Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
klan xiao kuno
Bayangan kapak raksasa itu masih membekas di langit. Dari balik cahaya keemasan, sesosok pria paruh baya melangkah keluar. Dadanya terbuka, memperlihatkan bidang dada bidang yang penuh dengan bekas luka perang kuno. Setiap luka seolah bercerita tentang pertempuran dahsyat di masa lalu. Dia mengenakan baju perang kuno berwarna perak keabu-abuan, usang namun masih memancarkan aura tak terkalahkan. Di tangannya, sebuah kapak raksasa dengan ukiran naga kuno menganga. Bilah kapak itu berwarna hitam pekat, tapi di sela-sela ukiran naga, cahaya merah menyala seperti aliran lava.
Kultivasinya—Kaisar Kesengsaraan tingkat 6.
Tekanan yang keluar dari tubuhnya membuat seluruh labirin bergetar. Para kultivator yang tadinya sibuk bertahan kini terdiam, berlutut tanpa sadar. Bahkan Shang Di dan Hun Tian merasakan tekanan yang luar biasa. Ini bukan Kaisar biasa. Ini adalah monster perang sejati.
Pria itu menatap bunga hitam raksasa di ujung labirin. Matanya dingin, tanpa ekspresi.
"Bunga busuk. Berani menyentuh keturunanku?"
Dia mengangkat kapaknya. Sederhana. Tanpa mantra. Tanpa persiapan.
HEM!
Tebasan pertama. Kapak itu turun. Cahaya keemasan membelah langit labirin. Gelombang tebasan menyebar sejauh miliaran mil, memotong setiap tentakel yang menghalangi. Bunga hitam itu menjerit. Puluhan kelopaknya terpotong, terbang ke udara. Darah biru menyembur deras, membanjiri lantai labirin. Tapi bunga itu masih bertahan. Auranya naik lagi, berusaha melawan.
"Hmm... masih hidup?"
Tebasan kedua. Kali ini lebih keras. Kapak itu berputar di tangan pria itu, lalu diayunkan ke samping. Gelombang tebasan kedua berbentuk setengah lingkaran, memotong batang utama bunga itu. Seluruh tubuh bunga berguncang hebat. Retakan-retakan besar muncul di kelopak-kelopaknya. Darah biru mengalir seperti sungai air terjun. Beberapa tentakel yang tersisa berusaha menyerang balik, tapi sebelum mencapai pria itu, mereka hancur oleh tekanan auranya.
Bunga itu mulai meratap. Suaranya memekik, menembus dinding-dinding labirin.
"KAISAR KLAN XIAO! KAU TETAP SAJA—"
Tebasan ketiga. Pria itu melompat ke udara, kapaknya diayunkan dari atas ke bawah dengan sekuat tenaga. Gelombang tebasan ketiga berbentuk pilar cahaya raksasa, menghantam tepat di pusat bunga. BOOM! Seluruh labirin runtuh. Dinding-dinding batu hancur menjadi debu. Langit-langit buatan di atas lenyap, memperlihatkan langit merah dari dunia kecil ini. Bunga hitam itu terbelah menjadi dua, lalu empat, lalu hancur berkeping-keping. Darah birunya menguap terkena panas dari tebasan kapak. Tidak ada regenerasi. Tidak ada perlawanan. Mati.
Keheningan.
Pria itu mendarat kembali di tanah. Kapaknya digantungkan di punggung. Dia berbalik, menatap Xiao Yan.
"Kau..."
Dia mendekat. Matanya menyipit. Hidungnya bergerak-gerak seperti binatang yang sedang mengendus.
"Aura dari garis keturunanku... Kau dari Klan Xiao?"
Xiao Yan terpana. Pria ini... dari Klan Xiao? Seratus juta tahun lalu?
"Benar, Leluhur. Saya Xiao Yan, dari Klan Xiao."
Pria itu mengerutkan kening. "Xiao Yan? Aku tidak mengenal namamu. Tapi auranya tidak salah. Kau memang keturunanku." Dia berhenti sejenak. "Aku Xiao Chen feng, dari generasi ketujuh Klan Xiao. Seratus juta tahun lalu, aku dan kaisar serta beberapa keturunan berbakat lain nya meninggalkan klan untuk menyegel api iblis ini. Setelah itu... aku tak pernah kembali."
"Xiao Chenfeng?" Xiao Yan mengulang nama itu. Tak ada dalam catatan klan. Mungkin terlalu tua, atau mungkin silsilahnya terputus.
Di sekitar mereka, para kultivator mulai berbisik.
"Xiao Yan? Xiao Yan dari Klan Xiao?"
"Xiao Yan yang itu? Putra Mandat Surgawi dari Klan Xiao yang terkenal baru-baru ini?"
"Astaga... jadi aku bertarung bersama jenius tak tertandingi Xiao Yan?"
"Tapi dia menyamar dengan topeng? Pantas saja serangan apinya begitu kuat."
"Klan Xiao... klan misterius yang membuat Aula Yuan Hua berlutut itu?"
"Ya, Tuhanku... aku berdiri di samping monster itu."
Shang Di menatap Xiao Yan dengan mata berbinar. Selama ini dia mengira jenius sepertinya hanya ada di Wilayah Tian Che. Ternyata... ada yang lain. Dan lebih muda. Dan lebih kuat. Tangannya meremas gagang pedangnya. Hatinya berdebar. Bukan takut, tapi tertantang.
Hun Tian hanya menatap Xiao Yan dengan hati-hati. Bibirnya membentuk senyum tipis. "Xiao Yan... Putra Mandat Surgawi Klan Xiao. Jadi kau yang membuat Aula Yuan Hua menjadi bahan tertawaan?." Dia menjilat bibirnya. "Darahmu pasti... sangat lezat."
Tapi dia tidak bergerak. Di samping Xiao Yan ada monster tua berkapak itu. Kaisar Kesengsaraan tingkat 6. Bukan lawan yang bisa dia lawan sekarang.
xiao chen feng menyegel ruang beberapa mill agar percakapan selanjut nya tidak di dengar oleh orang luar
Xiao chen feng menepuk bahu Xiao Yan. "Nak, sudah seratus juta tahun aku tidak mendengar kabar dari klan. Bagaimana keadaan klan sekarang? Apakah masih ada? Apakah kalian masih bertahan? Aku tahu... setelah kami pergi, klan mungkin jatuh. Tanpa Kaisar, klan sekecil itu pasti..."
Matanya berkaca-kaca. Suaranya serak.
"Aku tahu, ini egoku. Aku pergi demi menjaga ke damaian dunia, aku juga membawa ahli beberapa kaisar tersisa untuk menyegel api iblis ini,dan juga memyegel seluruh anggota klan sebagian saat berada di dunia kecil ini,demi menjaga sebuah wasiat leluhur kaisar pertama klan kami kaisar xiao dikenal sebagai kaisar yan menyegel api iblis ini."
Xiao Yan menarik napas. Dia tidak tahu harus berkata apa. Tapi dia harus jujur.
"Leluhur Xiao chen feng... Klan Xiao hampir punah. Beberapa tahun lalu, kami hanya klan kelas 8 yang nyaris dimusnahkan oleh dua klan kecil. Tapi..."
"Tapi?"
"Leluhur kami, Xiao Xuan, membawa klan bangkit. Sekarang Klan Xiao memiliki enam Kaisar Agung. Kami memiliki sistem keberuntungan klan. Kami memiliki Putra Mandat Surgawi, Daftar Surga, Daftar Bumi. Kami memiliki sumber daya yang melimpah. Dan..."
Xiao Yan berhenti. Dia menatap Xiao chen feng.
"Kami tidak akan pernah jatuh lagi."
Xiao chen feng terdiam. Mulutnya terbuka, tapi tidak ada suara keluar. Matanya berkaca-kaca. Air mata jatuh dari sudut matanya. Pria tua yang tadi menghancurkan bunga raksasa dengan tiga tebasan, kini menangis seperti anak kecil.
"Enam... enam Kaisar Agung?" suaranya bergetar. "Sistem keberuntungan klan? Itu hanya dimiliki oleh kekuatan kelas satu papan atas! Bagaimana... bagaimana bisa?"
Xiao Yan tersenyum. "Leluhur Xiao Xuan. Dia yang membawa semuanya."
"Xiao Xuan?" Xiao chen feng mengerutkan kening. "Aku tidak mengenal nama itu. Tapi..." dia menghela napas, "surga tidak meninggalkan klanku. Seratus juta tahun aku pergi, dan klanku malah bangkit menjadi lebih kuat dari sebelumnya."
Dia menangis. Air mata jatuh ke tanah, bercampur dengan debu dan darah.
"Terima kasih. Terima kasih, Tuhanku. Kau tidak meninggalkan mereka. Kau tidak meninggalkan keturunanku."
Para kultivator di sekitar hanya bisa diam. Mereka menyaksikan seorang Kaisar Kesengsaraan tingkat 6 menangis tersedu-sedu,meskipun mereka tak tau apa yang di bicara kan di dalam tapi pasti nya bersangkutan dengan xiao yan,karena pria itu menyebut kan diri nya klan xiao dari seratus juta tahun lalu