NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setuju

lorong rumah sakit Sehat Medika di sibukkan dengan berbagai macam aktivitas manusia. Ada suster yang sedang mendorong pasien menggunakan kursi roda, ada pasangan suami istri yang berjalan menuju ke ruang perawatan, ada seorang ibu yang sedang menangis sambil menggendong anaknya yang sedang sakit. Serta ada Angkasa yang berjalan mondar-mandir mondar-mandir di depan ruang IGD, di mana di dalam ruangan itu... ibunya sedang mendapatkan perawatan. Dan jangan lupakan, ada sang ayah... Persimon yang duduk santai tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

"Kenapa keluarnya lama sekali sih?" Angkasa khawatir. Selama ini kesehatan ibunya memang tidak cukup baik, dan hal itu berlangsung selama berpuluh tahun. Sehingga, ketika ibunya dalam keadaan drop seperti ini... ketakutan dalam dirinya semakin bertambah. Takut jika salah satu wanita yang ia sayangi, akan meninggalkan dirinya untuk selamanya.

"Tidak bisakah kau duduk dengan tenang! berjalan mondar-mandir seperti itu, tidak akan membuat kinerja dokter lebih cepat!" kata ayahnya dengan nada datar. Tanpa menunjukkan ekspresi khawatir ataupun panik, melihat pasangan hidupnya berada di dalam sana.

Pergerakan kaki Angkasa terhenti, lalu menatap ayahnya dengan tajam. Ia ingin sekali membalas kata-kata ayahnya dengan caci maki dan berbagai sumpah serapah yang menyakitkan. Namum mengingat lokasi mereka berada, membuat Angkasa mengurungkan niatnya dan akhirnya ia berhenti tepat di depan pintu IGD, sambil berharap semoga salah seorang yang ada di dalam sana segera keluar untuk memberi kabar.

30 menit kemudian...

Anna sudah dipindahkan ke ruang perawatan terbaik sesuai permintaan Angkasa. Sekarang ia sudah bisa bernafas lega, karena kondisi ibunya cukup baik. Hanya saja tidak boleh diberi tekanan lebih, karena kondisi kesehatannya yang kian hari semakin memburuk.

"Mama harus banyak istirahat!" ucap Angkasa, tidak ingin meninggalkan ibunya sedetikpun.

"Mama baik-baik saja!" sahut Anna, dengan wajahnya yang pucat. Namun senyum lembutnya tidak pernah luntur. "Nak!" Anna lanjut memanggil.

"Iya Ma!" Angkasa memusatkan seluruh perhatiannya untuk sang ibu. Sedangkan ayahnya... pria itu hanya duduk di sofa dengan salah satu kaki naik ke atas dan bahu yang bersandar.

Anna memegang tangan Angkasa. menatap putranya dengan berbagai perasaan yang berkecamuk. namun tatapan tajam Persimon, membuat Anna hanya bisa melakukan satu hal yang pria itu kehendaki.

"Kamu mau ya menikah dengan Sukma?" pinta Anna, memberikan tatapan memohon yang biasanya sangat ampuh untuk meluluhkan putranya.

"Mama fokus dengan kesehatan Mama saja!" sahut Angkasa, tak ingin membahas hal itu lagi.

"Mama serius Angkasa! Mama merasa umur Mama gak akan lama lagi!" setitik air mata Anna turun dari sudutnya.

"Mama jangan bicara begitu! Mama pasti sembuh!" suara Angkasa meninggi. Ia paling tidak suka ketika ibunya bicara tentang kematian.

Suasana berubah. Tidak sepenuhnya sendu, melainkan ada sedikit tekanan... atau mungkin banyak tekanan yang Anna rasakan. Namun sayangnya, ia tidak bisa mengungkapkannya pada siapapun.

Ditempatnya, Persimon hanya menunggu. Menunggu hasil memuaskan dari istrinya, yang harus melakukan apa saja demi menebus dosanya.

"Mama mohon Angkasa? Turuti permintaan terakhir Mama? Sebelum Mama meninggal, Mama ingin melihat kamu menikah dengan Sukma?"

Hati dan otak Angkasa berperang. Hatinya meminta Angkasa untuk menolak, karena cintanya yang besar untuk Harleya. Namum otaknya justru memberi perintah yang sebaliknya, demi sebuah logika yang membuat Angkasa harus sadar... jika selama ini, ia selalu menuruti semua permintaan ibunya.

"Mama mohon Angkasa?" untuk yang kesekian kalinya, Anna kembali memohon.

Karena Angkasa tak kunjung menunjukkan reaksi apapun. Sedangkan tekanan dari sang suami semakin besar. Anna hampir saja turun dari ranjang, jika Angkasa tidak cepat menghentikan.

"Ok aku setuju!" putus Angkasa akhirnya.

Senyum kecil terbit di wajah Anna. Namun kesedihan tergambar jelas dari kedua netranya yang berkaca-kaca. "Maafkan Mama Angkasa!" batin Anna, penuh dengan rasa bersalah yang lagi-lagi tidak bisa ia ungkapkan pada siapapun.

Di sofanya Persimon tersenyum lebar. Keinginannya untuk menjodohkan Angkasa dengan Sukma, akhirnya terlaksana.

"Bagus-bagus!" Persimon berdiri, menghampiri istri dan anaknya yang sama-sama sedang berperang dengan perasaan mereka sendiri. "besok malam kita akan datang ke rumah keluarga Hardiman, untuk menentukan tanggal pernikahan kalian!"

Angkasa tidak berkomentar. Jatinya sudah cukup sakit sekaligus lelah... membayangkan apakah ia sanggup menjadi ayah tiri untuk gadis yang sangat ia cintai dan ia idam-idamkan menjadi istrinya?

"Cepat sembuh istriku!" ucap Persimon lembut, ingin menyentuh puncak kepala Anna. Namum wanita tua itu menolak, entah sadar ataupun tidak ia melakukannya.

Persimon tidak mengambil pusing atas penolakan dari istrinya. Asalkan keinginannya terpenuhi, maka untuk yang lainnya... sama sekali tidak penting menurutnya.

"Jaga Mama kamu baik-baik! Papa pergi dulu!" Persimon keluar, meninggalkan ibu dan anak yang sama-sama tidak ingin membalas perkataan, apalagi menatap pria tua itu yang sekarang sudah berada di balik pintu.

"Terima kasih nak!" suara Anna bergetar. Air mata yang sejak tadi sudah mati-matian berusaha untuk ia tahan, akhirnya luruh juga.

Angkasa hanya mampu mengangguk, lidahnya terlalu kelu untuk bicara. Karena meskipun ia menyetujui perihal perjodohan itu. Namum hatinya masih tetap memberikan penolakan dengan keras. Karena sampai kapanpun, wanita yang ia inginkan untuk dijadikan istri hanyalah Harleya.

"Maafkan aku sayang?" Angkasa menutup mata. Bayangan hari-hari bahagia yang sudah ia lewati bersama harleya... kini silih berganti terus bermunculan, seperti slide video eror yang tidak bisa dihentikan.

 

Sedangkan di dalam kamarnya...

Harleya yang masih terus menangis. Menangis sampai suaranya serak dan matanya semakin membengkak. Ia tidak mau, dan juga tidak rela kekasihnya akan menjadi Ayah tirinya. Namum apa yang bisa ia lakukan selain pasrah. Karena Leya sendiri juga tidak tahu... apakah Angkasa akan menolak perjodohan itu... atau justru malah menerimanya.

"Ini keputusan yang terbaik Leya?" sudah sejak tadi ia mencoba untuk mensugesti dirinya sendiri. Tetapi sayangnya sama sekali tidak berhasil. Karena lagi-lagi, segalanya dikalahkan oleh hati, perasaan dan cintanya yang masih mengakar kuat.

Tok! Tok! Tok!

"Non Leya, Mbak boleh masuk membuka pintu.

"Mbak mau mengkantarkan dress pemberian Nyonya untuk non Leya!" jawab Mbak Imas.

"Letakkan saja di luar Mbak. Nanti aku ambil!" jawabnya.

Mbak Imas menurut. Setelah meletakkan paper bag dari salah satu brand terkenal di depan pintu kamar... asisten rumah tangga itu langsung kembali ke dapur. Tanpa curiga jika di dalam sana, anak majikannya sedang menangis dan meratapi nasib percintaannya yang tragis.

"Apa besok aku sanggup melihatnya?" belum berganti hari, pikiran Leya sudah membayangkan hari esok.

Diibaratkan makan buah simalakama. Saat ini Leya berada di posisi itu. Untuk datang ke acara makan malam, akan menyakiti dan menambah luka hatinya. Namum jika ia tidak datang... Maka sang kakek akan semakin membencinya. Karena bagi Hardiman, keturunan wanita sama sekali tidak berguna dan tidak bisa membanggakan.

Seperti Sukma... yang baru dianggap ada, setelah kakak laki-lakinya meninggal dalam kecelakaan.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!