk hormat.

“Tuan,”

Emran menoleh.

“Tamu sudah tiba.”

Annisa refleks sedikit menegakkan tubuhnya. Emran langsung berjalan lebih dulu menuju ruang tamu. Annisa yang masih diliputi rasa penasaran dan gugup akhirnya mengikuti pria itu perlahan dari belakang. Langkah kaki pelan memenuhi ruang tamu mansion yang megah itu.

Annisa berjalan beberapa langkah di belakang Emran Richard dengan jantung yang entah kenapa terus berdegup gugup.

Dalam pikirannya sejak tadi hanya ada satu pertanyaan, wanita seperti apa yang dipilih Emran untuk berada di sisinya sekarang, Cantik, anggun, atau mungkin berasal dari keluarga besar juga.

Sementara itu, Han berjalan lebih dulu menuju pintu utama mansion.

Pintu besar itu perlahan terbuka.

Di balik pintu, tampak Satrio berdiri sedikit membungkuk hormat. Dan di sampingnya Darto Erlangga berdiri dengan setelan jas elegan sambil tersenyum hangat. Begitu melihat mereka, Emran langsung melangkah maju dan merentangkan tangannya.

“Selamat datang," nada suaranya terdengar jauh lebih ramah dibanding biasanya.

Darto tertawa kecil lalu langsung memeluk Emran hangat seperti seorang ayah yang lama tidak bertemu putranya.

“Hahaha ... mansion-mu terlihat mewah dari terakhir kali ke sini."

Di belakang sana, tubuh Annisa mendadak membeku. Napas wanita itu langsung tertahan, karena suara itu, suara yang sangat dikenalnya sejak kecil.

Suasana ruang tamu mansion mendadak terasa hening. Di tengah hangatnya sambutan antara Darto Erlangga dan Emran Richard, sebuah suara lirih terdengar pelan dari belakang.

“Ayah...”

Tubuh Darto langsung membeku, pria tua itu perlahan menoleh. Dan tepat di sana, di bawah cahaya lampu ruang tamu yang hangat, Annisa berdiri sambil menatapnya dengan mata yang sudah dipenuhi air mata.

Untuk sesaat, Darto benar-benar tidak bergerak. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sendiri. Mata pria tua itu perlahan melebar.

“Annisa?” Suaranya bergetar pelan.

Pelukan pada Emran langsung terlepas begitu saja. Langkah Darto bergerak perlahan mendekati putrinya. Sedangkan, Annisa sudah sesegukan tanpa suara. Bibir wanita itu bergetar menahan tangis yang sejak tadi mati-matian ia tahan.

Rasa rindu yang selama lima tahun dipendam sendirian. Kini seakan menghancurkan seluruh pertahanannya sekaligus. Darto berhenti tepat di depan Annisa. Tatapan pria tua itu langsung menyapu wajah anaknya perlahan. Dan dalam satu detik, hatinya terasa diremas kuat.

Putrinya jauh lebih kurus, wajahnya pucat. Tatapan matanya yang dulu cerah kini terlihat redup dan lelah. Bahkan, tangan Annisa tampak dingin saat Darto menggenggamnya pelan.

“Ya Tuhan...” suara Darto mulai pecah. “Kenapa kamu jadi seperti ini, Nak?” Kalimat itu justru membuat tangisan Annisa akhirnya pecah sepenuhnya.

“Ayah...” lirihnya serak.

Tanpa mampu menahan diri lagi Darto langsung menarik Annisa ke dalam pelukannya. Pria tua itu memeluk putri tunggalnya begitu erat seolah takut wanita itu menghilang lagi. Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh juga di wajahnya.

“Maaf...” suara Darto bergetar penuh penyesalan. “Maafkan Ayah...”

Annisa menangis di pelukan ayahnya. Tangannya mencengkeram jas Darto erat seperti anak kecil yang akhirnya menemukan tempat pulang setelah tersesat sangat lama.

“Ayah...” tangisnya pecah. “Aku kangen...” Ucapan sederhana itu langsung menghancurkan hati Darto sepenuhnya. Pria tua itu memejamkan mata kuat-kuat sambil memeluk Annisa semakin erat. Sementara, di belakang mereka Emran hanya berdiri diam memperhatikan keduanya dengan tatapan dalam.

'Haikal, kehancuranmu sudah dekat,' batin Emran, mengepalkan kedua tangannya.

1
Yunita Asep
yah... dah tamat y thorr, pdhal aku masih seneng pengen baca lagi , kan nisa blum melahirkan, truss.. kalo anknya kembar lebih seru..!
Yunita Asep
biasany kalo ank pertma dari seorang ceo itu.. putra thorr..
Yunita Asep
lanjutkan thorr
Yunita Asep
lanjut...
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
ah nisamah keterlaluan itu nmanya ngelunjak suami, aku kurang suka...
Yunita Asep
lanjut...
Yunita Asep
lanjuut..
Yunita Asep
iya thorr kembar sepasang.. lengkap kebagian mereka...
Yunita Asep
yess Anisa hamil...! aku bhgia banget...
Yunita Asep
lanjuutt
Yunita Asep
kebiasaan... ada aj yg masih punya hati julid.,
Yunita Asep
sekarang waktunya bhgia... slamat Nisa Amran
Yunita Asep
lanjuutt....
Yunita Asep
syukurriin... 😂😂😂
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
lanjut thorr...
Yunita Asep
berani sekali haikal...
Yunita Asep
iya bener thorr bikin emosi..!
Yunita Asep
ya betul, itu semua ulah emeli danmertuiblis..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!