NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Merasa Sendirian .

Keesokan paginya, matahari mulai bersinar menyinari kediaman keluarga Dewantara. Suasana pagi biasanya adalah waktu yang sibuk, namun hari ini terasa berbeda.

Di dapur, aroma masakan pagi yang harum mulai tercium. Namun yang membuat para pembantu dan keluarga terkejut adalah sosok yang sudah bangun pagi buta dan sedang sibuk di sana.

 "Bu Marni, tolong kasih Dinda sayurnya ya. Dinda mau bantu potong-potong."

 "Waduh, jangan Nona Dinda! Nanti tangannya kotor dan lecet. Biar kami saja yang mengerjakan. Nona kan sekarang putri keluarga, tidak pantas melakukan pekerjaan kasar begini."

 "Ah, tidak apa-apa kok Bu. Dinda sudah terbiasa membantu orang tua di rumah sejak kecil. Kalau Dinda diam saja malah rasanya gak enak dan badan jadi pegal. Biar Dinda bantu sedikit saja ya."

Dinda tersenyum tulus, lalu dengan cekatan dan terampil ia mulai memotong sayuran, mencuci piring, dan membantu menata meja makan. Gerakannya luwes, rapi, dan sangat sopan.

Tidak lama kemudian, Bu Ajeng dan Bu Rosa turun ke dapur untuk mengecek sarapan. Mata mereka terbelalak melihat pemandangan di depan mata.

"Ya Ampun... Dinda... apa yang kamu lakukan di sini, Nak? Kenapa kamu yang mencuci piring?" seru Bu Ajeng terkejut .

 "Pagi Nek Ajeng , Nek Rosa. Dinda cuma bantu-bantu sedikit kok Nek. Kasihan Bu Marni dan yang lain sendirian."

Bu Ajeng langsung mendekat dan memegang tangan Dinda yang basah.

"Kasihan sekali cucu Nenek... Sudah terbiasa hidup susah dan rajin. Ya Allah, betapa bersalahnya kami selama ini membiarkanmu bekerja keras. Tapi Nenek bangga sekali... kamu punya hati yang begitu baik dan tidak sombong. Beda jauh sama..."

Bu Ajeng berhenti berbicara, tapi maksudnya jelas sekali. Ia membandingkan Dinda dengan Nayla.

 "Iya benar. Ini baru benar-benar darah daging Liana. Liana waktu muda juga rajin dan santun sekali. Dinda ini menurun sempurna." sahut Bu Rosa .

Mendapat pujian seperti itu, Dinda hanya tersipu malu dan semakin semangat bekerja. Semua orang di rumah, mulai dari kakek nenek sampai pembantu, makin sayang dan simpati padanya.

 Di Lantai Dua...

Pintu kamar Nayla terbuka dengan kasar. Gadis itu keluar dengan wajah kusut, rambut berantakan, dan wajah yang masih murung. Ia turun ke bawah dengan langkah berat, berharap bisa sarapan dengan tenang.

Namun apa yang dilihatnya membuat dadanya sesak dan merasa semakin asing.

Ia melihat Dinda yang sedang tertawa kecil sambil membantu mengantar piring ke meja makan. Semua orang Mama, Papa, Nenek Ajeng, Nenek Rosa semua memandang Dinda dengan tatapan penuh kasih sayang dan kekaguman.

"Wah, hebat sekali anak Papa. Pintar dan rajin. Papa bangga punya anak kayak kamu." puji Leonardo dengan senyum hangat .

 "Iya, kamu harus makan yang banyak ya Sayang. Kamu harus sehat selalu."

Nayla berdiri mematung di tangga. Rasa ilfeel dan cemburu membara di dadanya.

Nayla Bergumam sinis "Hhh... sok rajin banget sih. Pura-pura baik biar disayang kan? Dasar orang desa. Di rumah mewah gini masih aja keluyuran ke dapur kayak pembantu. Memang dasar pembantu ya selamanya pembantu!"

Nayla merasa dirinya sangat berbeda jauh. Ia yang selama ini bangga menjadi anak orang kaya yang manja, tidak pernah megang kain pel atau pisau dapur, kini merasa posisinya makin tergoyahkan.

Ia berjalan mendekat ke meja makan dengan wajah jutek, tidak menyapa siapa pun, lalu duduk dengan kasar.

Suasana hangat itu langsung mendingin. Bu Ajeng mendengus kesal melihat sikap cucu angkatnya itu.

 "Lihatlah sikapnya... Beda jauh sama Dinda. Dinda yang baru datang saja tahu sopan santun dan menghargai orang lain. Nah ini, sudah diberi hidup enak malah jadi kurang ajar. Benar-benar tidak ada gunanya!"

Nayla mendengar itu, tapi ia pura-pura tidak peduli. Ia mengambil makanan dengan lahap namun dengan cara yang kurang santun, sengaja membuat suara berisik untuk melampiaskan kekesalannya.

Ia melirik tajam ke arah Dinda.

"Heh... kamu. Jangan harap dengan jadi pembantu di dapur kamu bisa bikin semua orang suka sama kamu selamanya. Kelakuan kampungan kayak kamu gak akan cocok tinggal di sini."

Dinda yang mendengarnya hanya menunduk sedih, tidak berani menjawab. Ia tahu, membalas Nayla hanya akan membuat suasana makin rusak.

"Nayla! Jangan bicara kasar begitu sama dinda! Minta maaf sekarang!" bentak Liana geram . selama ini Liana tidak pernah sama sekali meninggikan suara nya kepada Nayla.

Sehingga semua terkejut dengan sikap Liana , Liana berubah menjadi tegas setelah mendengar anak kandungnya diberlakukan buruk oleh anak yang selama ini dirawatnya.

 "Hah minta maaf ? siapa yang mau minta maaf dengan orang yang sudah merebut kebahagiaan ?"

Nayla melempar sendoknya lagi, lalu berdiri.

"Aku muak makan di sini! Aku berangkat kekampus !"

"Nayla! Jam masih pagi buta! Kamu mau ke mana?!" teriak Leonardo.

 "Ke mana aja asal gak perlu lihat muka si anak kesayangan itu!"

Nayla pergi menaiki anak tangga untuk masuk dalam kamarnya. siap untuk pergi .

 "Ma... Dinda... apa Dinda salah? Kenapa Nayla benci Dinda sekali?"

 "Bukan salahmu, Sayang. Kamu sudah sangat baik. Nayla yang belum bisa membuka hatinya. Abaikan saja dia ya. Sekarang kamu siap-siap, besok kamu harus pindah kampus dan kita akan belikan kamu baju dan mulai sekarang kamu gak perlu bekerja di cafe lagi . Kamu adalah Putri keluarga Dewantara . pewaris kekayaan keluarga Dewantara . " ucap Liana .

...****************...

Nayla melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Angin pagi masuk lewat jendela yang terbuka lalu menerpa wajahnya, namun tidak bisa mendinginkan amarah yang membara di dadanya. Ia tidak pergi ke kampus, melainkan menuju tempat tongkrongan langganannya, sebuah kafe eksklusif di pusat kota tempat ia biasa nongkrong bersama gengnya.

Saat sampai di sana, Raka, Rio, dan beberapa teman dekatnya sudah ada di sana. Mereka terkejut melihat kedatangan Nayla yang pagi-pagi sudah tampak kacau balau.

"Woy, Nay? Lo gila apa? Jam segini udah di sini? Biasanya lo baru bangun jam segini." teriak raka .

 "Iya nih, muka lo kenapa merah banget? Baru nangis ya? Sama siapa berantem?" tanya Rio .

Mendengar pertanyaan itu, pertahanan Nayla runtuh. lalu duduk sambil memukul meja.

 "Gue lagi sial banget hari ini! Hidup gue hancur semuanya!" ucap Nayla dengan nada kesal .

Semua teman-temannya langsung berkumpul mendekat, penasaran.

 "Loh, kenapa emang? Masalah sama bokap nyokap lo?" tanya raka .

"Bukan cuma masalah! Gue baru tau kenyataan yang bener-bener nyakitin! Ternyata... ternyata gue bukan anak kandung mereka!"

raka dan Rio terkejut "HAH?! SERIUS LO?!"

"Iya beneran! Gue anak tukang bersih-bersih! Anak pembantu! Mereka ngerawat gue selama 17 tahun karena ibuk gue yang asli menukar kami waktu masih bayi! Dan sekarang... anak kandung mereka yang asli udah dateng! Cewek kampungan, sok rajin, sok suci namanya Dinda! Dia yang sekarang jadi bintang di rumah!"

Nayla menceritakan semuanya dengan nada tinggi, penuh emosi dan dendam. Ia bercerita betapa Dinda disayang semua orang, betapa ia kini tersisihkan, dan betapa ia merasa malu menjadi anak pembantu.

Teman-temannya terdiam, saling pandang. Reaksi mereka beragam.

 "Waduh... gila ya kejadiannya. Jadi sekarang posisi lo gimana, Nay? Lo bakal diusir gitu?"tanya Rio .

 "Belum sih... tapi rasanya udah gak beda jauh! Semua orang lebih milih Dinda! Nenek gue aja bilang gue gak ada gunanya dibanding dia! Gue benci banget sama nasib gue!"

Raka yang selama ini dekat dengan Nayla justru menatapnya dengan tatapan aneh. Ia sedikit mundur, dan mulai berbicara dengan nada yang berbeda.

 "Jadi... beneran ya Nay? Lo anak pembantu? Bokap nyokap lo yang asli itu orang susah?" tanya raka .

"Iya... kenapa? Lo jijik ya sama gue sekarang? Lo juga mau ninggalin gue kayak mereka?"

Raka tidak menjawab, tapi ia tersenyum sinis.

 "Bukan jijik sih... cuma aneh aja. Selama ini kita temenan karena kita satu status, kita anak orang kaya, kita gaul. Tapi kalau tau-tau lo aslinya anak pembantu... rasanya jadi aneh gitu. Nanti kalau kita jalan bareng, dibilang temenan sama anak pembantu gimana?"

Kata-kata Raka bagaikan tamparan keras bagi Nayla.

 "Iya nih Nay... makanya lo tadi ngomong dia kelakuan kampungan? Ya wajar lah, kan darahnya emang dari situ. Eh tapi lo juga kan Nay? Darah lo sama kan sama ibuk lo yang asli?" ejek Sasa teman wanitanya .

 "Heh! Lo ngomong apa sih?! Gue tetep Nayla yang kalian kenal! Gue dibesarkan di rumah mewah! Gue tetep kaya!"

"Ya tapi kan itu hak orang lain Nay. Itu hak Dinda. Kalau suatu hari bokap lo sadar dan minta lo balik ke orang tua lo yang asli, lo kan jadi miskin lagi dong?" ucap Rio santai .

Suasana berubah drastis. Teman-teman yang selama ini selalu memanjakan Nayla, selalu mengikutinya, kini mulai menjauh. Mereka melihat Nayla bukan lagi sebagai "Putri Tunggal Keluarga Dewantara" yang bergengsi, melainkan hanya seorang gadis yang kebetulan hidup enak tapi status aslinya rendah di mata mereka.

"Udahlah Nay, mending lo pulang aja sana. Kita juga mau main ke mall, gak enak kalau bawa lo yang lagi sial gini. Nanti ketularan lagi." usir Raka .

Nayla Mata membelalak tak percaya "Apa?! Lo usir gue?! Kita kan temenan udah lama! Raka, lo kan bilang lo sayang sama gue?!"

"Sayang sama anak orang kaya iya. Sayang sama anak pembantu... enggak ah. Sorry ya, Nay. Realita itu kejam." ejek Raka .

Nayla terpaku. Dunianya seakan runtuh berkali-kali lipat. Di rumah ia tidak diinginkan, di luar pun teman-temannya meninggalkannya karena statusnya yang kini berubah.

Ia merasa sangat bodoh. Selama ini ia pikir uang dan kemewahan yang membuatnya disukai, ternyata benar saja. Begitu statusnya turun, semua orang pergi meninggalkannya.

Nayla Suaranya bergetar menahan tangis. "Oke... oke! Gue tau diri! Kalian semua munafik! Gue benci kalian semua!"

Nayla lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan air mata yang mengalir deras. Ia tidak tahu harus ke mana lagi. Ia merasa sendirian di dunia ini.

 Sementara itu, di Rumah Dewantara...

Setelah kepergian Nayla, suasana kembali tenang dan hangat. Liana membawa Dinda ke sebuah mal besar dan butik-butik eksklusif untuk berbelanja keperluan sekolah dan pakaian baru.

"Nak, pilih saja yang mana saja yang kamu suka. Mama mau lihat anak Mama dandan cantik dan modis."

 "Wah... ini mahal banget ya Ma? Cukup yang biasa saja kok Ma." tolak Dinda dengan nada lembut .

Bu Ajeng yang ikut menemani "Ah, masa bodoh soal harga Nak. Kamu kan pewaris keluarga ini. Kamu harus tampil sempurna. Lihat ini, warnanya cocok banget sama kulit kamu."

Dinda tersenyum bahagia. Ia mencoba beberapa baju, dan saat ia keluar dari fitting room, semua orang terpana.

Dinda yang tadinya terlihat sederhana, kini tampak sangat anggun, cantik, dan berkelas. Wajahnya yang mirip Liana makin bersinar dengan busana yang pas.

"Wah... cantiknya bukan main. Ini baru benar-benar putri keluarga Dewantara." puji Leonardo yang ikut juga pergi jalan-jalan dengan mereka . karena Leo ingin meluangkan waktunya bersama putri kandungnya.

Dinda tertawa bahagia. Untuk pertama kalinya ia merasa hidupnya benar-benar indah. Namun di balik senyumnya, ia tetap rendah hati dan sopan, tidak lupa mengucapkan terima kasih pada siapa pun yang membantunya.

Keluarga makin yakin bahwa mengambil Dinda kembali adalah keputusan terbaik yang pernah mereka buat.

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!