NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Cia yang Terkejut

Sementara itu, di dalam kamar yang sunyi dan hening yang hanya dihuni oleh satu orang, Cia menyatukan kedua alisnya, merasa ada sedikit keanehan. Dia mengusap wajahnya untuk memenangkan dirinya sendiri, setelah melihat keajaiban dari Dewi Malam Abadi, dia sendiri sudah terkejut, tidak menyangka bersumpah atas nama Sang Ilahi ternyata semegah itu. Dia belum pernah melakukan sumpah atas nama Sang Ilahi sebelumnya, ini adalah pengalaman pertama baginya. Dan jujur saja, rasanya sedikit aneh.

'Dewa Primordial Yang Mahakuasa...?' dia bergumam dalam hati, sambil sesekali menyapu pandangan ke kamar. 'Jujur saja, selama tujuh belas tahun aku hidup di dunia ini, aku tidak pernah sekali pun mendengar nama Dewa seperti itu. Gereja-gereja ortodoks di seluruh dunia hanya mengakui Tujuh Entitas Ilahi yang layak untuk disembah: Dewa Matahari Menyala Abadi, Dewi Bulan Malam, Dewa Pengetahuan dan Kebijaksanaan, Dewa Badai, Dewa Pertempuran, Dewa Uap dan Mesin, serta Ibu Pertiwi.

'Tidak ada yang bernama Dewa Primordial Yang Mahakuasa. Bahkan di antara daftar Dewa jahat, Dewa sesat, maupun entitas terlarang yang tercatat dalam sejarah, nama itu sama sekali tidak pernah muncul. Seakan-akan sosok tersebut tidak pernah eksis di dunia ini... apa dia sedang mencoba untuk menipuku?' awalnya dia merasa ragu, tapi setelah Rostav mengatakan sesuatu, hal itu membuat Cia menjadi sedikit lebih lega.

Di luar, Rostav mencengkam dadanya sendiri, meraba-raba tubuhnya sendiri, dia masih terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi. 'Apakah itu artinya sumpah yang kukatakan... berhasil, dan aku tidak boleh melanggarnya? Apakah aku perlu menanyakan hal yang sama?'

Rostav melangkah maju mendekati pintu kamar Cia, dia berdehem sejenak sebelum bertanya, "apa kau juga mengalami hal yang sama? Sebuah lambang, manifestasi Sang Ilahi, muncul di udara dan masuk ke dadamu?"

"Ya. Aku juga mengalami hal yang sama," Cia mengangguk dari balik pintu, walaupun dia tahu Rostav tidak dapat melihatnya.

'Ternyata benar, aku kira hanya aku yang mengalaminya,' Rostav mengusap dagunya lalu memutar kunci, suara klik terdengar ketika pintu terbuka secara perlahan. "Baiklah, aku akan membuka pintunya, kau bisa membukanya sekarang."

Rostav mengambil pedangnya dan hendak menghunuskannya di sisi pintu, tapi dia segera mengurungkan niatnya, takut itu akan termasuk sebagai melanggar sumpah. Sumpahnya adalah untuk tidak menyakiti Agaricia Palmata.

Cia yang mendengarnya mengangguk, dan berusaha untuk berdiri tegak. Hanya saja, sebagai Ras Athu, kehidupannya kebanyakan dihabiskan di lautan, berenang bersama ikan-ikan kecil, bermain bersama kura-kura. Dia masih belum terbiasa menggunakan kaki manusia. Setelah dia berhasil berdiri dengan tegak, dia memejamkan matanya dan mengambil napas panjang, bertujuan untuk menenangkan dirinya sendiri.

Setelah dirasa tenang, dia menggenggam kenop pintu dan membukanya perlahan. Pintu terbuka secara perlahan, dan ketika terbuka sepenuhnya, mata Cia membelalak, terkejut, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Itu adalah seorang remaja berusia sama dengannya, mengenakan pakaian formal dengan pedang tersarung di pinggangnya, dia tengah bersandar di pintu seberang sambil menutup kedua mata dan melipat kedua tangannya di dada.

Wajahnya terlihat tampan, sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Cia sebelumnya.

'Orang ini... apa benar dia Kapten bajak laut? Bukankah dia seumuran denganku?' Cia merasa tak percaya bahwa orang di hadapannya adalah seorang Kapten bajak laut. Dia jadi meragukan gelarnya, mungkin itu hanya klaim satu pihak, tidak diakui oleh dunia. Buktinya, Cia tidak memiliki informasi apa pun tentang nama Rostav Zertu.

Ketika mendengar suara pintu terbuka, Rostav akhirnya membuka matan perlahan. Ketika membuka matanya, jantungnya berdetak dengan lebih cepat ketika melihat seorang perempuan cantik jelita bak permata, dengan mata biru safir yang indah, dan gaun yang dia pilih secara sembarangan, siapa sangka akan cocok dengannya.

Tapi, Rostav berusaha menyembunyikannya dan tetap mempertahankan kesan berwibawa. Dia tidak ingin terkecoh oleh perempuan ini, jangan menilai buku dari sampulnya, walaupun dia telah bersumpah atas nama Sang Ilahi, siapa yang tahu dia memiliki cara untuk membatalkan sumpahnya.

Tapi, tidak lama setelah mata mereka saling bertemu, dada mereka tiba-tiba mengeluarkan cahaya perak serta hiram putih, dan kemudian sebuah lambang muncul, tercetak dengan sangat jelas di dada kiri mereka.

Rostav dapat melihat lambang berbentuk bulan purnama bercahaya perak dengan mata terbuka lebar di pusatnya, seolah-olah sedang menatapnya.

Sementara itu, Cia dapat melihat lambang berbentuk lingkaran dengan pola spiral yang rumit dan artistik di bagian tengahnya. Pola tersebut tersusun dari garis-garis melengkung menyerupai daun, mata, dan gelombang laut yang saling berputar menuju pusat lingkaran yang berbentuk sebuah roda.

'Sepertinya, kita berdua telah terikat oleh sumpah. Apakah hanya mereka yang bersumpah satu sama lain yang dapat melihat lambang ini?' Rostav menyimpulkan dalam hati, hanya dalam pandangan sekilas dia sudah dapat menebaknya.

Cia sendiri bergumam dalam hatinya, 'aku dapat melihat lambangnya. Dan, jujur saja, aku tidak pernah melihat lambang Sang Ilahi seperti itu sebelumnya. Apakah Dewa Primordial Yang Mahakuasa benar-benar ada? Tapi kenapa aku tidak mengetahuinya? Kenapa dunia tidak mencatatnya? Tidak, yang penting, sekarang, dia tidak akan menyakitiku, kan? Jika dia melakukannya, dia akan mendapatkan sebuah hukuman karena melanggar sumpah.'

Cia tetap bersembunyi di balik pintu, hanya menampakkan kepalanya saja. Dia menggigit bibir bawahnya dan bertanya dengan nada ketakutan, "kau... benar-benar tidak akan menyakitiku, kan?"

Rostav menaikkan sebelah alisnya saat dia bergumam dalam hati, 'dia masih belum percaya padaku? Ya, walaupun aku juga belum sepenuhnya mempercayainya,' Rostav hanya memaksakan senyum dan menjawab, "tidak, untuk apa aku melakukannya? Bukankah aku sudah bersumpah atas nama Sang Ilahi?"

Cia menatap lantai, tampak memikirkan kata-kata Rostav.

Rostav yang masih melihat keraguan di wajah Cia akhirnya menambahkan, "hah. Begini, jika aku memiliki niat buruk padamu sejak awal, aku sudah melakukannya saat kau pingsan. Hm, apalagi kau memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang cantik," Rostav mengubah nada suaranya sambil menatap wajah Cia. Hal itu membuatnya merinding sebadan-badan, tapi Cia juga memikirkan hal itu kembali.

'Benar seperti yang dia katakan, jika dia memiliki niat jahat padaku sejak awal, aku pasti... tidak, tidak, aku tidak ingin memikirkannya,' Cia menghela napas dan mengangguk, lalu melangkah keluar dari kamar, tapi tidak menutup pintunya. Dia sengaja melakukannya agar dia dapat bersembunyi di kamar jika melihat Rostav melakukan gerak-gerik aneh.

"Kau sudah percaya padaku, sekarang?" Rostav menegakkan tubuhnya. Dan, jika dilihat, Rostav lebih tinggi dari pada Cia. Cia hanya setinggi bahu Rostav.

Cia tidak menjawab dengan kata-kata, hanya mengangguk.

"Ikuti aku, bukankah kau ingin melihat Laut Mayat?" Rostav melangkahkan kaki lebih dulu, memimpin jalan di depan.

Cia mengikuti di belakangnya setelah tiga langkah dengan langkah gontai. Dia hampir jatuh beberapa kali jika tidak segera berpegangan pada dinding lorong. Dia melirik ke segala arah, melihat pintu-pintu lain di lorong ini. 'Entah kenapa aku merasa kapal ini terlalu sepi. Bajak laut yang aku tahu, mereka sangat berisik dan gemar melakukan kekacauan. Tapi kapal ini... aku tidak mendengar suara apa pun kecuali suara ombak di luar,' Cia menelan salivanya dalam-dalam dan menatap punggung Rostav. 'Jika benar kapal ini berlayar di Laut Mayat, maka aku akan tamat. Aku tidak akan mungkin kabur dengan berenang, itu adalah tindakan paling bodoh yang dapat dilakukan. Apa mungkin aku akan terjebak di tempat ini?'

Ketika mereka mencapai aula makan, ternyata apa yang dia pikirkan tentang kapal ini benar adanya. Biasanya, aula makan adalah tempat yang paling ramai, tempat para awak kapal berkumpul untuk meminum rum, beer, dan bertarung satu sama lain. Tapi di kapal ini... benar-benar kosong, hanya ada barel-barel di beberapa sudut.

Ketika mereka menaiki tangga, Rostav membuka matanya dan melangkahkan kakinya. Tepat saat Cia tiba di dek kapal, tubuhnya menjadi lemas, lututnya seolah-olah tak mampu untuk menahan berat badannya sendiri. Dia terjatuh, terduduk di papan kayu dek kapal.

Langit berwarna merah darah yang ditutupi oleh kabut tebal, laut berwarna merah darah, dengan angin dingin yang menembus tulang berhembus menyelimuti tubuhnya, membuatnya merinding tanpa sadar.

Rostav yang melihat reaksi terkejut Cia pun menyadari bahwa kemungkinan besar, Laut Mayat adalah tempat yang berbahaya. Tapi, bukan itu yang membuatnya terkejut, dia memang sudah menebak lama bahwa tempat ini adalah tempat yang berbahaya. Yang membuatnya terkejut adalah ketika dia melihat layar.

Layar yang kemarin robek karena badai, kini telah kembali. Utuh sepenuhnya, seolah-olah tak pernah robek.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!