NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Daster Batik dan Sinyal yang Menggila

Brak!

Kirei mengempaskan pintu apartemen Sherly di kawasan Kuningan menggunakan tumit sepatu hak tingginya. Begitu pintu tertutup rapat, dia melempar tas kerja kulit buatan Italia dan ponsel Zhaklyn miliknya ke atas karpet berbulu merah muda di ruang tengah. Tanpa memedulikan tata krama, CEO Zhaklyn Mobile yang terkenal anggun dan sedingin es itu langsung menjatuhkan tubuhnya secara tengkurap di atas kasur King Size milik sahabatnya.

Sherly, yang sedang duduk bersila di lantai sambil menggambar sketsa gaun di atas tablet digital, sama sekali tidak menoleh. Rambutnya digulung asal-asalan menggunakan sebatang pensil 2B, dan mulutnya sibuk mengunyah keripik kentang.

"Dihancurkan saingan bisnis lagi? Atau habis diomeli dewan komisaris karena saham bergoyang?" tanya Sherly santai, matanya tetap fokus pada layar tablet.

"Lebih parah dari itu," suara Kirei terdengar teredam karena wajahnya terbenam di bantal. Dia membalikkan tubuhnya dengan kasar, menatap langit-langit apartemen yang dipenuhi lampu-lampu dekorasi. "Gua habis dari sekolah Rian. Anak itu dikeroyok anak komite sekolah yang sok kaya."

Pena digital di tangan Sherly langsung berhenti bergerak. Wanita itu menoleh cepat, matanya membelalak kaget. "Hah?! Rian dikeroyok? Terus lu apain mereka? Lu nangis di depan kepala sekolah?"

"Menangis?" Kirei mendengus sinis. Dia bangkit berdiri dari kasur, melangkah menuju lemari pakaian Sherly tanpa izin, dan mengobrak-abrik isinya. Dia mengambil sehelai daster longgar bermotif batik parang yang ukurannya kebesaran, lalu mengganti setelan blazer hitam pekatnya di tempat itu juga. "Gua bawa tiga pengacara korporat. Gua serahkan berkas gugatan pidana pengeroyokan anak di bawah umur tepat di depan muka ibunya. Kepala sekolahnya sampai pucat."

Sherly langsung melompat dari lantai, bertepuk tangan dengan sangat heboh sampai pensil di rambutnya terlepas dan membuat rambut panjangnya terurai berantakan. "Gila! Itu baru namanya Kirei Zhaklyn! Face-slapping tingkat tinggi! Gua harusnya ikut ke sana buat merekam muka melas mereka!"

Kirei kembali mengempaskan tubuhnya ke atas kasur setelah memakai daster longgar. Untuk pertama kalinya sejak subuh kemarin, Kirei merasa bisa bernapas lega setelah terbebas dari jerat pakaian formal kantornya yang mencekik. Tapi kenyamanan itu tidak bertahan lama. Bayangan kejadian di ruang kepala sekolah tadi pagi kembali berputar di otaknya seperti kaset rusak.

"Tapi bukan itu masalah utamanya, Sher," bisik Kirei, ada nada frustrasi yang sangat nyata dalam suaranya.

"Terus apa? Masalah hukumnya kurang dapet?" Sherly ikut merebahkan diri di sebelah Kirei, menopang dagunya dengan satu tangan sambil menatap wajah sahabatnya dengan penuh selidik.

Kirei terdiam selama beberapa detik. Dia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan, mencoba mengusir rasa panas yang mendadak menjalar ke pipinya. "Vaxerion... dia mendadak datang ke sekolah."

"Hah? Raja mobil listrik itu?"

"Dia datang bawa bapaknya si pelaku yang ternyata kepala dinas. Dan di depan semua orang... Vaxerion memegang tangan gua, Sher." Kirei menurunkan tangannya, menatap Sherly dengan mata jernihnya yang kini dipenuhi kepanikan. "Dia menggenggam tangan gua erat banget di bawah meja. Kulitnya hangat, kokoh, dan dia bilang... keputusan ada di tangan calon istrinya. Dia sebut gua calon istrinya di depan bapak pejabat itu!"

Sherly tertegun sejenak. Ruangan apartemen itu mendadak hening, hanya menyisakan suara desis halus dari pendingin ruangan. Sherly memperhatikan rona merah pekat yang kini menghiasi seluruh pipi hingga ke leher Kirei—sebuah pemandangan langka yang tidak akan pernah bisa dilihat oleh siapa pun di lingkungan Vancort Tower.

Sebuah senyuman jahil, lebar, dan penuh kemenangan perlahan terukir di wajah sang desainer fesyen.

"Oh... jadi sang Ratu Es Jakarta akhirnya benar-benar runtuh?" Sherly menyenggol lengan Kirei dengan sangat bersemangat hingga Kirei bergeser di atas kasur. "Rei, lu sadar nggak sih? Lu nggak lagi marah karena privasi lu diganggu. Lu lagi panik karena hati lu yang selama lima tahun ini lu gembok rapat, barusan kena hantam sama rayuan romantis pria dewasa yang levelnya jauh di atas mantan-mantan lu yang membosankan itu!"

"Sherly, diam atau gua potong dana investasi butik lu buat kuartal depan!" ancam Kirei, suaranya meninggi karena malu. Dia langsung menarik selimut tebal milik Sherly untuk menutupi seluruh tubuh dan wajahnya yang semakin memerah.

Di balik kegelapan selimut, jantung Kirei masih berdegup gila. Sentuhan tangan Vaxerion yang dewasa dan protektif tadi pagi terasa begitu nyata, meninggalkan kehangatan yang seolah-olah masih tertinggal di ujung jemarinya. Di kota Jakarta yang asing dan kejam ini, Kirei selalu dipaksa menjadi tameng bagi keluarganya. Tapi hari ini, ada seorang pria yang dengan tenangnya berdiri di depannya, bersedia menjadi benteng tanpa meminta balasan apa pun.

"Nggak usah ngancem gua pakai duit, Kirei," suara Sherly terdengar meredam dari balik selimut, disusul suara tawa gilanya yang menggema di seluruh kamar. "Ponsel lu dari tadi bunyi terus tuh. Jangan-jangan si Abang Mobil Listrik lagi nyariin calon istrinya yang lagi sembunyi pakai daster batik!"

 Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!