NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Nathan menatap detektif itu dengan wajah tenang.

“Detektif, saya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian polisi,” kata Nathan.

Detektif itu mengangguk.

“Baik, Tuan Han. Kami akan memberi tahu jika ada perkembangan. Dan untuk saat ini kami membutuhkan keterangan anda."

"Baiklah?" jawab Nathan

Detektif menutup map laporan otopsi lalu menatap Nathan.

“Tuan Han, hasil otopsi sudah selesai. Jika Anda ingin mengurus pemakaman korban, Anda bisa melakukannya,” kata detektif itu.

Nathan memandang jasad Calista beberapa saat. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya tampak berat.

“Saya yang akan mengurus semuanya,” ucap Nathan singkat.

Detektif itu mengangguk.

“Baik. Kami akan menyelesaikan administrasinya.”

Nathan tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya menatap sekali lagi jasad Calista sebelum berbalik meninggalkan ruangan.

Beberapa jam kemudian, setelah memberikan keterangan kepada polisi, Nathan kembali ke rumahnya ditemani oleh Marcus.

Begitu masuk ke ruang tamu, Nathan langsung menarik dasinya dengan kasar dan membuka beberapa kancing kerah kemejanya. Ia berjalan menuju sofa lalu duduk dengan tubuh sedikit bersandar.

Di tangannya, cincin pertunangannya dengan Calista tergenggam erat.

Tatapannya kosong menatap ke depan, seolah masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.

“Tuan,” panggil Marcus hati-hati dari samping.

Nathan tetap diam beberapa saat sebelum akhirnya bersuara pelan.

“Marcus.”

“Ya, Tuan.”

Nathan menatap lurus ke depan.

“Mulai malam ini, selidiki semua yang terjadi pada Calista dalam dua minggu terakhir.”

Marcus langsung mengerti maksud perintah itu.

“Apartemen, rekaman CCTV, riwayat telepon, dan semua orang yang pernah bertemu dengannya. Polisi akan mencari jawabannya dengan cara mereka.”

Ia mengepalkan cincin di tangannya sedikit lebih kuat. "Dan kita akan menemukan jawabannya lebih dulu.”

Marcus menundukkan kepala dengan hormat.

“Baik, Tuan. Saya akan mulai sekarang.”

***

Di ruang penyelidikan kantor kepolisian, tiga detektif masih bekerja meski malam sudah larut. Berkas kasus Calista Li terbuka di atas meja.

Detektif Brian sedang membaca laporan hasil otopsi dengan serius. Tiba-tiba alisnya berkerut.

“Sam, Tom… lihat ini,” katanya sambil mengangkat berkas itu.

Sam yang sedang duduk langsung menoleh.

“Ada apa?”

Brian menunjuk bagian laporan.

“Sesuai hasil autopsi kematian korban diperkirakan telah seminggu. Itu artinya korban bunuh diri pada tanggal 15 Januari… hari yang sama dengan pelantikan Nathan Han,” ucapnya.

Sam langsung berdiri dan mengambil berkas itu. Setelah membaca beberapa baris, matanya membesar.

“Calista Li bunuh diri tepat di hari pelantikan tunangannya?” katanya kaget.

Tom mendekat dan ikut melihat laporan itu.

“Ini aneh,” gumamnya.

Ia kemudian menunjuk bagian lain dari laporan.

“Di sini tertulis tim forensik menemukan bekas lebam lama di tubuh korban, sekitar dua minggu sebelum kematian.”

Brian menyilangkan tangan di dadanya.

“Seorang wanita bunuh diri di hari paling penting bagi tunangannya… dan sebelumnya ada tanda kekerasan,” katanya pelan.

Sam menutup berkas itu perlahan. “Menurut kalian ini benar-benar bunuh diri?”

Tom menatap dua rekannya.

“Tidak tahu juga” jawabnya. “Tapi kasus ini jelas tidak sesederhana yang terlihat.”

Sam menatap dua rekannya.

“Bagaimanapun juga, kita harus menyelidiki hubungan mereka.”

Tom mengangguk.

“Aku akan mulai dari Nathan Han. Cari semua informasi tentang dia,” katanya.

Brian mengambil kembali berkas itu.

“Riwayat hubungannya dengan Calista, kehidupan pribadi, pekerjaan, semuanya,” ucapnya tegas. “Kalau memang ada sesuatu yang terjadi sebelum kematian Calista, kita akan menemukannya.”

Keesokan harinya.

Di ruang kerja yang luas dan sunyi itu, Marcus berdiri di depan meja Nathan sambil membawa tablet berisi rekaman CCTV apartemen Calista.

“Tuan, ini rekaman dari apartemen Nona Calista,” kata Marcus dengan nada serius.

Nathan mengambil tablet itu tanpa banyak bicara.

Marcus kemudian memutar rekaman. “Ini rekaman malam 1 Januari,” jelasnya.

Di layar terlihat pintu lift terbuka. Beberapa detik kemudian Calista keluar dari dalam lift.

Nathan langsung menatap layar dengan tajam.

Calista terlihat dalam kondisi berantakan. Rambutnya acak-acakan, pakaiannya kusut, dan wajahnya pucat. Ia berjalan dengan langkah tidak stabil, bahkan tubuhnya sedikit membungkuk seolah menahan rasa sakit.

Tangannya menekan perutnya. Beberapa kali ia berhenti di lorong apartemen sambil menahan tangis sebelum akhirnya berjalan tertatih-tatih menuju pintu unitnya.

Nathan mengepalkan tangannya saat melihat keadaan itu.

Rekaman berhenti ketika Calista masuk ke dalam apartemennya.

Beberapa saat ruangan itu menjadi sunyi.

Marcus akhirnya kembali berbicara.

“Saya sudah memeriksa rekaman sebelum dan sesudah kejadian itu,” katanya. “Saya juga sudah menyelidiki riwayat panggilan, pesan, dan aktivitas ponselnya.”

Nathan mengangkat pandangannya.

“Tidak ada sesuatu yang mencurigakan?” tanyanya dingin.

Marcus menggeleng.

“Tidak ada, Tuan. Tidak ada nomor asing, tidak ada ancaman, dan tidak ada orang yang mencurigakan yang terekam di CCTV.”

Nathan terdiam beberapa saat sambil menatap ulang rekaman Calista yang berjalan tertatih-tatih itu.

Tatapannya perlahan berubah semakin dingin.

“Kalau begitu…” gumamnya pelan. “Berarti seseorang sengaja tidak meninggalkan jejak.”

“Saya juga sudah menyelidiki aktivitas Nona Calista selama dua minggu sebelum kejadian. Tidak banyak orang, Tuan,” jawabnya. “Sebagian besar hanya rekan kerjanya di kantor.”

Nathan tidak bereaksi.

Marcus melanjutkan, “Selain itu… hanya Anda.”

Nathan sedikit mengernyit.

“Sebelum kejadian Nona Calista hanya tercatat bertemu dengan rekan kerja di kantor, lalu kembali ke apartemen,” jelas Marcus. “Dan pertemuan terakhir di luar pekerjaan adalah dengan Anda.”

Nathan menatap rekaman Calista yang berjalan tertatih-tatih di layar tablet.

“Tidak ada orang lain?” tanyanya pelan.

Marcus menggeleng.

“Tidak ada, Tuan. Tidak ada tamu yang datang ke apartemennya, dan tidak ada pertemuan lain yang tercatat.”

“Cari ahli forensik terbaik yang reputasinya tidak diragukan!" perintah Nathan.

Marcus sedikit mengernyit, namun langsung mengerti maksud tuannya.

“Tuan ingin melakukan pemeriksaan ulang?” tanyanya memastikan.

Nathan mengepalkan tangannya perlahan.

“Kita akan melakukan autopsi ulang pada jasad Calista,” ucapnya tegas.

Marcus mengangguk.

“Baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi ahli forensik yang terkenal dan mengatur semuanya.”

Nathan menundukkan pandangannya ke cincin pertunangan yang masih berada di tangannya.

“Jika ada seseorang yang menyakitinya…” gumamnya pelan.

Tatapannya berubah semakin dingin. “Aku yang akan menghancurkan orang itu."

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!