🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa
Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.
Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Di Jantung Kerajaan
Cahaya hijau keemasan dari Inti Akar Dunia dan cahaya putih bersih dari pedang Xiao Chen bersatu padu, menciptakan kilatan terang yang menyilaukan, seolah matahari baru saja terbit di dalam ruangan tertutup itu. Di hadapan mereka, makhluk-makhluk bayangan yang terbentuk dari cairan hitam pekat itu mendesis marah, tubuh mereka meleleh dan menguap sedikit demi sedikit setiap kali terkena sinar itu.
Namun, sosok raksasa berjubah hitam di atas sana tidak bergeming. Tawa dinginnya kembali bergema, mengguncang seluruh dinding menara hingga debu-debu batu berjatuhan.
"Kalian pikir cahaya kecil itu bisa menghentikanku?" serunya, suaranya berat dan mengerikan, bergema dari segala arah seolah dia ada di mana-mana sekaligus. "Kalian pikir dengan mendapatkan kekuatan nenek moyang kalian, kalian sudah sebanding denganku? Dengar baik-baik, anak-anak muda... Aku adalah kegelapan yang ada sebelum kehidupan pertama kali tumbuh. Aku adalah kehampaan yang ada sebelum bumi terbentuk. Kalian hanyalah semut yang berani mengangkat kepala menghadapi gunung!"
Sosok itu mengulurkan tangan kanannya yang panjang dan kurus, jari-jarinya berakhir dengan kuku hitam panjang dan tajam. Dari telapak tangannya, keluar asap hitam yang jauh lebih pekat, jauh lebih padat, dan jauh lebih beracun daripada makhluk-makhluk di bawah. Asap itu berputar kencang, membentuk tombak raksasa berwarna hitam pekat yang ujungnya berkilat berbahaya.
"Tapi aku akan berterima kasih sedikit pada kalian," lanjutnya, nadanya berubah menjadi serakah dan penuh ambisi. "Kalian telah melakukan pekerjaan berat untukku. Kalian menghidupkan kembali hutan mati, kalian mengumpulkan kembali kekuatan yang terpecah, dan kalian membawa Inti Akar Dunia ini ke satu tempat yang mudah kuambil. Sekarang... aku akan mengambil semuanya! Kehidupan, kekuatan, jiwa kalian... semuanya akan menjadi milikku untuk selamanya!"
Dengan satu gerakan cepat, sosok itu melemparkan tombak raksasa itu ke bawah, tepat ke arah Shen Yue dan Xiao Chen. Udara di sepanjang jalurnya mendesis terbakar, meninggalkan jejak kegelapan yang mematikan.
"Menyingkir!" teriak Xiao Chen. Ia mendorong Shen Yue ke samping sekuat tenaga, sementara dirinya berputar cepat, mengayunkan pedang sucinya menangkis serangan maut itu.
DUNG!
Suara benturan yang sangat keras terdengar, seolah dua gunung saling bertabrakan. Gelombang kejut meledak ke segala arah, menghancurkan puing-puing batu di sekitar mereka menjadi debu halus. Xiao Chen terdorong mundur beberapa langkah, kakinya menggesek lantai hingga meninggalkan goresan dalam. Tangannya yang memegang pedang terasa kesemutan dan panas luar biasa, tapi ia tidak melepaskan genggamannya sedikit pun.
"Kuat sekali..." gumamnya, napasnya sedikit memburu. Di dalam dirinya, Xiao Lei dan Xiao Mo bersatu, mengalirkan seluruh tenaga yang mereka miliki agar tubuhnya tidak hancur oleh tekanan kekuatan itu.
Shen Yue segera bangkit, tongkat peraknya ia angkat tinggi. Cahaya hijau menyembur keluar, menembus celah-celah retakan di lantai, dan seketika itu juga, akar-akar raksasa yang hidup dan berduri tajam menjulur naik dari tanah, menganyam diri membentuk perisai tebal di depan mereka berdua.
BRAK!
Serangan kedua dan ketiga dari makhluk-makhluk bayangan itu menghantam perisai akar itu, membuatnya bergetar hebat, tapi tidak bisa menembus masuk.
"Jangan biarkan mereka mendekat ke Inti!" seru Shen Yue tegas. Ia menatap tajam ke arah sosok raksasa di atas sana, matanya tidak lagi penuh ketakutan, melainkan penuh kemarahan dan keberanian. "Kau bilang kau ada sebelum kehidupan? Kalau begitu kau harus tahu satu hal dasar, Raja Kegelapan: Kehidupan selalu menemukan jalan. Dan Kehidupan selalu lebih kuat daripada kehampaan!"
Shen Yue menancapkan ujung tongkatnya ke tanah. Cahaya hijau meledak makin besar, kali ini bukan hanya membentuk perisai, tapi juga berubah menjadi serangan. Dari sekeliling ruangan, dari dinding, dari langit-langit, dari mana saja ada jejak tanaman atau akar, muncul sulur-sulur panjang yang bergerak cepat seperti ular, melesat ke atas menyerang sosok berjubah hitam itu, mencoba melilit dan menahannya.
Sosok itu mendengus kesal. Ia melambaikan tangan kirinya, dan gelombang kegelapan menyapu bersih sulur-sulur itu menjadi abu dalam sekejap mata. Tapi saat ia sibuk menangkis serangan Shen Yue, Xiao Chen melesat ke atas seperti anak panah, pedang sucinya berkilat membelah udara, menebas lurus ke arah dada sosok itu.
"Di sini lawanmu!" teriak Xiao Chen. Aura ketiga jiwanya—Bumi, Angin, dan Bayangan—bersatu padu, membuat tubuhnya bergerak dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak masuk akal. Ia bukan lagi sekadar manusia, ia adalah perwujudan kekuatan alam itu sendiri.
Sosok itu kaget, tidak menyangka kecepatan Xiao Chen bisa setinggi itu. Ia terpaksa mundur sedikit ke belakang, pedang Xiao Chen hanya menyisir ujung jubah hitamnya, memotong kain itu dan menampakkan sedikit bagian kulitnya: hitam, keriput, dan berdenyut seperti daging busuk yang hidup.
"Kau berani melukai wujudku!" raung sosok itu marah besar. Matanya merah menyala makin terang, dan kali ini, seluruh tubuhnya membesar, jubahnya terkoyak, menampakkan wujud aslinya: makhluk raksasa berkulit hitam pekat, bertubuh kurus namun berotot kabel, memiliki banyak lengan yang berakhir dengan cakar tajam, dan kepalanya tanpa wajah, hanya ada satu mata besar berwarna merah darah di tengah dahinya.
Ini adalah wujud asli Raja Kegelapan, makhluk yang menghancurkan Kerajaan Akar Dunia ribuan tahun lalu.
"Rasakan ini!" raungnya. Ribuan cakar dari ribuan lengannya bergerak serentak, menyerang ke segala arah, menciptakan hujan serangan yang mematikan. Setiap goresan yang terlewat akan mengubah apa pun yang disentuhnya menjadi debu dan abu.
Xiao Chen berputar di udara, pedangnya bergerak secepat kilat, menangkis setiap serangan yang datang, menciptakan lingkaran cahaya pelindung di sekeliling dirinya dan Shen Yue yang berada di bawah. Suara benturan besi dan kegelapan terdengar terus-menerus, tak putus-putus, memekakkan telinga.
Namun, jumlah serangan itu terlalu banyak. Ada satu cakar yang lolos dari pertahanan Xiao Chen, melesat cepat ke arah Shen Yue yang sedang memusatkan tenaganya.
"Yue! Hati-hati!" teriak Xiao Chen ngeri, ingin berbalik menangkis tapi sudah terlambat.
Shen Yue tidak mundur. Ia mengangkat tongkatnya, membiarkan cakar itu menyentuh permukaan cahaya hijau yang melindunginya. Saat cakar hitam itu bersentuhan dengan cahaya kehidupan itu, terdengar suara mendesis keras seperti besi panas dicelupkan ke air.
Raja Kegelapan meraung kesakitan. Cakar yang menyentuh cahaya itu melepuh, menghitam, dan hancur seketika, seolah kekuatan kehidupan itu adalah racun paling mematikan baginya.
"Ahhhh! Sakit... sangat sakit!" raungnya, mundur terhuyung ke belakang. "Cahaya sialan itu... kekuatan murni itu... aku benci itu! Aku benci semuanya!"
Shen Yue berdiri tegak, napasnya sedikit memburu tapi matanya makin berkilat. Ia mengerti sekarang kelemahan musuh terbesar mereka ini.
"Kau kuat, kau tua, kau punya banyak kekuatan gelap... tapi kau tidak bisa menahan cahaya kehidupan murni," ucap Shen Yue lantang, suaranya terdengar ke seluruh penjuru ruangan. "Kau bisa menghancurkan daging, tulang, tanah, atau batu... tapi kau tidak bisa menghancurkan nyawa, tidak bisa menghancurkan harapan, tidak bisa menghancurkan kehidupan itu sendiri! Itulah alasan mengapa dulu kau gagal, dan itulah alasan mengapa hari ini kau akan kalah lagi!"
Ia menoleh ke arah Xiao Chen yang sedang melayang di udara, keringat membasahi wajahnya namun semangatnya tak tergoyahkan.
"Xiao Yi! Kita harus menyatukan kekuatan kita sepenuhnya! Seperti yang dilakukan leluhur kita dulu! Hanya gabungan Penjaga dan Pelindung yang bisa memusnahkannya selamanya!"
Xiao Chen menoleh, tersenyum lebar dan penuh keyakinan. Ia mengangguk mantap.
"Aku sudah menunggu perintahmu sejak tadi, Nona Penjaga! Katakan saja apa yang harus aku lakukan!"
Shen Yue mengangkat tongkat peraknya setinggi mungkin, mengarahkannya lurus ke atas, ke arah Inti Akar Dunia yang masih bersinar terang di tengah ruangan.
"Serahkan seluruh kekuatanmu padaku! Biarkan aku menyalurkannya! Kita akan menjadi satu kekuatan mutlak! Kekuatan yang akan membersihkan kegelapan ini dari muka bumi!"
Xiao Chen mengangguk. Ia menancapkan pedang sucinya ke udara, membiarkan cahaya putih dari tubuhnya mengalir keluar, terbang melayang, dan menyatu masuk ke dalam tongkat perak di tangan Shen Yue. Di dalam dirinya, Xiao Lei dan Xiao Mo berteriak bersemangat, meleburkan seluruh jiwa dan tenaga mereka sepenuhnya, tidak menyisakan apa pun.
"Ambil semuanya! Ambil nyawaku, ambil kekuatanku, ambil segalanya! Semuanya milikmu, Yue! Gunakan aku untuk menyelamatkan dunia kita!"
Cahaya hijau dan putih bersatu padu di ujung tongkat itu, berubah menjadi sinar raksasa yang begitu terang hingga membuat seluruh ruangan menjadi putih bersih, membutakan mata siapa pun yang melihatnya. Energi yang keluar begitu besar hingga menara itu sendiri bergetar hebat, seolah mau runtuh karena menampung kekuatan yang begitu dahsyat.
Raja Kegelapan di atas sana menyadari bahaya maut yang datang. Wajahnya yang tanpa mata memancarkan kepanikan yang belum pernah ia rasakan selama ribuan tahun. Ia berusaha lari, berusaha melompat keluar dari menara itu, berusaha kabur sejauh mungkin.
"Tidak! Aku tidak akan kalah lagi! Aku tidak akan mati! Aku abadi! Aku adalah kegelapan!" raungnya histeris.
Tapi sudah terlambat.
Shen Yue menurunkan ujung tongkatnya perlahan, mengarahkannya lurus ke arah makhluk itu.
"Kegelapan tidak abadi... karena cahaya akan selalu datang membangunkannya."
"PENGHUKUMAN CAHAYA KEHIDUPAN: PEMBERSIHAN TOTAL!"
Sinar raksasa itu melesat ke atas, menembus segala sesuatu yang ada di jalurnya. Menembus dinding, menembus langit-langit, menembus awan hitam di luar sana, dan menembus langsung ke dada Raja Kegelapan yang sedang berusaha kabur.
Tidak ada suara benturan, tidak ada suara ledakan. Hanya ada cahaya yang menyelimuti segalanya. Tubuh makhluk raksasa itu tidak hancur atau berdarah... tapi ia meleleh, ia memudar, ia hilang, ia dimurnikan kembali menjadi energi murni yang tidak lagi jahat, yang kemudian terserap kembali ke dalam tanah dan akar pohon di sekelilingnya.
Jeritan panjang dan penuh keputusasaan terdengar memudar, sampai akhirnya hilang sama sekali. Kegelapan ribuan tahun itu akhirnya musnah.
Sinar cahaya itu terus naik ke atas, menerangi seluruh wilayah Hutan Terlarang, menerangi kembali setiap pohon mati, setiap tanah kering, setiap jiwa yang terperangkap. Di luar sana, di seluruh wilayah selatan, tunas-tunas baru tumbuh, bunga-bunga mekar, dan warna hijau kembali berkuasa.
Hutan Terlarang... kini bukan lagi tempat kematian. Ia kembali menjadi hutan paling indah, paling subur, dan paling hidup di seluruh dunia.
Di dalam menara yang kini tenang dan damai itu, cahaya perlahan mereda. Inti Akar Dunia berdenyut pelan, bersinar lembut seolah tersenyum bahagia.
Shen Yue berdiri diam, napasnya terengah-engah, seluruh tenaganya habis terkuras. Kakinya lemas, dan ia jatuh berlutut ke lantai yang kini bersih dan indah.
Xiao Chen segera melompat turun, berlari mendekat, dan menangkap tubuhnya sebelum terjatuh sepenuhnya. Ia memeluk gadis itu erat-erat, wajahnya penuh kekhawatiran namun juga kelegaan yang tak terhingga.
"Yue! Kau hebat... kau sangat hebat..." bisiknya lembut, mencium kening kekasihnya. "Kita berhasil, Yue. Kita mengalahkannya. Kita membebaskan tempat ini. Kita membalas dendam ribuan tahun lalu."
Shen Yue tersenyum lemah, menatap wajah Xiao Chen dengan mata yang mulai berat. Ia mengangkat tangannya yang gemetar, menyentuh pipi pria itu.
"Kita... kita berhasil, Xiao Yi... tapi... aku sangat lelah... aku ingin tidur sebentar saja..."
Matanya perlahan tertutup, tubuhnya menjadi lemas sepenuhnya di dalam pelukan Xiao Chen.
"Yue? Yue! Bangun... jangan tidur di sini... kita harus pulang... Yue!" Xiao Chen mengguncang tubuhnya pelan, panik namun ia bisa merasakan detak jantung yang masih berdetak tenang dan kuat. Ia hanya kelelahan luar biasa, habis mengeluarkan energi sebesar itu.
Xiao Chen menggendong tubuh mungil itu dengan hati-hati, mengangkatnya tinggi di pelukannya. Ia menatap sekeliling ruangan itu, menatap Inti Akar Dunia yang kini bersinar damai, menatap puing-puing kerajaan yang kini kembali hidup dan indah.
Ia menatap bayangan-bayangan lembut yang mulai muncul di udara: wajah-wajah orang-orang kerajaan, wajah nenek moyang mereka, wajah Ratu Penjaga dan kedua Pelindung ribuan tahun lalu. Semuanya tersenyum, mengangguk hormat, lalu perlahan menghilang menjadi cahaya kecil yang terbang ke langit, bebas dan damai selamanya.
"Terima kasih... anak-anakku..." bisikan terakhir terdengar, sebelum keheningan damai menyelimuti tempat itu.
Xiao Chen berjalan keluar dari dasar menara itu, berjalan melewati jalan-jalan kota yang kini penuh bunga dan rumput hijau, berjalan melewati gerbang akar yang kini terbuka lebar dan indah. Di belakangnya, A-Ming dan para pengawal mengikuti dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa hormat dan kagum yang tak terhingga.
Misi mereka selesai. Ancaman terbesar musnah. Rahasia terungkap. Kerajaan Akar Dunia kembali hidup.
Namun, di dalam hati Xiao Chen, ia tahu... meski bahaya besar sudah lewat, perjalanan mereka belum benar-benar selesai. Dunia masih luas, masih banyak tempat yang rusak, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dan mereka berdua... kini ditakdirkan untuk menjaga keseimbangan ini selamanya.
Ia menatap wajah Shen Yue yang tidur damai di pelukannya, tersenyum lembut.
"Istirahatlah, Ratu Kehidupanku... Nanti saat kau bangun, kita akan memulai babak baru lagi. Bersama-sama... selamanya."
Dan di atas langit Hutan Terlarang yang kini biru cerah dan bersih, burung-burung mulai berkicau lagi, angin berhembus membawa wangi bunga, dan matahari bersinar terang, menyaksikan lahirnya dua pelindung terhebat yang pernah dimiliki dunia ini.