Bram, lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERASAAN SAYANG
Diusapnya bibir Belinda diciumi lembut bibirnya dua kali,
"Tawananku sayang, bisiknya.
Diingat-ingatnya apakah dia pernah jatuh cinta segila ini, rasanya tidak pernah, baru kali ini.
Belinda agak terganggu dengan ciuman Bram tadi, dia membalikkan badannya membelakangi Bram. kini dia memunggungi Bram. Selimutnya tersingkap badannya sebagian tidak tertutupi selimut. Bram melihat lekukan pinggang dari Belinda. Tidakkkk jangan lagi kali ini, aku tidak mau menggangu tidurnya.
Bram menutup mata.
pertahanannya bisa runtuh kalau begini, seketika dia bangkit. Dirapikannya selimut Belinda yang tersingkap tadi, ditutupnya bagian punggung dan pinggang belinda yang tersingkap dengan selimut.
Dia berjalan menuju sofa panjang di sebelah tempat tidur, dia merebahkan badannya. "Aaaghhh, punggungku sakit sekali." Gadis ini membuat aku menggendongnya sampai ke sini.
"Untung saja aku cinta padamu nona, aku cinta gila,Nona."
Bram memandangi Belinda dari Sofanya.
Bagaimana caranya dia nanti akan menjalani hidup bersama Belinda?
Bagaimana langkah-langkahnya dalam kehidupan bila pekerjaannya yang dijalaninya keras dan berdarah?
Apakah dia berhenti saja dari pekerjaan berdarah ini?
Dia meremas-remas rambutnya, memijit kepalanya, "Grrrrr,,,aggggg" benar kata Felix tadi aku bisa gila karenanya.
Dia akan menetap malam ini dan besok pagi, akan dilihatnya situasi dan atur strategi untuk siang sampai malam, bila aman dia akan menetap di sini sampai besok, selanjutnya melanjutkan perjalanan ke negara lain, dia akan membawa Belinda dalam misi selanjutnya.
Tapi, bagaimana caranya?
Bagaimana mungkin Belinda melihat pertumpahan darah nantinya. Dia mungkin akan ketakutan. Melihat Belinda histeris saja waktu acara party membuat dia jadi berpikir,
Apakah nanti dia ikut misi akan sama juga reaksinya?
Melihat pertarungan berdarah-darah. Belinda, agghhhh merusak rencanaku, kau membuat aku gila,, tapi aku suka. perasaan yang tidak bisa ditemui pada wanita lain.
Banyak wanita yang ingin jadi miliknya, mereka terang-terangan menawarkan diri pada Bram. Tapi Bram sedikit pun tidak mau. Bahkan ada yang berusaha menarik perhatian Bram dengan membuat rumor di publik.
Ya, seorang artis figuran bernama Cassandra Velopa. Cassandra membuat rumor Bram menghamilinya, tapi Bram tidak memperdulikannya.
Cassandra memang sangat menyukainya sejak pertama bertemu waktu Bram meresmikan casino miliknya dan mengundang beberapa petinggi dan artis ibu kota. Salah satunya yang datang adalah Cassandra. Cassandra terang-terangan menunjukkan rasa suka padanya.
Cassandra waktu itu datang ke kediaman Bram lalu merayunya. Bram lalu menepisnya. Sejak itu Cassandra lalu dendam padanya. Ia lalu membayar wartawan amatir untuk membuat berita palsu. Dia membuat rumor kalau hamil anaknya Bram.
Bram lalu menyuruh kaki tangannya membereskannya dan pembuat berita palsu itu akhirnya meralat rumor yang dibuatnya di surat kabar. Dan berakhir dia ditemukan mati di sebuah sungai di kota itu.
Orang hanya tahu dia pemilik tempat casino, tapi itu hanya kedok untuk menutup pekerjaan aslinya. Tidak ada yang main-main pada Bram, dia pasti akan membereskannya dibantu kaki tangannya.
Sejak saat itu, Cassandra tidak pernah lagi terdengar namanya di kota itu, dia bagaikan lenyap ditelan bumi.
***
Setelah Cassandra ada beberapa nama perempuan yang dekat dengannya tapi hanya untuk menemaninya saja di meja casino. Tidak untuk tidur dengannya. Bram tidak tertarik pada mereka. Baru kali ini dia merasakan perasaan suka.
Bram memejamkan matanya sesaat. Hanya sesar hanya menghilangkan sakit di punggungnya dan menghilangkan rasa capeknya. Cuma sebentar.
Mata Bram pun terpejam.
minim eksplore gestur, ekspresi, mimik.... jadi pembaca ga bisa membayangkan emosi karakter dan mengenal sifat karakter.
itu seperti membaca cepat tanpa jeda
tidak ada internal monolog yang menguatkan karakterisasi
deskripsi malah lebih menonjol di bagian 'itu' padahal sebagai pembaca aku lebih pengen kenal karakterisasi...
maap kak kalau nda berkenan 🙏
sama chapter ini perlu double check typo 😆