Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.
🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#2
Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden di kamar Lyodra di Chicago. Ia perlahan membuka matanya, rasa pening masih berdenyut di kepalanya. Pikirannya kosong, hanya ada bayangan-bayangan samar yang tak jelas maknanya.
"Di mana aku?" gumamnya pelan.
Suara langkah kaki mendekat, dan pintu kamar terbuka. Seorang wanita paruh baya masuk dengan senyum lembut di wajahnya.
"Kau sudah bangun, sayang?" sapa wanita itu, yang Lyodra tahu adalah ibunya.
Lyodra mencoba duduk, dibantu oleh sang ibu. "Mommy, aku... aku bingung. Kenapa aku di sini? Apa yang terjadi padaku?"
Hati ibu Lyodra mencelos mendengar pertanyaan putrinya. Ia tahu saat ini akan tiba, saat di mana ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ingatan Lyodra telah hilang.
"Kau mengalami kecelakaan, sayang," jawabnya lembut, mengelus rambut Lyodra. "Kau koma selama bertahun-tahun."
"Kecelakaan?" Lyodra mengerutkan kening. "Kecelakaan apa? Kapan?"
Ibu Lyodra menghela napas panjang. Ia harus berhati-hati dalam memberikan informasi, tidak ingin membebani pikiran Lyodra yang masih lemah.
"Itu sudah lama terjadi, sayang. Empat tahun yang lalu. Kau sedang mengendarai mobil saat tiba-tiba sebuah truk menabrak mu."
Lyodra terdiam, mencoba mencerna informasi itu. Pikirannya masih kacau, namun ia merasa ada sesuatu yang ganjil. Ada perasaan hampa di dadanya, seolah ada bagian penting dari hidupnya yang hilang.
"Apakah... apakah ada orang lain yang terluka?" tanyanya ragu.
Ibu Lyodra terdiam sejenak. Ia teringat akan Archello, pria yang sangat dicintai Lyodra. Ia tahu betapa hancurnya Archello saat mendengar kabar kematian Lyodra yang palsu itu.
"Tidak, sayang. Hanya kau yang terluka parah," jawabnya berbohong.
Ia tidak ingin Lyodra mengingat Archello, tidak ingin Lyodra kembali terluka oleh bayang-bayang masa lalu. Ia ingin Lyodra memulai hidup baru di Chicago, jauh dari semua masalah di masa lalu.
Sementara itu, di sebuah rumah mewah di pinggiran kota, seorang pria tua duduk di kursi kerjanya. Wajahnya yang keriput memancarkan aura kekuasaan yang tak tergoyahkan. Ia adalah kakek Oliver, dalang di balik kecelakaan dahsyat empat tahun silam.
"Semua berjalan sesuai rencana," gumamnya pelan, sambil menatap foto Lyodra dan Archello yang ada di mejanya.
Ia tersenyum sinis. Kesalahpahaman antara keluarga Taylor dan Dominic adalah skenario yang telah ia susun dengan rapi. Ia tahu keluarga Taylor menganggap kecelakaan Lyodra adalah sabotase dari keluarga Dominic yang terkenal kejam di dunia bisnis. Namun, kenyataannya, kecelakaan itu adalah ulahnya sendiri.
Ia adalah relasi lama dari nenek Archello. Turunan keluarga Dominic-Cavanaugh telah berteman lama sebagai relasi bisnis. Namun, ia tidak menyetujui hubungan Archello dan Lyodra. Ia menginginkan Archello menikah dengan cucunya, Oliver, demi memperkuat aliansi bisnis antara kedua keluarga.
Ia pun menyewa orang untuk menyabotase mobil Lyodra, menyebabkan kecelakaan maut itu terjadi. Dan berita palsu tentang kematian Lyodra, membuat Archello hancur berkeping-keping.
.
.
Archello berdiri di balkon kamarnya, menatap pemandangan kota yang terhampar di hadapannya. Pikirannya melayang kembali ke masa lalu, ke saat-saat indahnya bersama Lyodra.
"Kenapa kau meninggalkanku, Lyodra?" bisiknya pedih.
Ia percaya kematian Lyodra murni kecelakaan. Ia tidak tahu ada campur tangan neneknya dalam kejadian itu. Pertunangannya dengan Oliver terjadi karena ibunya, Beatrice, yang selalu memohon dan menangis karena putranya yang tidak bisa menjalani hari dengan baik selain bekerja dan bekerja.
"Archello, kumohon, menikahlah dengan Oliver," isak Beatrice suatu hari. "Aku ingin melihatmu berkeluarga, memiliki anak-anak yang lucu. Jangan hanya fokus pada bisnis saja."
Hati Archello luluh melihat tangisan ibunya. Ia akhirnya menyetujui pertunangan itu, meski hatinya masih milik Lyodra. Ia berharap dengan menikah dengan Oliver, ia bisa melupakan Lyodra dan memulai hidup baru.
Namun, ia tidak menyadari bahwa pertunangannya dengan Oliver adalah bagian dari skenario para tetua. Tanpa mereka sadari, mereka sedang dipermainkan oleh dalang yang kejam.
***
Lyodra mencoba mengingat kembali masa lalunya, namun usahanya sia-sia. Pikirannya tetap kosong. Ia merasa seperti orang asing di tubuhnya sendiri.
"Siapa aku sebenarnya?" gumamnya putus asa.
Kemalangan Lyodra bukan hanya karena ia hilang ingatan, tapi karena ia hidup dalam kebohongan. Ia tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya, dan ia tidak tahu bahaya yang mengintai di balik senyum manis keluarganya.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰