NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Arvin pulang ke rumah sore ini, tapi dia merasa ada yang aneh. Arvin tidak melihat Risa menyambut nya seperti biasa nya, Arvin langsung pergi ke kamar nya dan dia melihat Risa sedang termenung di balkon kamar nya.

"Sayang, kamu di sini! Mas cariin kamu di sini rupa nya!" Arvin langsung memeluk tubuh Risa dari belakang.

Jika selama ini ucapan Arvin bisa membuat Risa melayang, tapi tidak kali ini. Risa merasa risih di peluk oleh suami nya, mengingat Arvin sudah mengkhianati diri nya.

"Mas, kamu mandi dulu deh. Bau asem!" Risa melepas kan pelukan Arvin dan mendorong nya menjauh dari diri nya.

"Mas, kangen sama kamu sayang!" Ujar Arvin sambil menentang kan tangan nya.

"Iya, tapi sekarang kamu mandi gih!" Usir Risa lagi.

Arvin akhir nya mengalah dan dia segera menjauh dari istri nya, Arvin bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

"Kenapa seperti nya Risa berubah? Apakah dia sudah tahu hubungan ku dan Wulan?" Arvin bertanya pada diri nya sendiri.

"Tapi tidak mungkin, jika dia sudah tahu pasti dia akan langsung marah dan melabrak Wulan, mungkin dia sedang datang bulan saja!" Guma Arvin lagi sambil tersenyum.

Arvin menyalahkan shower dan mulai mengguyur tubuh nya dengan air, dia merasa lebih rileks setelah mandi. Arvin tidak menemukan pakaian ganti nya ketiak dia selesai mandi, Risa sengaja tidak menyiapkan pakaian ganti nya seperti biasa.

"Sayang, pakaian ganti mas mana?" Tanya Arvin pada Risa yang masih berdiri di balkon kamar mereka.

"Kamu bisa ambil sendiri mas di dalam lemari!" Jawab Risa datar.

"Di dalam lemari yang mana sih sayang? Kok gak ada!" Teriak Arvin dari dalam kamar nya.

"Mencari pakaian mu sendiri saja kau tidak berusaha mas, tapi selingkuh kau bisa!" Dengus Risa tanpa berniat membantu Arvin menyiapkan baju nya.

Akhir nya Arvin berhasil menemukan pakaian milik nya, tapi semua isi di dalam lemari berserakan di lantai.

"Mas, beres kan sendiri semua baju - baju yang kau buat berantakan itu. Aku tidak punya waktu, aku mau sholat!" Ujar Risa sambil menunjuk kan semua pakaian Arvin yang sudah berhamburan di lantai.

"Loh, kok gitu sih sayang?" Arvin mau protes pada Risa, tapi Risa sudah berlalu untuk mengambil air wudhu.

Mau tidak mau akhir nya Arvin membereskan semua kekacauan yang dia buat sendiri, butuh waktu cukup lama bagi Arvin untuk mengembalikan keadaan lemari pakaian milik nya menjadi seperti semula.

Tiba waktu nya makam malam, Risa turun ke bawah bersama Arvin. Tidak berselang lama Mama Lia dan juga Wulan datang ke ruang makan, Risa melihat Wulan dan Arvin saling melirik. Mereka seolah sedang memberikan tanda lewat lirikan mata masing - masing.

Kali ini Risa memperhatikan interaksi antar Arvin dan Wulan, hal yang selama ini tidak pernah dia lakukan. Risa bisa menangkap bahwa mereka sering saling lempar senyuman di sela - sela makan malam ini.

"Mas, tadi makan siang sama siapa?" Tanya Risa ketika mereka sedang fokus pada makanan di piring mereka masing - masing.

Uhuk, uhuk.

Seketika Arvin langsung tersedak mendengar pertanyaan dari suami nya. Wulan lalu dengan sigap memberikan Arvin air minum.

"Minum dulu mas!" Wulan menyodorkan gelas itu dengan Arvin dan seperti nya dia lupa bahwa di sini ada Risa.

"Terima kasih!" Jawab Arvin setelah dia menghabis kan minuman di dalam gelas nya.

Risa memperhatikan interaksi antar kedua nya, menyadari Risa memperhatikan mereka, Arvin langsung memberikan kode pada Wulan lewat tatapan mata nya.

"Sayang, tadi mas makan siang sama klien!" Jawab Arvin sambil tersenyum.

"Laki - laki atau perempuan?" Tanya Risa lagi.

Arvin tidak langsung menjawab pertanyaan Risa, Arvin merasa saat ini Risa sedang mengintrogasi diri nya.

"Kamu kenapa sih sayang?" Tanya Arvin dengan heran.

"Tidak papa mas, aku sudah selesai dan aku ke kamar duluan!" Risa segera meninggal kan meja makan dan naik ke lantai atas.

"Istri mu kenapa Vin? Kesurupan ya?" Tanya Mama Lia setelah Risa pergi.

"Gak tahu Ma!" Jawab Arvin seraya mengangkat bahu nya.

"Lagi dapet mungkin!" Tebak Wulan sembarangan.

"Aku susul dulu ke kamar ya!" Arvin berniat menyusul Risa.

"Mas, sekalian sama obat nya, biar dia cepat tidur!" Wulan mengingat kan Arvin.

"Iya Vin, biar kalian bisa senang - senang!" Mama Lia ikut menimpali.

"Mas, tunggu di sini, minta bi Ina buat susu nya dulu!" Wulan mengingat kan dan dia bergegas ke kamar nya mengambil obat tidur yang sudah dia sembunyikan di dalam kamar nya.

"Iya!" Jawab Arvin sambil mengangguk kan kepala nya.

Arvin lalu meminta asisten rumah tangga nya membuat kan segelas susu coklat hangat kesukaan nya Risa, setelah bi Ina pergi dengan gerakan cepat Arvin menambah kan serbuk obat tidur ke dalam gelas itu dan mengaduk nya kembali.

Ketiga orang itu tersenyum senang, tanpa mereka sadari obat yang mereka masuk kan sudah di ganti oleh Risa dengan bubuk gula tadi siang.

"Selamat tidur nyenyak Risa, suami mu milik ku!" Guman Wulan sambil tersenyum.

Ibu dan anak itu tersenyum puas, Wulan segera masuk ke dalam kamar nya. Dia segera mengganti baju nya dengan lingeri yang tembus pandang.

Sementara itu di dalam kamar nya, Arvin memberikan susu itu untuk Risa seperti biasa nya .

"Sayang, minum susu dulu sebelum tidur. Biar sehat!" Arvin tidak sabar lagi melihat istri nya itu tertidur dengan nyenyak.

"Nanti saja mas aku minum nya!" Risa menolak nya dan dia sengaja ingin melihat reaksi suami nya.

"Sayang, aku tahu kamu belum bisa tidur kan kalau belum minum susu!" Arvin membujuk Risa lagi.

"Kamu bener mas, aku memang belum bisa tidur sebelum minum susu yang sudah kau campur kan obat tidur sebelum nya!" Batin Risa dengan geram.

"Ayo dong sayang di minum dulu susu nya!" Arvin memaksa Risa meminum susu nya.

Di sini jelas sekali Risa bisa melihat Arvin memaksa nya untuk minum susu itu, betapa bodoh nya Risa selama ini. Dia tidak menyadari bahwa susu itu sudah di campur dengan obat tidur oleh suami nya.

"Iya mas, sekarang aku minum kok susu nya!" Ujar Risa sambil meraih gelas itu dan meminum susu nya hingga tuntas.

Arvin tersenyum puas melihat gelas susu itu sudah kosong, terlihat mata nya tidak bisa berbohong.

Tidak lama kemudian, Risa berpura-pura menguap dan mengantuk agar Arvin percaya.

"Mas, kok aku ngantuk banget ya sekarang!" Ujar Risa sambil merebah kan tubuh nya di atas kasur.

"Tidur saja sayang, mas akan menemani mu!" Ujar Arvin sambil mengelus kepala Risa dengan lembut.

Risa mengikuti permainan suami nya dan Wulan, dia pura - pura tertidur dengan nyenyak untuk menangkap basah kedua nya. Risa yakin dia bisa membuktikan semua nya secara langsung malam ini dengan mata kepala nya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!