NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:771
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Iwan adalah bawahan Eko, Tujuh puluh persen keuntungan yang didapatkan Iwan dari pedagang ikan akan dl bagikan kepada Eko, Sementara tiga puluh persen sisanya akan dibagi Iwan dengan delapan anak buah nya.

Saat melihat bawahan nya tersungkur di lantai, Eko tidak langsung datang menghampiri mereka. Dia berdiri dl tempat untuk mengamati mereka terlebih dahulu, lalu baru berjalan ke depan gerobak.

Tadi Danu dan Doddy tidak merasa takut saat menghadapi sembilan preman. Namun, mereka malah langsung ketakutan saat melihat Eko.

Tony juga takut hingga gemetaran, sedangkan Basan hanya mengerutkan kening nya tanpa mengatakan apa pun. Kira mengerti kenapa mereka berempat bereaksi seperti itu.

Dimata para penduduk desa, mereka tidak mampu menyinggung hakim, patroli dan pejabat-pejabat kecil lain yang berhubungan dengan kantor pemerintahan daerah.

"Pak Eko!"

Begitu melihat bos nya datang, Iwan buru-buru mengadu,

"Kamu harus membantu ku menegakkan keadilan. Aku datang ke Pasar Timur untuk membeli ikan, tapi kelima orang ini malah memukuli ku sampai begini. Cepat tangkap mereka dan bawa ke pengadilan daerah!"

"Sembarangan!"

Doddy yang tidak sabaran sudah tidak bisa menahan diri. Dia langsung berkata,

"Jelas-jelas kami yang datang untuk menjual ikan, tapi kamu malah mau memeras kami dengan meminta 20% keuntungan. Itu sudah lebih tinggi 10% dari pajak yang harus kami bayar! Sekarang, kamu malah fitnah kami lagi? Sepertinya aku harus menghabisi mu hari ini!"

Begitu mendengar ucapan Doddy, Iwan langsung ketakutan dan bersembunyi di belakang Eko. Dia sudah merasakan kehebatan Doddy tadi. Sebelum Doddy sempat bertindak, Danu pun menahan nya.

Saat melihat situasi ini, tidak ada orang yang berani bersuara. Mereka hanya menatap Eko dalam diam.

Eko mengamati Kira, lalu bertanya,

“Kamu itu seorang pelajar?"

Kira mengangguk. Eko pun bertanya lagi,

"Kamu punya prestasi?"

Kira melaporkan nilai nya,

"Waktu di Tahun Makmur kedua, aku dapat peringkat ketiga!"

Lima tahun yang lalu, raja baru Kerajaan Nayara naik jabatan. Tahun jabatan nya di sebut Tahun 'Makmur'.

Dua tahun setelah raja baru menjabat, pemilik tubuh sebelumnya mengikuti ujian sarjana yang menerima 20 orang pelajar dari provinsi kecil. Pemilik tubuh sebelumnya menduduki peringkat ketiga dalam ujian itu.

Pada zaman ini, pelajar yang berprestasi memiliki beberapa hak istimewa.

"Ternyata kamu itu seorang cendekiawan. Aku Eko Makmur, petugas patroli dari pengadilan daerah."

Eko yang tadinya terlihat serius pun tersenyum dan menyanjung Kira. Kemudian, dia langsung berbalik dan menampar Iwan.

Iwan langsung tercengang hingga tidak merasakan darah yang mengalir dari sudut mulutnya.

"Dasar preman! Beraninya kamu menindas seorang cendekiawan! Hari ini, aku bakal bawa kamu ke pengadilan daerah supaya kamu dihukum!"

Eko pun langsung menyeret Iwan pergi. Preman-preman lain nya juga mengikuti mereka dengan patuh.

"Bukan nya Iwan itu bawahan Eko? Kenapa Eko malah menangkapnya?"

"Soalnya yang Iwan ganggu itu seorang cendekiawan. Eko pasti takut cendekiawan itu menghukum keluarga mereka sehabis jadi pejabat tinggi. Jadi, dla pura-pura menghukum Iwan dulu."

"Ahl Ternyata pemuda itu seorang cendekiawan Tapi kenapa dia jadi pedagang dan berjualan?"

"Memangnya tadi kamu nggak dengar? Dia punya masalah utang!"

Begitu Eko pergi, suasana di Pasar Timur menjadi ramai kembali.

Kira masih sedikit tertegun. Dia tidak menyangka ternyata reputasinya sebagai seorang pelajar cukup berguna juga.

Setelah tersadar dari keterkejutan, mereka berlima pun mulai menjual ikan.

Eko menyeret Iwan keluar dari Pasar Timur. Setelah keluar dari Pasar Timur, dia pun menendang Iwan lagi. Iwan langsung berdiri dan buru-buru menyanjung Eko,

“Pak Eko, dia cuman seorang pelajar, masih belum jadi sarjana. Perjalanan nya untuk menjadi pejabat masih jauh! Kenapa kita harus takut...."

sebelum Iwan menyelesaikan kalimatnya, Eko menamparnya lagi,

“Dasar tolol! Dia sudah terpilih menjadi pelajar di usia 17 tahun, itu berarti dia sangat berbakat! Orang seperti ini cepat atau lambat pasti bakal jadi sarjana. Kalau sudah jadi pejabat besar, dia pasti bisa dengan gampang menghukum mu! Orang paling mengerikan di dunia ini adalah cendekiawan! Cuman orang bodoh kayak kalian yang merasa cendekiawan itu mudah ditindas!"

Anak yang tidak sabaran itu bisa menghajar sembilan orang sendirian. Dia jelas adalah orang yang berlatih bela diri. Orang yang menarik anak yang tidak sabaran itu juga pasti jauh lebih hebat darinya.

Orang yang paling mengerikan adalah pria paruh baya yang memiliki tatapan tajam itu, Aura yang di pancarkan nya bahkan lebih mengerikan dari seorang algojo. Dia pasti juga bukan orang biasa.

Jika Eko ingin menghadapi ketiga orang itu, dia juga belum tentu berhasil, bahkan dengan mengerahkan seluruh anak buah nya. Bisa gawat jika masalah ini jadi besar dan diketahui pemimpin kabupaten.

Sebagai pejabat kecil, Eko paling jelas orang seperti apa yang bisa ataupun tidak bisa disinggung.

Setelah mendengar ucapan Eko, Iwan buru-buru berkata sambil tersenyum,

"Pak Eko benar! Tapi gimana kalau kelak mereka masih terus berjualan ikan di Pasar Timur? Kita nggak boleh kehilangan keuntungan sebesar ini!"

"Tentu saja nggak boleh!"

Eko memicingkan matanya, lalu berkata,

"Hari ini, kamu sudah dikalahkan mereka, kamu nggak bakal bisa menekan para pedagang itu lagi. Untuk sementara, ganti bos saja dulu. Nanti kalau ada kesempatan, kamu boleh menjabat lagi. Nggak perlu ambil keuntungan dari kelompok cendekiawan itu, tapi suruh mereka jangan umbar-umbar hal ini ke orang lainnya."

Eko merasa orang-orang ini pasti sudah berusaha keras untuk menangkap segerobak ikan itu.

Lagi pula, cuaca nya sudah makin dingin, ikan juga akan makin sulit ditangkap. Jadi, Eko merasa tidak mengambil keuntungan dari mereka juga tidak akan merugikan dirinya.

"Baik, Pak Eko!"

Iwan menunduk dengan tidak rela. Bos yang sudah turun pangkat mana mungkin bisa naik pangkat lagi. Lagi pula, bos pengganti juga tidak begitu mudah dicari.

Tiga belas ribu tujuh ratus enam puluh rupiah! Ikan yang masih hidup sangat mudah dijual. Belum sampai dua jam, ikan di gerobak mereka hanya tersisa dua ekor yang besar dan sepuluh ekor yang kecil. Itu juga merupakan penghasilan bersih yang mereka dapat setelah membayar pajak.

Pertama kalinya Tony, Danu dan Doddy melihat uang yang begitu banyak dalam hidup mereka. Mata mereka langsung berbinar, Namun, Basan malah menggeleng sambil mengerutkan kening nya,

"Jumlah yang kita dapat ini masih belum setengah dari 40 ribu rupiah"

Ketiga orang tu langsung tersadar dan berkata dengan cemas,

"Jadi gimana? Kita sudah nggak sempat tangkap ikan lagi. Hari ini adalah hari terakhir bayar utang."

Kira juga tersenyum masam. Dia awalnya mengira penjualan ikan yang masih hidup paling tidak bisa menghasilkan 20-30 ribu rupiah. Alhasil, harga penjualan di Kerajaan Nayara masih belum mencapai harapan nya.

"Cuman bisa pinjam uang dulu!"

Basan menghela napas, lalu berkata,

"Aku masih punya 3.000 rupiah. Kalau kita pinjam sama para kerabat, seharusnya bisa terkumpul sepuluh ribu rupiah"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!