NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERLINDUNGAN SANG MAFIA

Suasana ballroom yang tadinya penuh decak kagum mendadak senyap mencekam. Ribuan pasang mata terpaku pada bahu kiri Flaire yang kini terekspos sepenuhnya karena tali gaunnya terputus. Beban kristal zamrud pada gaun itu mulai menarik kain sutra tersebut ke bawah, mengancam akan mempermalukan sang Queen of Lens di puncak kariernya.

Flaire mematung. Napasnya tertahan di tenggorokan. Ia bisa merasakan angin dingin menyentuh kulit dadanya yang putih bening saat gaun itu perlahan melorot. Di depan sana, ratusan lampu kilat kamera siap mengabadikan kehancurannya.

Namun, sebelum kain itu jatuh lebih jauh, sebuah bayangan besar melompat ke atas panggung dengan kecepatan yang tak masuk akal.

SRET!

Sebuah jas tuksedo hitam yang tebal dan hangat mendarat dengan sempurna di bahu Flaire, membungkus tubuh sintalnya dari belakang. Sebuah tangan kekar dan berurat melingkar kuat di pinggang Flaire, menahan gaun itu agar tidak jatuh ke lantai.

Flaire mendongak dengan mata berkaca-kaca. Aroma maskulin yang sangat ia kenal campuran kayu cendana dan cerutu mahal langsung menyeruak masuk ke indranya.

Jaydane Shelby.

Wajah tampan bak Dewa Yunani itu tampak sangat murka. Rahangnya mengeras sekeras batu karang. Iris abu-abunya menatap tajam ke arah kerumunan fotografer, seolah siap membunuh siapa saja yang berani menekan tombol rana kamera mereka.

"Matikan semua kamera. SEKARANG!" suara bariton Jaydane menggelegar di seluruh aula, penuh otoritas absolut seorang pemimpin Mafia yang tak terbantahkan.

Dalam sekejap, lampu-lampu kilat itu padam. Tak ada yang berani membantah perintah sang penguasa bisnis terkaya di dunia tersebut. Jaydane kemudian menunduk, menatap Flaire yang gemetar dalam pelukannya.

"Tetap diam di sampingku, Little Bird," bisik Jaydane dingin, namun ada nada protektif yang terselip di sana.

Ia membalikkan tubuh Flaire, menyembunyikan wajah wanita itu di dadanya yang bidang dan keras, lalu membimbingnya berjalan turun dari panggung melalui pintu belakang.

Di balik tirai, Aurora berdiri dengan wajah pucat pasi. Rencananya untuk mempermalukan Flaire gagal total. Alih-alih melihat Flaire hancur, ia malah harus menyaksikan tunangannya sendiri menjadi pahlawan bagi wanita yang paling ia benci.

"Jay... apa yang kau lakukan?" gumam Aurora dengan bibir bergetar.

Jaydane menendang pintu ruang ganti hingga terbuka lebar. Ia mendorong Flaire masuk dan segera mengunci pintu dari dalam. Tanpa membuang waktu, Jaydane menyudutkan Flaire ke dinding, kedua tangannya mengunci pergerakan wanita itu.

"Siapa yang melakukannya?" tanya Jaydane dengan nada rendah yang berbahaya.

"Aku... aku tidak tahu, Jay. Tiba-tiba saja talinya putus," jawab Flaire lirih. Ia masih memegang erat jas Jaydane yang menutupi tubuhnya.

Jaydane mendekatkan wajahnya, hidung mereka hampir bersentuhan. Matanya menatap tajam ke arah mata Flaire yang saat ini masih menggunakan kanta lekap hazel.

"Kau pikir aku bodoh? Benang itu disayat dengan silet. Seseorang ingin kau telanjang di depan umum," desis Jaydane. Jemarinya yang kasar mengusap rahang Flaire dengan posesif.

"Hanya aku yang boleh melihat apa yang ada di balik gaun ini, Flaire. Tidak ada pria lain. Kau mengerti?"

Flaire tertegun. Jantungnya berdegup kencang. Kebencian Jaydane terasa begitu nyata, namun perlindungannya malam ini terasa begitu menghangatkan.

Tiba-tiba, terdengar ketukan keras di pintu.

"Jaydane! Buka pintunya! Aku tahu kau di dalam dengan wanita itu!" Suara melengking Aurora terdengar dari luar.

Di saat yang sama, Jorden yang tadi ditinggalkan di kursi depan berlari menghampiri pintu sambil menangis, "Papa! Tante Cantik! Jorden takut!"

Mendengar suara tangisan Jorden, naluri keibuan Flaire kembali bergejolak. "Jay, buka pintunya. Jorden menangis," pinta Flaire dengan mata memohon.

Jaydane menatap Flaire lama, lalu perlahan menjauh. Namun sebelum ia membuka pintu, ia membisikkan sesuatu yang membuat darah Flaire berdesir, "Jangan lepaskan jasku. Jika aku melihatmu tanpa perlindunganku malam ini, aku akan menghancurkan siapa pun yang menyentuh sayatan di gaunmu itu."

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!