NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 Hukum Ganggu Rumah Tangga Orang

"Adeeek..." Mata Santaka berbinar melihat kedatangan istrinya. "Kok ndak bilang, Sayang, mau ke sini?" Santaka menghampiri Nandini yang masih berdiri di depan pintu.

Syifa mematung mendengar panggilan Santaka pada Nandini. Begitu manis. Mesra. Ia kepanasan. Ia paham itu tak patut, tapi ia tak dapat menutupi rasa cemburu ini. Harusnya ia yang dipanggil seperti itu oleh Santaka.

Santaka melingkarkan lengannya ke pinggang sang istri. Ia mengajak istrinya duduk di kursi terdekat. "Mau apa, Sayang? Biar aku siapin."

"Ih, aku bawa nasi goreng, Mas. Ndak tau sih menurut Mas enak apa ndak. Apa jangan-jangan busuk rasanya." Nandini tertawa. Ia sengaja membuat tawanya sok imut, mendayu-dayu. Biar tahu rasa si Ning Gatal, Syifa.

"Kamu masak? Wah, aku ndak sabar nyobain. Sebentar ya. Kita makannya di atas. Aku mau bilang Bu Widi pegang kasir dulu." Santaka mengelus kepala Nandini dan berjalan ke arah gudang, di lantai dua.

Syifa merasa sepertinya dapur Santaka kebakaran, dirinya seperti terpanggang di depan konter. Sudahlah dari tadi tak dianggap oleh Santaka, kini istrinya datang. Bermanja-manja dan dimanjakan. Sangat tak pandang tempat. Bermesraan di depan umum.

"Ning Syifa, ngapain ya di sini?" Nandini melangkah ke arah Syifa yang terdiam. Nelangsa dalam kecemburuan tak berdasar.

"Oh, hhmm... Belanja roti... kue... Mau ngapain lagi lah, Mbak Dini." Syifa tersenyum canggung.

"Belanja, sambil ngobrol sama suami Dini?" Nandini mengangkat sebelah alisnya sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.

"Hah? Ndak lah... Ndak ada kayak gitu, Mbak." Syifa mode bajaj, ngeles.

"Oh, jadi ini Dini yang budheg apa Ning Syifa yang bohong?" Nandini menatap Syifa. Ternyata Syifa cantik. Wajahnya lucu, imut, ada nuansa orientalnya. Nandini jadi ingin menjambak kerudung sang ning, sudah berani coba-coba mendekati Santaka. Imut-imut berbahaya.

"Memang saya ngomong apa tho, Mbak?" Syifa menatap balik Nandini. Syifa iri pada kecantikan Nandini. Wajah itu memiliki daya tarik kuat bagi laki-laki. Sensual.

Dan walaupun sudah ditutupi kerudung panjang kali lebar, pesona itu tak hilang. Malah makin memancar. Tertutup tapi masih menarik. Pantas Santaka tunduk hatinya.

"Dini sih dengernya pas bagian nawarin suami Dini bikin buku resep. Jual jaringan banget sih, Ning?" Nandini mencibirkan bibirnya.

"Itu kan percakapan biasa. Saya ndak ada tujuan gimana-gimana. Siapa tau Gus Taka minat, kan nanti nama Gus Taka tambah bagus, SS makin terkenal. Harusnya Mbak Dini dukung omongan saya dong." Syifa tersenyum simpul sambil tetap menatap Nandini.

Santaka menghentikan langkahnya di muka tangga. Ia melihat sekeliling. SS sepi, belum ada pembeli lagi. Ia tersenyum kecil. Senang melihat aksi bak harimau mengaum Nandini.

Santaka merasa dicintai, dimiliki oleh sang istri. Itu artinya Nandini juga merasakan apa yang ia rasakan. Cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan.

"Gus, gimana ini? Saya ke konter ndak?" Widi berbisik pada bosnya. Ia mau menjalankan tugasnya tapi nanti melintasi kedua wanita itu. Menggangu keributan antara harimau betina dan kucing garong.

"Nanti saja, Bu. Ibu ke atas saja dulu," jawab Santaka sambil berbisik juga.

"Tapi Gus..." Mata Widi melirik ke arah depan konter. "Saya pro Mbak Dini kok, saya tetep di sini ya?" Widi meringis.

Santaka mendengus. "Ngintipnya di atas saja, Bu. Istri saya takut kagok kalau diliatin banyak orang."

Widi mengangguk dengan semangat layaknya di kala gajian. "Siap, Gus. Saya siap bantu Mbak Dini jambak kerudung perempuan itu. Sebel saya juga liatnya, sering banget ke sini."

Widi langsung berlari ke atas dan membiarkan kepalanya menyembul untuk menonton aksi nyonya bosnya. Ia siap mendukung habis-habisan.

Santaka kembali memfokuskan pandangannya pada sang istri. Tangannya bersedekap. Bibirnya ia gigit. Gemas pada Nandini.

"Ya, ndak biasa tho, Ning! Ning Syifa ini jadi marketing percetakannya? Cari penulis potensial gitu? Kalau gitu, coba tawarin Dini nulis buku montir. Kan menarik juga tuh, ukhti montir berfatwa tentang mesin!" Nandini tersenyum sinis.

Wajah Syifa mengeras. Tawa basa-basi ia keluarkan. "Sayangnya Mbak Dini kan ndak ada nama, lain sama Gus Taka. Nanti bukunya ndak laku. Penerbit ndak akan tertarik."

Nandini menatap dalam Syifa. "Ya, nama Dini kan memang cuma diteriakin sama suami Dini, Ning... Kalau malem..." Nandini berbisik lalu menggigit bibirnya.

Wajah Syifa tambah kaku dan memerah. Bak batu akik ruby jadinya. Santaka terkekeh melihat aksi istrinya. Ia benar-benar akan mewujudkan ucapan Nandini, nanti malam. Widi, sang kasir malah jadi penonton, bertepuk tangan tanpa suara.

Nandini mencebikkan bibirnya. "Nama Dini terkenal buat suami, itu cukup buat Dini. Masa suami orang harus ikut ngarepin Dini. Dosa dong Dini godain suami orang. Apa hukumnya Ning, goda suami orang, ganggu rumah tangga orang?"

Paras Syifa semakin merah. Napasnya bertambah cepat. Ia menggoyangkan rahangnya. "Mbak Dini, saya cuma berniat baik, untuk pengembangan diri Gus Taka. Hal yang mungkin ndak bisa Mbak Dini... lakuin."

Tangan Nandini mengepal. Bagian belakang kerudung Syifa yang menjuntai itu menggoda sekali untuk ditarik. Sampai lantai kalau perlu!

"Jawab Ning, pertanyaan Dini. Apa hukumnya mengganggu rumah tangga orang lain?" Nandini mendongakkan dagunya.

Syifa mengeratkan rahangnya. "Hukumnya? Dosa besar! Membuat rumah tangga orang lain berantakan." Sang Ning menatap tajam Nandini.

"Oh, sudah tau dalilnya tapi masih saja jalanin, dosanya tambah besar ndak sih, Ning?" Nandini memiringkan kepalanya.

Syifa mencebikkan bibir. "Tapi jangan lupa, ada aturan tentang bolehnya poligami. Kalau bisa beristri dua dengan cara baik-baik, masuk ke rumah tangga orang lain, bisa saja dibenarkan.

Karena misalnya, tak seimbang antara suami dan istri. Timpang, tak sekufu... Boleh-boleh saja suaminya mencari istri lain yang sekufu, setara."

Nandini membelalakkan matanya. Ia tak menyangka akan jawaban Syifa. Sungguh liar. Ia dan Santaka baru saja menikah, dan wanita ini sudah berpikir untuk menjadi istri kedua Santaka.

Santaka menggelengkan kepala. Wanita macam apa yang pernah akan dijodohkan dengannya oleh sang ibu? Bisa-bisanya bicara sefrontal itu, seperti tak memiliki ilmu. Ia lebih memilih Nandini yang mungkin fakir ilmu namun lebih lurus pemikirannya.

Terbersit dalam pikiran Santaka untuk menghentikan adegan ini. Namun, ia ingin tahu apa reaksi lanjutan istrinya.

Nandini manggut-manggut. "Wah, ternyata sehalu itu ya sampeyan, Ning Syifa. Apa reaksi Umi Lastri ya, kalau tahu ada Ning yang punya potensi jadi ular di rumah tangga anaknya?

Apa perlu Dini telpon Umi sekarang? Atau Dini kasih tau juga Ning Sarah, ada Ning yang sok akrab sama yang bukan mahromnya, di tempat umum pula. Agak-agak ndak tau malu ya...

Atau... Dini perlu kasih tau dunia, ada Ning seperti Ning Syifa? Dini rekam lho tadi waktu Ning ngajak suami Dini ngobrol." Nandini mendekatkan wajahnya pada Syifa.

Wajah Syifa berubah. Dari merah menjadi pasi. Ia tergagap. Memundurkan langkahnya. Matanya menatap tajam Nandini. Ia membalikkan badan. Ia menabrakkan tubuhnya dengan keras ke pintu, mendorongnya dan pergi dengan kaki menghentak.

Nandini tersenyum miring. "Sayaaang..." Santaka memeluk sang istri dari belakang, sejenak. Ia membalikkan tubuh Nandini.

Wajah Nandini masih keruh. "Kenapa Mas ndak pernah cerita soal Ning Syifa? Mas mau poligami ya?"

...****************...

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!