"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.
Ding!
[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]
[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]
Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.
Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 - Aku Bisa Menemanimu
Ding!
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan: +10 Poin Sistem]
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan dengan dua orang saksi: +10 Poin Sistem]
Liam menatap layar itu dengan bingung.
Saat Sistem menyebutkan tamparan wajah sebelumnya, ia mengira itu adalah tamparan secara harfiah, di mana ia benar-benar harus menampar wajah seseorang. Bahkan, Sistem mengatakan bahwa ia harus menyiapkan tangannya untuk menampar, sehingga semakin memperkuat pemikirannya tadi.
Namun, baru sekarang ia menyadari bahwa itu bukan seperti yang ia bayangkan.
"Jadi, tamparan wajah hanya berarti mempermalukan orang?" gumamnya pelan.
Seolah menjawab pertanyaannya, layar itu berkedip dan menampilkan isi baru di depan matanya.
[Tamparan Wajah: Tindakan mempermalukan atau menghina seseorang yang meremehkanmu. Memberi mereka rasa dari perbuatan mereka sendiri. Sebuah balasan manis yang langsung diberikan. Tuan Rumah? Percaya saja!]
Melihat itu, Liam cukup terkejut. Ia tidak menyangka Sistem akan menjawab pertanyaannya.
Namun, berkat itu, ia juga mulai memahami fungsi Sistem sedikit demi sedikit.
Pada saat yang sama, ia diam-diam menghela napas lega.
'Untung saja bukan tamparan secara harfiah. Kalau tidak, dengan tubuhku yang kurus ini, bukankah aku bisa mati kalau orang yang kutampar membalas?'
Dan menurut informasi yang dipaksakan masuk ke dalam pikirannya, selama ia melakukan tamparan wajah kepada orang lain, ia akan mendapatkan hadiah seperti Poin Sistem yang bisa ia gunakan untuk membeli barang di Toko Sistem yang menjual berbagai macam item.
Setelah memastikan bahwa semua ini nyata, Liam kini punya waktu untuk memikirkan Sistem dengan lebih jelas.
Sistem hanya mengharuskannya melakukan satu hal: mempermalukan orang lain.
Namun, ada syaratnya. Ia tidak bisa sembarangan mempermalukan orang. Ikut campur dalam urusan orang lain tidak akan memberinya Poin Sistem, bahkan sedikit pun. Ia harus terlibat langsung dalam kejadian tersebut agar bisa mendapatkan hadiah.
Dengan kata lain, ia harus terus mencari orang yang meremehkannya, lalu mempermalukan mereka. Semakin banyak orang yang menyaksikan, semakin baik, karena ia juga bisa mendapatkan poin dari reaksi para penonton.
Tadi, Liam sebenarnya tidak memikirkan apa-apa saat ia melambaikan uang 1000 Dolar di depan Nona Sylvie dan pramuniaga itu. Ia hanya ingin membuktikan bahwa ia memiliki uang untuk membeli barang-barang tersebut dan bukan sekadar mengambil barang secara sembarangan.
Pada akhirnya, tindakan tidak sengaja itu justru memberinya poin sistem pertamanya.
Berbicara tentang poin, Liam memutuskan untuk melihat Toko Sistem tempat ia bisa menggunakannya.
[Toko Sistem: 120 Poin Sistem]
[Ramuan Peningkatan Fisik Level 1: 50 Poin Sistem.
Meningkatkan seluruh fungsi tubuh atau kondisi fisik keseluruhan ke puncak manusia level 1.]
[Ramuan Peningkatan Jiwa Level 1: 50 Poin Sistem.
Meningkatkan ketahanan mental, kemampuan menghafal, dan fungsi terkait jiwa ke puncak manusia level 1.]
Produk lainnya termasuk resep rahasia, pengetahuan, dan bahkan keterampilan yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seperti kemampuan mengemudi dan banyak lagi. Harganya mulai dari 10 Poin Sistem hingga lebih dari 10.000 Poin Sistem per item.
Meskipun ada banyak item di Toko Sistem, dua produk ini, yaitu peningkatan fisik dan jiwa, paling menarik perhatian Liam. Hal itu terasa baru baginya, dan jika deskripsinya benar, maka nilainya bahkan lebih tinggi dari barang ajaib. Ia berpikir bahwa ia harus mendapatkan keduanya dengan cara apa pun jika terbukti efektif.
Saat ini, Liam memiliki 120 Poin Sistem. 100 berasal dari bonus awal, sementara 20 berasal dari poin yang baru saja ia dapatkan dari mempermalukan pramuniaga di depan dua saksi. 120 poin sudah lebih dari cukup untuk membeli kedua item tersebut.
Liam ingin langsung membelinya, tetapi ia belum tahu efek samping apa yang mungkin muncul, jadi ia menahan diri.
Ia menyingkirkan pikiran itu untuk sementara. Kebetulan, mereka sudah tiba di depan kasir terdekat.
Dengan Nona Sylvie yang membantu di sampingnya, kasir menunjukkan ekspresi tegang namun hormat saat ia memindai barang-barang yang Liam pilih satu per satu.
"Totalnya 120 Dolar, tuan!" kata kasir itu dengan senyum setelah selesai memindai barang terakhir.
Saat Liam melihat pramuniaga itu, ia melihat kepalanya tertunduk, mungkin karena malu atas perbuatannya tadi. Liam hanya bisa menggelengkan kepala. Meskipun ini adalah pengalaman yang memalukan baginya, ia perlu hal ini untuk belajar agar tidak meremehkan orang lain. Kali ini, ia pasti sudah menyesal.
Setelah selesai membayar, ia mengambil kembaliannya saat kasir tersenyum dan menyerahkan barang-barangnya yang sudah dimasukkan ke dalam tas.
Dan sesuai dengan ucapannya, Liam memang ingin segera meninggalkan toko itu.
Jadi, ia mengambil tas belanja itu dan bersiap untuk pergi.
"Permisi, tuan, apakah kau masih ingin berbelanja? Aku bisa menemanimu dan menjadi pemandumu. Aku menjanjikan pelayanan yang sangat memuaskan," tiba-tiba Nona Sylvie menawarkan dengan senyum saat melihat ia benar-benar akan pergi.
Liam melihat barang di tangannya lagi. Meskipun ia sudah selesai memanjakan dirinya, tidak ada salahnya jika ia berjalan-jalan untuk benar-benar sekadar melihat-lihat kali ini, bukan?
Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan untuk berjalan-jalan lagi untuk memperluas wawasannya.
Liam tersenyum kepada Nona Sylvie sebelum berkata, "Baiklah. Tapi aku lebih khawatir padamu, bukankah kau punya pekerjaan yang harus dilakukan?”