NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. Restu Ugal-ugalan Calon Mertua

Malam itu, kediaman megah keluarga besar Bani Sudirjo kembali diterangi lampu kristal yang memancarkan kemewahan di setiap sudutnya. Namun, atmosfer di dalam ruang makan jati itu terasa lebih panas daripada knalpot motor sport yang baru saja dipacu kencang.

Sesuai dugaan, Lisa sudah duduk manis di samping Mama Maya. Ia mengenakan gaun merah yang sangat kontras dengan dress pastel Cantik yang elegan. Begitu Juna Raksa dan Cantik melangkah masuk, Lisa langsung menebar senyum kemenangannya, sementara Sintia yang duduk di sebelah Satria tampak memberikan lirikan penuh arti pada Lisa. Sepertinya, aliansi dua wanita ini sudah terbentuk sejak tadi sore.

"Jun-Jun! Sini duduk deket Mama Maya! Tadi aku baru saja cerita ke Mama Maya soal foto-foto kita pas di pantai, Mama Maya ketawa loh inget kamu yang dulu hobi bolos," seru Lisa dengan suara yang dibuat seakrab mungkin.

Cantik hanya mengeratkan pegangannya pada tas tangannya. Ia melirik Juna yang tampak sangat kaku. Juna segera menarik kursi untuk Cantik, lalu duduk di sampingnya, sengaja menjaga jarak dari Lisa.

"Lisa, sudah Mama bilang, Juna itu sekarang sudah jadi bos. Panggil yang bener, jangan panggil nama camilan terus," tegur Mama Maya dengan nada tenang, namun sorot matanya tajam. Beliau kemudian menoleh pada Cantik. "Cantik, sini duduk lebih dekat sama Mama. Mama mau dengar lanjutannya soal kontrak Jepang itu."

Lisa yang merasa "kartu as" masa lalunya mulai tidak mempan, tidak menyerah. Di tengah makan malam, saat semua sedang menikmati hidangan, ia meluncurkan serangan paling beracunnya.

"Tante Maya, sebenarnya aku agak prihatin loh sama Juna," Lisa memulai dengan nada sok peduli, matanya melirik Cantik dengan hina. "Juna kan masih muda, masa depannya masih panjang. Tapi kok dapetnya... maaf ya Kak Cantik, kok dapetnya yang barang bekas abangnya sendiri? Istilahnya apa ya... turun ranjang? Eh, ini mah belum naik ranjang tapi udah ganti pasangan ya?"

Suasana di meja makan seketika membeku. Bunyi denting sendok yang beradu dengan piring langsung berhenti. Satria tersedak air minumnya, sementara Sintia diam-diam menutup mulutnya sambil menahan tawa kemenangan.

"Iya ya, Lis," Sintia ikut menimpali dengan suara melengking. "Aku juga heran. Padahal di luar sana banyak yang masih 'gres', eh ini malah muter-muter di satu keluarga. Nggak malu ya Mbak Cantik? Abangnya nggak dapet, malah mepet ke adeknya yang masih bocah."

Cantik merasakan tangannya bergetar di bawah meja, bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang luar biasa hebat. Namun, sebelum Cantik sempat membuka mulut, Juna Raksa sudah lebih dulu menggebrak meja dengan satu tangan.

"LIDAH LU JAGA YA, LISA!" bentak Juna, suaranya menggelegar memenuhi ruangan. Matanya yang biasanya jenaka kini berkilat penuh amarah. "Satu kali lagi lu sebut Kak Cantik barang bekas, gue pastiin malam ini juga lu keluar dari rumah ini tanpa alas kaki!"

"Loh, Jun-Jun! Aku kan bicara fakta—"

"Faktanya adalah, abang gue yang nggak pantes buat Cantik!" potong Juna pedas. Ia berdiri, menatap Lisa dan Sintia bergantian dengan tatapan membunuh. "Dan lu, Sintia... jangan sok suci. Lu sendiri bangga dapet 'bekas' tunangan orang lewat jalur selingkuh, kan? Terus sekarang lu mau sok-sokan bahas moral?"

Mama Maya berdehem, membuat perhatian semua orang kembali pada beliau. Pria-pria di meja itu, termasuk Papa Sudirjo, mendadak membisu menyaksikan otoritas tertinggi keluarga mulai bicara.

"Lisa," panggil Mama Maya. Suaranya rendah tapi sangat menekan. "Mama hargai kamu sebagai tamu. Tapi kalau kamu datang ke sini cuma buat merendahkan wanita lain dengan sebutan 'barang bekas', berarti Mama salah besar pernah menganggap kamu anak yang sopan."

Mama Maya menoleh ke arah Cantik, lalu meraih tangan Cantik dan menggenggamnya erat di depan semua orang.

"Bagi Mama, Cantik bukan barang bekas. Dia adalah mutiara yang hampir saja dibuang oleh orang yang nggak tahu cara menghargai keindahan," ujar Mama Maya sambil melirik tajam ke arah Satria yang menunduk malu. "Dan soal 'turun ranjang' atau apapun itu istilah murahanmu... Mama justru bersyukur Juna yang dapetin Cantik. Karena cuma Juna yang punya cukup nyali buat menjaga mutiara ini."

Mama Maya kemudian menatap Lisa dengan pandangan dingin. "Lisa, Mama rasa kamu sudah kenyang. Sebaiknya kamu pulang sekarang. Mama nggak mau meja makan Mama ternoda sama kata-kata kotor dari mulut orang yang nggak punya etika."

Lisa melongo. Wajahnya merah padam karena malu tingkat dewa. Ia melirik Sintia untuk meminta bantuan, tapi Sintia langsung pura-pura sibuk mengelus perutnya, tidak mau ikut terseret murka Mama Maya.

"Tapi Tante... aku—"

"Pulang, Lisa," perintah Mama Maya, kali ini tanpa kompromi.

Lisa menyambar tasnya dan berlari keluar dengan isak tangis yang tertahan. Aroma parfum menyengat yang dibanggakannya kini tertinggal bersama rasa malu yang luar biasa.

Setelah suasana tenang, Juna duduk kembali, namun tangannya masih menggenggam erat tangan Cantik di bawah meja.

"Ma, makasih ya," bisik Juna tulus.

Mama Maya hanya tersenyum bijak pada Cantik. "Cantik, jangan dengerin omongan sampah seperti itu. Kamu itu berharga. Mama tahu betapa Juna sangat memujamu, dan Mama setuju sama dia."

Cantik tersenyum, matanya berkaca-kaca karena kelegaan yang luar biasa. "Terima kasih, Ma. Cantik janji bakal jaga amanah Mama."

Malam itu, di teras rumah Bani Sudirjo, Juna menarik Cantik ke dalam pelukannya. Di bawah sinar rembulan Jakarta yang redup, Juna berbisik pelan di telinga Cantik.

"Gue nggak peduli dunia bilang lu apa, Kak. Bagi gue, lu itu segel masa depan gue yang paling berharga. Lu bukan bekas siapapun, lu itu awal dari segalanya buat gue."

Cantik tertawa merdu di balik dada Juna, rasa sakit hati gara-gara Lisa tadi hilang seketika. "Lu beneran ugal-ugalan ya kalau lagi belain gue."

"Selamanya bakal begitu, Nyonya Juna!"

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!