NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23.Monster Gero-gero.

Sementara drama air mata dan intrik keluarga sedang berlangsung di kediaman mewah Star born, suasana di sisi lain Kota Avalon justru sedang mencekam.

Jauh di wilayah Utara, di mana daratan berubah menjadi hamparan gurun pasir beku dan tanah tandus yang tak berpenghuni, pertahanan magis kerajaan baru saja dilaporkan jebol.

GRUUUUAAAAAAHHHH!!!

Raungan mengerikan mengguncang bumi.

Muncullah makhluk-makhluk mengerikan yang dikenal sebagai Gero-gero. Monster berkulit tebal layaknya baju zirah alami, berbadan besar menyerupai kadal raksasa, namun memiliki gigi-gigi tajam sepanjang pedang dan cakar yang bisa menggores batu sekeras berlian.

Ukuran mereka sangat mengerikan. Tinggi tubuh mereka mencapai lantai tiga atau bahkan empat sebuah hotel mewah. Setiap langkah mereka membuat tanah bergetar hebat, dan napas mereka mengeluarkan asap hijau beracun.

Perlindungan kota yang dibuat oleh para penyihir senior berhasil mereka terobos dengan mudah. Kekuatan fisik mereka luar biasa, membuat pasukan penjaga perbatasan kewalahan dan terpaksa mundur sambil mengirimkan pesan darurat ke istana pusat.

Di Istana Kerajaan, laporan itu sampai dalam hitungan detik.

Di ruang taktis, seorang ksatria melapor dengan napas terengah-engah.

"Yang Mulia Pangeran Ka el! Pasukan Gero-gero jumlahnya melebihi perkiraan! Mereka sedang bergerak menuju pemukiman terdekat! Jika tidak dihentikan, seribu jiwa akan melayang!"

Di sana, berdiri sosok yang memancarkan aura mematikan.

Ka el drago mir.

Pria itu tidak mengenakan jubah kebesaran yang mewah. Ia hanya mengenakan baju tempur hitam yang ketat, dengan pedang besar tersarung di punggungnya dan sarung tangan besi yang melindungi tangannya.

Mendengar laporan itu, wajah tampan Ka el tidak berubah sedikitpun. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa kaget. Hanya ada kilatan gairah bertarung di matanya yang merah menyala.

"Gero-gero..." gumam Ka el pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sadis. "Akhirnya ada hiburan yang layak."

"Siapkan kuda hitamku! Dan panggil pasukan bayangan!" perintah Ka el singkat.

"Siap, Yang Mulia!"

Tidak butuh waktu lama, gerbang istana terbuka lebar.

Ratusan ksatria elit berkuda melesat keluar dengan kecepatan penuh. Namun, di barisan paling depan, ada satu sosok yang berlari bukan dengan kuda, melainkan dengan kecepatan kakinya sendiri yang tidak masuk akal.

Ka el berlari di depan pasukannya. Angin berdesir keras menerpa wajahnya, namun ia tidak peduli. Darah pejuang di tubuhnya mendidih. Ia ingin bertarung. Ia ingin merasakan sensasi membasmi kejahatan dengan tangannya sendiri.

Di pusat kota, suasana masih terlihat tenang dan damai.

Luna ria dan Ivy baru saja melangkah keluar dari sebuah toko perhiasan terkenal di kawasan elit kota. Wajah mereka terlihat puas.

Tadi, Lady Seraphina memberikan begitu banyak perhiasan, namun Luna ria ingin memilihkan beberapa aksesoris yang lebih cocok dengan seleranya sendiri—sesuatu yang simpel tapi mematikan, sama seperti dirinya.

"Wah, gelang ini bagus sekali, Nona. Cocok sekali dengan gaun ungu yang kemarin," komentar Ivy sambil membantu membawa kotak-kotak belanjaan.

"Ya, aku juga suka," jawab Luna ria santai sambil berjalan santai di trotoar. "Lagipula, uang yang dipakai itu uang mereka juga. Jadi tidak ada salahnya aku ambil bagianku."

Mereka berdua berjalan dengan santai, tidak menyadari bahwa suasana di jalanan tiba-tiba berubah menjadi hening dan tegang.

Orang-orang di sekitar mulai berlarian ketakutan, masuk ke dalam toko atau menyingkir ke pinggir jalan dengan wajah pucat.

"Ada apa ini?" tanya Luna ria bingung, menghentikan langkahnya. "Kenapa orang-orang pada lari?"

"Sepertinya ada rombongan penting yang lewat, Nona. Atau mungkin bahaya," jawab Ivy waspada, segera berdiri di depan tuannya.

Belum habis kalimat Ivy terucap...

DUM! DUM! DUM! DUM!

Suara langkah kaki dan derap kuda yang sangat cepat dan keras terdengar mendekat. Getarannya terasa sampai ke telapak kaki.

Tiba-tiba, dari tikungan jalan, munculah ratusan pasukan berkuda dengan baju zirah hitam mengkilap. Mereka membawa panji-panji kerajaan berwarna ungu tua dengan lambang naga emas. Mereka melaju sangat kencang, membelah jalanan layaknya badai.

Namun, perhatian Luna ria tidak tertuju pada pasukan itu.

Matanya justru tertuju pada satu sosok yang berjalan di paling depan, memimpin pasukan itu dengan berjalan kaki.

Pria itu sangat tinggi dan besar. Otot-ototnya terlihat kokoh di balik baju tempurnya. Namun yang membuat Luna ria terpaku adalah...

Pria itu penuh darah.

Baju hitam dengan Zirah besi hitam seperti sisik ular besar, membuat penampilannya terlihat gagah dan bengis. Wajahnya tampan namun sangat garang, dengan mata yang merah menyala.

Tapi... ada sesuatu yang aneh.

Saat pria itu lewat sangat dekat dengan tempat Luna ria berdiri...

Langkah kakinya tiba-tiba melambat.

Ka el yang tadinya fokus penuh pada pertempuran yang menanti, tiba-tiba menolehkan kepalanya ke sisi kanan jalan.

Matanya yang merah menyala itu bertemu langsung dengan sepasang mata biru pekat milik Luna ria.

Dunia seakan berhenti berputar untuk sesaat.

Di tengah hiruk pikuk pasukan yang berlarian, di tengah debu dan teriakan, hanya ada mereka berdua yang saling memandang.

Dan kemudian...

Ka el drago mir, sang Pangeran Kematian yang ditakuti seluruh kerajaan, tersenyum.

Bukan senyum sinis atau senyum mengerikan. Itu adalah senyum tipis, sangat lembut, sangat hangat, dan penuh arti. Seolah-olah ia telah menemukan sesuatu yang sudah lama ia cari. Senyum itu hanya ditujukan untuk satu gadis di pinggir jalan itu.

Ka el bahkan sempat mengedipkan sebelah matanya pelan sebelum kembali menatap lurus ke depan dan mempercepat langkahnya, menghilang bersama pasukannya menuju Utara.

Setelah rombongan itu hilang dari pandangan, suasana jalanan kembali hidup, namun banyak orang yang masih terdiam dengan wajah berbinar-binar.

Ternyata, banyak sekali gadis-gadis muda dan para bangsawati yang diam-diam mengintip dari balik jendela atau tiang listrik. Mereka adalah pengagum rahasia sang Pangeran.

"Wahhh! Tadi Pangeran Ka el tersenyum! Dia tersenyum padaku!" seru seorang gadis berteriak histeris.

"Bukan! Dia lihat ke arahku! Aku yakin!" seru yang lain.

Namun, beberapa dari mereka yang berdiri tidak jauh dari Luna ria mulai bergunjing dengan tatapan iri dan tajam menatap Luna ria.

"Hei, lihat tuh cewek... Pangeran tadi kan jelas-jelas senyum dan lihat ke arah dia!"

"Iya nih! Siapa sih dia? Berani-beraninya dia bikin Pangeran Ka el nengok?! Dasar kurang ajar!"

"Muka dia sok polos banget, padahal pasti genit banget sama Pangeran!"

Suara-suara sinis itu terdengar jelas di telinga Luna ria dan Ivy.

Luna ria hanya mengerutkan kening bingung, lalu menggeleng pelan. Ia tidak peduli dengan omongan mereka. Yang membuatnya aneh adalah perasaannya sendiri.

"Nona... Nona tidak senang ya? Tadi Pangeran Ka el lho yang senyum sama Nona! Itu hal yang mustahil! Semua cewek di Avalon pasti iri pada nona!" tanya Ivy antusias namun bingung melihat wajah tuannya yang datar bahkan sedikit cemberut.

Luna ria mengusap leher belakangnya secara refleks. Rasanya aneh sekali.

"Aku tidak tahu, Ivy..." jawab Luna ria pelan, suaranya terdengar ragu. "Aku tidak kenal dengan pangeran itu. Dan aku juga tidak merasa pernah bertemu. Tapi... saat dia menatapku tadi... rasanya aneh sekali."

Luna ria menggigil sedikit.

"Seperti... ada hawa dingin yang merayap naik dari tulang belakangku sampai ke tengkuk. Seperti ada hantu gentayangan yang menempel tepat di belakang leherku. Rasanya... tidak nyaman. Sangat tidak nyaman. Seperti aku sedang menatap ke dalam mulut singa yang sedang lapar," jelas Luna ria dengan jujur.

Ivy terbelalak. "Wah... intuisi Nona memang selalu tepat. Orang bilang aura Pangeran Ka el itu memang mematikan. Bagi orang biasa, melihat matanya saja bisa pingsan karena takut."

"Ngomong-ngomong Ivy..." Luna ria menatap asistennya. "Kamu yakin kita tidak pernah ketemu orang itu sebelumnya? Tatapan matanya... terasa sangat familiar. Seperti aku pernah melihatnya di suatu tempat."

Ivy mengerutkan dahinya, berpikir keras mengingat masa lalu. Ia menggeleng kuat-kuat.

"Enggak Nona! Yakin deh! Kalau Nona pernah ketemu orang seberbahaya dan seterkenal itu, pasti Ivy ingat. Lagipula, kita kan jarang keluar villa. Paling juga ketemu petani atau pedagang biasa."

"Tapi tunggu..." Ivy tiba-tiba teringat sesuatu. "Ah! Kecuali... kejadian malam itu pria terluka yang nona usir?"

"Hah? Yang mana?"

"Waktu itu kan ada pria asing penuh luka pingsan di depan gerbang kita" jelas Ivy. "Tapi mana mungkin pria itu,dia seperti pengemis atau prajurit biasa yang habis bertarung.Kalau itu dia, kita pasti dapat masalah."

Luna ria mengeleng perlahan. "Tidak mungkin dia...dan jangan sampai itu dia."

Luna ria menghela napas panjang, mencoba menepis perasaan aneh itu.

"Sudahlah, lupakan. Siapa pun dia, dia orang penting dan kita tidak perlu kenal dengan nya. Ayo pulang."

Namun, Luna ria tidak tahu. Bahwa pria yang akan menjadi suami masa depan nya. Dan pria itu kini sedang berlari menuju medan perang, namun pikirannya tidak bisa lepas dari wajah gadis yang baru saja dilihatnya.

"Tunggu aku Luna ria, akan ku umumkan dirimu adalah milikku setelah misi ini berhasil. " Gumamnya pelan.

Sementara itu, di gurun Utara.

Suasana sangat kacau. Monster Gero-gero sedang mengamuk, menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Pasukan kerajaan sudah mulai bertarung, namun serangan sihir mereka seolah hanya mencuit kulit tebal monster itu.

"Gunakan sihir api tingkat tinggi! Serang matanya!" teriak komandan pasukan.

Namun, sebelum mantra mereka selesai dirapalkan...

SWISH!

Bayangan hitam melesat melewati mereka.

"Minggir!" suara berat Ka el terdengar.

BRUG..HA..AK!!

Dengan satu ayunan tangan kosong, Ka el menghantam rahang salah satu monster Gero-gero yang paling besar.

Dentuman keras terdengar!

Monster setinggi gedung itu tersentak mundur, giginya patah berantakan, dan darah hijau menyembur deras.

"ARGHH!!" Ka el berteriak kencang, lalu dengan cepat ia mencabut pedang besarnya yang bernama Night.

"Cukup mainnya!"

Gerakannya cepat bagai kilat. Di antara kaki-kaki raksasa monster itu, Ka el bergerak lincah bagaikan penari maut.

Sle..sh! Sle..sh! Sle..sh!

Setiap tebasan pedangnya selalu menghasilkan percikan darah dan potongan daging monster. Tidak ada sihir rumit, tidak ada jurus muluk. Hanya kekuatan fisik murni dan teknik bertarung tingkat dewa.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, tiga monster terbesar sudah tumbang tak bergerak di kakinya. Tubuh Ka el kini semakin basah oleh darah hijau dan merah, namun matanya justru semakin bersinar liar.

Ia berdiri di atas tumpukan bangkai monster, napasnya sedikit memburu namun wajahnya terlihat sangat puas. Ia mendongak menatap langit.

"Aku harus akhiri ini... " Bisiknya pelan.

Ka el tersenyum lebar, setelah berhasil mengalahkan sekumpulan Gero-gero.

Para pasukan Ka el menyoraki keberhasilan tuannya.

Di tempat lain di kediaman Star born.

Malam hari itu.

Suasana makan malam terasa kaku seperti biasa.

Lord Valde mar terlihat gelisah, sesekali melihat ke arah jendela. Lady Seraphina tampak cemas, dan Lea ria duduk dengan wajah pucat.

"Ayah, apa benar pasukan monster sudah ditembus?" tanya Lea ria lemah.

"Ya... kabarnya sangat parah. Tapi untungnya Pangeran Ka el sendiri yang turun tangan. Dia baru saja kembali dari perbatasan," jawab Lord Valde mar dengan nada hormat dan takut bercampur.

"Pangeran memang hebat. " Puji Lae ria sambil tersenyum.

Luna ria memperhatikan ekspresi saudarinya itu.

"Dia pasti menyukai pria itu. " Bisiknya pelan sambil tersenyum.

"Pangeran Ka el...?" gumamnya pelan.lanjut Luna ria, "siapa dia?. "

"Dia..," sahut Lady Seraphina. "Ka el drago mir. Putra Mahkota Avalon. Dialah yang akan menjadi suamimu nanti, Luna ria."

Luna ria yang meminum air di gelasnya menyemburkan air di mulut nya kearah Lae ria yang duduk tepat didepannya.

Byuur...

"Uh..kk..., ibu bercanda? Dia tunangan ku. Kapan? Sejak kapan?. "Ucapnya yang terkejut sambil terbatuk-batuk.

Di meja makan itu insiden kecil, karena berita yang baru didengar Luna ria. Dan malam itu juga membuat Lae ria kesal, karena Luna ria membuatnya basah.

Luna ria meminta maaf berulang kali tapi Lae ria yang sudah kesal dibuatnya pergi dengan perasaan kesal.

" Dasar tak sopan!. "Ucapnya dengan kesal.

1
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!