NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"

Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.

Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!

Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Istri Galak vs Suami Pura-pura

Bab 2: Istri Galak vs Suami Pura-pura

Kamar mandi besar itu dipenuhi uap hangat. Air mengalir membasahi tubuh Lin Qingyan, membersihkan debu perjalanan dan rasa lelah setelah seharian penuh menjalani upacara pernikahan yang melelahkan.

Di luar sana, orang-orang menganggap dia wanita bodoh, wanita matre, atau wanita malang yang nasibnya buruk.

Tapi Lin Qingyan berpikir sebaliknya.

'Bodoh? Mereka yang bodoh,' batinnya sambil membasuh wajahnya dengan air dingin. 'Satu Miliar Emas itu bukan angka kecil. Dengan uang itu, aku bisa selamatkan perusahaan Ayah, aku bisa punya kekuatan finansial, dan aku bebas melakukan apa saja. Suami cacat? Anggap saja aku punya patung hidup yang mahal. Gampang kok ngurusinya.'

Lin Qingyan adalah tipe wanita yang sangat realistis dan logis. Cinta baginya adalah hal yang paling tidak masuk akal dan sering kali menyakitkan. Uang dan kekuatan adalah hal yang paling nyata dan bisa dipegang.

Setelah merasa bersih dan segar, ia mengenakan piyama sutra berwarna biru gelap yang simpel tapi menawan. Rambut panjangnya dikuncir kuda tinggi, membuat wajahnya terlihat lebih tajam dan awet muda.

Ia berjalan keluar dari kamar mandi dengan langkah santai.

 

Pertengkaran Kecil

Saat ia keluar, ia melihat Gu Beichen masih berbaring diam di tempat tidur yang luas itu. Matanya terpejam, napasnya terdengar pelan dan lemah. Wajahnya yang tampan terpancar di bawah cahaya lampu kristal yang remang-remang.

Lin Qingyan berjalan mendekat, lalu duduk di tepi ranjang. Ia menatap wajah pria itu lekat-lekat.

"Cantik juga ya wajahmu. Sayang sekali badannya rusak," gumamnya pelan.

Tiba-tiba, tangan Gu Beichen bergerak sedikit, dan mulutnya mengeluarkan suara erangan lemah seolah ingin minum atau ingin sesuatu.

Lin Qingyan mengernyitkan dahi. "Heh, jangan bikin suara aneh begitu. Aku tidak mengerti bahasa isyarat orang sakit."

Ia berdiri lalu mengambil segelas air putih dan sendok. Ia menyuapi Gu Beichen dengan hati-hati tapi kaku. Tidak ada sentuhan lembut atau nada manja.

"Makanlah... minumlah... biar cepat besar... eh maksudnya biar cepat sehat atau cepat mati," ucap Lin Qingyan datar.

Gu Beichen meminum air itu perlahan. Matanya terbuka sedikit menatap Lin Qingyan. Tatapan itu dalam dan sulit diterjemahkan.

Setelah minum, Lin Qingyan meletakkan gelas itu kembali. Lalu ia mulai merapikan selimut dan posisi bantal.

"Dengar ya, mulai sekarang aturan di kamar ini aku yang pegang," kata Lin Qingyan sambil menunjuk hidung Gu Beichen dengan jarinya. "Aku orangnya suka bersih dan suka ketertiban. Jadi:

1. Jangan banyak mengeluh.

2. Jangan buang air sembarangan.

3. Kalau butuh apa-apa, kasih kode yang jelas, jangan cuma mengerang aja aku malas nebak.

4. Dan yang paling penting... JANGAN BERANI MENYENTUH AKU TANPA IZIN!"

Lin Qingyan menekankan kalimat terakhir dengan sangat tegas.

"Aku tidak suka disentuh orang asing. Walaupun kau suamiku secara hukum, tapi tubuhmu itu kondisi 'spesial', jadi kita tidur pisah sisi. Jangan berharap bisa melakukan hal-hal kotor, karena itu mustahil bagimu kan?"

Lin Qingyan tertawa kecil mengejek, lalu berjalan menjauh dan mengambil selimut tambahan serta bantal. Ia berniat tidur di sofa besar yang ada di sudut ruangan.

Baginya, tidur di sebelah orang sakit itu tidak higienis dan tidak nyaman.

 

Reaksi Sang Raja

Melihat istrinya yang berencana tidur terpisah jauh di sana, jari-jari tangan Gu Beichen yang tersembunyi di bawah selimut tiba-tiba mengepal kuat!

Aura gelap mulai berputar di sekitarnya!

'Dia... dia mau tidur di sana? Jauh dariku? Dan dia bilang aku mustahil melakukan hal kotor?!'

Darah penguasa dunia bawah tanah di dalam tubuh Gu Beichen mendidih! Selama ribuan tahun, siapa yang tidak berlutut di depannya? Siapa yang tidak gemetar ketakutan hanya dengan satu tatapan matanya?

Tapi wanita ini... Lin Qingyan... dia memperlakukannya seperti barang rusak! Dia bahkan berani melarang dia menyentuh!

'Menarik... Sangat menarik.'

Tiba-tiba, Gu Beichen mulai batuk-batuk kencang!

EK EK EK! HUK HUK!

Batuknya terdengar sangat menyakitkan, seolah-olah paru-parunya akan keluar! Tubuhnya bergetar hebat, wajahnya yang pucat makin terlihat menyedihkan!

Lin Qingyan yang baru saja berbaring di sofa langsung kaget dan melompat bangun!

"Woy! Kenapa nih?! Jangan mati dulu dong baru satu hari nikah!"

Ia langsung berlari kembali ke sisi ranjang dengan panik. Walaupun dia galak dan dingin, tapi kalau suaminya mati di malam pertama juga bakal ribet urusannya!

"Hey! Gu Beichen! Dengarkan aku! Tarik napas panjang!" Lin Qingyan langsung memegang bahu pria itu dan mencoba menepuk-nepuk punggungnya untuk membantu melancarkan napas.

Tubuhnya yang hangat bersentuhan dengan tubuh Gu Beichen. Aroma tubuhnya yang wangi dan segar langsung menusuk hidung pria itu.

Gu Beichen berhenti batuk seketika. Dia diam. Tapi dia tidak melepaskan kesempatan ini.

Dengan gerakan sangat lambat dan terlihat sangat lemah, tangan besarnya meraba-raba di udara, lalu berhasil "menangkap" ujung baju Lin Qingyan.

Dan dengan kekuatan yang terlihat sangat sedikit, dia menariknya pelan... pelan...

Lin Qingyan yang sedang fokus menolong tidak sadar. Karena tarikan itu, badannya ikut terdorong maju dan jatuh tepat ke samping tubuh Gu Beichen di atas kasur empuk itu!

"Eh?!"

Sekarang posisi mereka sangat dekat! Wajah Lin Qingyan hanya berjarak beberapa senti dari wajah Gu Beichen! Hidung mereka hampir bersentuhan!

Lin Qingyan bisa merasakan napas pria itu, dan anehnya... napas itu hangat dan teratur, tidak seperti orang yang baru saja batuk mati-matian.

Tapi sebelum dia sempat berpikir panjang, Gu Beichen menatapnya dengan mata yang terlihat sangat sedih dan kesepian. Tangannya yang besar mencengkeram lengan bajunya erat, seolah-olah sangat takut ditinggalkan.

Dia tidak bicara, tapi tatapan itu seolah berkata: 'Jangan pergi... jangan tinggalkan aku sendiri... aku takut gelap...'

Hati Lin Qingyan yang keras dan dingin tiba-tiba terasa tergelitik sedikit.

'Ya ampun... anak besar ini ternyata manja juga ya ya. Takut sendirian ternyata.'

Lin Qingyan menghela napas panjang lalu mendecakkan lidah. "Yasudah yasudah! Nggak usah liat kayak kucing nyasar gitu! Aku tidur di sini aja! Tapi ingat ya, tangan jangan sembarangan! Kalau berani pegang-pegang aku injak!"

Akhirnya, Lin Qingyan mau tidur di sebelahnya. Dia berbaring memunggungi pria itu, menjaga jarak aman.

Tapi begitu Lin Qingyan sudah tertidur pulas karena kelelahan...

Gu Beichen perlahan membuka matanya. Mata itu kini tajam dan berkilau penuh hasrat.

Dia perlahan menggeser tubuhnya mendekat. Sangat dekat. Dia memeluk pinggang ramping istrinya dari belakang dengan lembut tapi posesif.

Wajah tampannya menyembul ke samping, tepat di telinga leher putih Lin Qingyan.

"Manja katanya..." bisik Gu Beichen dengan suara berat dan serak yang hanya bisa didengar angin malam. "Kau belum tahu apa itu manja yang sebenarnya, Istriku..."

"Dan soal larangan menyentuh... Maaf ya, aku ini orangnya paling suka melanggar peraturan."

Dia mengecup puncak kepala istrinya pelan sekali, lalu memejamkan mata dengan senyum puas. Malam pertama yang jauh lebih menyenangkan dari yang dia bayangkan.

 

Keesokan Pagi

Matahari pagi menyinari kamar itu.

Lin Qingyan bangun dengan perasaan aneh. Tubuhnya terasa berat dan hangat.

Saat dia membuka mata, dia kaget setengah mati!

Ternyata semalaman dia dipeluk erat oleh Gu Beichen! Kepalanya ada di dada bidang pria itu, dan tangan besar pria itu melingkar sempurna di pinggangnya!

"APA INI?!"

Lin Qingyan langsung melompat bangun dan mundur sampai ke ujung kasur! Wajahnya memerah! Bukan karena malu, tapi karena MARAH!

"GU BEICHEN!!" teriaknya keras. "KATAKU JANGAN SEMBARANGAN MENYENTUH! KOK BISA KAU PELUK AKU SEMALAMAN HAH?! KATA ORANG LUMPUH TAPI TANGANNYA KUAT BANGET YA?!"

Gu Beichen yang dipanggil hanya membuka matanya malas. Dia terlihat bingung, polos, dan lemah sekali lagi. Dia menggerakkan tangannya seolah-olah dia juga tidak tahu apa yang terjadi, lalu menatap Lin Qingyan dengan tatapan tidak bersalah.

'Hah? Aku tidur saja kok. Mungkin kamu yang nyelonong masuk ke pelukanku?' seolah begitu yang ingin dia katakan.

Lin Qingyan ternganga!

'Dasar aktor ulung! Pasti dia yang mulai! Tapi kok buktinya nggak ada?!'

 

SELESAI BAB 2 ✅💰❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!