NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mengungkapkan pada revo

    Ketukan pintu berkali kali satpam yang menjaga menandai ada yang datang, tamu yang tidak di kenali nya.

"Selamat siang, ada yang di bantu mas ?" tanya satpam itu dengan ramah pada tamu yang baru datang.

"Siang pak, saya Revo teman Bunga, mau ketemu sama Bunga bisa pak?"

"Waduh mas, sampean ngak tau nona muda lagi sakit udah lima bulan terakhir ini, masih di rawat di dekat rumah sakit besar di tengah kota".

"Serius pak ?" terkejut bagai waktu berhenti mendengar berita yang di jelaskan oleh satpam rumah yang berjaga.

"boleh tau alamat nya dimana pak? Saya ingin lihat nya jika di ijinkan"

"Tunggu sebentar ya, saya ijin sama Bapak atau ibu dulu". Sesaat penjaga rumah itu yang akrab di panggil Pak Darmo menelpon untuk memberi kabar.

"siang pak, ini nganu ada teman nona muda ingin bertemu apa boleh di berikan alamat tempat nona di rawat? Nama nya den Revo"

Banu yang memang sedang di rumah singgah dimana bunga di rawat, mengenal sosok revo sejak masa kuliah bunga. Mengijinkan nya untuk datang ke rumah singgah itu. "boleh kang, kasih aja alamat nya bilang saya menunggu nya juga disini"

"Baik pak, terima kasih selamat siang."

"jaga rumah ya jangan biarin b*jgan itu datang membuat kekacauan lagi"

"Enjeh pak". singkat percakapan mereka

pak darmo langsung menulis alamat nya di secarik kertas agar mudah di berikan nya.

" mas ini alamat nya, bapak pesan ke saya nunggu mas Revo disana juga"

"Baik pak, terima kasih yaa saya langsung kesana."

Revo langsung masuk dalam mobil dan tancap gas ke alamat yang di berikan nya, hati nya lemas mengetahui cinta pertama nya terbaring tidak sadarkan diri begitu lama, cinta yang tidak pernah bisa di gapai bahkan bisa di miliki nya.

   Sampai nya disana, revo langsung di sambut banu yang memang sedang duduk di halaman depan rumah yang begitu luas di temani vandy dan cangkir kopi.

"Om, Vandy .. Gimana kabar nya?"

"Om baik nak, duduklah."

Vandy langsung menyambut nya dengan hangat, "masuk sini Vo jangan sungkan, ngopi apa teh ? tapi ngak kaya cafe ini cuma ada singkong sama ubi rebus aja". Canda vandy membuat nya agak sedikit menghilangkan tegang nya sepanjang jalan memikirkan bunga.

"Kopi boleh lah,"

"tapi mau lihat bunga dulu nih, boleh om ?"

"Boleh masuk lah ada Tante didalam sama helen juga caca .."

Sampai di depan pintu hati revo lemas seperti tidak sanggup tapi harus menghadapi nya kalau ini kenyataan.

    "Sini masuk nak," Ratna yang menyadari revo berdiri di depan pintu dengan tatapan sendu.

"Tante, maaf saya baru mengetahui kabar ini tadi waktu tiba di rumah tante, pak darmo yang memberitahu nya".

"Tidak apa nak, kecelakaan tidak ada yang tau dan tidak ada di tanggalan, gimana kabar mu nak ?"

"Puji Tuhan baik tante, kalau perlu bantuan apapun telepon revo aja tan."

    "Nga, jangan lama lama yaa cepat sadar, semangat aku nunggu kamu."

revo mengusap kepala bunga dengan lembut penuh kasih sayang, di liat Ratna terang terangan hanya tersenyum memandang nya.

"kau begitu tulus nak, sampai anak ku tidak pernah menyadari nya" dalam hati Ratna berkata, sayang sekali harus menunggu seorang gadis sadar akan perasaan nya, tapi apa boleh buat orang tua tidak bisa mencampuri urusan seperti itu.

"Tante, Helen, Dek

saya kedepan dulu ya sama om dan vandy, kalau perlu sesuatu panggil aja revo di depan."

Helen yang mengantar nya keluar dari kamar itu, berjalan bersisihan.

"kok bisa sampai kepikiran buat dateng kerumah deh, kenapa ?"

"aku kecarian kalian tidak pernah datang ke cafe lagi, pegawai yang ku tanyai pun sama jawaban nya lama tidak datang lagi, jadi aku berinisiatif datang kerumah bunga, len"

    "Maaf aku ngak kasih tau tentang bunga, kami semua sedih, berduka karena ini semua andai tidak terjadi dan mengenal dia mungkin bunga baik baik aja Vo,"

"Len nanti ceritakan pada ku ya apa yang sebenernya terjadi, aku akan di depan sama om dan vandy dulu."

"aku pasti balaskan sakit bunga pada siapapun yang menyakiti nya."

Helen tersenyum membalas kalimat revo.

"ayah, nih anak bujang mau ngopi bareng kata nya, dah ah aku tinggal nanti Helen cantik sendiri disini, bye ...."

"Yeee Kunti betina ngalem dewean oo", Vandy teriak yang di sambut juluran lidah ejek dari Helen

...****************...

Setelah obrolan panjang akhir nya Revo memberanikan menanyakan ada apa dengan bunga.

    "Apa yang sebenar nya terjadi sampai bisa bunga koma begitu lama Van? Kalian tidak ada yang memberitahu ku, aku menunggu kalian di cafe lama sekali tidak datang."

   "Situ nunggu kita apa nunggu bunga Vo?"

"kita tau kamu suka sama bunga sejak masa kuliah, kenapa ngak berani ungkapin ? Kamu ya baik, jaga bunga."

  "Kalo ngak suka kenapa sampai mendirikan cafe dengan menu yang hampir tujuh puluh persen bunga sukai lalu dekorasi nya pun klasik di design bercampur sederhana tapi elegan gaya bunga itu sangat sempurna untuk di singgahi bunga yang begitu tenang Indonesia banget Nusantara menjadi satu".

"Masa nak, ayah ngak tau cafe di sebelah mana ?"

"Itu loh yah, dekat taman yang biasa bunga singgah kan ada cafe disana itulah cafe nya revo, kalau ayah ngak percaya ayah bisa datang sendiri lihat lah." Jelas vandy dengan detail pada Banu yang heran dengan apa yang di dengarnya dari tadi.

    Revo yang berusaha mengelak tetap akan kalah, karena Vandy jago dalam menjebak dari kalimat nya, lebih memilih diam tidak membantah apapun dari kalimat Vandy, jelaskan akan kalah vandy yang memang jago dalam bidang nya Polisi Intel yang di didik dan besar bersama dengan bunga dan helen di tangan Banu.

"Maaf om, saya lancang menyukai anak gadis om tanpa ijin, saya murni menyukai dan mengagumi nya sejak masa kuliah dulu karena kegigihan, sifat sederhana dan ramah nya."

   "Kau tidak menyukai ke cantikan dan kekayaan nya?"

telisik banu mulai menginterogasi pemuda itu yang memang di kenal nya sudah cukup lama.

"Tidak om, untuk apa kaya dan cantik rupawan jika tidak memiliki sifat welas asih, budi pekerti".

"materi bisa di cari dan menjadikan cantik dengan perawatan."

tuturan kalimat itu membuat banu mangut mangut mencari kebenaran dari kalimat itu dari sorot mata tidak ada kebohongan yang di ucapkan nya.

   "Dulu aku memang minder dengan apa yang di miliki bunga, di usia belia nya dia bisa mendapatkan uang sendiri sementara aku masih mengandalkan orang tua ku, karena bapak menuntut ku untuk fokus pendidikan sampai aku menyelesaikan pendidikan itu dan mendapat gelar, aku hanya mampu bertanggung jawab atas hidup ku sendiri belum orang tua ku."

    "Aku pergi mengemban pendidikan di luar negeri dengan beasiswa yang ku tempuh sambil bekerja paruh waktu, menghilang dari hidup bunga, hingga aku tau Bunga ada di negara yang di pijak untuk melanjutkan pendidikan juga, Ia selesai lebih cepat karena hanya fokus dalam pendidikan, hidup ku bagai di pukul dengan kegigihan nya, om"

     "Aku berusaha menyelesaikan pendidikan itu dan kembali ke Indonesia, aku langsung di terima di perusahaan besar 3 tahun aku mengabdi di perusahaan itu hingga sekarang, aku membuka cafe cabang di sini untuk mencari bunga."

    "Karena aku tau bunga tidak akan pergi dan singgah jauh, dimana dirinya nyaman dia akan sering datang ke tempat itu, tapi sayang aku mengetahui bunga sudah memiliki kekasih dimana dia mencintai lelaki itu."

 "Tapi rasa di hati ini tidak sama sekali berubah dulu pun aku tau bunga memiliki kekasih yang begitu baik pada nya, Andra teman ku dari kecil dari situ aku mulai balajar membuang obsesi ku untuk menjaga dengan kasih."

"Waktu mendapat kabar Andra telah berpulang aku kembali ingin menjaga bunga dengan kasih."

"walau sekarang bunga memiliki kekasih tapi tidak seperti waktu bersama Andra, aku semakin ingin menjaga nya. Entah kenapa om .."

"maafkan aku om yang begitu lancang."

Wajah revo sesaat tertunduk setelah menjelaskan semua nya pada ayah gadis itu, vandy yang menyimak pun mencari kebenaran dari setiap kalimat nya, mereka tidak menemukan kebohongan sedikit pun dari revo.

"Nak, masih panjang waktu kalian, tidak ada yang salah dengan perasaan sekarang bagaimana menyikapi dan berjuang. Setiap orang tua mau yang terbaik untuk anak nya apa lagi anak gadis nya."

"Ayah mana yang mau melihat anak nya sakit dan terluka, tidak akan satupun seorang ayah mau melihat itu."

    "kau perlu banyak berjuang untuk mendapat nya, om mengijinkan kau berjuang selama kau tidak menyakiti nya."

Jelas banu yang memang menyukai karakter pemuda itu sedari dulu mengenal nya, di mata nya revo pemuda yang bertanggung jawab, mengejar mimpi dengan perjuangan yang panjang, hingga mengindahkan wanita yang di puja nya.

"Apa yang membuat bunga seperti sekarang? Aku belum mendapatkan jawaban dari mu van?"

"apa yang ku ceritakan cukup kau simak dengan baik dan jangan kau ulangi jika ingin berjuang untuk bunga, cukup kesalahan manusia itu yang melukainya."

"Kau boleh membenci atau membalaskan sakit yang bunga rasakan sama seperti kami."

aku akan menceritakan nya dengar kan vo.

"Hari itu, kami pergi ke taman yang baru di resmikan di dekat rumah karena baru selesai di renovasi, bunga begitu antusias ingin pergi kesana, kami ngak bisa melarang nya dan kami ngak bisa melihat nya larut dalam sedih nya karena hati nya begitu patah karena chandra."

"Ia mendapati chandra berkali kali dengan wanita lain, dan ia sering menghindari perdebatan panjang antar mereka, karena setiap akhir nya chandra meminta uang pada bunga untuk keperluan nya yang tidak mudah di mengerti kami."

" Kami sering sekali menjelaskan jangan terlalu sering memberikan uang pada lelaki, jika memang pasangan nya tulus maka ngak akan pernah meminta apapun yang di luar masuk akal, seorang lelaki meminta materi hingga tempat tinggal."

"Bunga... Kau tau sendiri bagaimana sifat nya welas asih tidak pernah tega melihat orang lain susah apa lagi sampai meminta pada nya berulang kali, Apapun akan di berikan dan di usahakan dia ngak mau orang yang di kasihi nya kekurangan sedikit pun."

"Sayang betapa sayang...."

"apa yang di berikan bunga menjadi ladang pencarian mereka, chandra tidak mencintai atau sekedar sayang pada bunga."

"Hingga sekarang yang ku ketahui ada card credit yang di pegang oleh Chandra, itu milik bunga, dan apartemen yang bunga miliki di huni oleh chandra".

"Di taman kami melihat bunga begitu senang rasa mendapat udara bebas yang membuang beban hati nya, dengan tenang dan bahagia."

"Sampai ia di tarik oleh chandra karena memang sudah beberapa hari bunga menonaktifkan ponsel nya untuk menghindari berdebatan nya."

"Chandra terus menarik tangan bunga, sampai waktu bunga ingin melepaskan, Chandra menampar wajah bunga, kami yang melihat itu menghampiri nya Vo, chandra yang begitu marah karena di halangi kami, bunga berlari jauh sampai jalan besar, musibah itu terjadi, bunga tertabrak karena bunga berhenti di tepat di pinggir jalan besar tanpa sadar."

"Bunga menyimpan begitu banyak kesedihan, andai aku di ijinkan membunuh nya aku ingin menghakimi chandra seorang diri."

"Kau bisa melihat semua di cctv taman bukan kami yang memulai kekerasan ini. Kami sedang mencari bukti pemerasan yang di lakukan chandra ke bunga, kami baru sedikit memiliki bukti, dan ternyata chandra juga sering menyakiti fisik bunga dengan memukul nya jika sedang marah."

Jelas vandy yang tidak terima saudara juga sahabat nya di perlakukan seperti itu.

"Lalu bagaimana sekarang Chandra, apa sudah datang melihat bunga ? atau tidak sama sekali datang atau tidak mengetahui sama seperti ku ?"

tanya revo penasaran, hati nya pun sakit mendengar cerita yang di tumpahkan lewat kata kata.

"Chandra tau kondisi bunga,karena dia pun ada disana lalu kabur entah kemana, beberapa waktu lalu datang ke tempat ini aku ngak menerima nya, dan dia datang kerumah berucap yang ngak pantas, akan ku tunjukkan rekaman cctv semua nya pada mu, tunggu sebentar...."

Vandy yang mengambil laptop dari dalam kamar nya, memberikan pada revo untuk di lihat apa yang di katakan nya bukan karena ngak menyukai nya tapi memang berdasar nyata ada nya.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!