Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sekte bayangan darah
"Lalu bagaimana dengan Putra Mandat Surgawi mereka? Yang namanya Xiao Yan itu?"
Seorang kultivator lain menyela, "Aku dengar dia masih sangat muda. Kultivasinya sudah mencapai Saint Bela Diri. Dan dia adalah mantan tunangan Gadis Suci Aula Yuan Hua yang baru diangkat, Nalan Yanran. satu tahun lebih yang lalu, dia hanyalah Murid Bela Diri tingkat 3. Dalam tiga tahun, dia melompat dari Murid Bela Diri menjadi Saint Bela Diri. Itu bukan kecepatan kultivasi biasa. Itu kecepatan yang bahkan tidak masuk akal."
"Pasti karena klannya. Jika klannya punya Kaisar sekuat itu, wajar jika mereka punya sumber daya yang cukup untuk meningkatkan kultivasi dengan cepat."
"Tapi tetap saja, dari Murid Bela Diri ke Saint Bela Diri dalam tiga tahun? Bahkan dengan sumber daya terbaik sekalipun, itu hampir mustahil. Pemuda itu pasti memiliki bakat yang luar biasa. Lagipula, dia adalah Putra Mandat Surgawi. Itu berarti dia diakui oleh sistem keberuntungan klan—sesuatu yang hanya dimiliki oleh kekuatan kelas 1 papan atas."
Seorang wanita paruh baya yang duduk di pojok ikut bersuara, "Klan Xiao ini misterius sekali. Mereka muncul dari ketiadaan, memiliki kekuatan yang bahkan Aula Yuan Hua segan untuk melawan, dan Putra Mandat Surgawi mereka akan segera menghadapi perjanjian tiga tahun di markas Aula Yuan Hua. Aku penasaran, seperti apa sebenarnya Klan Xiao ini? Apakah mereka benar-benar klan kuno yang bersembunyi selama ratusan juta tahun? Atau ada sesuatu yang lebih besar di balik semua ini?"
Seorang tetua berjubah abu-abu yang duduk di sudut lain menimpali, "Aku pernah membaca catatan kuno tentang klan-klan besar di era keemasan Benua Timur. Ada beberapa klan yang menghilang secara misterius setelah perang besar antar kekuatan kelas 1 sekitar tiga ratus juta tahun lalu. Mereka memilih mengasingkan diri daripada terus terlibat dalam konflik. Bisa jadi Klan Xiao adalah salah satu dari mereka. Setelah tiga ratus juta tahun, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali."
"Itu mungkin," kata wanita itu mengangguk. "Jika mereka memang klan yang telah mengasingkan diri selama itu, wajar jika mereka memiliki fondasi yang kuat. Tiga ratus juta tahun adalah waktu yang sangat lama. Cukup untuk membangun kekuatan yang bahkan Aula Yuan Hua sendiri mungkin tidak bisa anggap remeh."
Xiao Yan mendengarkan dengan saksama. Ia tak menyangka bahwa nama klannya, namanya sendiri, sudah menjadi buah bibir di seluruh penjuru benua. Ia menatap Xiao Dong dengan ekspresi rumit.
"Leluhur, mereka membicarakan kita seperti kita adalah legenda yang turun dari langit."
Xiao Dong tertawa pelan. "Biarkan mereka bicara, Nak. Yang penting sekarang adalah fokus pada tujuan kita. Api Pemurnian Teratai Iblis itu akan segera muncul. Dan meskipun nama klan kita sudah dikenal, bukan berarti tidak akan ada yang berani menghalangi kita. Justru sebaliknya. Ada yang akan mendekat karena takut, ada yang akan mendekat karena ingin menguji, dan ada yang akan mendekat karena ingin mengambil keuntungan. Kau harus siap menghadapi semuanya."
Xiao Yan mengangguk. Ia menggulir lagi informasi di tokennya, mencari data tentang lokasi api surgawi itu. "Leluhur, berdasarkan informasi ini, Api Pemurnian Teratai Iblis berada di Lembah Iblis Teratai, sekitar dua ratus juta mil dari sini. Tiga hari lagi akan menjadi puncak aktivitasnya. Banyak kekuatan lokal yang sudah mengirim ahli untuk mengamati. Tapi karena kabar tentang Klan Xiao menyebar, beberapa dari mereka memilih mundur karena ingin mencari tau. Namun masih ada beberapa kekuatan kelas 2 dan kelas 3 yang bertahan. Dan yang lebih penting... ada indikasi bahwa salah satu kekuatan kelas 1 di Wilayah Tian Che, yaitu Sekte Bayangan Darah, juga mengincar api ini."
"Sekte Bayangan Darah?" Xiao Dong mengernyit.
Xiao Yan membaca informasi yang muncul. "Sekte kelas 1 yang terkenal dengan teknik iblis mereka. Mereka sering menggunakan api iblis untuk memperkuat kultivasi. Api Pemurnian Teratai Iblis ini sangat cocok dengan jalur kultivasi mereka. Konon, mereka sudah mengirim seorang Kaisar untuk mengamankan api ini."
"Kaisar tingkat berapa?"
"Informasinya tidak jelas, Leluhur. Tapi berdasarkan catatan, Sekte Bayangan Darah memiliki tiga Kaisar. Yang tertinggi adalah Kaisar Kesengsaraan ke-5."
Xiao Dong tersenyum tipis. "Kaisar Kesengsaraan ke-5? Masih aman. Tapi ingat, Nak. Aku hanya di sini sebagai pengawas. Api itu harus kau dapatkan sendiri. Jika kau ingin membuktikan bahwa kau layak menyandang gelar Putra Mandat Surgawi Klan Xiao, kau harus menunjukkan kekuatanmu di hadapan dunia."
Xiao Yan mengepalkan tangannya. Matanya berbinar penuh tekad. "Aku mengerti, Leluhur."
Ia berdiri dari kursinya, meninggalkan beberapa koin di meja. Xiao Dong mengikutinya dengan langkah tenang.
Di luar kedai, matahari mulai condong ke barat. Langit Wilayah Tian Che berwarna jingga kemerahan, seolah menyambut kedatangan mereka. Xiao Yan menatap ke arah timur, ke tempat di mana Lembah Iblis Teratai berada.
"Api Pemurnian Teratai Iblis... dengan ini, aku akan semakin kuat. Aku akan menunjukkan kepada seluruh Benua Timur bahwa Putra Mandat Surgawi Klan Xiao bukanlah gelar kosong."
Xiao Dong berjalan di sampingnya, tersenyum bangga. "Itulah semangat yang kuharapkan, Nak. Tapi ingat satu hal. Kekuatan bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah hati yang kuat. Tanpa hati yang kuat, sekaya apapun sumber daya, setinggi apapun kultivasi, kau hanya akan menjadi budak kekuatanmu sendiri."
Xiao Yan menunduk hormat. "Terima kasih atas bimbingannya, Leluhur. Aku akan mengingatnya."
Mereka berdua melangkah keluar dari kota kecil itu, meninggalkan keramaian dan perbincangan tentang Klan Xiao. Di belakang mereka, langit senja mulai dipenuhi bintang-bintang pertama. Perjalanan menuju Lembah Iblis Teratai baru saja dimulai. Dan di ujung perjalanan itu, sebuah api surgawi peringkat 3 menanti untuk ditaklukkan oleh tangan seorang pemuda yang namanya kini sudah bergema di seluruh Benua Timur.
Sementara itu, di sebuah tempat di Wilayah Tian Che, sebuah gua surga hitam pekat aneh membawa bau darah yang dahsyat. Petir merah darah berderu di langit seolah-olah tempat ini adalah tempat angker terkutuk. Banyak mayat digantung kering atau terpotong-potong berserakan di sisi-sisinya.
Di dalam gua surga itu, ada sebuah dunia terpencil luas tak berujung dengan deretan banyak istana hitam megah. Luasnya mencakup miliaran mil, dan gunung-gunung megah kuno itu sebenarnya gunung yang ditempa dengan lautan darah—karena merahnya sangat pekat.
Ada tulisan plakat di depan gerbang dunia kecil—gerbang setinggi ribuan kaki. Tulisannya: SEKTE BAYANGAN DARAH.
Ini adalah kekuatan kelas 1, memiliki Kaisar Agung yang menjaganya.
Saat ini di sebuah mansion mewah, seorang pemuda berjubah merah sedang memegang seorang wanita cantik. Dia seperti sedang menggigit leher wanita itu dengan ekspresi nikmat.
Wanita itu hanya seperti ketakutan dan putus asa. Matanya terbelalak. Perlahan, kulit putih mulus indahnya berkerut, wajahnya pucat menjadi tua. Lalu sekujur tubuhnya mengering, hanya sisa tulang.
Pemuda itu membuang wanita itu seperti sampah ke samping. Tapi setelah menghisap wanita tadi, auranya menaik hingga ke titik menakutkan. Sebuah dharma darah membentuk gagak kuno, mata merah darah.
Pemuda menakutkan itu adalah Tuan Muda Sekte Bayangan Darah—Hun Tian.