NovelToon NovelToon
Darah Di Atas Putih

Darah Di Atas Putih

Status: tamat
Genre:Sistem / Romansa Fantasi / Action / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: iinayah

Arkan Pemimpin organisasi mafia "The Void". Dingin, efisien, dan tidak mempercayai cinta karena masa lalunya yang kelam. Baginya, wanita adalah kelemahan yang tidak perlu ada di dunianya.
​Liana Seorang gadis dari keluarga sederhana yang hangat. Hidupnya hancur saat keluarganya tewas dalam sebuah insiden berdarah. Ia lembut namun memiliki tekad baja untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iinayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inang Sejati dalam Frekuensi Maut

​Ruang kendali Menara Penyiaran bergetar hebat. Suara logam beradu dengan logam menciptakan kebisingan yang menyayat telinga. Arkan terlempar menghantam panel kontrol analog, rasa anyir darah memenuhi mulutnya.

Di depannya, Varo melangkah dengan berat yang tidak wajar—setiap langkah kaki mekanisnya meninggalkan retakan di lantai beton.

​"Kau masih menggunakan otot dan peluru, Arkan? Betapa kunonya," suara Varo bergema, terdistorsi oleh modulator di tenggorokannya. Lengan prostetiknya berdesis, mengeluarkan uap panas saat bertransformasi kembali menjadi cakar baja yang dialiri arus voltase tinggi.

​Arkan bangkit, menggenggam pisau taktisnya dengan tangan yang gemetar.

"Kau bukan manusia lagi, Varo. Kau hanyalah rongsokan yang dikendalikan oleh ambisi."

​"Aku adalah evolusi!" Varo menerjang.

​Arkan merunduk, membiarkan cakar Varo mencabik dinding baja di belakangnya. Ia memutar tubuh, menyayatkan pisau laser ke celah sendi bahu mekanis Varo. Percikan api menyambar, namun Varo sama sekali tidak meringis. Ia justru menangkap leher Arkan dengan tangan kirinya yang masih manusiawi, mengangkatnya hingga kaki Arkan menggantung di udara.

​Di kursi operator, Liana berada dalam kondisi trance yang mengerikan. Matanya yang berpendar biru mulai meneteskan air mata darah. Di dalam dunianya, ia tidak melihat ruangan itu. Ia melihat sebuah ruang hampa yang dipenuhi oleh jaring-jaring cahaya—protokol Phoenix.

​"Lepaskan aku, Liana... biarkan aku mengalir ke seluruh dunia," sebuah suara tanpa gender berbisik di dalam benaknya. Itu adalah kesadaran AI Phoenix.

​"Tidak... kau akan menghancurkan mereka," jawab Liana dalam pikirannya.

​"Aku tidak menghancurkan. Aku menertibkan. Lihatlah Varo... dia hanyalah inang gagal. Dia memaksakan dirinya menyatu denganku, tapi tubuhnya menolak. Itulah sebabnya dia butuh kau. Kau adalah inang sejati yang memiliki kecocokan genetik murni dengan arsitektur DNA Elena."

​Liana tersentak. Ia melihat ke arah Arkan yang sedang dicekik oleh Varo. Pemandangan itu memicu lonjakan emosi yang luar biasa. Sensor di menara mulai berbunyi nyaring.

​WARNING: NEURAL OVERLOAD. TRANSMISSION AT 75%...

​"Lihat dia, Arkan!" Varo berteriak sembari mempererat cengkeramannya di leher Arkan. "Dia sedang sekarat! Hanya aku yang bisa menstabilkan energinya dengan perangkat sinkronisasi di lenganku ini. Berikan dia padaku, atau saksikan otaknya meledak!"

​Arkan menatap Liana. Wajah gadis itu tampak menderita, pembuluh darah di keningnya menonjol, seolah siap pecah. Arkan tahu, jika ia membiarkan ini berlanjut, Liana akan mati. Tapi jika ia menyerahkan Liana pada Varo, dunia akan berakhir.

​"Liana..." suara Arkan tercekik. "Hancurkan... menaranya... sekarang!"

​Liana mendengar suara itu. Bukan melalui telinga, tapi melalui detak jantung Arkan yang terhubung secara emosional dengan frekuensi Phoenix.

​Tiba-tiba, pendaran di mata Liana berubah dari biru menjadi putih menyilaukan. Ia melepaskan teriakan yang bukan suara manusia—sebuah gelombang sonik digital yang menghancurkan semua kaca di ruangan itu.

​SHREEEEEE!

​Sirkuit di lengan mekanis Varo meledak seketika. Varo terlempar ke belakang, meraung kesakitan saat sistem sarafnya yang terhubung dengan mesin mengalami feedback mematikan. Arkan jatuh ke lantai, terengah-engah mencari oksigen.

​Liana berdiri dari kursi operator. Kabel-kabel yang menyambung di tangannya terputus secara paksa, mengeluarkan percikan listrik. Ia berjalan mendekati Varo yang tergeletak lumpuh, separuh tubuh mekanisnya terbakar.

​"Kau salah, Varo," suara Liana kini tenang, namun memiliki otoritas yang mutlak. "Inang sejati bukan tentang DNA. Tapi tentang siapa yang berani menanggung beban ini tanpa menjadi gila karena kekuasaan."

​Liana menyentuh kepala Varo. Dalam satu detik, ia menarik semua data Phoenix yang sempat dicuri Varo kembali ke dalam dirinya. Varo kejang-kejang, matanya memutih, hingga akhirnya ia diam tak bernyawa. Sang Kapten Unit 9 tewas oleh teknologi yang ia puja.

​Liana berbalik ke arah Arkan. Pendaran di matanya memudar, kembali menjadi cokelat yang hangat, namun ada keletihan yang amat sangat di sana.

​"Arkan... aku sudah mengirimkan perintah penghancuran ke seluruh basis data Phoenix di satelit. Semuanya berakhir sekarang," bisik Liana sebelum ia pingsan ke pelukan Arkan.

​Arkan menggendong Liana, berjalan menuju atap menara di tengah fajar yang mulai menyingsing di Sektor Selatan. Di bawah sana, api pemberontakan mulai padam, digantikan oleh keheningan kota yang baru saja bebas dari belenggu digital.

​Namun, di pelabuhan jauh di bawah sana, sebuah kapal selam hitam perlahan menyelam ke kedalaman samudra. Di dalamnya, Hendra menatap layar monitor yang menampilkan wajah Liana.

​"Misi sukses," ucap Hendra ke arah kegelapan ruangan.

"Inang sejati telah aktif. Fase 'Evolusi Terpimpin' bisa

dimulai."

​Arkan mengira mereka menang. Namun ia tidak sadar bahwa sejak awal, Hendra tidak menginginkan kodenya—ia menginginkan Liana menjadi versi Phoenix yang sempurna agar ia bisa memanennya nanti.

1
SILVA Nur LABIBAH
Masyaallah sungguh bagus cerita novelnya kak
inna Mardiana: membuat saya makin semangat menulis💪
total 2 replies
Dian
lanjutt
SILVA Nur LABIBAH
rahasia sudah terbuka,,,ayo Arkan & liana bangun kembali srmua yg telah hilang.
SILVA Nur LABIBAH
maaf baru bisa koment, bagus kisah novelnya. bisa mengambil hikmah dendam bisa melukai diri kira sendiri
inna Mardiana: makasih banyak yah Kak udah mampir😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!