NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:129.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Arga menghela napas panjang karena merasa energinya terkuras hanya untuk meladeni kesombongan kosong dari Dimas.

"Udah selesai ngomongnya Dim? Kalau udah gue mau lewat urusan gue masih banyak," ucap Arga melangkah maju ke depan.

"Eh tunggu dulu, gue belum selesai sama lo pecundang," tahan Dimas menempelkan telapak tangannya dengan keras ke dada Arga.

Niat Dimas adalah untuk mendorong tubuh Arga sampai jatuh telentang ke belakang untuk mempermalukannya di depan tamu lain.

Namun tubuh Arga berdiri sangat kokoh seperti pilar baja yang ditanam langsung ke dasar beton bangunan ini.

Efek dari Peningkatan Fisik Tingkat Dasar milik sistem membuat keseimbangan tubuh Arga menjadi luar biasa sempurna.

Dimas malah merasa pergelangan tangannya sendiri yang kesakitan saat mendorong dada bidang Arga dengan kekuatan penuh.

"Ngapain lo bawa tas olahraga butut gede begitu ke kolam renang hah?" bentak Dimas mencoba mengalihkan rasa malu dan sakitnya.

"Udah gue bilang bukan urusan lo Dim, minggir sekarang sebelum gue beneran panggil pihak keamanan hotel," ancam Arga dengan suara rendah yang mengintimidasi.

Dimas mendengus kasar dan justru tersenyum miring mendengar ancaman pemuda itu.

Dia berbalik badan dan langsung melambaikan tangannya tinggi-tinggi ke arah pos penjagaan di dekat bar kolam renang.

"Mas keamanan, tolong cepat ke sini sebentar ada penyusup masuk area VIP," teriak Dimas memanggil bala bantuan.

Dua orang petugas keamanan berbadan tegap yang memakai setelan jas hitam langsung berlari kecil menghampiri sumber keributan.

"Ada masalah apa ini Pak Dimas?" tanya petugas keamanan pertama yang sepertinya sudah cukup mengenali wajah pelanggan tersebut.

"Ini Mas, tolong periksa orang mencurigakan ini, dia pasti gak punya akses resmi buat masuk ke mari," tunjuk Dimas tepat ke wajah Arga.

"Saya curiga dia mau maling barang berharga milik tamu hotel atau mengganggu privasi kami di sini."

Kedua petugas keamanan itu langsung menempatkan diri mengepung Arga dari sisi kanan dan kiri.

Mereka menatap penampilan Arga dari atas ke bawah dan memang menemukan ketidakcocokan gaya dengan mayoritas tamu elit mereka.

"Mohon maaf Bapak, demi keamanan bersama bisa tolong tunjukkan kartu akses atau gelang member VVIP Anda kepada kami?" pinta petugas pertama dengan nada tegas namun tetap profesional.

Dimas melipat kedua lengannya di dada dan menatap Arga dengan ekspresi sangat puas menantikan momen pemuda itu diseret keluar gedung.

Arga tidak merespon ucapan Dimas sama sekali dan dengan sangat tenang merogoh saku depan celana bahannya.

Dia menjepit kartu akses berwarna emas gelap itu di antara dua jarinya dan mengangkatnya sejajar dengan dada petugas keamanan.

Mata petugas keamanan pertama itu langsung membesar seperti bola lampu saat melihat desain dan cip khusus pada kartu sakti tersebut.

"Astaga, mohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan kami Bapak tamu Presidential Penthouse," ucap petugas itu dengan suara bergetar panik.

Kedua petugas berbadan besar itu secara refleks langsung membungkukkan badan mereka sembilan puluh derajat di hadapan Arga.

"Apakah ada yang bisa kami bantu untuk meningkatkan kenyamanan Bapak selama berada di area VIP ini?" tawar petugas kedua dengan sikap sangat menurut.

Dimas terkejut setengah mati dan hampir saja menjatuhkan kacamata hitam mahalnya melihat adegan tidak masuk akal di depannya ini.

"Mas keamanan, lo berdua jangan pada bercanda deh, dia itu cuma nelayan kere dari pelabuhan pinggiran," protes Dimas menolak kenyataan pahit tersebut.

"Palingan itu cuma kartu akses palsu yang dia cetak sendiri atau dia nemu kartu orang lain jatuh di jalanan depan."

Petugas keamanan pertama langsung menegakkan badannya dan menatap Dimas dengan pandangan mata yang sangat tajam dan dingin.

"Mohon jaga ucapan Anda Pak Dimas, kartu akses tipe Penthouse kami memiliki cip biometrik khusus yang tidak mungkin bisa dipalsukan oleh siapa pun," tegur petugas itu dengan tegas membela tamu terpentingnya.

"Bapak ini adalah tamu kehormatan tingkat tertinggi kami yang menyewa kamar termewah untuk malam ini."

"Jika Bapak Dimas terus mengganggu privasi dan kenyamanan beliau, saya terpaksa harus meminta Bapak meninggalkan area kolam renang ini sekarang juga."

Wajah Dimas seketika memerah padam seperti kepiting rebus menahan rasa malu yang menghancurkan seluruh harga dirinya.

Beberapa tamu lain yang sedari tadi menonton pertunjukan itu mulai berbisik-bisik dan menertawakan kebodohan Dimas secara terang-terangan.

Rina yang awalnya terlihat sangat bangga mengejek Arga kini hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam berpura-pura tidak melihat apa pun.

"Lo pasti main dukun kan Ga sampai bisa begini jalan nasib lo?" tuduh Dimas asal-asalan karena otaknya sudah tidak sanggup mencerna logika.

"Terserah lo mau bilang gue pakai dukun atau babi ngepet Dim, yang jelas kasta lo sama gue sekarang udah beda jauh," balas Arga dengan suara datar yang menusuk ulu hati.

"Sekarang mending lo minggir dari jalan gue sebelum gue suruh mereka berdua ngelempar lo dari atap gedung ini."

Dimas menggertakkan giginya menahan amarah tapi dia terpaksa melangkah mundur memberikan jalan untuk Arga lewat.

Arga berjalan dengan langkah tegap melewati Dimas yang masih berdiri kaku di tempatnya.

Dia terus berjalan menuju ke sudut area kolam renang yang ditunjukkan oleh titik merah di dalam peta sistemnya.

Sudut itu cukup sepi dari hiruk pikuk tamu lain dan dibatasi oleh dinding kaca tebal yang memperlihatkan lanskap kota Jakarta dari ketinggian.

Arga menurunkan tas olahraganya ke atas lantai kayu pinggir kolam dan membukanya secara perlahan.

Dia merakit batang joran karbonnya satu per satu dengan gerakan yang sangat tenang dan presisi.

Beberapa tamu dan pelayan yang melihat aksi aneh itu hanya bisa menatap dengan pandangan heran bercampur bingung.

Namun karena status tamu Penthouse yang melekat pada Arga tidak ada satu pun petugas yang berani menegur atau menghentikan aktivitas absurd tersebut.

Arga memasang Umpan Emosi Acak yang dia dapatkan dari misi sebelumnya ke ujung mata kailnya.

'Semoga aja alat gila ini beneran bisa narik barang bagus dari dasar kolam renang beton ini,' batin Arga meragukan kewarasan sistemnya sendiri.

Arga menarik napas panjang untuk memusatkan konsentrasinya dan melangkah maju mendekati bibir kolam.

Swosh.

Arga mengayunkan joran karbon itu dengan teknik memancing tingkat dasar yang sudah sangat dia kuasai.

Kail bercahaya redup itu melayang melewati udara senja dan mendarat mulus di permukaan air kolam renang yang jernih.

Plup.

Kail itu tenggelam dengan cepat memecah ketenangan air biru tersebut menuju ke dasar lantai keramik kolam.

Arga duduk bersila di pinggir kolam sambil memegang erat gagang jorannya menunggu reaksi dari dalam air.

Suara mekanis sistem yang dingin tiba-tiba berbunyi memecah kesunyian di dalam kepalanya.

Ding.

1
Choky Ritonga
eh ternyata kamu pintar ya Thor 😄👍
Choky Ritonga
orang kau tolol Thor, ada kesempatan utk menghabisi, kamu biari, padahal kamu di tembaki 🤣🤣🤣 tapi iya juga kalau kamu ga tolol cerita ini pasti 15 bab lagi tamat 😄😄😄
Junior Ian
mantap
Mr.B
aku suka cerita novel tentang sistem tapi aku kurang suka bercampur dengan kekuatan kekuatan gaib gaib gitu, tidak salah ada kekuatannya gaib tapi hanya sekedar aja. tapi ceritanya bagus sih. itu saja menurut pendapat. terimakasih thor
Yui: makasih kak atas penilaiannya😊
total 1 replies
Adinda Rahmadinah
keren
Dedy Satriawan
cerita nya lumayan bagus
Rulli Widyatmoko
menghiburr
Zali
mas yanto siang malam ya jaga👍
G
Punya Peningkatan Tibuh Super tapi kalau tidak punya ilmu beladiri,kayaknya percuma deh
YaN Nie
Yaaaahhhh Mulai dah..
DraChin nya 🤣🤣🤣
YaN Nie
Cepat bener dapat kost2an baru?
Kapan nyari nya? 😜
Maz Shell
allur cerita nya gak nyambung
YaN Nie: Betul betul Betuuuuuuulllllll Hahahaha
total 1 replies
Abady Ehm
lama lama membosankan ceritanya,...
Heni Setiyaningsih
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Heni Setiyaningsih
ada ada aja misinya mancing di selokan 🤣
kaleng biskuit
lumayan
kaleng biskuit
emg ada penghun/manusiai tengah laut?
Daniel Sinambela
kenapa ga nyewa kamar hotelnya ajh 1 malam, masih banyak tuh sisa duit 700jt
Daniel Sinambela
setuju sih dari pada adu bacot kaya kebanyakan novel China, bisa nya bacot doang Ampe muak
kaleng biskuit
dayung 3ribu meter aduhai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!