Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.
Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.
Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.
Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.
Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Menagih Utang
Keesokan harinya, di siang hari Kara bersiap untuk keluar. Dia harus menyelesaikan masalah, dan membalas mereka satu persatu.
Dia sudah membalas pesan Arka yang memintanya untuk bertemu, Kara tidak ingin selalu menghindar, lebih cepat dia bergerak, balas dendamnya akan cepat selesai.
Kara tiba di sebuah Restoran, dia yang meminta untuk bertemu di tempat itu, karena setelah bertemu dengan Arka, Kara juga sudah janjian dengan detektif yang dia sewa.
Masuk di Ruang VVIP, bukan cuman ada Arka, tapi juga ada Sarah. Keberadaannya tidak membuat Kara terkejut, karena dia sudah mengetahui hubungan mereka.
Sepasang kekasih yang ingin hidup mewah tapi tak bermodal, sehingga dirinya jadi korban dengan kata-kata manis mereka.
"Eh Kar.. Akhirnya kau datang juga!" kata Sarah berpura-pura panik, lalu pindah duduk. Padahal dia sengaja melakukannya.
Arka juga merapikan tampilannya, lalu menyapa Karamel. "Kara, kenapa akhir-akhir ini kamu susah dihubungi?"
Kara duduk dikursi tunggal, yang biasanya jika bertemu Arka dia langsung duduk di sampingnya bergelayut dengan manja.
"Aku sibuk!" Kata Kara dengan datar. Dia sudah mati-matian untuk tidak membalas kematiannya sekarang. Mereka berdualah yang membunuhnya.
Arka terkejut melihat respon Kara yang begitu dingin, ternyata benar apa yang dikatakan Sarah dengan perubahannya.
"Kamu kenapa? Kamu marah, karena aku mengajak Sarah? Kami tidak sengaja bertemu, jadi sekalian saja!" jelasnya dengan santai.
Kara menatapnya dengan jijik. Dari ujung kepala sampai ujung kaki tidak ada yang menarik, terus apa yang membuatnya begitu tergila-gila?
"Oh tidak masalah! Aku juga malas kalau cuman berdua!" balas Kara dengan jujur.
"Kar.. Maksudmu, kamu tidak ingin berduan di dalam ruangan denganku?" tanya Arka dengan nada tidak terima.
"Ya. Kenapa aku harus berduan denganmu? Sedangkan kita tidak punya hubungan apapun, jangan sampai membuat orang salah paham."
Arka menatap Kara dengan tatapan tak percaya, dia benar-benar bingung dibuat sikapnya yang tiba-tiba berubah.
"Bukannya kamu ingin selalu berduan dengannku?"
"Itu dulu, tidak dengan sekarang! Aku baru sadar ternyata apa yang aku lakukan semuanya salah!" ujar Kara.
"Jadi kau tidak ingin mengejar Arka lagi?" Sarah yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.
"Ya. Anggap saja selama ini aku khilaf. Mulai sekarang jangan pernah hubungi aku lagi jika tidak ada yang penting! Karena aku ingin fokus dengan rumah tangga ku!"
"TIDAK BISAAA.." Keduanya kompak menentang keputusan Kara. Bisa-bisa rencana mereka gagal total.
"Kenapa?"
"Ehh, maksudku. Kamu kan sudah mengajar Arka selama ini, masa mau berhenti ditengah jalan, kan jadi sia-sia pengorbananmu selama ini!" ucap Sarah dengan gugup.
"Kar.. Aku jujur sekarang. Sebenarnya aku juga cinta sama kamu, tapi aku tidak ada waktu untuk itu. Aku hanya ingin fokus bekerja, agar perusahaan yang aku bangun cepat berkembang dan memiliki banyak investor!" jelas Arka dengan pawai.
"Memang sia-sia, buang-buang waktu saja. Ya sudah kalau begitu, kamu fokus saja dengan Perusahaanmu!"
Arka dan Sarah saling pandang, padahal mereka mengajak Kara bertemu untuk membahas tentang aset yang mereka minta beberapa minggu yang lalu.
"Kar.. Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa sikapmu tiba-tiba berubah? Kemarin saja, kau sudah menamparku sampai tiga kali loh.. Seharusnya kau kasih penjelasan." Kata Sarah dengan wajah masam.
"Benar. Kenapa kamu menamparnya? Padahal dia berniat baik untuk membantumu untuk membalas suami yang buta itu!" ucap Arka dengan nada mengejek.
Arka juga sudah biasa menjelek-jelekkan Tama di depan Kara. Di masa lalu, Kara santai saja, malah terkadang dia ikut tertawa. Tapi kali ini dia merasakan sakit mendengar penghinaan itu.
BYUUUURRR...
Kara tanpa ragu menyiram Arka dengan jus yang sudah mereka pesan. "Jaga ucapanmu! Aku tidak akan diam jika kau menghina suamiku!"
"Karaaa.. Apa-apaan sih?" tanya Sarah dengan marah sambil mengambil tisu dan membantu membersihkan kepala Arka.
"Kau.. Kau.." saking marahnya dia tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia menarik nafas agar tidak membalasnya "Kau menyiramku karena membelanya? Lucu sekali... Kar kau lupa yaa? Semua itu ajaran darimu!"
Hati Kara begitu sakit, tapi dia sudah menyesalinya. Dia juga sudah minta maaf dengan Tama, dan berjanji akan jadi Istri yang baik.
"Hanya aku yang boleh menghinanya! Jika aku mendengar kalian berdua ikut-ikutan, jangan salahkan aku jika kalian berdua tiba-tiba celaka." Kata Kara serius.
"Kara, kamu ancam kami?" tanya Sarah dengan marah.
Arka yang tidak ingin memperpanjang masalah akhirnya meminta Sarah untuk duduk kembali.
"Kar, sebenarnya aku mengajak untuk bertemu untuk membahas Aset itu. Bagaimana? Apa Tama sudah setuju?" tanyanya tanpa malu.
Kara terdiam, dia mengingat masa lalu. Saat dia menerima berkas-berkas itu dia langsung mencari Arka di kantornya. Saat masuk di ruang kerjanya, ternyata ada Sarah, dan Kara tidak menganggap itu aneh karena mereka bertiga adalah sahabat.
Saat Arka menerima berkasnya dia terlihat sangat bahagia, bukannya mengucapkan terima kasih pada Kara dia malah memeluk Sarah..
Dan dari situlah, awal mula penderitaannya. Semua Asetnya tiba-tiba berubah pemilik, dia juga bingung apa yang terjadi, tapi karena Arka berjanji akan menerima cintanya, jadi dia biasa saja.
Di situ, statusnya sudah bercerai dengan Tama. Dan beberapa tahun kemudian, dia mendengar kalau Arka sudah menikah dengan Sarah.
Saat mereka pergi berbulan madu, Kara mendatangi rumah pribadi Arka. Seorang Pelayan Tua memberi tahunya, jika Arka dan Sarah sudah bertunangan sejak masih kuliah.
"Hei Kar, Kau kenapa?" sentak Arka, yang tak kunjung mendapat jawaban.
Kara juga tersadar, dia berkata. "Tama tidak ingin memberikan apapun!" padahal berkasnya sudah dia hancurkan.
"Ha tumben! Kau yakin sudah memintanya?" tanya Arka sedikit jengkel.
"Kemarin dia memintamu untuk meminta apapun, asalkan kamu tidak mengambil foto pernikahan kalian!" timpal Sarah.
"Kenapa tidak meminta semua asetnya? Haaa, kau tidak ingin membantuku lagi? Jika aku tidak sukses, kita tidak akan bisa bersama!" keluh Arka dengan prustasi.
'Chii.. Jangan harap kau bisa sukses. Aku akan menggagalkan semua rencanamu' kata Kara dalam hati.
"Hemm sudahlah.. Aku menerima ajakanmu juga punya tujuan!" kata Kara sambil mengeluarkan dokumen dari tasnya.
Arka mengambil berkas itu dengan wajah masam. Karena Kara tidak lagi membujuknya saat dia mengeluh tentang Perusahaan dan kesuksesannya.
Braakk.
Arka membanting berkasnya.. "Kara apa maksudmu?" tanyanya dengan marah, dia tidak lagi menahannya emosinya.
Kara tetap dengan wajah datarnya. "Seperti yang kau lihat, jangan lupa kembalikan semuanya. Aku kasih waktu satu minggu!"
Sarah juga marah setelah membacanya. "Kara, kau makin menjadi-jadi, kapan Arka ada utang, bukankah kamu tulus membantunya?"
"Aku memang tulus, jadi tidak perlu ada bunga. Kembalikan sesuai yang ada di situ. Ingat satu Minggu! Jika tidak, aku bisa membawanya ke kantor polisi dan membuat laporan.!"
"Kau.. Kau..!"
"Oh hampir lupa, aku juga punya banyak bukti digitalnya. Jadi jangan anggap aku sedang bercanda.!"
"Kar, aku mana ada uang sebanyak itu!" suara Arka terdengar panik.
"Itu bukan urusanku..!"
Kara beranjak dan meninggalkan ruangan, Dia melihat jam yang ternyata sudah sore. Kara menghubungi detektif Apakah dia jadi datang atau tidak.
.
.
.
Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
sering2 yaa kalau ada typo😍😍