NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:37.9k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara yang Tak Lagi Untuknya

Klik.

Suara pintu kamar mandi yang terbuka terdengar begitu jelas di telinga Kayla. Tubuhnya langsung menegang. Dengan gerakan tergesa, dia buru-buru meletakkan kembali ponsel Adrian ke atas nakas, lalu menggeser buku tebal yang tadi menutupi layar ke posisi semula.

Tangannya gemetar hebat.

Kayla cepat-cepat naik ke atas ranjang dan menarik selimut hingga sebatas dada. Dia membelakangi meja nakas sambil memejamkan mata rapat-rapat, mencoba mengatur napasnya yang berantakan.

Langkah kaki Adrian terdengar mendekat perlahan. Aroma sabun mandi bercampur parfum maskulin langsung memenuhi kamar yang dingin itu.

Langkah pria itu berhenti tepat di samping ranjang.

Sunyi.

Kayla bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.

Lalu terdengar suara buku bergeser pelan dari atas meja nakas.

"Kayla."

Suara Adrian terdengar datar, namun penuh kecurigaan.

Kayla memaksa dirinya bergerak. Dia membalikkan tubuh perlahan sambil berpura-pura baru terbangun dari tidur.

"Iya, Mas? Ada apa?" tanyanya pelan.

Adrian berdiri di dekat meja sambil menggenggam ponselnya erat. Tatapannya tajam meneliti wajah Kayla.

"Kamu pegang ponselku?"

Napas Kayla langsung tercekat.

"Enggak," jawabnya cepat. "Tadi aku cuma mau ambil minyak angin. Mungkin bukunya gak sengaja kegeser."

Adrian menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mengecek layar ponselnya sekilas. Setelah itu, pria tersebut langsung memasukkan benda itu ke dalam saku celananya.

Ya. Bahkan di dalam kamar mereka sendiri,

Adrian sekarang membawa ponselnya ke mana-mana.

Seolah Kayla adalah ancaman.

"Jangan biasakan menyentuh barang-barangku, Kayla. Aku gak suka."

Nada suara Adrian dingin dan ketus. Setelah itu, pria itu langsung mematikan lampu kamar tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Kegelapan menyelimuti ruangan luas itu.

Namun yang terasa dingin bukan hanya kamar mereka, melainkan hubungan yang perlahan mulai retak sedikit demi sedikit.

Malam itu Kayla tidak bisa tidur.

Dia berbaring membelakangi Adrian sambil memeluk perut besarnya erat-erat. Air matanya terus mengalir diam-diam membasahi bantal.

Bayi di dalam kandungannya kembali bergerak gelisah.

Perut Kayla mengeras pelan hingga membuat pinggangnya terasa nyeri.

"Maaf..." bisiknya lirih sambil mengusap perutnya. "Maaf ya, Sayang..."

Dadanya terasa sesak.

Bukan hanya karena pengkhianatan Adrian, tetapi juga rasa takut yang perlahan mulai menghancurkan dirinya.

Kayla tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Tidak ada orang tua tempatnya pulang. Tidak ada rumah yang bisa dia datangi jika semuanya benar-benar hancur.

Kalau rumah tangga ini runtuh... ke mana dia harus pergi sambil membawa anaknya nanti?

Pikiran itu membuat Kayla memilih bertahan, meski hatinya perlahan remuk sedikit demi sedikit.

Keesokan paginya Adrian kembali pergi sebelum matahari terbit sempurna.

Rumah besar itu terasa semakin dingin dan kosong setelah kepergian pria tersebut.

Setelah selesai membersihkan dapur, Kayla duduk pelan di kursi sambil memijat pinggangnya yang pegal.

Tatapannya kosong menatap layar ponsel lamanya sebelum akhirnya jemarinya bergerak mengetik satu nama di kolom pencarian media sosial.

Valerie Amanda.

Dalam hitungan detik, layar ponsel Kayla dipenuhi foto-foto perempuan cantik dengan kehidupan yang terasa sangat jauh dari dunianya.

Valerie tampil sempurna di setiap unggahan. Gaun mahal, tas bermerek, acara eksklusif, hingga senyum percaya diri yang membuat Kayla semakin merasa kecil.

Namun yang paling menghancurkan adalah unggahan terbaru Valerie.

Di foto itu, Valerie sedang memegang segelas sampanye sambil tersenyum ke arah kamera. Di belakangnya tampak lengan seorang pria yang memakai jam tangan Rolex hitam.

Jam tangan yang sangat dikenali Kayla.

Karena dialah yang memilih dan membelinya untuk Adrian tahun lalu.

Napas Kayla tercekat.

Matanya perlahan turun pada tulisan di bawah foto.

"Ditemani orang sibuk yang selalu punya waktu buat aku."

Jemari Kayla mulai dingin.

Dia terus menggulir layar dengan perasaan hancur. Ada unggahan buket bunga mahal, makan malam romantis, dan bayangan sosok pria tinggi yang sengaja tidak diperlihatkan wajahnya.

Namun Kayla tahu.

Dia tahu itu Adrian.

Kini Adrian bahkan tidak lagi berusaha menyembunyikannya sepenuhnya.

Kayla menurunkan ponselnya perlahan lalu berjalan menuju cermin besar di lorong rumah.

Dia berdiri lama di depan pantulan dirinya sendiri.

Wajahnya pucat. Rambutnya berantakan. Tubuhnya membengkak karena hamil tua, sementara mata sembapnya membuat Kayla nyaris tidak mengenali dirinya sendiri.

Bayangan Valerie kembali muncul di kepalanya.

Cantik.

Elegan.

Bersinar.

Sementara dirinya hanya terlihat lelah dan menyedihkan.

Rasa rendah diri mulai merayap perlahan ke dalam hati Kayla.Untuk pertama kalinya, dia mulai bertanya-tanya apakah Adrian berubah karena memang sudah tidak menginginkannya lagi.

Sore harinya Adrian pulang lebih awal. Namun pria itu langsung masuk ke ruang kerja pribadinya di lantai dua tanpa banyak bicara.

"Ada dokumen yang harus aku cek," katanya singkat.

Kayla hanya mengangguk pelan.

Meski hatinya sakit, dia tetap membuatkan teh hangat seperti biasa. Dengan langkah perlahan, Kayla menaiki tangga sambil membawa nampan kecil di tangannya.

Namun langkahnya mendadak terhenti di depan ruang kerja Adrian.

Pintu ruangan itu tidak tertutup sempurna.

Dan dari celah kecil itu, Kayla mendengar suara Adrian.

Suara yang begitu lembut.

Begitu hangat.

Nada suara yang sudah sangat lama tidak pernah lagi dia dengar.

"Iya, sayang... jangan marah terus."

Tubuh Kayla langsung membeku.

Tangannya mulai gemetar.

"Aku juga capek kalau harus jauh terus sama kamu," lanjut Adrian pelan disertai tawa kecil.

Tawa yang dulu hanya diberikan untuk Kayla.

"Besok aku usahakan datang lebih cepat ke lokasi pemotretan."

Lalu hening sejenak.

Dan kalimat berikutnya benar-benar menghancurkan sisa hati Kayla.

"Aku kangen kamu, Valerie."

1
Sanda Rindani
ko oon gk pergi,katany pintar
Mundri Astuti
ya ampun mantan papa mertuanya gitu amat y
Mundri Astuti
sok aja atuh....lagian Arsen juga masih bayi..kelewatan kalian...bener" ga mandang Kayla sebagai ibunya
Lee Mba Young
Syukurin laki yg hidup dlm ketek orang tua ya kayak km Adrian. di setir ortu. semoga Kalah di pengadilan Dan mlh rusak kehormatan kluarga itu.
Mundri Astuti
tuh masih di dlm perut aja emang kamu peduli...ngga kan, mang kamu mikir Kayla melahirkan siapa yg dampingi, siapa yg membayar perawatan, tinggal dimana, mknnya gimana ....mikir kesana ngga kamu sama papamu ....
heran ...horang kaya ga ada akhlak
Kale
thor,jngn sampai Adrian dpt hak asuh arzen,,dulu dicampakkn,diusir,dihina,,skrng dicari,,bin tentang arzen,tp Adrian butuh cara kerja kayla
Kale
jngn sampai terlena Kay,,,adrian itu cma butuh kepintaranmu,,,jngn sampai terkecoh untuk kedua kalinya
Kale
nanti klau dibalik sama Kayla,,klau sang pelakor ,hayooo,,malunyaaa
Imas Masitoh
keren, penasaran sama alur nya👍
Kale
klau Devan single,,smoga author menjodohkn dia dng Kayla,,,
kay harus bhgia,dng laki"yg bisa mencintai jga melindungi Kay jga Arsen
Kale
membuang berlian demi memungut batu kerikil
Kale
salahnya knpa kayla diusir
Kale
tanpa kayla,,adrian tidak bisa apapun,,sdngkn kayla tanpa Adrian,dia tetap bisa apapum
Mundri Astuti
dasar lampir kamu aja yg dengkian, Kayla mah ga perlu godain laki org tuk cari validasi, cukup punya otak bnyk org penting yg melihat dan mengakui.
Kale
perjuangan istri yg terdzolimi,,ibu tunggal,yg ingin tetap berdiri tegak tnpa bantuan mantan suami,,,
Kale
semoga kedepannya,kamu dn Arsen dimudahkn rejekimu, sukses,,tanpa Adrian ,kmu masih tetap berdiri tgak kayla
Mundri Astuti
semangat Kayla, kamu cerdas, kamu mampu berdiri diatas kakimu sendiri, kamu kuat, semangat berjuang buat Arsen 💪💪
Mundri Astuti
tenang Kayla ada saksi hidup si Devan tea, mudah"an dia mau bersaksi nanti di persidangan, dia yg menemukan kamu ditengah hujan saat kamu diusir dari rmh adrian
Mundri Astuti
ntu yg terakhir lebih tepat, mengambil sesuatu yg dulu sdh mereka buang sendiri, halloo....Adrian masih inget ngga, jangan pura" amnesia ...
Ester Natalia
mnta bantuan devan kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!