Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).
Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.
====
"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."
"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"
------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love
Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Merindu
Bab 29
Penampakan langit sore itu seolah guratan lukisan dengan cat jingga. Mewakili perasaan Aya, yang muram. Sudah beberapa hari pintu kamarnya dikunci dari luar. Kamarnya luas, tapi ia merasa area geraknya mendadak sempit dan terbatas. Di atas meja sofa sudah tersusun perlengkapan untuk kegiatan besok. Pernikahannya dengan Aditya Waskita. Entah kegaduhan apa yang terjadi di luar kamar, Aya yakin baik Andin maupun ibunya tidak setuju dengan pernikahan ini.
Berbaring miring membelakangi pintu, memeluk guling. Pikirannya penuh membayangkan esok, berharap malam ini Edward datang dan membawanya pergi. Pergi yang jauh. Ia tidak peduli mendapatkan restu atau tidak, yang jelas rumah itu tidak lagi ramah untuknya.
“Om Edward, aku rindu. Sangat rindu.”
Pintu kamarnya berderit terbuka. Langkah pelan menggema di lantai.
"Makanannya masih utuh?" Suara Pak Argo. Seharian ini, yang mengantar makanan memang Pak Argo dan Mbok Yem. Entah kemana Wira.
“Ndoro ayu, dimakan ya. Nanti sakit.” Mbok Yem terdengar begitu khawatir. Sarapan hanya berkurang sedikit dan makan siang masih utuh.
“Nggak selera mbok.”
“Mbok suapi?”
Aya menggeleng tanpa menoleh. “Aku mau pulang.”
“Pulang kemana, ndoro? Ini rumah ndoro ayu.”
“Ini rumah Romo. Aku nggak betah dan bukan tempatku di sini. Aku mau ke Jakarta, di sana banyak yang sayang aku, mbok.”
Mbok Yem menghela nafas saling tatap dengan Argo.
“Sebaiknya dimakan, besok ijab qabul ndoro ayu. Jangan buat masalah nanti tuan Wira murka,” seru Argo, tidak ditanggapi oleh Aya. Terdengar langkah menjauh dan pintu kembali ditutup dan dikunci.
Di tempat berbeda, Edward baru saja tiba di rumah. Banyak hal yang diurus, selain mengalihkan pasien selama ia cuti atau reschedule jadwal di sistem. Juga menemui Darma, pengacaranya untuk memastikan sesuatu.
Mengeluarkan kotak beludru dari saku celana. Ia buka dan pandangi isinya. Berharap besok bisa disematkan di jemari gadis yang dia cintai, sebagai lambang keseriusan hubungan dan cinta mereka.
“Cahaya, sabarlah. Besok aku datang.” Agak khawatir dengan kondisi Aya. Informasi dari Andin, gadis itu tidak menyentuh makanannya. Semoga saja tidak sampai kolaps apalagi harus mendapatkan perawatan.
Drt drt
Ponselnya terus bergetar, biasanya obrolan di grup.
...Geng Pria Terkutuk...
Rama P. : Gimana besok? Berangkat jam berapa? Gue shift 2, kalau shift 1 gas ke sanalah
Rendi Oye : Jangan Ram, SM masih kekurangan tim anestesi yang rada gil4. Lo fokus aja di ruang OK, berjuang di sana
Asoka Harsa : Kayaknya saya besok nyusul, Lisa udah kasih izin
Anji nggak pake ng : Serius lo?
Rama P. : Kenapa yang heboh kita-kita ya, tokoh utamanya malah adem aja. Gue heran, dia niat nggak sih pengen ketemu camer untuk ngelamar. Apa mau pake jalan pintas kayak gue
Asoka Harsa : digerebek keluarga perempuan 🤣
Rendi oye : tau, si vampir diem-diem bae di pojokan. Ini malah Yuli yang heboh, penasaran pengen ikutan berangkat. Bumil ada-ada aja dah
Anji nggak pake ng : Ward, woi! Nyaut dong
Rama P. : Ward, orang bayaran lo udah standby tuh. Tinggal tunggu aba-aba, mau nyerang apa jadi rombongan besan
Anji nggak pake ng : Sumpah, pengen gue pites ini si bule. Apa gue cek ke rumahnya ya, takutnya udah minum baygon, depresi sama kisah cintanya
Asoka Harsa : Ada, paling lagi senyum-senyum sama tingkah kalian
Dokter vampir : Ada apa sih, rame amat
Anji nggak pake ng : Ada coklat, keju, nanas, kacang, semuanya ada. Jawaban tukang roti saat ditanya ada apa. Heran gue sama elo Ward, kenapa kalem banget. Yang heboh malah si Yuli ama si Rama
Rama P. : Elo pe4 yang heboh, gue mah figuran doang
Dokter vampir : Yang jelas besok saya berangkat penerbangan paling pagi. Semoga tidak ada kendala dan semua sesuai rencana. Untuk diketahui, ayah Aya merencanakan ijab qabul Aya dan Adit, besok jam 9
Rendi Oye : Hah, nggak salah?
Rama P. : busyet dah dan lo masih nyantai
Anji nggak pake ng : KAlau gue jadi elo udah jalan dari tadi terus gue serang itu bapaknya Cahaya sama Tim sopo jarwo, gue gigit biar pada jadi zombie
Asoka Harsa : Saya nyusul nanti sherlock aja
Rama P. : Ikut Ka, nanti kalau bapaknya Cahaya berulah, lo bedah aja otaknya
Rendi Oye : Busyet, pada error si Edward malah slow
Anji nggak pake ng : Ini gue yang emosi ya
Dokter vampir : Si4l, dari tadi nahan sabar, kalian malah ngomporin. Gue kangen Aya ini, kangen banget
Rama P. : Besok ketemu langsung lo kokop dah
Dokter vampir : iya, yang lama sambil peluk
Asoka Harsa : mulai nggak beres
Anji nggak pake Ng : saran dari suhu, ikuti aja
😛😛
ini mana nih rombongan kk Darma...
kapan surat penangkapan nya datang
janji setelah ini kau masuk penjara yg bener itu 🤣🤣🤣